
Ketika Ahmad mencoba berkomunikasi tiba-tiba saja kesadarannya hilang, ada makhluk yang merasuki tubuh Ahmad. Makhluk tersebut kemudian ditanya oleh Johan.
" Dengan siapa ini? kenapa masuk ke tubuh Ahmad?" tanya Johan sambil menjaga tubuh Ahmad.
Teman-temannya hanya memandangi dengan memegangi tangan Serta kaki Ahmad.
" Hihihi boleh tidak kalau saya ikut main dengan kalian, aku ini masih muda. Baru 100 tahun di sini." jawab makhluk yang merasuki tubuh Ahmad.
Mereka semua terkejut mendengar pernyataan tersebut, baru kali ini mereka berkomunikasi dengan makhluk gaib secara langsung.
" Kenapa kalian mengerumuni kami dengan jumlah yang begitu banyak? sangat ramai ,sangat panas." tanya Johan kembali.
Sosok itupun menjawab,
" hihihi kami sangat jarang bertemu dengan manusia, apalagi manusia dengan iman yang lemah seperti kalian pasti akan menyenangkan untuk diajak bermain permainan kami." jawab sosok tersebut diselingi tawa.
Johan merenungi perkataan sosok tersebut, tiba-tiba saja Iwan membisikkan sesuatu pada Johan.
" Johan, bagaimana caranya mengeluarkan sosok ini, sementara yang dirasuki Ahmad dan hanya Ahmad yang mengerti hal-hal seperti ini." tanya Iwan yang mulai kebingungan.
Johan kemudian mengajak teman-temannya untuk membacakan doa dan bacaan lainnya.
" Aku tidak tahu apakah cara ini akan berhasil atau tidak tapi yang harus Kita lakukan adalah membaca doa dan bacaan yang bisa mengusir jin maupun setan." ajak Johan untuk membaca doa.
Mereka kemudian membacakan surat-suratan pendek dan bacaan doa, tak lama kemudian sosok yang merasuki Ahmad merasa seperti kurang nyaman mendengar bacaan surat-surat pendek dan kemudian keluar sendirinya. Kini keasadaran Ahmad telah kembali. Namun ia merasa pening di kepala dan sekujur tubuhnya merasa lemas seperti telah beraktivitas berat seharian. Teman-temannya mencoba memberinya air mineral untuk menenangkan Ahmad.
" Ahmad kamu minum dulu." kata Cindy sambil memberikan gelas yang berisi air.
__ADS_1
Perlahan-lahan kondisi Ahmad sudah kembali normal,lalu ia memberitahukan jika tadinya ialah yang mengizinkan sosok perempuan tersebut masuk ke tubuhnya dan Ahmad telah mendapat informasi setelah makhluk tersebut keluar dari tubuhnya.
" Jadi kalian juga sudah mendengarnya sendiri bukan? mereka tertarik dengan kehadiran manusia yang memasuki wilayah mereka. Kedatangan kita mungkin menjadi semacam gangguan bagi mereka terutama karena bercandaan kita yang kelewatan di malam hari." duga Ahmad.
Mereka berlima memutuskan untuk mencoba mengacuhkan gangguan dari sosok-sosok tersebut meskipun mereka tak bisa tertidur hingga menjelang pagi. Ketika hari mulai pagi barulah mereka dapat tertidur.
Saat jam menunjukan pukul 3 dini hari, Iwan merasa perutnya mulas dan ingin buang air besar, beruntung bagi mereka karena tak jauh dari tempat mereka mendirikan tenda terdapat sebuah aliran sungai kecil yang lumayan deras apalagi setelah kemarin sore hujan deras. Namun yang menjadi masalah tersendiri bagi Iwan adalah ia takut jika harus pergi sendirian ,terutama ketika malam hari di tempat yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Maka dari itu Iwan mencoba mengajak salah satu dari teman-temannya untuk menemaninya ke sungai kecil tersebut.
" Johan, bangun Johan. Ayo temani aku buang air." ajak Iwan pada Johan yang masih tertidur pulas.
Namun Johan tidak kunjung bangun juga, kemudian Iwan mencoba mengajak Ahmad.
" Ahmad..Ahmad bangunlah. Ayo temani aku ke sungai kecil di dekat sini." ajak Iwan sambil menepuk pundak Ahmad.
Namun Ahmad juga tak bangun-bangun dari tidurnya. Sedangkan yang tersisa hanya perempuan yaitu Selly dan Cindy yang tak lebih berani daripada Iwan sendiri.
" Aduh mereka tak ada yang bangun ,tapi ini sudah di ujung. Aku berangkat sendiri sajalah." gumam Iwan dalam hatinya.
Sebenarnya jarak sungai kecil tersebut hanya sekitar 50 meter saja dari tenda mereka tetapi karena kejadian semalam serta kondisi yang terasa begitu menakutkan bagi Iwan menjadikan kesan tersendiri bagi Iwan. Iwan berjalan dengan terbirit-birit karena sudah tidak tahan lagi , iapun sampai di sungai tersebut. Cukup lama Iwan berdiam diri di sungai tersebut, perasaannya telah lega setelah buang air, akan tetapi ketika Iwan telah selesai dan membersihkan diri serta mencuci tangannya, ia melihat ada yang janggal ,ketika ia melihat seperti api yang menyala tidak terlalu besar. Awalnya Iwan mengira kalau api itu adalah obor yang ia bawa.
Seketika Iwan berpikir kembali bahwa sebenarnya ketika ia menuju ke sungai tersebut yang dibawanya bukanlah obor melainkan senter mini yang ia genggam dari tadi di tangan kanannya. Iwan mencoba untuk tidak panik meskipun bulu kuduknya mulai berdiri serta sekujur tubuhnya merinding. Iwan berjalan perlahan menjauhi api tersebut, dan segera kembali ke tenda.
Setelah dirasa penampakan api tersebut sudah menghilang , Iwan berjalan dengan santai kembali. Namun ia seperti mendengar bunyi dari balik semak-semak, entah apa yang ada di balik semak-semak tersebut. Karena hal itu Iwan berhenti sejenak memandang dan mengarahkan senternya ke arah semak-semak tersebut sambil menelan air liurnya. Setelah diperhatikan tidak ada apa-apa ,Iwan lega karena itu hanya sifatnya yang suka parno terlebih dulu.
Alangkah terkejutnya Iwan ketika berbalik badan dan di hadapannya sudah ada sosok kuntilanak yang mengahadang menutupi jalannya. Iwan berlari ketakutan ke arah tenda sampai tidak menyadari sandal yang ia pakai tertinggal di tempat tadi. Iwan sampai dan langsung masuk ke tenda, hal itu membuat Ahmad kaget dan bertanya-tanya.
" Iwan kenapa ya? darimana dia tadi?" tanya Ahmad dalam hatinya.
__ADS_1
Iwan yang sudah sangat ketakutan membungkus dirinya dengan sarung dan memilih tidur di tengah-tengah Johan dan Ahmad.
Pagipun tiba, mereka berlima telah bangun dan tengah bersiap-siap untuk melaksanakan ibadah. Ketika hendak mengambil air di sungai kecil ,Johan bertanya kepada Ahmad.
" Ahmad apa kamu melihat sandal milikku yang berwarna kuning bergambar pisang?" tanya Johan yang kebingungan karena sandalnya tidak ada.
" Aku tidak memakainya Jo. Tetapi semalam Iwan sepertinya yang memakai sandalmu karena semalam Iwan pergi buang air." jawab Ahmad.
Tiba-tiba Iwan mendekat dan mencoba menjelaskan pada Johan.
" Maaf Jo. Aku yang memakai sandal milikmu, semalam gelap hanya ada sepasang sandal di luar jadi aku pakai saja. Sekali lagi aku minta maaf ,karena sandalmu tertinggal di sebelah sana." kata Iwan meminta maaf pada Johan.
Johan tak marah pada Iwan.
" Tak apa, tapi kenapa kau tinggalkan sandalnya di sana?" tanya Johan kembali.
Iwan Kemudian membisikkan sesuatu tentang penampakan yang ia lihat semalam pada mereka berdua.
" Semalam sesaat setelah buang air ,aku melihat penampakan api dan ketika perjalanan pulang aku dihadang sosok kuntilanak. Karena tanahnya cukup becek sendalnya aku lepas." jawab Iwan dengan suara lirih.
Ahmad dan Johan tertegun mendengar pernyataan Iwan. Mereka berdua seperti tidak habis pikir Iwan seberani dan senekat itu meskipun Iwan adalah seorang yang penakut.
" Nekat juga kamu ya Wan." puji Ahmad mengenai keberanian Iwan.
Iwan tertawa dan berkata ,
" hahaha mau bagaimana lagi, namanya juga terpaksa sudah tidak tahan." jawab Iwan dengan diikuti tawa mereka bertiga.
__ADS_1