
Kakek menjawab pertanyaan dari Johan,
" Yang kamu lihat memang benar adanya Jo. Itu nyata, sebenarnya Ahmad ketika ditemukan oleh Iwan itu ia mungkin saja telah dikembalikan oleh si penculiknya yang tak lain dan tak bukan adalah penghuni wilayah sebelah sana." kata kakek menceritakan kebenarannya.
" Makhluk penculik Ahmad itu bisa saja wewe gombel, yang berwujudkan badan hitam berkuku panjang, yang terlihat seperti perempuan,atau makhluk lainnya yang kita tidak tahu secara pasti. Yang mengetahuinya dengan pasti hanya tuhan dan Ahmad sendiri." kata kakek menambahkan.
Mendengar cerita kakek, Johan dan Iwan semakin penasaran dengan para penghuni disana, dan apa tujuan mereka menculik Ahamd yang belum bisa mereka simpulkan.
Tak lama kemudian ,Ahmad telah selesai dan kembali bergabung dengan mereka di meja makan. Mereka bergantian mandi,sedangkan barang-barang mereka telah tersusun rapi di tas masing-masing. Namun kali ini sedikit berbeda dari barang bawaan mereka karena mereka membagi tugas.
Johan mengumpulkan teman-temannya di meja makan, ia ingin memberika intruksinya.
" Jadi teman-teman, sebaiknya kita membagi tugas dalam membawa barang-barang kita ini. " kata Johan memberikan saran.
Mereka setuju dengan usulan tersebut, namun mereka belum tau yang mana yang akan mereka bawa.
" Maaf Jo. Barang-barang mana yang harus kami bawa, kami belum tahu tugas kami masing-masing." tanya Iwan pada Johan.
Johan menambahkan,
" Oiya, Iwan ,Ahmad , dan aku akan membawa peralatan-peralatan. Selain itu ,laki-laki akan membawa tenda kita nantinya. Sedangkan perempuan kalian membawa bahan makanan saja, bisa dimengerti semua?" seru Johan dalam intruksinya.
Mereka semua melaksanakan intruksi Johan mengambil barang-barang yang sudah ditentukan. Setelah mereka semua telah memasukkan ke dalam tas ,mereka kembali berkumpul dengan Kakek Dul dan Nek Ningsih di halaman depan pondok mereka. Kakek Dul memberikan sedikit nasehat untuk mereka berlima,
__ADS_1
" Kalian berlima harus terus bersama-sama, berhati-hatilah karena di hutan tidak ada yang bisa menebak situasi dan kondisi yang ada, walaupun kalian sudah mengenal betul tempat tersebut." ucap Kakek Dul memberitahu.
Akhirnya mereka semua telah siap menghadapi kehidupan liar yang kejam. Mereka berlima berpamitan dengan Kakek Dul dan Nek Ningsih ,mereka juga memohon doa agar mereka semua selamat. Johan kembali dipercaya memimpin kelompok mereka ,untuk menuntun jalan ke perkemahan terlebih dahulu. Johan tetap memaksakan dirinya, meskipun kondisi kakinya masih belum sepenuhnya sembuh dari luka bekas gigitan ular tanah yang berbisa. Cindy yang paling mengkhawatirkan kondisi kaki Johan, karena Cindylah yang tahu betul seberapa parah akibat bisa ular tanah.
" Johan , apa tidak terlalu berlebihan kamu memaksakan dirimu seperti ini." tanya Cindy pada Johan di tengah perjalanan.
Johan menjawab dengan senyuman kecil.
" Aku baik-baik saja Cindy. Ini sudah tidak apa-apa." kata Johan meyakinkan teman-temannya.
Ahmad membantu Johan dengan merangkulnya, sementara Iwan membawakan tas milik Johan. Setelah perjalanan yang cukup melelahkan ,ditambah dengan jalur terjal dan sulit, mereka tiba di perkemahan mereka.
Sekembalinya mereka ke perkemahan, mereka kaget dengan kondisi perkemahan yang kembali berantakan seperti keadaan awal ketika mereka berlima menginjakan kaki ditempat tersebut. Tenda mereka telah roboh, tergenang air, sampah berserakan, kayu bakar yang telah mereka kumpulkan untuk membuat api unggun dan memasak berserakan di tanah.
Johan bingung tak bisa menjelaskan, karena setahu mereka sebelum mereka meninggalkan perkemahan tenda mereka telah disingkirkan dan dilipat, begitu juga dengan sampah-sampah yang telah masukan ke plastik.
" Aku tidak mengerti apa yang telah terjadi dengan tempat ini. Apakah karena binatang hutan ini mencari makan atau ada badai disini." kata Johan tak habis pikir.
Tak ingin berlarut-larut meratapi keadaan,merekapun segera mendekati tenda mereka untuk merapikannya. Tak lupa juga mereka membersihkan tempat tersebut dari sampah yang berserakan.
" Akhirnya selesai juga merapikan kembali tempat ini." ujar Selly dengan perasaan lega.
" Ayo sebaiknya kita lanjutkan saja perjalanan kita, mumpung hari masih pagi. Target kita sampai jam 12 siang nanti. " ajak Johan pada teman-temannya.
__ADS_1
Mereka melanjutkan perjalanan mereka, kali ini yang mereka tuju adalah hutan di sebelah utara. Hutan di sebelah utara ini memiliki rute yang jauh lebih sulit daripada wilayah yang lainnya. Inilah awal kesulitan baru yang telah menangi mereka. Sepanjang perjalanan mereka melihat tak ada jalan yang dimana menandakan tidak ada orang sama sekali yang pernah datang kesana. Namun karena keyakinan dan rasa penasaran yang kuat ,mereka berlima terus maju menjelajahi hutan tersebut. Johan,Iwan,dan Ahmad bahkan harus membuka jalur untuk dapat melintasi kawasan tersebut.
" Iwan, Ahmad ,Kita akan membuka jalur, pastikan kalian berhati-hati dan jangan lengah." seru Johan mengintruksikan pada Iwan dan Ahmad.
Sedangkan perempuan terus mengikuti dari belakang. Hingga sampailah mereka di tempat yang tanahnya bahkan sedikit tergenang oleh air hujan, pepohonan besar dengan akar tunggang dan daun rindang membuat wilayah itu gelap karena sinar matahari terhalangi oleh dedaunan pepohonan ditempat itu. Salah satu dari mereka terperosok ke dalam lubang, orang itu adalah Cindy. Cindy terperosok karena ia tidak mengetahui jika tanah yang ia injak merupakan lumpur hisap. Teman-temannya lantas segera menolongnya, dan terlebih dahulu menenangkannya karena lumpur hisap akan lebih cepat untuk menghisap jika korbannya bergerak lebih sering bergerak. Untunglah Ahmad memiliki tali tambang di tas miliknya.
" Tunggu sebentar Cindy, bertahanlah. Johan, Iwan kalian tahan dulu tangan Cindy ya, aku akan mengambil tali di tas milikku." kata Ahmad sambil menurunkan tas miliknya.
" Selly bantu aku, kamu berikan ujung talinya pada Johan dan Iwan, aku akan mengikatnya pada pohon." seru Ahmad pada Selly.
Selly lalu menuruti intruksi Ahmad, sementara itu Johan mengulurkan tali itu pada Cindy untuk ia genggam.
" Cindy peganglah tali ini, aku dan Iwan akan menarikmu keluar. Jangan panik." kata Johan sambil mengulurkan tali yang ia pegang.
Namun meskipun ia akan ditolong oleh teman-temannya, Cindy yang biasa tergesa-gesa mulai panik, karena lumpur itu telah menghisapnya hingga sepinggang. Butuh waktu lama usaha mereka untuk mengeluarkan Cindy dari lumpur hisap yang menjebaknya.
Pada akhirnya ,Cindy bisa diselamatkan. Cindy begitu bersyukur ia bisa diselamatkan ,apalagi ia sudah khawatir jika ia tak bisa membebaskan dirinya dari lumpur hisap tersebut.
" Akhirnya, kamu terselamtkan Cindy." kata Selly sambil memeluk Cindy.
" Iya Sell, aku sangat bersyukur kalian menolongku. Terimakasih Ahmad, Johan , Iwan." kata Cindy sambil meneteskan air mata.
" Yang penting kamu selamat. Ayo Kita harus melanjutkan, dan ingatlah untuk terus berhati-hati." seru Johan pada teman-temannya.
__ADS_1