Survival: Kelam, Kejam, Mencekam

Survival: Kelam, Kejam, Mencekam
Survival Act 2


__ADS_3

Survival Act 2


Mereka berlima berangkat bersama, selama di perjalanan mereka memperhatikan tumbuhan-tumbuhan yang mereka jumpai dan pertanyaan selalu muncul apakah itu bisa dimakan atau justru itu tumbuhan yang berbahaya. Mereka mencoba menerapkan ilmu pengetahuan yang mereka dapat ketika mereka mengikuti pecinta alam di sekolah mereka.


Mereka akhirnya sampai di sungai kecil yang ingin mereka tuju.


" Akhirnya kita sampai juga di sungai ini." kata Iwan dengan perasaan lega.


" Iwan bukankah kamu pernah bercerita ketika kau buang air, itu dimana Wan?" tanya Ahmad yang penasaran setibanya di tempat tersebut.


" Kamu ini Mad. Sangat bersemangat ketika ada hal-hal mistis. " jawab Iwan menanggapi.


" Hehehe, bukannya bersemangat tapi penasaran ya meskipun sebenarnya aku juga penakut sepertimu." kata Ahmad menambahkan.


Kemudian Iwan menunjuk ke suatu tempat ,di dekat batu besar sebelah pohon besar yang daunnya rindang.


" Di sebelah sana, tak jauh dari tempatku buang air. " kata Iwan membisiki Ahmad.


Johan, Selly ,dan Cindy melihat-lihat sekitaran tempat tersebut,ternyata masih banyak terdapat ikan-ikan yang bisa mereka manfaatkan, selain itu arus yang tidak terlalu deras dan kedalaman sungai tersebut dangkal menjadikan sumber makanan yang cukup bagi mereka.


" Johan, Selly lihatlah ini bisa menjadi sumber makanan kita, kita bisa mengambil ikan-ikan disini." kata Cindy yang girang melihat ikan yang ada di sungai tersebut.


Di samping itu, Ahmad dan Iwan malah lebih terfokus untuk merasakan suasana ketika di bawah pohon dekat batu besar tersebut.


" Bagaimana menurutmu Mad? apa yang kamu rasakan di bawah pohon ini." tanya Iwan yang penasaran.


Ahmad berjalan untuk lebih mendekati batu besar tersebut. Lalu Ahmad menempelkan telapak tangannya pada batu besar itu.


" Ini sepertinya ada yang suka berdiam diri disini Wan." ujar Ahmad dengan suara lirih.


" Ini seperti ada yang sering muncul atau bisa disebut tempat perkumpulan mereka-mereka yang ada di sekitar sini." kata Ahmad menambahkan.


Mendengar hal itu,Iwan semakin penasaran, namun sejenak terlintas dalam pikirannya semalam ia buang air di dekat batu tersebut. Lebih parahnya lagi Iwan buang air di dekat batu itu tanpa permisi dan tidak membaca doa terlebih dahulu. Hal-hal semacam itulah yang membuat Iwan takut karena bisa saja dianggap tidak sopan bagi penghuni tempat tersebut.

__ADS_1


" Kamu tidak melakukan hal-hal aneh kan Wan?" tanya Ahmad yang curiga melihat Iwan terdiam.


Iwan tak mengatakan sepatah katapun, malah ia mengajak Ahmad untuk kembali bergabung dengan teman-teman mereka. Ketika tengah berjalan mengitari tempat tersebut, Selly melihat seperti buah-buahan,karena penasaran ia lantas mendekatinya. Ternyata benar yang ditemukan oleh Selly memang buah,yaitu stroberi hutan yang terlihat sangat segar. Namun Selly ragu untuk mengambilnya sehingga ia memanggil teman-temannya.


" Teman-teman lihatlah aku menemukan buah seperti stroberi,mari lihatlah ini." kata Selly berteriak kegirangan.


Teman-temannya penasaran dan segera mendekati Selly.


" Mana Sell ,Mana stroberinya?" tanya Cindy yang penasaran.


" Kamu yakin Sell menemukan stroberi di hutan? setahuku hanya ada di perkebunan atau semacam budidaya." kata Iwan menimpali.


Ahmad menimpali,


" Hadeh Wan tentu saja ada stroberi hutan, apa kamu lupa ketika kegiatan pecinta alam dulu?" kata Ahmad pada Iwan.


Setelah di dekati ternyata benar, dan beruntung bagi mereka karena buahnya cukup banyak di tempat tersebut.


Mereka mengambil kantong di tas mereka masing-masing dan membawa sebanyak-banyaknya untuk persediaan mereka.


" Ambil semua, ini akan cukup untuk kita,setidaknya hingga makan malam nanti." seru Johan pada teman-temannya.


" Oiya Johan, di sungai tadi banyak terdapat ikan, bagaimana jika kita ambil juga sebagai sumber protein kita?" kata Cindy memberikan saran.


Johan menyetujui usulan tersebut,


" Aku setuju dengan idemu Cindy. Ahmad nanti bantulah aku menangkap ikan-ikan tersebut." pinta Johan.


Setelah stroberi yang mereka kumpulkan dirasa cukup ,mereka lantas mengambil ikan di sungai kecil tersebut.


" Ahmad ayo kita turun sekarang. Sepertinya airnya juga sangat segar." ajak Johan menyebur ke sungai.


Ahmadpun ikut menyeburkan diri ke sungai tersebut, dengan air yang masih jernih, banyak pepohonan rindang, ditambah lagi banyaknya ikan di sungai itu membuat mereka serasa sedang berlibur, melepaskan penat dan kejenuhan dengan tugas-tugas sekolah. Dengan keterampilan yang dimiliki Ahmad dan Johan membuat mereka sekejap saja mendapatkan banyak ikan.

__ADS_1


" Wah kita sangat beruntung. Hari ini kita akan makan enak lagi." kata Ahmad yang begitu antusias.


Hari semakin gelap, mereka kemudian bergegas mendirikan tenda untuk penginapan mereka.


" Sudah mulai gelap, sebaiknya kalian masak saja dulu. Sedangkan aku,Johan,dan Iwan akan mendirikan tenda di sekitar sini." kata Johan menjelaskan.


Selly dan Cindy segera menyalakan api Serta membersihkan ikan. Ketika Selly dan Cindy membersihkan bagian dalam ikan-ikan tersebut, sekilas mereka melihat sebuah keanehan di dalam air, tepatnya di dekat batu besar yang ada di bawah pohon besar nan rindang.


" Selly..Selly lihat itu sebentar ,lihatlah itu kenapa ada seperti api yang menyala di dalam air." ucap Cindy dengan suara lirih.


Selly menoleh dan terkejut.


" Astaga, apa itu kenapa bisa bola api menyala di dalam air." teriak Selly yang kaget.


Karena mereka takut jika melihat atau terjadi sesuatu mereka memutuskan untuk mengabaikan dan segera menyelesaikan pekerjaan mereka.


Di sisi lain, Johan ,Iwan ,dan Ahmad telah selesai mendirikan tenda ,bahkan sudah merapikan barang-barang bawaan mereka, api untuk mereka masakpun sudah siap.


Bau harum dari ikan segar yang baru saja mereka tangkap begitu menggugah selera, yang membuat nafsu makan mereka kembali naik. Apalagi setelah siang harinya mereka hanya makan stroberi hutan yang mereka temukan, pastinya sekarang mereka merasa seperti sedang berpesta.


" Kita harus bersyukur karena kita bisa kembali menikmati makanan yang lezat." kata Ahmad mengingatkan teman-temannya.


" Iya kamu benar Mad. Semoga kita selalu dilindungi yang maha kuasa." sahut Cindy.


Setelah mereka selesai makan malam, mereka segera beribadah. Meskipun mereka berada di hutan,namun ternyata mereka tak meninggalkan kewajiban mereka untuk beribadah, itulah yang selalu mereka pegang teguh. Seperti biasa setelah melakukan ibadah dan makan malam, ini adalah bagi mereka berlima untuk berbagi pengalaman yang mereka alami ataupun sekedar intermeso.


" Tadi sore ketika aku dan Cindy membersihkan ikan di sungai, kami melihat ada bola api yang menyala-nyala di dalam air." kata Selly membuka obrolan mereka.


Mendengar hal itu, Ahmad langsung penasaran dengan hal yang dialami oleh Selly dan Cindy.


" Dimana Sell, dimana kau melihat bola api tersebut?" tanya Ahmad yang tertarik dengan cerita Selly.


" Eee di dekat batu besar itu ,yang ada di bawah pohon rindang." jawab Selly sambil menunjuk ke arah batu besar tersebut.

__ADS_1


__ADS_2