Survival: Kelam, Kejam, Mencekam

Survival: Kelam, Kejam, Mencekam
Di Tengah Kepanikan


__ADS_3

Iwan memilih untuk buang air sedikit naik ,tepatnya di aliran atas sungai meskipun sangat gelap, dan hanya ditemani senter kecil miliknya ,Iwan tetap memberanikan diri jika sudah tidak tahan untuk buang air. Ketika Iwan tengah buang air, Iwan dikejutkan dengan bunyi-bunyi misterius,sepertinya bunyi yang asing ditelinganya.


Tiba-tiba saja, dari arah hutan ada seekor b*bi hutan berukuran besar sedang menuju ke arah sungai yang ada di bawahnya. Iwan yang ada sedikit di atas mencoba untuk tetap tenang, dan berusaha secepat mungkin menyelesaikan buang airnya. Ketika telah selesai Iwan langsung berlari,namun sialnya ia lupa kalau ia membawa sarung yang membuatnya tersandung oleh sarungnya sendiri. Iwan terjatuh dan lebih parahnya lagi ia terpleset yang membuat bajunya kotor senter yang dipegangnya entah kemana. Iwan yang sangat menyayangi senter miliknya tersebut berusaha mencarinya sampai dapat, ia menepikan rasa takutnya demi bisa menemukan senter kesayangannya.


Sekedar informasi, alasan Iwan sangat menyayangi senter miliknya tersebut adalah itu merupakan hadiah ulang tahun dari ibunya dulu ketika berumur 10 tahun,karena Iwan seorang penakut yang takut ketika tidur malam harinya di kamar.


Iwan sedang bernasib baik, b*bi hutan yang tadi sedang mencari makan tidak datang menyerangnya, malah b*bi hutan tersebut bertingkah aneh. B*bi hutan tersebut justru menjauh tatkala sudah dekat dengan tempat Iwan terjatuh tadi.


" Kenapa terasa aneh ya, b*bi hutan tadi sebenarnya bisa saja menyerangku karena aku sebagai ancaman, tapi kenapa langsung menjauh lari dengan terbirit-birit." ucap Iwan dalam hatinya sambil terus mencari senternya.


Setelah meraba tanah dan bebatuan di sungai tersebut, senter kesayangan Iwan akhirnya ketemu, akan tetapi senter tersebut ditemukan dalam kondisi yang mati.


" Akhirnya ketemu juga, tapi kok ini mati ya, apa mungkin baterainya habis lagi?" tanya Iwan dalam hatinya.


Iwan yang senang sekaligus jengkel menggoyang-goyangkan senternya berharap senternya bisa kembali hidup. Cara yang dilakukan Iwan mujur, senter kesayangan miliknya bisa kembali menyala. Akan tetapi, Iwan dibuat kaget setengah mati sesaat setelah senternya kembali menyala.


" Yes ,akhirnya bisa kembali menyala. Aaaaargh." teriak Iwan yang sangat kaget.


Ternyata sesaat setelah senternya kembali menyala, senter tersebut menyorot yang ada di depannya yang ternyata tepat tak jauh dari tempatnya berdiri ,ada satu sosok menyeramkan hingga membuat Iwan berteriak keras. Iwan yang begitu kaget seketika langsung pingsan di tempat itu juga, karena yang ia lihat tadi adalah siluman b*bi.


Di sisi lain, keempat temannya yang masih tertidur di tenda serentak mendengar jeritan Iwan. Rupanya jeritan Iwan tadi sampai-sampai membangunkan mereka semua. Selly dan Cindy terbangun lebih dulu.


" Hoaam, Cindy apa kamu mendengar jeritan tadi?" tanya Selly sambil mengusap matanya.

__ADS_1


Cindy mengangguk dan menjawab,


" Iya Sell. Aku mendengarnya dan entah mengapa suara jeritan tadi itu sama persis dengan suara Iwan ketika ketakutan. " jawab Cindy.


Johan dan Ahmad juga terbangun, mereka bertanya-tanya kenapa Iwan tidak ada di samping mereka.


" Johan..Johan..kenapa Iwan tidak ada Jo?" tanya Ahmad yang panik ketika Iwan tidak ada.


Ahmad panik sebab ia sangat mengenal Iwan yang tidak mungkin pergi jika sekiranya itu membuatnya takut.


" Yah kalian juga mendengar jeritan keras tadi bukan? aku rasa itu Iwan. " kata Johan menduga-duga.


" Tapi kenapa Iwan keluar malam-malam seperti ini, sungguh aneh jika membayangkan Iwan berani keluar tenda sendirian." kata Selly menimpali.


" Mungkin saja Iwan ingin buang air besar di sungai, aku menebak demikian karena kemarin malam Iwan melakukan hal yang sama dan tidak ingin merepotkan teman-temannya. Sudah tak tahan sehingga ia akhirnya nekat berangkat ke sungai sendiri meskipun dalam hatinya merasa takut." jawab Johan.


Ahmad mengikuti Johan mengambil senter, Dan bersiap untuk mencari Iwan malam itu juga, mereka khawatir jika terjadi sesuatu hal buruk pada Iwan.


" Kami berdua akan ikut dengan kalian." kata Selly dan Cindy yang kompak.


Mereka berempat segera menyusul Iwan ke sungai, mereka berharap cemas tidak terjadi hal-hal buruk pada Iwan. Ketika mereka berempat sampai di sungai tersebut, mereka seolah-olah bingung karena suasana begitu tenang, seperti baik-baik saja tanpa keanehan sedikitpun.


Mereka mulai mencari Iwan ke tempat yang mereka anggap mungkin. Sementara itu Ahmad mencari Iwan ke batu besar yang ada di bawah pohon besar. Ahmad merasa sebenarnya tidak yakin jika ia akan menemukan Iwan disana karena Iwan pernah bercerita kalau ia melihat penampakan disana sehingga kecil kemungkinan Iwan akan kembali ke tempat itu. Sedangkan Johan mencari ke arah lereng di atas sungai tersebut. Namun lagi-lagi ia tak menemukan jejak Iwan.

__ADS_1


Hingga akhirnya Cindy yang melihat ada seperti bekas orang yang terpleset ,lalu Cindy penasaran apakah itu jejak Iwan atau hanya jejak dari binatang liar.


" Jejak apa ini, kenapa rumputnya seperti telah dilalui hewan yang terpleset, atau jangan-jangan Iwan yang terjatuh dan ia," kata Cindy dalam hatinya.


Karena Cindy tak ingin banyak berspekulasi ,iapun memutuskan untuk Mengikuti bekas jejak tersebut, dan iapun terkejut karena yang ditemukan olehnya adalah Iwan dalam kondisi tak sadarkan diri. Karena Iwan sulit untuk diselamatkan oleh Cindy seorang diri, iapun memanggil teman-temannya untuk membantunya menarik Iwan keluar ke atas kembali.


" Johan, Ahmad ,Selly kemarilah. Ayo kemari dan bantulah aku menyelamatkan Iwan. Aku menemukan Iwan." teriak Cindy pada teman-temannya.


" Ah jangan-jangan terjadi sesuatu pada Iwan." kata Johan yang kemudian bergegas menyusul Cindy.


Mereka berempat terkejut dengan kondisi Iwan, tanpa pikir panjang mereka berempat bekerja sama untuk menolong Iwan. Kendala terbesar mereka saat ini adalah kondisi Iwan yang sedang dalam keadaan pingsan, yang membuatnya situasi menjadi sulit.


Akhirnya Johan dan Ahmad memasang tali rappeling untuk menolong Iwan. Johan bersedia untuk turun membantu Iwan tapi dibalangi oleh Ahmad yang tidak yakin dengan kondisi kaki Johan apakah telah sepenuhnya pulih atau belum. Sehingga Ahmadlah yang akan turun untuk menyelamatkan Iwan.


" Kalian tunggu disini saja, aku yang akan turun untuk menolong Iwan. Johan ,maaf tapi ini akan berbahaya bagimu jika terlalu memaksakan diri." seru Ahmad pada Johan.


Ahmad turun dengan hati-hati, secara bertahap ia menarik Iwan lalu mengaitkan tali untuk ditarik oleh teman-temannya yang ada di atas.


" Ayo tarik semua, ini sudah siap." kata Ahmad memberi aba-aba.


Dengan kerjasama mereka yang baik, Iwanpun berhasil diselamatkan. Seketika itu juga mereka memeriksa kondisi Iwan ,apakah terjadi sesuatu hal yang mengkhawatirkan pada kondisi Iwan. Cindy memeriksa suhu tubuhnya, ternyata normal ,ia memeriksa apakah ada luka tapi ternyata tidak ada luka sedikitpun.


" Iwan pingsan ,kemungkinan saking ketakutannya dia sampai jatuh pingsan." kata Cindy setelah memeriksa kondisi Iwan.

__ADS_1


Hari sudah hampir pagi, jam menunjukan pukul 5. Karena mereka ingin segera memberikan pertolongan pertama ,mereka lantas membawa Iwan kembali ke tenda.


__ADS_2