
Hal yang dikatakan kakek benar adanya. Hanya beberapa yang bisa melihat jika ada fenomena atau penampakan yang terlihat jika dalam rombongan yang banyak. Diantara mereka hanya kakek ,Cindy dan Selly yang bisa melihatnya. Sedangkan Iwan tidak. Kakek memberitahu mereka untuk tetap tenang.
"Kalian tenang, itu hanya bentuk sapaan hangat mereka pada kita. Itu menunjukan eksistensi bahwa mereka ini ada,dan wilayah ini milik mereka." ucap kakek dengan suara lirih.
" Hawanya sangat panas kek, padahal ini malam-malam. Apalagi tadi sore hujan." kata iwan sambil memperhatikan sekitar.
Mereka semua ternyata merasakan hal yang sama, tak terkecuali. Kemudian kakek memberitahu pada mereka bahwa mereka dikelilingi banyak makhluk tak kasat mata. Bahkan sudah mulai bermunculan sosok-sosok yang kuat penghuni daerah itu. Tak berselang lama ,muncul satu sosok yang berbadan besar. Namun hanya kakek yang melihatnya. Lantas kakek mencoba berkomunikasi dengan sosok tersebut.
" Kembalikan Ahmad, dia anak yang tak berdosa." kata kakek pada sosok kuat tinggi besar tersebut.
Makhluk Itu tertawa, dan malah menyuruh mereka untuk kembali, serta mengikhlaskan Ahmad.
"Kalian pulang saja, anak itu sekarang milik kami. Sebagai bayaran kelakuan kalian yang mengotori tempat ini." kata makhluk tersebut melalui komunikasi batin dengan kakek.
Kakek marah mendengar hal tersebut, kemudian kakek menantang makhluk tersebut. Jika kakek berhasil mengalahkan makhluk tersebut, makhluk tersebut harus mengembalikan Ahmad pada mereka. Sebaliknya sosok itu meminta Ahmad jika kakek tak bisa mengalahkan makhluk tersebut. Selly bertanya pada kakek,
" Apakah kakek yakin ingin bertarung dengan sosok tersebut?" tanya Selly pada kakek.
Kakek meyakinkan mereka untuk mempercayakan pada kakek, kakek yang akan mengurusnya.
" Percayakan semua pada kakek, kalian cukup doakan kakek saja." kata kakek dengan wajah yang serius.
Mereka kemudian mundur beberapa langkah, memberikan waktu pada kakek untuk berkonsentrasi. Kakek membacakan beberapa doa, dan seketika kakek muntah darah. Kakek terlihat cukup kewalahan menghadapi sosok kuat tersebut. Butuh waktu lama dalam pertarungan mereka, hingga tenaga kakek terkuras. Pohon besar yang ada di hadapan mereka tiba-tiba saja terbakar, yang menandakan makhluk itu telah berhasil dikalahkan oleh kakek.
__ADS_1
"Pertarungan telah usai, kakek berhasil mengalahkannya." kata kakek dengan sisa tenaga yang ia miliki.
Cindy lantas menanyakan kondisi kakek setelah berakhirnya pertarungan kakek dengan makhluk tersebut.
" Apakah kakek baik-baik saja? Kakek terlihat cukup kerepotan." tanya cindy yang mengkhawatirkan kondisi kakek.
" Kakek baik-baik saja,kakek masih sanggup." jawab kakek sambil memegangi dadanya.
Ternyata setelah pertempuran kakek melawan jin tersebut, jin itu tidak mau menepati janjinya, malah ia menghilang begitu saja. Kakek sebetulnya kecewa,tetapi memang seperti itulah sifat jin yang selalu mengedepankan tipu daya. Melihat kondisi kakek yang sudah tidak bugar, mereka memutuskan untuk membawa kakek ke gubuk tua yang sebelumnya pernah didatangi oleh Selly dan Johan.
" Sepertinya kondisinya sekarang tidak memungkinkan untuk melanjutkan kek, kami akan membawa kakek ke gubuk tua itu dulu untuk beristirahat."
Mereka bekerjasama membawa kakek,karena hanya Iwan satu-satunya laki-laki selain kakek yang kuat membawa kakek. Ketika mereka tengah istirahat di gubuk tua tersebut, hujan kembali turun. Saat-saat inilah mereka mulai patah semangat. Kantuk mulai datang ,cuaca yang kurang mendukung, hawa dingin menemani malam mereka. Kakek Kemudian menyuruh mereka semua tertidur,sembari menunggu hujan reda. Tetapi, kakek sendiri tidak bisa memejamkan matanya. Ia masih membayangkan tentang sosok yang ia hadapi tadi.
Iwan terbangun ,dan melihat kakek sedang melamun, seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Kakek, apa kakek baik-baik saja? aku perhatikan dari tadi kakek melamun memikirkan sesuatu." tanya Iwan pada kakek yang duduk di dekat pintu.
" Eh Iwan, tidak wan. Kakek hanya sedikit memikirkan mungkin akan ada sosok yang jauh lebih kuat daripada sosok yang dihadapi kakek tadi." jawab kakek dengan tatapan yang kosong.
" Jangan terlu dipikirkan kek, kita bersama-sama hadapi pasti bisa. Justru kami minta maaf hanya bisa membantu kakek dengan doa." kata Iwan pada kakek.
Kakek justru berpikir sebaliknya," Kakek malah bersyukur kalian membantu doa, jika kakek hanya sendiri,makhluk itu masih lebih kuat,atau mungkin saja ia bisa Kabur dari kuncian kakek." ujar kakek disertai menghela napas.
__ADS_1
Jam menunjukan pukul 11 malam, perlahan-lahan hujan mulai reda, Cindy ,Selly yang tadi tertidur sudah bangun. Mereka sekarang siap, setelah beristirahat di gubuk tua tersebut. Namun sebelum mereka melanjutkan pencarian Ahmad ,mereka menyusun rencana, karena semakin larut malam maka makhluk penghuni daerah itu pasti akan semakin banyak yang tertarik dengan kehadiran mereka. Oleh karena itu, mereka memastikan diri untuk selalu bersama dan mengusahakan agar mereka tak berpencar. Kakek berkata pada mereka,
" Hari sudah semakin larut, kalian harus persiapkan diri, jangan sampai pikiran kalian kosong, jangan melamun. Jangan lupa senantiasa membaca doa, agar kita diberi keselamatan oleh yang di atas." kata kakek mengajak mereka untuk menyiapkan diri.
Segera setelah mereka siap, mereka beranjak dari tempat Itu, mereka berencana untuk lebih jauh menelusuri hutan itu, terutama di sepanjang sungai yang dikenal sangat angker. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat sekitar, meski sungai kecil tetapi menyimpan tragedi dimana pernah menjadi tempat pemberian tumbal dan kebiadaan di masa lalu. Selain itu, jika seseorang yang memiliki kemampuan Indra keenam atau kemampuan spiritual maka akan bisa mencium bau asli dari sungai kecil tersebut telah bercampur dengan darah.
“ Berhati-hatilah ,sebentar lagi kita akan sampai di pintu gerbang gaib, tempat dimana mereka menculik Ahmad .” kata kakek memberitahu anak-anak itu.
Mendengar hal Itu,Cindy menjadi penasaran.
“Kakek ,jika benar begitu apakah itu tandanya banyak yang akan menyambut Kita nantinya?” tanya Cindy pada kakek.
Kakekpun memberitahukan sesuatu pada mereka,
“ Iya benar Cindy. Itu adalah salah satu hal yang akan kita lalui nantinya. Bahkan di depan Kita ini sudah ada dua sosok.” kata kakek sambil menunjuk ke arah mahkluk tersebut.
Mereka kaget, mereka tiba-tiba saja bisa mendengar seperti suara kegaduhan di pasar meskipun mereka tahu mereka sedang berada di hutan. Cindy berbisik pada Selly,
” Apa kamu jugs mendengar suara kebisingan ini Sell? Kebisingan yang dingin.” ucap Cindy lirih di dekat telinga Selly.
Ternyata Selly juga mendengar keanehan tersebut.
” Aku juga mendengarnya Cin, Perasaanku mulai tidak enak sejak melangkahkan kaki mendekati wilayah sini.” kata Selly menanggapi Cindy.
__ADS_1
Kakek menyuruh mereka tetap tenang dan tetap di dekat kakek. Kemudian kakek mencoba berkomunikasi dengan dua sosok gaib penjaga tersebut. Penampakan dua sosok penjaga ini jauh lebih menakutkan daripada sosok yang dilawan oleh kakek, sehingga kakek mencoba jalan damai agar tidak ada yang terluka.