Survival: Kelam, Kejam, Mencekam

Survival: Kelam, Kejam, Mencekam
Terhimpit dalam goa yang sempit 3


__ADS_3

Johan dan Ahmad telah berkumpul kembali dengan Selly , Cindy dan Iwan di goa. Pertemuan mereka yang tak sengaja sangatlah berkesan bagi Johan dan Ahmad, karena awalnya mereka tidak bisa pulang sebab tersesat dan sudah memasrahkan diri pada sang pencipta. Namun Tuhan sekali lagi menunjukan kasih sayangnya pada mereka.


Lantas mereka berdua mengganti pakaian seperti yang diperintahkan Cindy, mereka benar-benar bersyukur dipertemukan kembali dengan teman-teman mereka ditempat yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.


" Aku lega sekarang, kita berdua masih diberi kesempatan bertemu dengan teman-teman kita Jo." kata Ahmad pada Johan.


" Siapa sangka di goa ini, kita semua berjodoh. Mungkin saja jika tidak hujan pasti tidak akan berhenti disini." jawab Johan.


Ketika Johan dan Ahmad selesai mengganti baju yang dibawakan oleh teman-teman mereka, Iwan terbangun dari tidurnya. Iwan kaget karena tiba-tiba saja Johan dan Ahmad ada di depan matanya, sampai-sampai menganggap itu hanya mimpi belaka.


" Johan..Ahmad..apa aku sedang memikirkan mereka hingga terbawa ke dalam mimpi." kata Iwan yang masih belum sepenuhnya bangun.


Perlahan-lahan, Johan berbicara pada Iwan, mengenai keberadaannya. Namun, ia bekerjasama dengan Ahmad untuk mengerjainya dengan mengatakan mereka bertemu di akhirat.


"Iya Wan, ini kami. Selamat datang di akhirat, kau sekarang bisa tenang karena sudah tidak ada urusan di dunia hahaha." kata Johan bercanda.


" Appaa..tidak mungkin..tidaaak." teriak Iwan.


Kemudian Iwan bangun dari tidurnya, dan segera membuka matanya lebar-lebar. Barulah ia menyadari, bahwa ia telah dipermainkan oleh Johan.


" Kalian...kalian Johan..Ahmad asli kan, bukan malaikat penunggu alam kubur." teriak Iwan.


" Ini memang kami kok Wan. Jangan berpikir yang aneh-aneh." jawab Ahmad.


" Lihat kami, masih hidup ,masih sehat , dan masih bugar." imbuh Johan.


" Syukurlah , aku senang kalian kembali." kata Iwan ,lalu iapun memeluk Johan dan Ahmad.


" Iyasudah, yang terpenting kami berdua bisa kembali bersama dengan kalian,kita sudah bersatu, yey." kata Ahmad.


Johan lalu berkata pada Iwan.


" Aku bangga padamu Wan." kata Johan. Iwan penasaran sekaligus senang mendengarnya.


" Bangga denganku ? tentang apa Jo ? " tanya Iwan pada Johan.

__ADS_1


" Kau bisa menjadi pemimpin , yang membimbing Selly dan Cindy, dan juga kau bisa mengambil peranan penting sebagai laki-laki, kau bukan orang yang penakut lagi." tegas Johan.


" Aku juga bangga padamu Wan." kata Ahmad menambahkan.


" Terimakasih Johan, Ahmad. Tapi sebaiknya kita segera makan, kita bergabung dengan Selly dan Cindy sebelum mereka menghabiskan semua makanan yang ada." ajak Iwan pada Johan dan Ahmad.


Mereka bergegas bergabung dengan Selly dan Cindy yang sudah menunggu mereka. Perasaan lega , gembira terpancar jelas di wajah mereka semua.


" Untuk merayakan kembalinya Johan dan Ahmad, bagaimana kalau kita mengadakan syukuran dengan makan masakan kami berdua." kata Selly.


" Wah ,sepertinya enak. Masak apa kalian kali ini ? " tanya Ahmad.


" Kali ini kami masak rebung." jawab Cindy.


" Dan kalian harus tahu siapa yang mencari rebung ini, yaitu Iwan." kata Cindy menambahkan.


" Waah...hebat..hebat sekali Iwan." kata Johan dan Ahmad memuji Iwan.


Iwan sangat terharu karena baru kali ini ia merasakan senang, setelah dipuji dan diberi tepuk tangan oleh teman-temannya.


Iwan lantas mempersilahkan teman-temannya untuk makan. Hari kini telah berganti malam, mereka berlima sangat beruntung karena memiliki tempat berlindung dari panasnya terik matahari dan dinginnya hujan.


Setelah selesai sesi makan tersebut, mereka beristirahat dan sekedar berbincang-bincang. Mereka membicarakan bagaimana awal mulanya mereka bisa sampai di goa tersebut, serta bagaimana mereka berlima kembali berjodoh.


" Johan, Ahmad bagaimana si kalian bisa sampai kesini ? " tanya Selly.


" Iyaa agak sulit menjelaskannya si, tapi aku akan mencobanya." kata Ahmad.


" Pada Awalnya kami tersesat, kami kehilangan arah setelah pingsan semalaman." kata Johan memulai ceritanya.


" Lalu ketika pagi harinya, kami mencari makanan karena lapar. Cukup jauh kami mencari-cari yang bisa kami makan segera, hingga akhirnya kami memiliki ide untuk pergi ke sungai." kata Johan.


" Bagaimana kalian bisa mendapat makanan Jo ? " tanya Iwan.


" Eeeum..kami sangat beruntung, karena kami menjumpai seekor biawak yang berukuran lumayan besar." jawab Johan.

__ADS_1


" Jadi kalian memakan biawak tersebut ? " tanya Cindy yang penasaran.


" Tentu saja, meskipun awalnya kami ragu untuk memakannya." jawab Ahmad.


" Kalian disana memakan biawak ,sedangkan kami memakan tokek, yang menjadi pertama kalinya bagiku dan Selly memakan daging tokek." ujar Cindy, yang tak kuasa membayangkan dirinya waktu itu memakan daging tokek.


" Hahaha, kalau begitu kita tak jauh beda dong, kalian makan tokek, aku dan Johan makan biawak." kata Ahmad diikuti tawa oleh mereka semua.


Tak terasa, hari sudah semakin malam, sementara itu kondisi di luar goa masih hujan deras. Mereka tak tahu kapan hujan akan berhenti, sehingga memutuskan untuk terus menambahkan kayu atau ranting-ranting pohon yang digunakan untuk penghangat sekaligus penerangan.


" Di luar masih hujan deras, apa kita akan bermalam tanpa penerangan atau penghangat ? " tanya Cindy pada teman-temannya.


Mereka paham dengan kode yang dimaksudkan oleh Cindy. Sehingga, tanpa disuruh Ahmad , Iwan , dan Johan bangkit dan langsung mengambil ranting-ranting pohon lagi. Setelah dirasa cukup ,mereka bersiap untuk istirahat. Mereka tidur dengan beralaskan tanah, meskipun dingin mereka masih bisa setidaknya untuk beristirahat dengan kondisi yang lebih baik. Selain itu, jika di goa tersebut tentu lebih terjamin keselamatannya , terutama bahaya dari binatang buas.


" Selamat tidur semuanya, semoga kita semua bermimpi indah dan tentunya bisa beristirahat dengan nyenyak malam ini." kata Cindy.


" Selamat malam." sahut mereka serentak.


Malam semakin larut, Selly dan Cindy sudah tertidur pulas ,begitu juga dengan Johan dan Ahmad. Hanya tinggal Iwan seorang diri yang masih terjaga matanya, mungkin karena tadi sore ia sempat tidur sejenak yang membuatnya masih belum mengantuk lagi hingga kini.


" Sudah jam 11 malam, mereka semua tertidur pulas. Syukurlah jika semua dapat tidur nyenyak." kata Iwan sembari melihat jam tangannya.


" Tadi sore aku seorang diri yang tidur karena lelah, sekarang malahan aku yang terjaga, sulit sekali untuk mengantuk lagi." gumam Iwan dalam hatinya.


Iwan berbaring dalam kondisi terlentang ,sambil melihat ke arah langit-langit goa, dimana ia melihat banyak kelelawar yang beraktivitas.


" Ketika manusia tertidur, kelelawar-kelelawar itu beraktivitas mencari makan." kata Iwan dalam hatinya.


Iwan terus memerhatikan kelelawar-kelelawar dan berharap ia bisa segera mengantuk. Perlahan-lahan kelopak matanya mulai turun, hingga tertidur. Akan tetapi belum lama Iwan tertidur, ia menyadari sesuatu yang ia rasakan. Iwan menyadari bahwa goa tersebut terasa bergetar. Iwan lantas membuka matanya lebar-lebar, dan langsung duduk.


" Ada apa ini ? " tanya Iwan dalam hatinya.


" Gempa bumi ? iya ini gempa bumi." ujar Iwan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2