Survival: Kelam, Kejam, Mencekam

Survival: Kelam, Kejam, Mencekam
Hari Ketujuh : Survival Act


__ADS_3

Mereka berdua seperti tidak habis pikir Iwan seberani dan senekat itu meskipun Iwan adalah seorang yang penakut.


" Nekat juga kamu ya Wan." puji Ahmad mengenai keberanian Iwan.


Iwan tertawa dan berkata ,


" hahaha mau bagaimana lagi, namanya juga terpaksa sudah tidak tahan." jawab Iwan dengan diikuti tawa mereka bertiga.


Hari sudah pagi ,mereka telah siap untuk menghadapi awal yang baru, untuk mempersiapkan diri agar tetap semangat, mereka menyiapkan sarapan pagi untuk mengisi tenaga dan agar fokus mereka terjaga. Selly dan Cindy mempersiapkan peralatan memasaknya, sementara Itu Ahmad dan Iwan membuat api. Hanya Johan yang tidak ikut bekerja karena ia dilarang oleh teman-temannya karena mereka khawatir racun ular yang telah menggigit Johan belum sepenuhnya hilang.


" Selly tolong ambilkan bahan makanan seperti sumber karbohidrat dan lauk." seru Cindy pada Selly.


Kemudian Selly mengecek persediaan bahan makanan mereka,alangkah terkejutnya ternyata sisa persediaan bahan makanannya hanya menyisakan untuk sarapan mereka hari ini saja.


" Aduh bagaimana ini,ternyata hanya tinggal ini yang tersisa. Bahan makanan ini pastilah tidak akan cukup sampai nanti malam. " ucap Selly yang kebingungan.


Setelah ia cek dengan teliti ternyata kantong plastik yang ia bawa telah bolong di bagian bawahnya karena pisau kecil miliknya merobek kantong plastik tersebut,yang menandakan bahan makanan yang ada di dalamnya banyak yang terjatuh selama di perjalanan. Cindy yang melihat Selly seperti kebingungan kemudian mendekatinya.


" Ada apa Sell? apa ada masalah ?" tanya Cindy pada Selly.


Selly sedikit terkejut dengan kedatangan Cindy dari belakangnya, ia merasa bersalah karena tidak berhati-hati dan kurang teliti menyimpan barang. Selly sadar ketika berada di hutan, bahan makanan adalah barang yang paling berharga melebihi teknologi canggih. Selly tiba-tiba memeluk Cindy dan meminta maaf padanya.


" Cindy, aku minta maaf." ucap Selly dengan air mata yang mulai menetes.

__ADS_1


Cindy bingung dengan Selly dan iapun bertanya.


" Ada apa memangnya? kenapa menangis seperti itu?" tanya Cindy yang bingung.


Perlahan-lahan Selly mau menceritakan tentang Bahan makanan yang hilang berjatuhan karena kecerobohannya.


" Bahan makanannya Cindy. Aku menjatuhkannya karena kantongnya aku gantung di tas dan parahnya lagi itu di samping pisauku." jawab Selly.


Cindy bisa memahami perasaan Selly, ia tahu pasti Selly merasa bersalah. Sehingga Cindy hanya bisa mencoba untuk menenangkannya.


" Sudah-sudah tidak usah dipikirkan. Sebaiknya kita segera masak saja bahan makanan yang tersisa ini." ucap Cindy mengajaknya untuk melupakan kejadian tersebut.


Mereka berdua kemudian menyiapkan bahan makanan tersebut. Ketika sarapan mereka sudah siap dan mereka mulai makan. Cindy mencoba membantu Selly untuk menjelaskan pada teman-teman yang lainnya bahwa persediaan bahan makanan mereka telah habis.


" Persediaan bahan makanan kita telah habis, dan tak ada lagi yang tersisa untuk kita makan nanti siang." ujar Cindy menambahkan.


Johan,Iwan,dan Ahmad terkejut mendengar hal tersebut, bahkan Iwan hingga tersedak saking kagetnya. Hal itu mengejutkan karena mereka ingat betul jika bahan makanan pemberian kakek cukup banyak untuk beberapa hari. Namun mereka bertiga tak ingin memoerdebatkan masalah tersebut. Iwanpun mulai mengkhawatirkan bagaimana kondisi mereka nantinya.


" Aduh kalau begitu bagaimana nanti kita akan makan?" tanya Iwan pada teman-temannya.


" Akupun belum tahu pasti Wan. Tapi kita harus berusaha ,terus bekerja sama untuk tetap hidup." jawab Johan dengan wajah serius.


Hal itu dilakukan Johan untuk menguatkan mental teman-temannya agar tidak banyak mengeluh atau saling menyalahkan, karena jika mental teman-temannya turun yang ada adalah mereka mati. Saat ini yang terpenting adalah berusaha untuk tetap hidup itulah yang dipikirkan Johan.

__ADS_1


" Yang dikatakan oleh Johan benar. Aku juga akan berusaha maksimal dengan pengetahuan serta pengalaman ketika menjadi anggota pecinta alam mungkin bisa aku terapkan, benar begitu bukan Wan?" kata Ahmad menimpali.


Mendengar hal itu, mereka semua menjadi termotivasi kembali, mereka seharusnya sudah menyadari resiko ketika berada di hutan pasti kesulitan mencari makanan. Merekapun menghabiskan sarapan lezat mereka untuk terakhir kalinya. Untuk selanjutnya mungkin akan menjadi rintangan yang berat bagi mereka yang masih awam belum banyak pengalaman bertahan hidup di alam liar.


Setelah mereka selesai sarapan mereka mulai mempersiapkan diri untuk melakukan penelitian sekaligus mencari makanan untuk mereka nanti. Mereka mengadakan apel.


" Ayo semuanya kita berkumpul, ada yang ingin ku sampaikan." ajak Johan pada teman-temannya.


" Hari ini kita akan coba menyusuri sungai kecil yang ada di sekitar tenda kita. Jaraknya kurang lebih 50 meter dari tempat kita. Aku menekankan jangan sampai nantinya ada yang egois jika menemukan makanan ataupun air. Ingat bersama kita makan bersama kita kelaparan." tegas Johan dengan penuh semangat.


" Oiya ada yang ingin aku tambahankan. Mengenai jenis makanan apa yang aman untuk kita makan, yaitu jika Itu buah-buahan yang ada di hutan maka ingat. Ciri ciri buah yang bisa dimakan dihutan yang pertama warna tidak mengolok, yang kedua tidak berbulu, yang ketiga tidak bergetah, yang keempat tidak berduri, yang kelima tidak berbau menyengat, dan yang terakhir adalah yang pasti kalian tahu buah itu yang biasa dimakan oleh hewan mamalia." kata Ahmad menerangkan mengenai ciri-ciri buah hutan yang aman untuk dikonsumsi.


" Jangan sembarang mengambil yang ada di hutan ya teman-teman karena tumbuh-tumbuhan di hutan hujan tropis itu sangatlah banyak jenisnya. Sehingga kita tidak akan tahu pasti apakah tumbuhan tersebut aman atau tidak." kata Ahmad menambahkan.


Setelah mendengar penjelasan dari Ahmad mereka sedikit mengetahui ilmu dari pecinta alam. Kemudian Johan yang memberi penjelasan.


" Aku akan sedikit memberitahu kalian mengenai penggunaan kompas. Ini aku hanya memegang peta kecil yang tidak mungkin bisa menjelaskan hingga detil mengenai tempat ini,tetapi setidaknya ini cukup membantu. Jika kita telah menentukan kordinat arahkan berdasarkan peta terlebih dahulu sebelum membidik. Dalam hal ini untuk menentukan arah mata angin. Nah jika sudah ketemu itulah posisi kita sekarang, dan satu hal yang harus kalian ingat dalam mencari jalan keluar dengan bantuan kompas kita diharuskan untuk terus jalan lurus menerabas apapun. Meskipun nantinya itu akan menjadi medan yang sulit. Untuk detil lengkapnya akan aku jelaskan nanti saja. Sekarang kita harus membawa semua peralatan kita termasuk tenda." terang Johan mengingatkan mengenai penggunaan kompas.


" Johan kenapa kita harus membawa serta tenda Kita?" tanya Cindy yang sedikit bingung.


Johan berkata pada Cindy,


" Kita tidak tahu apakah nanti akan hujan mendadak atau tidak, dan salah satu yang terpenting ketika di hutan adalah tempat berlindung. Kita juga tidak akan tahu apakah disini ada hewan buas ataukah tidak." kata Johan menjelaskan.

__ADS_1


Mereka berlima berangkat bersama, selama di perjalanan mereka memperhatikan tumbuhan-tumbuhan yang mereka jumpai dan pertanyaan selalu muncul apakah itu bisa dimakan atau justru itu tumbuhan yang berbahaya. Mereka mencoba menerapkan ilmu pengetahuan yang mereka dapat ketika mereka mengikuti pecinta alam di sekolah mereka.


__ADS_2