
Pada akhirnya ,sisa tenaga mereka mampu menaikan strike tersebut. Namun mereka berdua sangat terkejut ketika mendapati hasil strike mereka ternyata adalah sebuah kepala!!! Sontak Ahmad yang memegang joran bambu langsung melepaskan pegangannya, dan seketika mereka berdua jatuh pingsan. Ketika Johan dan Ahmad tak sadarkan diri di pinggiran sungai, teman-teman mereka yang sedang beristirahat di tenda sudah bangun. Selly dan Cindy keluar dari tenda mereka,
" wooaah, tidurku sangat nyenyak tadi." Cindy membuka percakapan.
" Aku juga nyenyak tadi, memang paling enak tidur dengan kondisi telah kenyang ya Cin." ujar Selly.
" Haha, betul betul ,aku setuju denganmu." jawabnya.
Tak berselang lama, Iwan keluar dari tenda, ia terkejut karena Johan dan Ahmad tidak beristirahat bersamanya.
" Selly, Cindy apa kalian melihat mereka berdua?" tanya Iwan.
" Mereka berdua ? maksudmu Johan dan Ahmad." tanya balik Selly.
" Iya mereka berdua. Mereka berdua sepertinya tidak tidur siang tadi." kata Iwan.
" Mungkinkah mereka berdua pergi tanpa sepengetahuan kita, ketika tidur siang tadi." tanya Cindy.
" Itu pertanyaan sekaligus jawaban tampaknya Cindy." timpal Iwan.
Karena mereka terus dibuat penasaran dan daripada membuang waktu memikirkan mereka berdua, mereka akhirnya berinisiatif untuk beribadah terlebih dahulu dan memasak untuk makan malam nanti.
" Sudahlah, daripada menebak-nebak hanya membuang banyak waktu, lebih baik kita sholat dulu yuk." ajak Selly.
" Nah benar katamu, juga setelah sholat biasanya hati kita akan menjadi lebih tenang ,pikiran menjadi jernih kembali,serta wajah berseri dan ganteng,hehe." saut Iwan.
" Eee untuk dampak pertama dan kedua aku setuju tapi tidak dengan dampak kau bisa menjadi ganteng Wan." sindir Cindy, lalu ia dan Selly tertawa lepas.
" Sirik saja, aku hanya kurang ganteng saja, ups ganteng tapi tidak terlalu, aah apapun itu." kata Iwan.
Mereka bertiga bersiap-siap untuk sholat, setelah membersihkan tempat dan mengambil air wudhu ,Iwan akan menjadi imamnya.
" Wan ,biasa kau jadi imam." seru Cindy.
" Baiklah." jawab Iwan menyanggupi.
Setelah beribadah mereka menyiapkan perapian, selagi Iwan belum selesai menyalakan api, Selly mengajak Cindy untuk buang air ke sungai.
" Wan, kau selesaikan itu ya, aku mau buang air sebentar." kata Selly.
" Serahkan saja padaku." kata Iwan.
" Cindy, ayo temani aku ke sungai." kata Selly meminta tolong.
" Mau apa ke sungai?" tanya Cindy.
__ADS_1
" Biasa, panggilan alam ini tidak bisa ditolak, ayo cepat sebelum jatuh di tempat yang salah." ajak Selly.
Mereka berdua pergi ke sungai, meninggalkan Iwan sendirian di perkemahan. Iwan berinisiatif mengupas kentang dan memotong daun-daun untuk dimasak nantinya.
" Sekali-kali inisiatif sendiri bantu potong-potong sayuran ,hehe." gumamnya dalam hati.
Sementara , Selly dan Cindy telah sampai di pinggiran sungai.
" Cindy, kamu tunggu disini saja ya, tapi jangan beranjak kemana-mana nanti malah hilang." pinta Selly.
" Iyaiya dimengerti, sudah sana." seru Cindy.
Ketika sedang menunggu Selly buang air ,Cindy berulang kali melirik ke arah jam tangannya. Waktu sudah menunjukan pukul 16.00 ,sudah semakin sore, tetapi belum ada tanda-tanda Johan dan Ahmad telah kembali.
" Sudah jam 4 sore, Johan dan Ahmad belum kembali, atau jangan-jangan mereka berdua telah kembali ketika aku dan Selly kesini." gumamnya.
Cindy melihat sekeliling sungai tersebut, ia merasakan ketenangan,kesejukan, angin sepoi-sepoi, benar-benar nyaman dengan pasokan oksigen melimpah. Akan tetapi tanpa ia sadari, di atas batu besar yang tak jauh dari tempatnya berdiri, sebenarnya ada Johan dan Ahmad yang masih dalam kondisi pingsan.
10 menit kemudian, Selly telah menyelesaikan urusannya, ketika ia sedang memakai kembali sendalnya ,ia menjadi orang pertama yang menyadari ada orang di atas batu besar tak jauh dari tempat mereka.
" Cindy apa kamu tidak melihat itu?" tanya Selly.
Cindy lantas melihat wajah Selly.
" Melihat itu melihat apa si Selly?" tanya balik Cindy.
" Astaga, iya benar itu ,ada orang di atas batu itu. Apa mungkin ada orang lain selain kita berlima?" reaksi Cindy yang terkejut.
" Ayo kita lihat siapa yang sedang tiduran di atas batu itu." ajak Cindy.
Selly dan Cindy mendekati orang yang sedang tertidur di atas batu, setelah mendekat ternyata yang tertidur di atas batu adalah Johan dan Ahmad.
" Ternyata yang sedang tertidur di atas batu mereka berdua, pantas saja di tenda mereka berdua tidak ada." ujar Selly.
" Membuat kaget saja, ayo bangunkan mereka." kata Cindy.
Selly dan Cindy mencoba membangunkan Johan dan Ahmad. Namun mereka masih belum bangun, bahkan tidak bergerak.
" Sell..Sell, kenapa mereka seperti tidak bergerak, bahkan tidak mengigau." ujar Cindy.
Lantas Selly memeriksa napas ,detak jantung dan nadi Johan dan Ahmad.
" Mereka juga tidak terlihat seperti sedang tertidur ,meskipun napas dan detak jantung serta nadi mereka normal." kata Selly menambahkan.
" Berarti mereka pingsan." ujar Cindy.
__ADS_1
"Entah dari kapan yang pasti iya mereka pingsan." imbuh Selly.
Lalu Cindy mengambil minyak angin kesukaannya yang sering ia bawa kemana-mana, dan membiarkan Johan dan Ahmad menghirupnya. Tak lama setelahnya, Johan dan Ahmad tersada, dan anehnya mereka sama-sama tidak bisa tenang setelah siuman.
" Dimana aku, apa aku diculik." kata Johan.
" Dimana kepala busuk itu, dimana wajah menyeramkan yang membuatku lemas melihatnya saja tidak kuat." kata Ahmad.
Selly dan Cindy terheran-heran melihat mereka berdua yang bertingkah aneh setelah siuman.
" Kalian ini kenapa ?" tanya Selly.
" Aaargh, siapa kamu, siapa." teriak Ahmad.
" Woy ini aku Selly, coba lihat baik-baik " jawab Selly dengan nada tinggi.
" Selly, dan ini Cindy. Oh ternyata kalian berdua, aku kira....syukurlah." ucap Ahmad.
" Berarti kita selamat Mad. Kita tidak dimakan oleh mereka." kata Johan.
Selly dan Cindy yang tidak tahu apa - apa mendengar obrolan mereka semakin bingung, mereka tidak paham apa yang sedang mereka bicarakan.
" Sebenarnya apa yang kalian alami. Kenapa kalian pingsan di atas batu?" tanya Cindy.
" Apa yang kami lakukan? tidak kami hanya berjalan-jalan siang ini, eh.." Kata Ahmad.
" Bukankah kita mencari bambu." balas Johan.
" Aaa iyaiya , tadi kami sempat mencari bambu ,lalu setelahnya..apa ya, apa kau Ingat Jo?" tanya Ahmad.
" Setelahnya kami...oiya memancing ikan, kamu mencari bambu untuk membuat joran dan setelahnya memancing." ujar Johan.
" Memancing? apa kalian mendapatkan ikan?" tanya Selly dengan wajah sinis.
" Eits, tentu saja kami dapat ikan, tadi hasil memancingnya aku masukkan ke dalam tas kantong di sebelahmu itu Sell." kata Johan sambil menunjuk.
" Johan, Ahmad , apa kalian halu atau kalian masih lapar?" tanya Selly.
" Tadi kami kenyang sekarang memang lapar." jawab Ahmad.
" Bukan itu yang aku maksud, akan tetapi lihatlah di dalam kantong ini hanya berisi dedaunan sebanyak 3 lembar." ucap Selly.
Ucapan Selly membuat Ahmad dan Johan terkejut, karena pada awal mereka memancing, Johan telah mendapat 3 ikan berukuran lumayan besar dan ia masukkan ke dalam kantong. Tetapi kenapa yang ada hanya daun.
" Tapi tadi benar aku mendapat ikan, bukankah begitu Mad?" tanya Johan.
__ADS_1
" Iya benar, aku juga melihatnya." jawab Ahmad.
" Apa ini hanya fatamorgana ,setelah sebelumnya kami." ucap Johan yang hampir keceplosan membocorkan rahasia mereka.