
Hari sudah hampir pagi, jam menunjukan pukul 5. Karena mereka ingin segera memberikan pertolongan pertama ,mereka lantas membawa Iwan kembali ke tenda. Ketika sesampainya di tenda, Iwan terlihat begitu pucat, lalu Cindy segera memberinya minuman hangat. Teman-temannya khawatir dengan Iwan,mereka hanya berharap agar Iwan bisa lekas siuman. Mereka berempat beribadah lebih dahulu karena sudah masuk waktu subuh.
Ketika mereka sedang beribadah, secara perlahan Iwan mulai siuman, dan ia terlihat tegang seperti trauma mendalam setelah melihat sesuatu. Iwan memperhatikan sekitarnya, ia heran kenapa bisa ia ada di tenda, sedangkan semalam ia rasa sedang buang air di sungai.
" Loh ini di tenda, bukankah semalam aku buang air di sungai, tapi kenapa bisa aku ada di tenda? apa aku hanya bermimpi semalam." ucap Iwan yang kebingungan.
Johan,Ahmad,Selly dan Cindy mereka telah selesai ibadah, mereka senang Setelah melihat Iwan telah siuman.
" Eh Iwan, kamu sudah bangun rupanya." sapa Cindy yang terlihat senang.
Melihat Cindy yang menyapanya seperti itu, Iwan semakin bingung dengan raut wajah teman-temannya yang menatapnya dengan tatapan itu.
" Aneh, aku bangun tidur kok mereka begitu gembira ,atau jangan-jangan memang aku telah mengalami sesuatu. Jika tidak ada apa-apa kenapa aku tidak diajak sholat." gumam Iwan dalam hatinya.
Iwan memutuskan untuk mengabaikannya dan menganggap tidak ada apapun yang terjadi padanya. Hari sudah pagi, mereka pergi mencari nutrisi seperti buah-buahan lagi, karena persediaan mereka telah habis. Sedangkan untuk makanan utama mereka masih memiliki ikan hasil tangkapan kemarin di sungai.
Johan mengumpulkan teman-temannya untuk memberikan arahan.
" Jadi nanti untuk menu sarapan ,Kita masih memiliki ikan tangkapan kemarin, tetapi persediaan kayu bakar, air minum, dan makanan sampingan seperti buah kita telah habis. Maka dari itu aku akan membagi kita menjadi beberapa kelompok dengan tugas yang berbeda,supaya kita bekerja lebih efektif." kata Johan pada teman-temannya.
" Aku dan Ahmad yang akan mencari nutrisi lain ,mengambil air ,serta kayu bakar. Sementara itu, Selly dan Cindy kalian akan bertugas untuk memasak. Iwan kau istirahat saja, jika mau membantu ,bantulah Selly dan Cindy. " tambahnya.
Setelah mendengar intruksi Johan, mereka bergegas menjalankan tugas mereka. Sedangkan Iwan memilih untuk membantu Selly dan Cindy. Ada alasan mengapa Johan melarang Iwan untuk membantunya karena Johan dan Ahmad khawatir jika Iwan ikut dengan mereka, bisa saja ia teringat kejadian semalam dan yang lebih ditakutkan lagi Iwan akan kembali pingsan, kondisinya belum memungkinkan dirinya beraktivitas jauh dari tenda.
Johan dan Ahmad telah menemukan sumber makanan baru, mereka menemukan bluberi hutan dan stroberi hutan. Meskipun lokasinya jauh dari lokasi pengambilan air ,dan sangat jauh dari tenda mereka berdua tetap pergi untuk mengambil buah-buahan hutan tersebut. Setelah dirasa cukup mereka berdua kembali ke tenda, sambil membawa persediaan air bersih dan kayu bakar.
__ADS_1
" Johan, setelah beberapa hari disini kita telah mendapatkan banyak pembelajaran bukan, apalagi kita jauh dari perhatian dan kasih sayang orang tua, kita semua juga menjadi lebih mandiri, meskipun kita seperti memulai hidup yang baru dari nol." curhat Ahmad di tengah perjalanan pulang mereka.
Johan tersenyum mengiyakan pendapat Ahmad.
" Itu benar Mad. Aku juga merasa kita semakin solid, semakin memahami satu sama lain, tak ada lagi sifat egois diantara Kita berlima. Yang paling penting, selama kita di hutan ini kita semakin menghargai makanan." imbuh Johan.
" Nah, itu dia. Terkadang makanan sepertinya jauh lebih berarti daripada emas,permata,atau berlian sekalipun. Akan tetapi kita sebagai manusia kurang mensyukuri itu semua. Kebanyakan dari kita terlalu banyak mengeluh dan menuntut."
Obrolan mereka begitu asik hingga tak terasa mereka sudah sampai di tenda. Suasana pagi itu tenang seperti biasanya, banyak nyamuk beterbangan yang membuat gatal. Suara jangkrik ,burung-burung sudah terbiasa menemani hari-hari mereka berlima.
" Ini aku dan Johan menemukan banyak bluberi dan stroberi hutan." kata Ahmad sambil meletakkan buah-buahan itu di piring kecil.
" Kenapa kalian begitu lama perginya?" tanya Cindy pada Johan dan Ahmad.
Johanpun menjelaskan pada mereka semua.
Mereka bertiga, Selly, Iwan ,dan Cindy heran melihat Johan dan Ahmad yang sumringah. Selly dengan pikiran liarnya mengatakan.
" Jangan-jangan kalian ini, saling suka." ujar Selly.
" Kami berdua normal, enak saja kau bicara seperti itu." bantah Ahmad terkait pernyataan Selly.
" Lalu apa yang kalian alami atau rasakan. Ceritakan pada kami. Apa kau tega kami dibuat penasaran seperti ini." tambah Cindy.
" Iyaiya baiklah. Aku akan memberitahukan yang sebenarnya tetapi setelah sarapan. Perutku sudah bunyi dan cacing di perutku juga bergoyang-goyang ingin makan." kata Johan dengan nada bercanda.
__ADS_1
" Hadeeh, iyasudah setelah sarapan saja ceritanya." tanggap Selly dengan wajah masam.
Meskipun hari masih pagi tetapi di tempat mereka mendirikan tenda begitu banyak nyamuk. Kondisi itu membuat mereka kurang nyaman, terutama bagi perempuan yaitu Selly dan Cindy.
" Kenapa kita tidak mencari tempat yang sekiranya tidak terlalu banyak nyamuk. Jujur saja ini membuatku risih, dan tak nyaman." keluh Cindy.
" Itu benar, apalagi ketika malam tiba, itu mengganggu orang yang sedang tidur ,gatal karena nyamuk mengacaukan mimpi indahku." tambah Selly.
Teman-teman mereka Johan, Iwan , dan Ahmad tertawa mendengar hal tersebut.
" Hahaha ,kalian ini aneh. Sudah jelas kita ini ada di hutan, pastilah banyak nyamuk. Kalau mau yang nyaman ya pulang ke rumah tidur di kamar sendiri barulah nyaman." tanggap Iwan sambil tertawa terbahak-bahak.
" Ini kan hutan hujan tropis ,seharusnya kalian sudah menyadarinya bukan tanahnya pasti sangat lembab." imbuh Johan.
" Dan banyak genangan, pohon-pohon begitu rimbun tentu hal wajar jika ada banyak nyamuk." kata Ahmad menambahkan.
Setelah dinanti-nantikan ,sarapan mereka akhirnya telah matang dan siap untuk dikonsumsi. Mereka berlima begitu sumringah ,tergambar jelas oleh raut wajah mereka. Tak lupa mereka selalu bersyukur untuk setiap sesuap makanan yang masuk ke mulut mereka.
" Akhirnya sarapan telah matang. Ayo kita makan." ajak Cindy pada teman-temannya.
Duduk di tenda ditemani suasana pagi yang sejuk dan menu sarapan serta segelas minuman hangat membuat suasana menjadi nyaman, bisa sejenak melepas ketegangan yang terjadi beberapa hari yang telah mereka lewati. Canda tawa diselipkan di tengah sarapan mereka, karena hanya itulah cara menghibur diri mereka.
" Kok makanannya enak Cin." kata Iwan memuji.
Iwan memuji masakan Cindy tetapi dengan nada menyindir ,karena sebenarnya ikan bakar itu tanpa bumbu apapun.
__ADS_1
" Iyalaa masakanku, oiya jangan mengejek ya ,bersyukur saja kita masih bisa makan." jawab Cindy yang sedikit kesal.
Mereka menghabiskan sarapan lezat mereka di hari itu. Sementara itu perjalanan mereka masih sangat panjang, dan mungkin saja banyak rintangan yang sudah menunggu.