
Butuh perjuangan ekstra dan banyak kesabaran untuk melewati ujian kali ini.
" Aku pikir ini baru setengahnya saja sudah membuatku lelah, sempitnya lorong ini hingga aku tidak terjatuh meskipun tidak berpegangan apapun, panas sekali." Ujar Ahmad sambil mengusap keringatnya yang bercucuran.
" Saking panasnya aku sampai mandi keringat, bajuku basah." Gumam Ahmad.
Berat memang jalur yang ditempuh untuk bisa keluar dari goa, tidak ada jalan lain lagi yang bisa menjadi alternatif bagi mereka. Hari sudah hampir menjelang terbitnya matahari, Ahmad yang pertama sudah hampir bisa keluar, hanya tinggal beberapa meter lagi sebelum bisa menghirup udara kebebasan.
" Ayo semangat ,tetap semangat jangan menyerah, aku pasti bisa ayo semangat aku pasti bisa percayalah, aku pasti bisa." Ucap Ahmad dalam hatinya.
Ahmad terus menerus memompa semangat serta memotivasi dirinya agar tidak menyerah dengan keadaan. Dirinya sudah sedekat ini, tidak ada jalan untuk kembali, yang ada hanya terus melaju. Begitu pula dengan Cindy yang belum kendur semangatnya. Cindy terus mencoba sebisanya dengan memanfaatkan tubuh rampingnya, ia sekarang berada tepat di belakang Ahmad. Sementara itu, teman-teman yang masih berada di bawah sudah mulai naik, kini giliran orang ketiga yang diambil oleh Selly.
" Aku naik dulu ya Jo, soalnya kalau kau yang naik lebih dulu aku pasti kesulitan, boleh ya ? " Kata Selly meminta giliran lebih dulu.
" Iya boleh Sell, ayo aku bantu, baiklah ke punggungku." Jawab Johan dengan senyum lebar di wajahnya.
Iwan yang melihat Johan, justru ikut tersenyum, hingga tertawa kecil. " Kenapa kau tertawa Wan ,apa aku salah bicara ya pada Selly ? " Tanya Johan.
" Bukan itu Jo bukan, wajahmu merona ketika berbicara dengan Selly." Kata Iwan.
" Ah kau mungkin salah lihat, apalagi kan sedikit gelap disini tidak ada cahaya." Sanggah Johan.
" Ssstt, aku hanya bercanda Jo, tapi jawabanmu malah membuatku yakin haha, jangan-jangan kau betul menyimpan perasaan pada Selly." Kata Iwan menggoda Johan.
" Eeumm tidak tidak kau salah mengartikan." Tepis Johan.
" Sudahlah, ayo kita bersiap-siap, manakala giliran kita tiba." Ajak Johan pada Iwan untuk mengalihkan pembicaraan.
Selly berhasil naik, perlahan ia bisa mengejar Cindy karena tubuhnya juga ramping, tapi bukan kurus kering.
" Cindy, halo aku sudah di belakangmu." Sapa Selly. " Loh cepat sekali kamu Sell, apakah lututmu sudah sembuh sekarang ? " Tanya Cindy sambil terus memanjat.
__ADS_1
" Iya Cindy, sudah membaik dan sekarang tidak lagi menghambat langkahku." Jawab Selly.
Melihat ketiga teman mereka sudah naik ke atas, Johan dan Iwan ingin segera menyusul mereka. Johan ingin lebih dulu daripada Iwan, tetapi pasti Iwan tidak akan bisa naik sendirian apalagi dengan phobianya. Sehingga Johan berinisiatif untuk mendahulukan Iwan ketimbang dirinya.
" Ayo Wan, giliranmu sudah tiba." Kata Johan.
" Oke ,terimakasih Jo. Tapi tolong bantu aku ya, aku tidak bisa naik sendiri." Kata Iwan meminta tolong.
" Dengan senang hati, ayo." Jawab Johan.
Iwan pun naik ke pundak Johan, dan menjangkau lorong tersebut. Iwan terlihat sangat kesulitan disini, bahkan hampir saja dirinya terjatuh karena terpeleset. Di awal lorong masih terlihat luas, tetapi ketika sudah semakin naik justru akan semakin sempit. Tak terkecuali Ahmad yang sudah sampai di pintu keluar, ia sudah menghirup udara segar kebebasan.
" Rasa udara sejuk ini seakan menggugah jiwaku yang tenggelam haha, aku berasa seperti tikus saja. Bagaimana dengan yang lainnya ya, apakah sudah sampai giliran Johan ? " Tanya Ahmad dalam hatinya.
Ahmad terus naik, sampai akhirnya ia bisa menggapai ujung lorong. Tubuh Ahmad mulai keluar. Akan tetapi, ketika ia mencoba mengeluarkan tubuhnya, justru pinggangnya terjepit, Ahmad kesulitan mengeluarkan pinggangnya.
" Aaarrgg, sulit sekali mengeluarkan pinggangku ini, aku khawatir dengan teman-temanku. Jika aku saja bisa kesulitan, bagaimana dengan mereka ya ? " Gumam Ahmad.
" Arrghh, sempit sekali tolong, dari kepalaku terhimpit." Teriak Cindy.
" Aah Cindy, kamu terhimpit, bertahanlah dan terus berusaha, aku juga terhimpit ketika setengah badanku sudah bisa keluar dari sini." Kata Ahmad.
" Selly tolong Selly, aku terhimpit tolong." Teriak Cindy yang panik memanggil-manggil Selly.
" Ini tak baik, pasti Cindy tidak muat karena memilih jalur yang salah, aku harus menyusulnya, segera." Gumam Selly.
" Tenanglah Cindy, jangan panik dan pastikan kau tidak gegabah mengambil jalur yang aman." Imbuh Selly.
Sementara itu, terhimpitnya Cindy terdengar oleh Iwan dan Johan yang sedang membantu Iwan untuk naik. Iwan yang sebelumnya telah membulatkan tekad, mendadak menjadi lemas dan kemudian terjatuh. Entah apa yang menjadikan Iwan melemah seketika hingga menimpa Johan yang masih ada di bawah.
" Apa, Cindy tak bisa bergerak karena terhimpit. Jadi sesempit itu lorong yang akan dilewati, ya tuhan." Gumam Iwan yang langsung terjatuh.
__ADS_1
" Iwaaan." Teriak Johan.
Iwan pun jatuh menimpa Johan, Selly yang tadinya berada di atas Iwan mengetahui jika Iwan terjatuh, hal itu seakan menyadarkan Selly untuk tetap fokus, Selly sebenarnya ingin menolong Iwan tapi ia juga sebenarnya lemah, dan sahabatnya yaitu Cindy sedang dalam kesulitan yang darurat.
" Ya Tuhan, bagaimana bisa Iwan terjatuh, apa karena mendengar Cindy yang terhimpit, aku harap semuanya bisa keluar dengan selamat." Kata Selly lirih.
Selly terus naik untuk menghampiri Cindy, sekarang hanya dirinyalah yang bisa membantu membebaskan Cindy dari situasi yang tak menguntungkan.
" Tenangkan dirimu sahabatku, aku akan membantumu sekuat dan semampuku." Kata Selly.
" Selly, kau sudah disini, Alhamdulillah aku sempat panik karena aku memilih jalur yang salah, hingga membuat sekujur tubuhku terhimpit." Kata Cindy yang perlahan mulai tenang.
" Lantas bagaimana caranya untuk menolongmu Cindy, kalau tidak bisa ke depan, coba kau perlahan mundur. Tapi jangan ragu-ragu, aku akan memastikan kau aman." Ujar Selly.
" Akan aku coba, bantu untuk mengarahkanku Sell." Pinta Cindy.
Cindy pun mencoba untuk mundur secara perlahan, ia mulai bisa sedikit bergerak. Masalahnya adalah kondisi gelap yang menyulitkan, meski hari sudah mulai pagi. Selly harus membagi fokusnya untuk bertahan dan juga menolong Cindy. Ia menunjukkan jiwa kemanusiaan yang tinggi terhadap teman-temannya.
" Aaaargh, sepertinya ini mulai membuahkan hasil Selly." Kata Cindy.
" Iya betul teruslah seperti itu, maka kau akan bisa kembali ke jalur yang benar." Jawab Selly.
Kesulitan kini dialami oleh mereka semua, dari Ahmad yang terhimpit di bagian pinggangnya yang membuat baru bisa mengeluarkan separuh tubuhnya, lalu Cindy yang terhimpit, sekaligus menghambat semuanya, serta Iwan dan Johan yang belum bisa naik, terlebih saat Iwan kondisi fisiknya menurun.
" Ayo coba lagi Jo, aku yakin kali ini aku pasti bisa, aku pasti bisa." Kata Iwan dengan keyakinan tinggi.
" Itu baru Iwan yang memiliki semangat juang yang tinggi, mari aku bantu kau naik, setelah sampai di atas tunggulah aku." Jawab Johan.
Lalu Johan kembali membantu Iwan untuk mencoba naik kembali. Akan tetapi, mereka tidak mengetahui jika Cindy dan Ahmad yang telah di atas sedang mengalami kesulitan.
Bersambung...
__ADS_1