
Teman-temannya hanya bisa terdiam mendengar cerita tersebut, sambil merenungkan memang ada benarnya yang disampaikan makhluk gaib penghuni wilayah itu pada Ahmad.
Tak terasa hari sudah berganti Malam, mereka lalu segera melaksanakan ibadah. Setelah selesainya beribadah, kamudian mereka bersiap untuk memasak.
Di hari pertama mereka belum merasakan makan-makanan seadanya di hutan, mereka masih bisa sedikit lebih enak dan diuntungkan dengan bekal persediaan bahan makanan yang diberikan oleh Kakek Dul dan Nek Ningsih. Untuk menu makan malam kali ini adalah tumis kangkung sebagai lauk berprotein yang banyak mereka peroleh dari nenek karena di rumah mereka cukup banyak ditemukan sayur kangkung ini. Sedangkan untuk karbohidrat mereka memakan umbi-umbian yang masih ada di kantong yang merek simpan di dalam tas Selly dan Cindy. Menu makanan sederhana itu terasa begitu nikmat apalagi jika makan bersama,meskipun mereka berlima jauh dari keluarga masing-masing.
Setelah mereka selesai makan,mereka duduk bersantai menyalakan api unggun di depan tenda mereka untuk menghindari hewan buas yang bisa saja tiba-tiba menghampiri mereka. Selly dan Cindy ikut bergabung dengan tenda laki-laki karena tenda mereka terlalu luas untuk dihuni berdua. Malam itu terasa dingin, disertai angin sepoi-sepoi yang berhembus. Mereka berlima merasa seperti sedang berkemah tanpa beban diselingi canda tawa mereka menghangatkan suasana malam yang sunyi, selain hanya suara jangkrik.
Jam menunjukan pukul 10.14 malam di jam tangan milik Johan. Johan dengan kejahilannya mulai menceritakan kisah-kisah menyeramkan ataupun mengajak teman-temannya untuk membahas tentang film horor.
" Sudah pukul 10 lebih, aku pikir ini waktunya membahas sesuatu yang menarik, yang membuat suasana menjadi tegang, hehe." kata Johan menakut-nakuti mereka.
Iwan sudah mulai merinding meskipun belum mendengar cerita dari Johan, lalu Iwan berkata,
" Jo,aduh ini sudah malam Jo. Jangan membuatku takut ,lihatlah belum apa-apa aku sudah merinding duluan. Jangan bercanda ini sudah malam." kata Iwan yang langsung menyelimuti dirinya dengan kain sarung.
Lain halnya dengan Iwan, teman-temannya justru sangat antusias untuk mendengarkan cerita Johan,mereka berpikiran daripada bingung membahas apa atau melelahkan jika hanya membahas tugas lebih baik intermeso dengan cerita mistis.
" Jadi begini, beberapa hari sebelum rencana kepergian kita menuju hutan ini sebenarnya aku telah menonton film horor." ucap Johan dengan suara lirih memulai ceritanya.
" Yang menarik dari film horor ini adalah kisah di dalamnya berdasarkan kisah nyata, aku lupa judul filmnya apa tapi yang aku ingat adalah ini mengisahkan tentang 5 orang sahabat yang tengah mengunjungi desa. Konon ceritanya desa ini dikenal karena keangkerannya. Mereka kesini adalah untuk mencari informasi darimana asal usul keangkeran desa ini, karena mereka-mereka ini begitu tertarik dengan kisah di desa ini untuk dibuat menjadi buku atau kalau tidak salah akan dijadikan film juga." kata Johan menambahkan.
Selly bertanya,
" Tunggu sebentar Jo. Jadi mereka berlima ini ingin mencari pengalaman horor dengan cara mendatangi desa yang terkenal angker? apakah tidak cari mati namanya?" tanya Selly yang heran dengan alur cerita yang diceritakna Johan.
" Iya benar Sell. Dan naasnya mereka semua terbunuh di akhir film. Mereka tewas satu persatu di hutan yang mengelilingi desa tersebut." kata Johan dengan melirihkan suaranya.
__ADS_1
" Dan kalian tahu apa yang membuat mereka terbunuh? ternyata desa tersebut adalah desa terkutuk karena seperti banyaknya yang berilmu hitam,dukun santet,dan bahkan pesugihan seperti hal yang umum. Mereka berani mengorbankan nyawa,baik anak kecil,anak muda,dewasa, bahkan orang tuanya atau anak keturunannya sendiri." kata Johan memperjelas ceritanya.
Saat semuanya tengah terfokus pada cerita Johan, tak ada yang menyadari bahwa di dekat mereka ada sosok yang memperhatikan mereka. Sosok itu tak jauh dari tenda mereka ,ia terlihat berdiri melayang dan hanya diam. Awalnya tak ada yang menyadarinya hingga saat Selly mengusap-usap matanya yang perih terkena asap api unggun itulah Selly menyadarinya. Di sini Selly tidak berteriak. Namun ia hanya berdiam diri seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Meskipun ada yang melihatnya seperti ia bertingkah aneh.
" Kamu kenapa Sell? sepertinya kau bertingkah aneh tadi." kata Ahmad yang penasaran dengan tingkah aneh Selly.
Selly yang mendekatkan dirinya ke Cindy dan membuat seakan-akan ia tidak mempedulikan penampakan tersebut.
Selly menjawab,
" Tidak Mad, sudah mulai dingin di sini. Mungkin karena sudah semakin malam." kata Selly pada Ahmad.
Ternyata Johan, Iwan ,dan Cindy juga menyadari keanehan pada Selly. Namun mereka mengira keanehan tersebut akibat dari mendengar topik pembicaraan mereka atau cerita horor yang diceritakan oleh Johan.
Tak lama setelahnya, penampakan yang menampakan diri pada Selly melambaikan tangan dan menghilang. Selly sangat lega, ia bersyukur sosok tersebut telah menghilang dari hadapannya.
" Selly, maaf sebelumnya ya, apa kamu tadi melihat penampakan di pohon yang ada di dekat tenda? dan sosok Itu melambaikan tangannya sebelum sosok Itu menghilang." tanya Ahmad pada Selly.
Dalam hati Selly, ia bertanya-tanya mengapa Ahmad bisa mengetahui isi hati dan pikirannya,sebelum ia baru mengingat bahwa Ahmad punya kemampuan indra keenam.
" Kenapa Ahmad juga mengetahuinya? apakah ia bisa membaca isi hati dan pikiranku?" tanya Selly dalam hatinya.
Ketika Ahmad menanyakan hal tersebut, Johanpun menghentikan ceritanya. Selly menjawab,
" Iya betul Mad tadi aku melihat sosok tersebut." jawab Selly berterus terang.
Johan penasaran dengan obrolan mereka ,iapun bertanya.
__ADS_1
" Sebenarnya apa yang kalian lihat barusan?" tanya Johan yang penasaran.
Ahmad menceritakan pada yang lainnya,
" Jadi tadi ada satu sosok Jo yang menampakan dirinya." jawab Ahmad.
Johan yang tidak puas kembali bertanya," Sosok seperti apa Mad ? jelaskan pada kami!" seru Johan pada Ahmad.
" Sosok tersebut itu berwujud perempuan yang memiliki rambut sangat panjang, dengan darah berceceran di baju putihnya dan terlihat Ada luka yang besar di bagian tengah dadanya hingga terlihat bagian organ dalam sosok tersebut. Sosok itu melambaikan tangan pada Selly." jawab Ahmad menceritakan secara detail sosok yang ia dan Selly lihat.
Seketika mereka semua merinding,bulu kuduk mereka berdiri. Setelah mengetahui apa yang mereka berdua lihat, Iwan yang sudah sangat ketakutan menyarankan untuk mengganti topik obrolan mereka.
" Hiii ,sebaiknya kita ganti topik saja ya. Aku merinding sekali setelah mendengar penjelasan Ahmad." kata Iwan pada teman-temannya.
Mereka semua setuju, lalu mengganti topik menjadi lawakan-lawakan garing dan receh. Dimulai oleh Ahmad sendiri.
" Oiya Wan, kenapa celanamu basah? aku yakin kamu ngga buka keranmu kan." tanya Ahmad dengan nada bercanda.
Setelah itu Iwan benar-benar mengecek celananya diikuti tawa oleh teman-temannya. Kali ini giliran Cindy.
" Kalian tahu barang-barang apa yang berguna setelah pecah?" tanya Cindy pada teman-temannya.
Teman-temannya menjawab dengan asal karena sudah tak tahu apa jawabannya.
" Jawabannya telur," jawab Cindy memberitahu jawaban sebenarnya. Mereka semua lantas tertawa,
namun tiba-tiba saja...
__ADS_1