
1ST SEASON SERIES SURVIVAL
Ahmad yang sebelumnya telah membaca pesan yang telah lama ditulis oleh neneknya sebelum beliau wafat, dibayang-bayangi kata tulus nan menyentuh hati hingga ke dalam mimpi. Ahmad adalah orang terakhir yang memejamkan mata setelah hari hari panjang melelahkan serta membahayakan. Tepat setelah Ahmad bisa terlelap ia bermimpi dirinya sedang berada di sebuah hutan terlarang. Hutan yang sebenarnya tidak boleh dijamah oleh siapapun, apalagi sampai digunakan atau dimanfaatkan untuk hal yang sia-sia. Di dalam mimpi tersebut, Ahmad terbayang hari dimana ia sampai di hutan tersebut dengan diantar oleh seseorang yang asing tak diperlihatkan wajahnya, bahkan boleh dikatakan tidak memiliki wajah. Berpostur bungkuk seperti nenek dengan tongkat kayu di tangannya. Ia lantas dibawa ke sebuah tempat yang berada di hutan dekat dengan lereng terjal, dan di tempat itulah ia dilepaskan. Sebelum pergi, orang yang mengantarnya mengingatkan pada dirinya,
" Hutan ini sudah lama dibiarkan asri, berhati-hatilah dalam melangkah karena jika sampai kau salah langkah kau bisa mati." Kata orang tersebut.
Ahmad tidak mengerti kenapa ia dibawa ke tempat tersebut, dan yang lebih mengherankan lagi kenapa dirinya mau mengikuti ucapan nenek yang bahkan tidak ia kenal. Nenek yang tanpa wajah, sosok misterius yang diduga penjelmaan jin penunggu. Ahmad merasa dirinya tengah di dalam mimpi buruk jadi tidak terlalu menghiraukan apa yang dikatakan nenek itu.
" Aku sedang bermimpi, iya aku sedang bermimpi." Ucapnya meyakinkan dirinya sendiri.
Keanehan mulai dirasakan Ahmad, dimana ia mulai lelah karena di dalam mimpinya ia berjalan-jalan mencari kebenaran yang diperkuat rasa penasaran. Rasa lelah itu nyata adanya Ahmad benar-benar lelah dan diikuti rasa lapar serta haus. Ia tidak habis pikir kenapa ia bermimpi aneh seperti itu, rasa yang nyata adanya membuat Ahmad semakin panik. Ahmad mencoba untuk bangun dari tidurnya dengan membuka mata sekuat tenaga tetapi usahanya sia-sia. Ia tidak bisa membuka mata, satu-satunya pilihan adalah ia harus melanjutkan mimpi tersebut hingga selesai, menyelesaikan puzzle dari mimpi anehnya.
" Astaga, kenapa aku merasa sedang tidur tetapi aku tidak bisa membuka mata." Teriak Ahmad.
" Apakah aku terjebak di dalam mimpi ini?" Tanya pada dirinya sendiri.
Ahmad berlari kesana kemari, bukannya bantuan yang ia temui malah rasa lapar dan haus yang semakin menjadi-jadi. Ahmad berteriak sekeras mungkin berharap ada seseorang yang bisa menolongnya. Sementara itu, Iwan yang tidur di sebelah Ahmad menyadari hal tersebut. Tepat ketika ia terbangun karena secara tak sengaja menyentuh tubuh Ahmad yang suhu tubuhnya panas di atas normal. Keringat bercucuran ditambah napas tak beraturan, terlihat seperti sedang dalam mimpi buruk. Iwan yang sigap mencoba membangunkannya, ia menepuk bahu namun tak berhasil, lalu ia berteriak kerasa di dekat telinga tapi sia-sia. Iwan panik mencoba memberitahu yang lain mengenai kondisi Ahmad yang tidak normal.
" Hei bangun, terjadi sesuatu dengan Ahmad!"
" Dia seperti sedang mengalami mimpi buruk." Gumam Iwan.
__ADS_1
" Ahmad.. bangun ayo bangun, Ahmad."
Sementara itu, Ahmad yang merasa dirinya sedang berada dalam mimpi alam bawah dirinya mendapati dirinya berada di alam yang berbeda 180 derajat dengan dunia normal. Ia melihat dunia itu tak sama secara warna dimana alam seolah dipenuhi ilalang yang lebih tinggi dari tingginya. Warna dunia yang hitam putih diiringi suara hembusan angin yang membisikan telinga. Ahmad yang kebingungan tak tahu harus apa hanya duduk termenung sembari memanggil nama teman-temannya. Ia sempat berpikiran ia sudah berada di alam baka. Namun secara tiba-tiba di sekelilingnya mulai muncul sosok yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
" Ya tuhan, ada seseorang di sebelah sana."
Dari belakangnya tak jauh dari tempatnya berdiri ada sosok yang ternyata jauh lebih menakutkan, adalah sesosok seperti perempuan bergaun putih dipenuhi darah dengan wajah hancur. Sosok tersebut seakan-akan bangkit dari kuburnya. Bulu kuduk Ahmad merinding sesaat setelah menyadari kemunculan sosok tersebut. Ia hanya bisa lari sembari melantunkan doa-doa. Akan tetapi, yang ia lakukan seperti hanya melindungi dirinya untuk sesaat karena setelahnya malah semakin banyak sosok bermunculan mengepung dirinya.
" Astaga, mereka ada banyak."
" Aku harus kemana ini, tidak ada adakah jalan untuk lari dari tempat ini." Kata Ahmad.
Sebagian orang masih bertanya tentang kebenaran alam gaib, meskipun tak bisa dipungkiri bahwa alam tersebut memang benar adanya. Meski tak bisa dilihat dengan mata telanjang dan tak semua orang memiliki kelebihan untuk mampu melihatnya, alam gaib tetaplah harus diyakini adanya. Di tengah suasana mencekam yang menyudutkan Ahmad, muncul sesosok hitam bertanduk dengan tubuh hitam lengkap dengan senjata yang ia pegang berbentuk cambuk yang dapat mengeluarkan api ketika sosok tersebut mengayunkan cambuk itu. Ahmad yang ketakutan setengah mati hanya bisa menjauh, namun apalah daya sosok itu selalu bisa menemukan Ahmad dan menghadangnya. Sosok hitam bercambuk itu mengeram dengan deras dan berkata,
" Apa yang kau lakukan di tempat ini hmm."
Ahmad semakin ketakutan mendengar eraman sosok bercambuk itu, sembari menutup mata ia menjawab dengan polosnya.
" Aku tidak melakukan apapun, aku hanya mengerjakan tugas."
Sosok tersebut kembali bersuara dengan eraman yang lebih keras daripada sebelumnya diiringi dengan kobaran api.
__ADS_1
" Ini bukan tempatmu, pulanglah jika kau ingin selamat."
" Atau kau harus merelakan dirimu untuk mati di tempat ini sebagai tumbal."
Tak tahu harus berkata apa, itulah yang dirasakan oleh Ahmad. Ia menangis sejadi-jadinya, memohon maaf kepada sosok tersebut.
" Maafkan aku jika sudah mengganggu kalian para penunggu hutan ini."
" Aku hanya ingin mengerjakan tugas tanpa punya niatan buruk ataupun sampai berniat mengganggu." Ujarnya membela diri.
Dengan tatapan tajam mata merahnya, sosok tersebut mengatakan sesuatu yang baru disadari oleh Ahmad yang ternyata sudah melekat dengan dirinya selama ini.
" Mengapa kau bersama pendampingmu itu, dia tak seharusnya ikut kesini sebab kehadirannya telah mengganggu ketenangan kami sebagai penghuni tempat ini."
Ahmad terkejut mendengar perkataan sosok tersebut, dalam hatinya bertanya siapakah yang dimaksud oleh raja jin ini? Mengapa itu bisa menggangu para penghuni hutan tersebut hingga menyeretnya kedalam alam gaib.
Dengan lantang Ahmad bertanya, " Siapa yang kau maksud?"
" Tiga sosok penjaga yang ada di belakangmu telah membuat kegaduhan." Jawab si Raja Jin.
Ahmad semakin bingung karena merasa ia tidak memiliki hal-hal seperti itu. Jangankan memilik,i ia saja baru saja tahu kalau ada yang mengikutinya selama ini. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa dari awal kedatangan Ahmad dan teman-temannya selalu menemui hambatan dan gangguan dari para makhluk tak kasat mata. Ahmad meminta maaf setelah mendengarkan jawaban dari sosok raja jin itu, namun tiba-tiba saja Ahmad kehilangan kesadarannya yang membuat tubuhnya serasa ada yang menggerakkan.
__ADS_1
To be continue