
Terjadi keanehan ketika hendak mengeluarkan benda pusaka yang mereka temukan dari lubang. Benda pusaka yang awalnya berupa seperti keris kecil dan sebuah batu,terasa sangat berat setelah terkena sinar matahari. Akan tetapi ketika di dalam kegelapan benda-benda tersebut sangat ringan atau seperti benda dengan berat normal. Mereka menjadi curiga ,dan beropini fantasi dengan mengaitkanya berhubungan dengan supranatural.
" Ini aneh ,Jo. Benar-benar aneh." bisik Ahmad.
" Aneh apa maksudmu? keluarkan saja benda itu dengan cepat dan kita segera pergi memancing." jawab Johan.
" Ini tidak semudah yang dikira,Jo." kata Ahmad dengan berbisik. " Jadi kau benar-benar serius, kau sampai berkeringat seperti itu." ujar Johan.
" Iya aku serius ,benda ini sangat berat ketika terkena matahari atau di tempat terang. Sedangkan benda ini sangat ringan di tempat gelap." ucap Ahmad.
" Jangan-jangan ini ada kaitannya dengan kekuatan supranatural." tebak Johan.
" Kemungkinan besar iya, meskipun ini seperti tidak mungkin." imbuhnya.
" Aku akan mencoba terus mengambilnya dengan diiringi doa, semoga saja ini bisa kita ambil." kata Ahmad.
Ahmad lalu berdiam diri berkonsentrasi ,sembari membaca doa, begitu pula dengan Johan yang ikut membacakan doa. Setelah usaha keras yang mereka lakukan ,akhirnya benda tersebut dapat dikeluarkan dari lubang tersebut. Kali ini benda-benda pusaka yang mereka temukan dapat dilihat dengan lebih dekat secara jelas.
" Akhirnya dapat juga." kata Ahmad sambil menunjukan benda pusaka tersebut pada Johan.
" Wah, benda pusaka ini sangat antik, seperti benda peninggalan zaman kerajaan-kerajaan." ujar Johan.
" Bisa jadi memang peninggalan dari masa kerajaan, tetapi kenapa tidak berkarat ya." timpal Ahmad.
" Itu juga yang menjadi pertanyaanku." saut Johan.
" Sebaiknya kita kembalikan saja, Mad." saran dari Johan.
Namun Ahmad ingin menyimpan benda pusaka tersebut untuk dikoleksi. Ahmad berkata pada Johan dan berusaha meyakinkan untuk membolehkan dirinya menyimpan benda pusaka itu.
" Tidak bisa ,aku ingin menyimpannya. Ini sangat unik, barang antik dan langka." Sejenak Johan berpikir ,ia ingin melarang Ahmad tapi pastilah ia tidak akan menerima nasehat darinya, sehingga pada akhirnya Johanpun luluh.
" Iyasudah kau boleh menyimpan itu, tapi berhati-hatilah. Jika terjadi apa-apa kau yang akan menanggungnya." itulah peringatan Johan.
__ADS_1
Sedangkan Ahmad hanya mengangguk tanda setuju, ia tidak bisa berpikir jernih karena sudah ngebet ingin memiliki keris dan batu mustika tersebut.
" Jadi sekarang bagaimana? jadi lanjutkan?" tanya Ahmad.
" Tentu saja ,ini ajang pembuktian." jawab Johan.
Ahmad mengantongi benda pusaka temuannya itu, lalu mereka berdua kembali ke sungai dengan membawa bambu. Hari sudah menjelang sore ,mereka bergegas menyiapkan joran serta kail pancing.
" Oiya Jo, aku tidak punya kail bagaimana ini?" tanya Ahmad.
" Tenang saja, aku juga tidak punya tapi aku punya sesuatu di tas kecilku." timpal Johan.
Kemudian Johan mengambil tas kecilnya dan mengeluarkan sebuah jarum pentul dan senar.
" Kalau senar aku sudah paham untuk apa tapi jarum pentul itu mau kau apakan?" Ahmad bertanya pada Johan.
Johan tersenyum.
" Lihatlah bagaimana aku akan merubah jarum pentul ini mencari sebuah pancing." katanya.
" Tadaa ini dia peralatan memancing sudah siap, siap untuk bertempur dengan tarikan ikan hehe." kata Johan.
Tak lupa pula Johan membuatkan peralatan memancing untuk Ahmad, karena Ahmad memang payah dalam dunia pemancingan. Kemudian mereka berdua segera memposisikan diri untuk mencari spot yang dihuni oleh banyak ikan.
" Aku akan ke sebelah sana Jo. Aku yakin disana ada banyak ikan yang memakan umpanku." ujar Ahmad dengan kepercayaan diri yang tinggi.
" Kalau begitu aku cukup disini saja, menurutku disini lebih banyak wlee." sindir Johan.
Rivalitas Johan dan Ahmad dalam duel memancing untuk mendapatkan ikan terbanyak dimulai. Johan memasang umpan begitu juga dengan Ahmad, mereka sama-sama melemparkan pancing ke sungai. Duel ini sangat berarti bagi mereka ,karena akan berpengaruh terhadap harga diri mereka. Sebenarnya meskipun Johan dan Ahmad adalah Sahabat ,akan tetapi mereka adalah rival sejati sejak kecil. Johan dengan pengalaman serta teknik memancing yang telah ia kuasai mulai menunjukan hasil positif.
" Strike haha." kata Johan yang sedikit memanas-manasi Ahmad.
Sedangkan Ahmad masih menunggu umpannya dimakan. Ahmad semakin tidak sabar setelah Johan mendapatkan strike yang kedua.
__ADS_1
" Yah strike lagi, mana ini lebih besar dari strike pertama." ujar Johan.
Ahmad hanya bisa melihat rivalnya berulang kali mendapat ikan. Tiba-tiba saja, batu mustika yang berada di kantong kecil dalam tas Ahmad terjatuh ke pinggiran sungai, untunglah masih bisa ia temukan kembali. Akan tetapi , disinilah awal mula keanehan mulai terjadi, dan hal janggal nampak sudah disadari Ahmad.
" Aneh, kenapa batu mustika itu terjatuh sendiri, padahal sudah kusimpan dalam kantong di tas. Tapi kok." gumamnya.
" Jangan-jangan, batu mustika itu memang memiliki kekuatan, wah kalau begitu ini keberuntunganku." pikirnya berfantasi.
Ahmad berpindah spot memancing, berharap hasil lebih baik akan ia dapatkan. Ahmad berpindah, kali ini ia duduk di atas batu kali yang berukuran besar. Kemudian Mereka kembali berkonsentrasi , hingga akhirnya Ahmad mendapatkan strike pertamanya.
" Wohoo..Strike!" teriak Ahmad.
Ia terus berusaha untuk menarik ikan tersebut naik ke permukaan. Namun yang terjadi justru sebaliknya, malah ia yang merasa ditarik untuk masuk ke dalam air. Saking kuatnya tarikan dari ikan tersebut hingga membuat Ahmad kewalahan. Disinilah keanehan mulai disadari olehnya, yang dimana meskipun kuat tarikannya tetapi senar tidak dapat putus, malah bambunya yang mulai retak.
" Kenapa ini, apa yang terjadi." gumamnya dalam hati.
" Ahmad, sudah dapat banyakkah?" tanya Johan.
" Jo, kemarilah ,ada sesuatu yang terjadi disini." teriak Ahmad.
Johan berpikir-pikir kembali apakah Ahmad membohonginya atau benar-benar ia memintanya untuk mendekat. Johan lantas mendekat, ia melihat Ahmad yang seperti mendapat strike sampai jorannya hampir patah.
" Wah ,mantap. Diam-diam kamu malah dapat strike begitu besar. Apa kau kesulitan menanganinya sendiri?" tanya Johan.
" Iya tolong bantulah aku." jawab Ahmad.
Lalu mereka bekerja sama menarik keluar strike yang didapat. Ternyata dua orang masih belum cukup, malah tarikan semakin berat.
" Kenapa rasanya semakin berat saja." keluh Johan.
" Akupun tidak tahu kenapa ,tapi kita coba saja terus." timpal Ahmad.
Begitu lama mereka terjebak di situasi tersebut, sampailah jam menunjukan pukul 15.30. Mereka hampir saja menyerah dengan strike mereka. Diskusi keduanya sangat sengit karena Johan sudah tidak kuat lagi, dan lelah. Sedangkan Ahmad masih begitu ambisius untuk mendapatkan strike pertamanya.
__ADS_1
Pada akhirnya ,sisa tenaga mereka mampu menaikan strike tersebut. Namun mereka berdua sangat terkejut ketika mendapati hasil strike mereka ternyata adalah sebuah kepala!!!