Survival: Kelam, Kejam, Mencekam

Survival: Kelam, Kejam, Mencekam
Pengalaman Buruk


__ADS_3

Dugaan mereka benar, tak berselang lama setelah mereka mengamankan kayu bakar, hujan turun dengan deras. Selly dan Cindy ikut bergabung dengan tenda Johan,Iwan,dan Ahmad sekaligus membahas tentang rencana penelitian mereka selanjutnya.


Cindy membuka diskusi,


" Bagaimana dengan rencana penelitian kita selanjutnya? " tanya Cindy pada teman-temannya.


Tiba-tiba Ahmad memotong pembicaraan tersebut. Ahmad ingin menceritakan sesuatu pada mereka semua. Teman-temannya bertanya pada Ahmad,


" Apa yang ingin kamu ceritakan, ayolah bicara pada kami." kata Selly mendesak Ahmad untuk segera bercerita.


Ahmad menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya dari mulut, ia berkata,


" Sebenarnya ceritaku ini adalah tentang pengalaman selama beberapa hari kemarin. Kalian pasti bertanya-tanya kemana aku pergi Dan kenapa bisa kembali dengan sendiri ya." kata Ahmad dengan memelankan suaranya.


Johan memotong cerita Ahmad,


" Iya memang kami sangat penasaran denganmu yang secara tiba-tiba menghilang tanpa jejak sedikitpun." kata Johan memandang dengan tatapan serius.


" Kami ingin bertanya padamu dari kemarin, tapi mengingat kondisiku yang masik shock membuat kami akhirnya mengurungkan niat kami untuk bertanya." kata Johan menambahkan.


Ahmad ternyata paham apa yang akan dikatakan oleh teman-temannya, lalu Ahmad mulai menceritakan semua pengalamannya pada mereka.


" Sebelumnya aku ingin meminta maaf pada kalian semua, kalian jadi mengkhawatirkan keberadaanku yang tiba-tiba menghilang. Saat kita sedang melakukan penelitian hari itu, entah kenapa aku seperti sedang melamun, kakiku dikendalikan dan aku benar-benar seperti boneka yang dikendalikan. Tapi aku tidak tahu pasti siapa yang mengendalikanku." kata Ahmad pada teman-temannya.


Kemudian ia melanjutkan ceritanya,


" Bukankah kalian tidak menyadari keberadaanku bukan? begitu juga denganku yang tiba-tiba saja sudah berada di suatu tempat. Tempat itu sepertinya hutan yang begitu dalam, tidak ada kehidupan manusia disana. Ketika aku menyadari bahwa aku berjalan tanpa sadar, aku ingin kembali, namun sialnya badanku terasa sangat sakit, itu seperti Ada yang menahanku untuk diam di tempat itu. Ketika hari sudah petang, mungkin sekitar pukul 6 sore lebih, aku didatangi sesosok makhluk hitam yang membawa banyak cacing dan belatung di tangannya. Kalian tahu apa yang terjadi? cacing dan belatung yang dibawa olehnya ternyata adalah menu makananku." kata Ahmad dengan sedikit mual menceritakan pengalaman buruknya.


Teman-temannya terkejut, mereka semua tak satupun yang mengira Ahmad ternyata mengalami kejadian seperti itu. Mereka semua seketika merasakan mual hanya mendengarkan cerita dari Ahmad, apalagi Ahmad sendiri yang mengalaminya.

__ADS_1


" Ahmad bagaimana perasaanmu ketika memakan cacing ,apalagi belatung yang sangat jijik." kata Cindy bertanya pada Ahmad.


Meskipun terkesan menjijikan. Namun Ahmad memutuskan untuk tetap menceritakan semuanya.


" Jika hanya mendengar saja sudah mual ingin muntah, apalagi memakannya. Aku tak bisa menelan hal semacam itu, aku hanya memberontak dan berusaha untuk terus-menerus berdoa meskipun di dalam hati." ujar Ahmad menjawab pertanyaan Cindy.


Mendengar itu mereka semakin mual.


" Lalu bagaimana setelahnya Mad?" tanya Iwan sambil mengalihkan topik pembicaraan.


" Setelah itu aku baru menyadari bahwa aku seperti dimasukkan ke goa ,dan juga pernah aku dibawa ke pohon besar seperti pohon beringin itu yang memiliki akar gantung. Aku menginap disana selama beberapa malam." jawab Ahmad .


" Tapi yang aku herankan adalah ,ketika siang hari atau saat ada sinar matahari entah kenapa aku seperti tidak dijaga mereka seperti takut terbakar. Saat itu juga aku menyadari mereka-mereka ini adalah makhluk halus. " kata Ahmad menambahkan.


Ketika ketegangan mendengar cerita Ahmad mereka dikejutkan dengan guntur yang sepertinya menyambar pohon, mereka terkejut mendengar hal itu.


" Nah ,Setelah Itu..aah, guntur tadi sepertinya menyambar pohon di dekat kita." kata Selly yang terkejut dengan guntur tersebut.


" Iwan, Ahmad lanjut nanti saja ceritanya, sekarang yang terpenting kita harus segera membuat parit untuk jalur air agar tak masuk ke dalam tenda." seru Johan sambil berdiri.


" Baik Jo. Ayo aku akan mengambil linggisku dulu di tas." kata Iwan sambil menggeledah tas miliknya.


Karena Johan masih belum bisa bergerak cepat ia membuat parit hanya di sekitaran tenda saja. Sedangkan Iwan dan Ahmad membuat parit di luar tenda dengan mengenakan has hujan.


" Ahmad, Iwan jas hujannya ada di kantong plastik." kata Johan menunjukan lokasi penyimpanan jas hujan.


Di tengah hujan lebat yang disertai guntur membuat sore hari mereka menakutkan, udara begitu dingin. Beruntung kayu bakar telah mereka amankan lebih dahulu sebelum hujan. Sehingga mereka bisa membuat api untuk menghangatkan diri. Tak butuh waktu lama bagi Iwan dan Ahmad untuk membuat parit , dengan keterampilan dan pengalaman ketika mendaki gunung membuat mereka terlatih. Selesainya mereka membuat parit, Iwan dan Ahmadpun kembali masuk ke tenda.


" Bagaimana ini ,aku takut jika hujan seperti ini. Yang aku khawatirkan tersambar petir, ataupun tenda ini roboh." kata Cindy yang ketakutan.

__ADS_1


Begitu pula dengan Selly.


" Iya Cindy, aku juga takut. Johan apakah boleh jika kami membuat api di dalam tenda?" tanya Selly yang menggigil.


Awalnya Johan ragu untuk mengizinkan mereka untuk membuat api ,tapi karena tenda aman serta luas, Johanpun mengizinkannya.


" Eee bagaimana ya,aku takut nanti berasap tendanya. Tapi iya sudahlah tidak apa-apa. Lagipula ini sangat dingin." kata Johan memberi izin.


Mereka berlima kembali berkumpul dengan ditemani api unggun di dalam tenda mereka. Kemudian mereka melanjutkan cerita yang terpotong tadi.


" Ahmad ,lanjutkanlah ceritamu ,kami menjadi semakin penasaran." kata Selly mendesak Ahmad.


Ahmad mau melanjutkan ceritanya,


" Setelah itu, aku merasa sehari disana itu terasa sangat lama,mungkin Karena aku tidak melakukan apa-apa tapi ada hal lain yang aneh disana. Di hutan itu terasa ramai seperti halnya kegiatan lalu lalang manusia." kata Ahmad lanjutnya.


Johan menimpali cerita Ahmad.


" Kakek Dul pernah mengatakan kalau dirimu itu memiliki kemampuan spesial, bisa berinteraksi dengan dimensi gaib, apakah itu benar Mad?" tanya Johan pada Ahmad.


Ahmad mengangguk dan berkata,


" Kakek Dul bisa tahu karena ia juga bukan orang sembarangan Jo. Iya memang bahkan boleh dibilang aku ini menghilang ya karena dibawa masuk ke dimensi mereka." ujar Ahmad menjelaskan.


Mereka tak menduga manusia bisa masuk ke dimensi gaib yang bahkan melihat saja tidak bisa sembarang orang memiliki kemampuan tersebut. Ahmad juga menjelaskan mengapa mereka membawanya.


" Mereka membawaku karena aku bisa berkomunikasi dengan mereka. Sebetulnya mereka ingin menjadikan aku tumbal dan media untuk menakuti manusia agar tidak mengotori tempat tersebut dengan perbuatan dosa. Mereka hanya tak ingin ada manusia yang mengganggu kehidupan tentram mereka karena mereka telah mengakui ini wilayah mereka. Sedangkan wilayah manusia hanya sampai perkampungan tersebut." kata Ahmad pada mereka.


Teman-temannya hanya bisa terdiam mendengar cerita tersebut, sambil merenungkan memang ada benarnya yang disampaikan makhluk gaib penghuni wilayah itu pada Ahmad.

__ADS_1


Tak terasa hari sudah berganti Malam, mereka lalu segera melaksanakan ibadah.


__ADS_2