Survival: Kelam, Kejam, Mencekam

Survival: Kelam, Kejam, Mencekam
Terhimpit dalam goa yang sempit 2


__ADS_3

Iwan masih menjelajahi goa tersebut, ia menduga goa tersebut merupakan goa purba. Di goa itu terdapat banyak kelelawar, hingga tak terhitung jumlahnya. Kelelawar-kelelawar tersebut bisa menjadi sumber makanan mereka bertiga selama misi pencarian Johan dan Ahmad.


" Goa ini terbentuk alami, mungkin usianya sudah berabad-abad lamanya, ada banyak stalaktit dan stalakmit yang terbentuk, luar biasa." kata Iwan yang kagum dengan goa tersebut.


Iwan merasa Tuhan telah menakdirkan mereka bertiga mendapat kemudahan, selain tempat berteduh juga fasilitas yang memadai untuk bertahan hidup.


" Beruntungnya kami menemukan tempat yang lengkap seperti ini." kata Iwan.


" Eeeum..sebaiknya aku segera mengumpulkan ranting-ranting kering ini, kasihan Selly dan Cindy, pasti mereka sudah kedinginan." pikir Iwan.


Iwan lantas mengumpulkan ranting-ranting kering yang berserakan, hingga dirasa cukup sekedar menghangatkan diri dan memanaskan makanan.


" Sepertinya ini sudah cukup, aku kembali sekarang saja." gumamnya dalam hati.


Beberapa saat kemudian, Iwan kembali dengan seonggok ranting kering yang dibawanya, Selly dan Cindy senang melihat Iwan kembali dengan membawa hasil.


" Kau sekarang bisa diandalkan Wan, aku salut denganmu." pujian dari Selly.


" Iwan sekarang menjadi pribadi yang lebih baik, yey." kata Cindy yang ikut memuji Iwan.


Iwan merasa senang mendapat pujian dari teman-temannya, akan tetapi itu tidak membuatnya besar kepala justru ia menunjukan kerendahan hatinya.


" Aah, ini kan sudah tugas seorang laki-laki, masa ada laki-laki malah perempuan yang bekerja." jawab Iwan.


" Iyasudah, sekarang kita nyalakan apinya dan masak saja sekalian." imbuhnya.


" Ayo tapi kau istirahat saja Wan, kau sudah banyak membantu kami juga ingin berguna." kata Cindy menghasut Iwan.


" Okay, aku serahkan pada kalian ya, masak yang enak." kata Iwan dengan nada bercanda, sekaligus meninggalkan mereka berdua untuk beristirahat di dalam.


Tempat mereka tidur adalah di dalam, dan ketika Iwan beristirahat, ia lupa memberitahukan sesuatu hal yang penting pada Selly maupun Cindy. Hal penting itu adalah untuk tidak menyalakan api di sekitar mulut goa. Hal ini disebabkan bisa saja membuat langit-langit goa tersebut bisa terkena panas dan menyebabkan runtuhnya bebatuan di atasnya. Namun, Iwan melupakannya dan sekarang ia sudah tertidur lelap.


Sementara itu, Johan dan Ahmad masih berjalan di tengah lebatnya hujan sore hari itu. Hanya dengan membawa selembar daun yang mereka gunakan untuk menutupi kepala agar bisa melihat kedepan.

__ADS_1


" Jo..kita harus kemana Jo ? " Ahmad bertanya dengan suara lantang.


" Terus berjalan Mad, sepertinya kita sudah dekat dengan sebuah goa." jawab Johan mengintruksikan untuk terus berjalan.


Guntur menggelegar, ditambah kencangnya angin benar-benar mengerikan di tengah hutan. Pohon-pohon besar yang terlihat kokoh kini seperti sedang menari-nari. Johan dan Ahmad basah kuyup, dan mereka dihadapkan rintangan yang nyata, dimana jarak pandang mereka begitu pendek.


" Ya Allah, berilah pertolonganmu ya Allah." kata Johan dan Ahmad dalam hati mereka.


Semakin sore, semakin lebat hujannya sampai-sampai mata Johan dan Ahmad hampir tidak ada jeda untuk tidak berkedip, hingga tibalah mereka ke sebuah goa.


" Ahmad kita ke goa tersebut Mad." teriak Johan mengajak Ahmad untuk singgah di goa tersebut.


Ketika mereka berdua sampai di goa, perasaan mereka begitu lega, karena Tuhan berbaik hati memberikan pertolongan ketika sudah hampir mengeluh.


" Johan...sentermu, apakah masih bisa dihidupkan ? " tanya Ahmad pada Johan.


" Bisa Mad, tapi sayangnya meskipun anti air tapi kalau bagian mesin yang kena ya tidak akan jelas." kata Johan menjelaskan.


" Tidak apa-apa, lumayanlah daripada tidak ada penerangan sama sekali." kata Ahmad.


" Ahmad." Johan memanggil Ahmad.


" Iya Jo, aku paham apa yang ingin kau tunjukkan." jawab Ahmad yang sudah langsung mengetahui apa yang ingin dikatakan oleh sahabatnya itu.


" Apa mungkin selain kita berdua ,ada orang lain lagi ? " tanya Johan.


" Tidak menutup kemungkinan memang , tapi yang aku khawatirkan adalah jikalau orang lain itu adalah suku pedalaman." ujar Ahmad yang berpikiran terlalu jauh.


" Husst, jangan bicara seperti itu. Nanti ,kalau mereka mendengar dan menangkap kita..malah jadi makan malam mereka." kata Johan memperingati Ahmad.


" Oiya betul juga, apa kita lihat saja dulu Jo ? " tanya Ahmad pada Johan.


" Iya sebaiknya si memang harus diperiksa dulu, mana kita tahu kalau mereka adalah orang yang baik hati dan punya makanan banyak." jawab Johan.

__ADS_1


" Apalagi jika mereka mau berbagi sedikit makanan dengan kita iya kan ? " kata Ahmad melengkapi ucapan Johan.


Mereka perlahan masuk, untuk memeriksa siapa gerangan orang lain yang ada di goa tersebut, agar tidak semakin dibuat penasaran. Sesaat sebelum mereka melihat orang yang ada di dekat perapian, Johan dan Ahmad kompak mendengar suara orang yang terdengar sedang makan dengan lahap.


" Jjjj...Jo..kau deng..ngar suara itu." kata Ahmad dengan suara yang terbata-bata. Johan menelan ludah, dan berbisik pada Ahmad.


" Bagaimana kalau mereka ini suku primitif ,apa kita tidak jadi sate." bisik Johan di telinga Ahmad.


" Matikan sentermu, kalau kita ketahuan, tamat riwayat kita disini." pungkas Johan.


Ahmad dan Johan mematikan senter, berjalan mengendap-endap agar tidak diketahui oleh penghuni goa yang masih belum mereka ketahui.


Di sisi lain, ternyata yang ada di dalam goa tersebut adalah Selly dan Cindy. Mereka berdua tengah menyantap makanan yang baru saja mereka masak. Baik Selly ,maupun Cindy sudah mencurigai ada orang lain yang terdengar memasuki goa tersebut. Tetapi mereka tidak berani untuk memeriksanya. Dengan bermodalkan panci dan kayu bakar untuk mempersenjatai diri. Johan dan Ahmad semakin berani masuk ke Goa , dan setelah mereka periksa, alangkah terkejutnya mereka berdua, karena yang mereka kira suku primitif malah teman mereka sendiri.


" Selly...Cindy..." teriak Johan dan Ahmad bersama-sama.


Sama halnya dengan Selly dan Cindy yang juga dibuat kaget, karena tidak menduga akan bertemu Johan dan Ahmad di tempat tersebut.


" Johan..Ahmad..itu kalian ? " tanya mereka berdua yang masih tidak percaya.


" Iya ini kami berdua." sahut Johan.


Ahmad dan Johan turun, dan ikut bergabung dengan Selly dan Cindy , meski masih dalam kondisi basah kuyup.


" Kalian kemana saja si, puas kami bertiga mencari kalian." kata Cindy.


" Kami juga tersesat Cindy, Selly." jawab Ahmad.


" Kalian basah kuyup, kalian segeralah ganti pakaian kalian, dan menghangatkan diri bersama Iwan." seru Cindy pada Johan dan Ahmad.


" Oke, tapi dimana Iwan sekarang ? " tanya Ahmad yang tidak melihat Iwan.


" Ia sedang tertidur ,jangan mengganggunya." kata Selly memperingatkan Johan dan Ahmad.

__ADS_1


Lantas mereka berdua mengganti pakaian seperti yang diperintahkan Cindy, mereka benar-benar bersyukur dipertemukan kembali dengan teman-teman mereka ditempat yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.


Bersambung...


__ADS_2