Survival: Kelam, Kejam, Mencekam

Survival: Kelam, Kejam, Mencekam
Kesempatan Kedua


__ADS_3

Cindy sebelumnya telah dinyatakan meninggal oleh teman-temannya, akan tetapi siapa yang mengira Cindy akan mendapatkan kesempatan langka. Belum sempat ia mendapat panggilan dari para penjaga alam kubur, tiba-tiba saja keajaiban terjadi pada dirinya.


" Deg-deg, deg-deg" bunyi suara detak jantung.


" Tunggu dulu, kenapa aku mendengar suara detak jantung, detak jantung siapa itu ? " Tanya Cindy penasaran.


Sontak, Cindy melihat sekelilingnya tapi ia tidak melihat satupun orang di dekatnya. Cindy semakin dibuat penasaran dengan apa yang terjadi pada dirinya dan terutama pada jantungnya yang sebelumnya telah berhenti berdetak beberapa saat yang lalu. Ia merasakan detak jantungnya semakin kuat, yang sempat ia kira itu adalah getaran cinta karena pangeran tampan mampu membangunkan dirinya dari tidur panjang.


" Getaran macam apa ini, apakah ini cinta yang selalu diceritakan oleh ibuku ketika seorang anak perempuan yang masih remaja, ah aku berharap itu pangeran tampan yang mencium kening dan membangunkanmu." Gumam Cindy di tengah mimpinya.


Meskipun jantung Cindy mulai kembali berdetak perlahan, tetapi matanya masih tertutup. Kemungkinan Cindy sudah kembali hidup, hanya saja sekarang dirinya sudah siuman dan tengah pingsan, karena kurangnya pasokan oksigen ke otak. Situasi yang mencemaskan teman-teman Cindy secara perlahan mulai dapat mereka ikhlaskan, mereka menyayangi sahabat tapi lebih memilih melepasnya pada sang pemilik sebenarnya.


Di sisi lain, belum ada yang seorangpun yang menyadari Cindy kembali hidup, bahkan Selly yang sedang berada tepat di hadapannyapun belum mengetahui apalagi teman-teman lainnya yang sedang menyiapkan liang lahat untuk pemakaman. Entah secara kebetulan atau memang sudah ditakdirkan, Selly yang sedang tenggelam dalam kesedihan langsung terhapus air matanya setelah Cindy, sahabatnya, mulai membuka matanya kembali. Cindy yang telah hidup kembali dalam kesempatan kedua menggerakkan tangannya lalu memegang tangan sahabatnya itu, untuk menenangkannya.


" Ss...Sell..Selly jangan..sedih, ada aku di..sini." Ucap Cindy lirih.


Tentu hal tersebut mengejutkan Selly, ia hampir tidak bisa mempercayai sahabatnya kembali hidup. Selly menepuk dahi, memegangi pipi ,dan mencubit tangannya untuk memastikan kebenaran yang dilihatnya bukanlah mimpi belaka.


" Ah sakit, jadi ini benar nyata adanya, ini bukanlah mimpi ataupun khayalan karena aku larut dalam kesedihan." Kata Selly dengan sumringah.


" Ini memang kenyataannya sahabatku, apa kau senang aku telah kembali hidup ? " Tanya Cindy.


" Tentu saja Cindy, kau sahabatku kau sudah kuanggap saudaraku, kepergianmu beberapa waktu yang lalu terlalu cepat untuk bisa kuikhlaskan." Jawab Selly.


" Syukurlah, aku senang mendengarnya." Ucap Cindy.


Tangis kesedihan kini berubah menjadi tangisan kebahagiaan, air mata yang sudah tidak bisa terbendung mengiringi kembali Cindy yang mendapat kesempatan kembali untuk sekali lagi menikmati usianya. Saking bahagianya, Selly sampai berteriak keras, dengan lantang ia memanggil teman-teman lainnya yaitu Johan ,Iwan ,dan Ahmad yang masih disibukkan menggali liang lahat untuk segera kembali.

__ADS_1


" Johan..Iwan..Ahmad ,tolong segera kembali keadaan genting lagi penting, segeralah kembali, aku mohon." Teriak Selly.


" Selly..Selly, saking senangnya sampai berteriak seperti itu." Kata Cindy.


" Sudah ini sebagai pengumuman kebahagiaan, oiya Cin bisakah kita buat semacam prank ? " Tanya Selly pada Cindy.


" Maksudmu aku harus berpura-pura dulu sebelum mereka semua kembali kesini ? " Tanya balik Cindy.


" Iya kurang lebihnya seperti itu, sesekali kita buat kejutan yang sekalian besar biar tidak tanggung-tanggung." Ujar Selly.


" Sepertinya kita bisa mencoba hal itu." Jawab Cindy memberikan persetujuannya.


Lantas ia mengikuti saran dan arahan dari Selly, belum sempat mereka memulai prank ,mereka bertiga sudah sampai lebih dulu. Baik Johan ,Iwan ,dan Ahmad kaget bukan main melihat Cindy yang kembali hidup.


" Cin..Cindy kau Cindy bukan ? " Tanya Ahmad.


" Bagaimana bisa, bukankah kau tadi sudah." Kata Iwan yang masih belum percaya dengan yang dilihat olehnya.


Sementara itu, Johan justru terdiam tak bisa berkata-kata ,ia terlihat senang tapi ia juga masih belum bisa mencerna kejadian langka tersebut. Cindy dan Selly memahami betul jalan pikiran mereka bertiga, maka dari itu Cindy mengajak mereka bertiga untuk duduk, dan ia akan menceritakan hal apa saja yang ia alami sebelum akhirnya bisa kembali lagi menghirup udara dunia.


" Kalian bertiga mari duduk, nanti akan aku ceritakan hal yang telah aku alami sebelumnya, mari duduk Jo, Wan , Ahmad jangan terdiam seperti itu atau nanti dihinggapi lebah." Ajak Cindy.


Johan , Iwan ,dan Ahmadpun duduk di dekat Cindy, mereka memperhatikan Cindy dengan seksama untuk memastikan kebenaran yang mereka lihat. Dari ujung kepala sampai ujung kaki tak luput dari perhatian mereka, meskipun pada akhirnya mereka yakin jika Cindy sahabat mereka memang telah kembali.


" Memang tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini ya, sekarang aku malah menjadi termotivasi kembali." Kata Iwan. " Yah begitulah, hidup dan mati kita berada di tangan Tuhan, aku bisa kembali hidup atas seizinnya." Sahut Cindy.


" Dan aku bersyukur bisa diberi kesempatan untuk hidup kembali sekaligus memperbaiki diri agar lebih baik daripada sebelumnya." Sambungnya.

__ADS_1


" Betul sekali katamu Cindy, tapi jika kuperhatikan secara fisik kau tampak lebih segar ,lebih sehat." Kata Johan.


" Iya Cindy ,aku juga merasa kamu seperti fit dan telah sembuh dari penyakitmu sebelumnya." Sambung Ahmad.


" Entahlah ,tapi sepertinya memang ini nikmat lainnya yang kurasakan, aku juga merasa kembali bersemangat." Jawab Cindy.


" Alhamdulillah ,kami semua senang mendengarnya apalagi kehadiranmu menambah dimensi berbeda jika kita semua bersama-sama." Ujar Iwan yang diikuti tawa mereka bersama.


Sekejap saja kehangatan suasana diantara mereka kembali terjalin. Semua tengah diselimuti kebahagiaan yang sekejap bisa melupakan hiruk pikuk selama di hutan. Kini hari yang cerah perlahan menjadi siang, hari itu angin sepoi-sepoi terus berhembus sepanjang pagi. Mereka berlima berencana untuk kembali ke tujuan awal mereka mencari jalan keluar dari hutan secepatnya sebelum mereka semakin lama di tempat tersebut.


" Oiya,semuanya bagaimana kalau kita bergegas mencari jalan keluar, sejujurnya aku sudah tidak kerasan disini." Ajak Johan.


" Kalau Johan saja sudah berkata seperti itu apalagi aku, rasanya sangat sulit beradaptasi di hutan hujan tropis ini." Kata Selly.


" Bisa-bisa kita malah menjadi primitif jika terlalu lama dan akhirnya terbiasa disini." Sahut Cindy.


" Tapi apakah kondisimu baik-baik saja Cindy ?" Tanya Iwan.


" Sejauh ini tubuhku tidak merasakan apa-apa meskipun masih agak sedikit pegal-pegal, kurang lebih seperti halnya orang yang baru sembuh dari penyakit umumnya." Terang Cindy.


" Baiklah kalau semua sudah sepakat ,jika tidak ada yang perlu ditanyakan lagi sebaiknya ayo bangkit kita berangkat sekarang juga." Ajak Johan.


" Kita mulai perlahan-lahan saja, kita masih belum tahu seberapa kuat Cindy nantinya." Pungkas Johan.


Mereka berlima kembali melanjutkan perjalanan mereka mencari jalan keluar, memerlukan banyak waktu dan tenaga yang terbuang untuk memulainya. Hingga sampailah mereka disuatu tempat yang baru.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2