
Syahrian Abimanyu atau sering dipanggil Abi. ini adalah tokoh utama dalam cerita yang akan saya ceritakan. Ketika kecil ia adalah seorang yang introvert, mulai berubah ketika ia akan beranjak dewasa.
Siti Fadilah, ibu dari Syahrian Abimanyu. Dia seorang ibu yang sangat baik sekali, rajin berngkat sholat di Masjid, rajin mengaji, kader orang penting juga di Desa.
Rohmat, bapak dari Syahrian Abimanyu. Seorang yang sangat egois, tempramental, mudah terhasut, suka seenaknya sendiri.
Fellani, kakak laki-laki sekaligus saudara kandung satu-satunya dari Syahrian Abimanyu. Dia sifatnya hampir mirip dengan sang bapak, tetapi entah kenapa kakak Abi ini tidak pernah sejalan dengan bapaknya.
Dan nanti seiring dengan berjalannya cerita, akan muncul tokoh-tokoh lain yang ada disekitar kehidupan Abi.
Tempat tinggal Abi sangat jauh dari kota besar, mereka sekeluarga tinggal di pedesaan yang jauh dari akses jalan raya.
Mayoritas masyarakat desa kalau ingin pergi kepasar atau ketempat yang akan dituju. Umumnya, ya jalan kaki atau naik sepeda dulu sampai ke jalan raya. Baru setelah sampai di jalan raya, mereka akan menunggu angkutan umum. Ya memang, orang-orang desa ini awalnya punya kebiasaan yang seperti itu.
Tetapi nanti lama kelamaan akan berubah dari dampak perkembangan zaman yang sangat pesat.
Saya sebagai penulis akan menceritakan kehidupan Syahrian Abimanyu, langsung dari sejak ia SD sampai dewasa dan mulai bekerja.
Menulis cerita memang tidak semudah yang kita bayangkan, terkadang kita hanya sering membaca dan menyaksikan karya orang lain. Lalu, timbul di benak kita "Waahhh, bagus banget nih karya si A. Waahh, keren nih karya si B. Waahhh, romantis banget karya si X . asyikk juga kalau cerita kita bisa diangkat menjadi film. Wahh, seru juga ya punya karya yang digemari," kataku. Banyak orang mempunyai fikiran yang seperti itu, wajar dong.
Tetapi, menulis cerita tidak semudah itu kawan. Kita butuh kesabaran ekstra, butuh waktu lebih, butuh dukungan, butuh pengetahuan, butuh ketenangan, butuh tenaga, butuh makan, minum dan bersosial. Jelas butuh dong, masa sih iya kita tidak butuh semua itu. Omong kosong.
__ADS_1
Menurut saya pribadi, sih. Menulis, ya seperti ini. Mau terkenal atau tidak itu adalah bonus, yang terpenting kita sudah mau berusaha menulis dan mempublikasikan karya kita. Jangan takut tulisan jelek atau dikritik, ya semakin kita di kritik. Kita akan tau kesalahan diri, belajar dari itu. Insyaallah kita akan jadi orang yang lebih baik lagi kedepannya.
Terkadang banyak juga kok yang menulis di sela-sela jam kerjanya, banyak juga yang iseng-iseng. Eh, ternyata karya mereka malah jadi meledak.
Rejeki datang dari mana saja, tinggal kita berusaha untuk menjemputnya atau malah kita takut dengan bayang-bayang yang ada dalam benak kita.
Ayolah menulis, jangan jadikan Indonesia krisis membaca. Karena berbagi pengalaman itu menyenangkan.
Awalnya saya ingin sekali menulis cerita dewasa. Alangkah daya, saya tidak punya pengalaman seperti itu. Akhirnya, saya menulis cerita ini saja. Beberapa bagian cerita ini, ada yang akan saya ambil dari kisah hidup nyata saya sebagai penulis.
Balik lagi, cerita ini hanya karangan. Apabila ada kesamaan dalam perjalanan hidup salah satu pembaca, saya minta maaf terlebih dahulu.
Syahrian Abimanyu nantinya ketika beranjak remaja ia akan selalu mencoba hal baru untuk berusaha mencari jati dirinya yang sebenarnya. Memang sih, terlihat seperti orang yang sedang tak punya tujuan hidup. Tetapi, demi masa depan ia akan terus mencoba berusaha untuk menemukan hal yang rasanya cocok untuk diteruskannya hingga tua nanti.
Sedikit beberapa kali patah hati dalam masalah percintaan, tetapi ia lumayan bagus dalam hal bidang keorganisasian.
Pada awalnya memang anak ini terasa sangat pemalu sekali, namun dengan seiring berjalannya waktu. Ia mulai sedikit berusaha menghilangkan rasa malu itu dalam mencoba hal baru.
Semangat belajarnya sangat tinggi sekali, bisa dibilang kalau di sekolahan selalu menjadi anak kesayangan guru-guru. Bermodal kemapuan yang pas-pasan, tetapi ia mempunyai semangat lebih dalam aktif di bidang keorganisasian. Membuatnya mudah dikenali oleh para pengajar di sekolahannya.
Ketika beranjak SMA, anak ini akan mendapat keberuntungan yang cukup diluar dugaan. Bahkan, ia pun tak menyangka apabila akan mendapat itu kala duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.
__ADS_1
Tetapi, anak ini akan sedikit kurang beruntung dalam mengarungi lika-liku dunia kerja. Sedikit agak terombang ambing dalam hal memilih pekerjaan. Bahkan, ia tak tau harus memilih kerja apa.
Orang tuanya tak bisa membantu mewujudkan cita-cita Syahrian Abimanyu, yang ingin sekali melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Namun apalah daya, keterbatasan materi lah yang membuat harapannya pupus. Tetapi apakah ia menyerah sampai di situ?
Ketika memutuskan untuk bekerja demi membantu membangkitkan perekonomian keluarganya, Syahrian Abimanyu sedikit kurang suka dengan perlakuan dari teman-temannya yang sedikit semena-mena. Merasa seperti kerja sendiri, ia pun tak suka dengan sikap sang kepala bagian tempat ia bekerja. Lalu, apakah Syahrian Abimanyu akan diam saja?
Apakah ia tak memikirkan cinta sama sekali dalam hidupnya?
Sedari tadi kebanyakan hanya kisah hidup diluar percintaan yang dibahas. Ya sebagai manusia normal pasti butuh cinta, tetapi apakah ia selalu mengungkapkan cintanya?
Dalam masalah cinta, ia juga tak seberuntung teman-teman sekitarnya yang sangat mudah sekali dalam menemukan pasangan hidup. Bahkan, sampai ke jenjang pernikahan.
Pada dasarnya Syahrian Abimanyu adalah seorang yang pemalu, maka dari itu ia jarang sekali mengungkapkan perasaannya. Lebih suka memendam perasaan dalam hatinya, apa lagi ketika nanti cinta pertamanya saat masih duduk di bangku SMP, sudah mengkhianatinya. Membuat perasaannya sedikit tak percaya akan adanya perasaan itu, apakah ia akan menikah juga?
Kurang lebih seperti itu kisah Syahrian Abimanyu yang saya jelaskan di bab pendahuluan kali ini, sebelumnya saya minta maaf kalau memang banyak salah dalam penulisan kata.
Tetapi saya akan berusaha menulis sesuai dengan anjuran PUEBI. Akan saya teliti bab per bab yang sudah tertulis. Apabila masih ada salah dalam penulisan kata, mohon diingatkan ya. Biar saya juga bisa belajar dan memperbaiki tulisan menjadi sedikit lebih sempurna.
Saya hanya berharap tulisan ini bisa menjadi teman pengisi waktu luang yang kata-katanya membuat nyaman para pembaca. Sedikit sulit memang kalau penulis pemula menulis dengan PUEBI yang benar. Tetapi saya sebagai penulis pemula akan selalu berusaha membuat karya ini dengan peraturan yang ada dalam tata tertib menulis Novel atau Cerita Pendek.
Ya sudah, jangan berlama-lama dalam omong kosong bab ini. Langsung simak saja ceritanya.
__ADS_1