Syahrian Abimanyu

Syahrian Abimanyu
SMP - Menjelang Semifinal Liga Pelajar


__ADS_3

"Kalian semua bermain sangat luar biasa hari ini, aku sangat puas sekali dengan usaha kalian." Pak Taufik tersenyum.


Semua pemain sudah berada dalam sisi luar lapangan setelah pertandingan selesai, Pak Taufik melihat arlogi kecil yang ada di pergelanangan tangannya. Ternyata, masih pukul lima sore kurang.


Mereke kembali ke kamar untuk bersih-bersih dan beristirahat, mempersiapkan tenaga untuk semifinal besok yang akan dilaksanakan di GOR Krida Kresna juga.


SMP Negeri 1 Noveltoon akan berhadapan dengan juara grup dari pertandingan yang dilaksanakan di GOR sebelah. Pak Taufik akan mendapatkan kabarnya baru nanti malam, karena pertandingan di grup sebelah belum selesai.


"Aku mau mandi dulu ya, Bii." Putra beranjak meninggalkan ruang kamar tidurnya.


"Ya sudah, hati-hati ya. Nanti aku nyusul," kata Abi sambil menonton televisi.


Putra memilih mandi terlebih dahulu karena ia menjadi starting line up pada pertandingan tadi, jadi badannya dipenuhi oleh keringat kotor. Sedangkan, Abi hanya bermain beberapa saat ketika ada situasi penalty maka tubuhnya masih bersih tidak terlalu berkeringat. Abi memilih menjaga kamar terlebih dahulu, membiarkan Putra mandi duluan.


"Sono gantian mandi, Bi." Putra berjalan masuk ke dalam kamar.


Ternyata, Putra sudah selesai mandi. Abi bergegas mengambil pakaian ganti dan peralatan mandi di loker kamarnya, memilih-milih pakaian ganti yang ingin ia kenakan malam ini.


"Tadi kamar mandinya rame ndak, Put?" Abi bertanya.


"Lumayan sepi, masih banyak yang duduk di depan teras itu lho." Putra menunjuk kearah lorong asrama.


"Ya sudah, aku mau mandi dulu mumpung masih sepi ya." Abi berjalan keluar kamar.


Di depan teras kamar sepanjang lorong terlihat semua anak sedang duduk santai di lantai bawah, ada pula yang berdiri. Mereka semua nampak mengobrol santai, ada yang melepas bajunya. Sore ini terlihat sangat hangat sekali, seperti suasana keluarga yang bersantai di sore hari.


Abi berjalam menuju kamar mandi mengarungi sepanjanh lorong asrama, melewati teman-temannya yang sedang bersantai di lantai teras depan kamar.


"Mandi, Bi?" Sesekali tanya para orang.


Dengan sedikit tersenyum, ia melangkahkan kaki di antara orang-orang yang sedang menikmati suasana sore.


"Belum pada mandi nih?" Abi bertanya kepada segerombolan anak.


Ditempat itu ada Ilham, Ferdian, Fajar dan Syauqy yang sedang berbincang santai menyender di tembok depan kamar tidur Ferdian.


"Nyantai aja dulu, Bi." Fajar mengusap keringatnya.


"Buru-buru mandi mau kemana, Bi?" tanya Ferdian mengejek.


"Biar ganteng aja." Abi tertawa.

__ADS_1


"Halah, kayak mau ketemu sama cewek aja kamu!" Sauqy menyabetkan bajunya yang dilepas kearah Abi sambil tertawa.


"Biar gak lepek ajah, soalnya badanku rasabta lengket banget." Abi meringis.


"Sini lho, duduk dulu kenapa." Ferdian menepuk-nepuk samping tempat duduknya.


"Gak ah, nanti saja. Aku mau mandi dulu," kata Abi.


Kemudian, ia berjalan menuju kamar mandi yang masih sepi. Hanya beberapa saja yang terpakai, dan masih banyak juga yang terbuka pintu ruang kamar mandinya.


"Byur ... byur ... byur," suara gemercik air mandi.


Abi keluar kamar mandi untuk kembali ke kamar lagi, berjalan melewati lorong yang sudah nampak sedikit sepi. Mungkin saja orang-orang itu sudah masuk ke dalam kamar mereka masing-masing. Namun, keempat anak yang tadi menyapanya membuat langkah kakinya berhenti masih berada di depan kamar tidurnya, dengan posisi yang masih utuh tidak bergeserpun sedari tadi.


"Udah selesai, Bi?" tanya Sauqy.


"Udah, kalian masih belum mandi?" tanya Abi.


Fajar berusaha mengintip ke dalam kamar Ferdian, mencari-cari keberadaan jam dinding. Ia melihat masih pukul lima sore, melanjutkan obrolannya lagi.


"Nanti, keringatnya belum hilang." Ferdian mengibas-ngibaskan bajunya kearah badan.


"Itu di dalam masih pukul lima sore," kata Fajar.


"Gak lah, kalian belum mandi." Abi berjalan sambil tertawa.


"Dasar!" teriak Sauqy sambil tertawa.


Abi menuju kamar tidurnya, sedangkan keempat anak itu masih melanjutkan bincang santai di sore hari. Putra yang berada di dalam kamar ternyata sedang tiduran di ranjangnya. Melihat Abi memasuki kamar dari arah pintu, ia langsung terbangun dan duduk di kasur.


"Lama amat mandimu, Bi?" tanya Putra.


"Tadi ketemu sama Sauqy, Ferdian, Fajar dan Ilham." Abi membereskan baju kotornya.


Setelah waktu maghrib tiba, Fajar dan Ferdian membagikan makan malam serta membawa plastik yang berisi baju kotor bekas dipakai bertanding sepanjang hari ini.


"Ini makan malamnya," kata Fajar.


"Kita juga mau ambil baju yang habis dipakai tanding tadi, besok mau di loundry." Ferdian membuka kantonh plastik besar itu.


"Oh yang warna hijau tadi?" tanya Putra.

__ADS_1


"Iya yang tadi," jawab Ferdian.


"Berarti kita besok pakai yang putih?" Putra memberikan seragam kotornya kepada Ferdian.


"Iya, seragam kotornya biar di loundry dulu." Ferdian dan Fajar berjalan keluar dari kamar Abi.


"Gak makan di sini sekalian?" tanya Abi.


"Nanti aja kalau ada waktu aku kesini, soalnya mau ambil baju-baju kotor dulu dari yang lain." Ferdian menunjuk kearah kamar-kamar lain.


"Oh iya, besok kita belum tahu main dengan siapa. Tapi, kita dapet jadwal pukul sepuluh pagi." Fajar berjalan keluar.


"Oke siaap," jawab Abi.


Abi dan Putra langsung menyantap makan malamnya, mereka berdua langsung tidur pulas setelah melaksanakan sholat isya'. Mempersiapkan tenaga untuk pertandingan besok pagi pukul sepuluh, kedua anak ini berusaha untuk tidur lebih awal.


**************


Situasi pagi hari setelah sholat subuh, semua pemain dari SMP Negeri 1 Noveltoon berkumpul di parkiran GOR Krida Kresna. Tempat biasa mereka melakukan olahraga ringan mandiri, suasana masih berkabut halus menemani aktivitas mereka di pagi hari ini.


"Masih dingin," kata Ilham.


"Lumayan nih," jawab Putra.


Seluruh anak terlihat mengenakan jaket saat melakukan pemanasan ringan di pagi ini.


"Oh iya. Nanti, lawannya darimana, Jar?" tanyaku.


"Iya aku sampai lupa nanya," kata Ferdian.


"Tadi malem sekitar pukul delapanan lah, aku dapet info dari Pak Taufik. Katanya, lawan kita nanti SMP Negeri 4 Webtoon." Fajar sambil melakukan pemanasan.


"Belum pernah denger sih, mungkin bagus juga. Sudah sampe semifinal pasti tim-tim hebat," kata Abi.


"Pokoknya kita lihat saja nanti," kata Ferdian.


Masing-masing melanjutkan pemanasan yang mereka lakukan secara mandiri, berlari kesana kemari untuk berusaha mencari keringat di pagi hari.


Semua anak melakukan pemanasan ini dengan sangat serius, walaupun tidak didampingi oleh sang pelatih. Mereka nampak sangat semangat sekali.


Terlihat satu per satu anak mulai kembali ke kamar asrama, termasuk Fajar dan kawan-kawan. Putra melihat jam yang sedang menempel di pergelangan tangannya, ternyata sudah pukul enam pagi.

__ADS_1


Tak terasa sudah melakukan pemanasan selama itu, sepertinya baru saja memulai aktivitas. Namun sekitar sejam lebih mereka telah berusaha membakar lemak di pagi hari.


Semua kembali ke kamar untuk menerima sarapan pagi dan istirahat menyambut pertandingan semifinal pukul sepuluh nanti.


__ADS_2