Syahrian Abimanyu

Syahrian Abimanyu
SMP - Berlatih Futsal di GOR Krida Kresna


__ADS_3

Sekarang, waktunya peserta trainning camp berlatih dengan pelatih sesuai posisi mereka masing-masing.


Abi berlatih dengan Rizal di bawah mistar gawang. Sedangkan, Putra berlatih dengan Indra menyisir sisi lapangan.


Ketiga penjaga gawang tim futsal SMP Negeri Noveltoon yaitu Abi, Ilham dan Syauqi berlatih bersama Indra. Diawali dengan teknik menangkap bola futsal dengan benar, hingga melakukan split sebagai teknik dasar dalam berlatih menjadi penjaga gawang futsal.


Mereka terlihat sangat kelelahan sekali, sehingga membuat Indra kasihan kepada ketiga anak itu.


"Gimana, capek latihannya?" tanya Rizal pelatih penjaga gawang.


"Lumayan capek sekali, Mas." Syauqi ngos-ngosan.


"Lumayan atau memang capek?" tanya Rizal lagi.


"Capek banget, Mas." Abi mengusap keringat.


"Kalau memang capek, ya istirahat dulu sebentar," ujar Rizal.


Ketiga penjaga gawang duduk santai di lapangan futsal, melihat teman-temannya yang lain masih dipaksa latihan oleh pelatihnya.


"Oh, iya. Dari tadi kita latihan, kok aku belum kenal nama kalian semua?" tanya Rizal.


"Ya kalau begitu kenalan dulu, Mas." Ilham meringis kepadanya.


"Ya sudah, namamu siapa emang?" tanya Rizal.


"Namaku, Iham Ardi Saputra. Biasa dipanggil Ilham kok, Mas," kata Ilham.


"Oh iya, Ilham. Kalau itu yang baju putih, namanya siapa?" tanya Rizal.


"Aku Syahrian Abimanyu, Mas. Panggil saja, Abi." Abi tersenyum.


"Badanmu kan kecil, tapi kok malah milih jadi penjaga gawang kenapa?" tanya Rizal.

__ADS_1


"Aku merasa nyaman aja kalau jadi penjaga gawang, Mas. Kebiasaan dari kecil, setiap main bola pasti kebagian jatah jadi kiper," tutur Abi.


"Jadi, awalnya ndak sengaja jadi penjaga gawang?" tanya Rizal.


"Iya sih, Mas. Awalnya memang tidak ada niat buat jadi penjaga gawang," jawab Abi.


"Terus, itu yang pakai elbowpad warna merah, namamu siapa? posturmu bagud untuk ukuran penjaga gawang," tutur Rizal.


"Namaku Abu Syauqi, Mas. Biasa dipanggil Syauqi." Syauqi menunduk ke lantai.


"Sekarang, aku sudah kenal nama kalian semua. Ini Abi, ini Syauqi, terus kalau yang itu Ilham." Rizal menunjuk ketiga anak itu.


"Ayo berdiri lagi, sudah cukup waktu istirahatnya," pungkas Rizal.


Memulai kembali latihan dasar menjadi penjaga gawang profesional. Kini ketiga anak itu melihat satu per satu gerakan dari Rizal, sang tutor yang sedang memperagakan gerakan-gerakan dasar menjadi seorang penjaga gawang futsal.


Setelah semua peserta trainning camp berlatih dengan pelatih mereka masing-masing. Keringat bercucuran dari wajah hingga seluruh bagian tubuh mereka, semua berjalan menuju pinggir lapangan untuk mengambil air minum dan mengambil nafas sejenak.


"Kita tutup latihan sore hari ini dengan fun match ya," kata Pak Taufik.


Kedua anak itu berada dalam tim yang diasuh oleh Indra. Pertandingan pertama adalah antara tim yang dijaga gawangnya oleh Abi melawan tim Syauqi, berakhir dengan skor 2-1 dimenangkan oleh tim Syauqi.


Kemasukan dua goal cepat di menit-menit awal, Putra membalas dua goal itu dengan tendangan saltonya.


Bermula dari Abi yang berhasil mematahkan tendangan keras dari lawan, ia langsung melempar kepada Putra yang berdiri tak terkawal. Bukannya dikontrol menggunakan dada, tetapi Putra malah langsung menendangnya dengan posisi badan terbalik.


Syauqi yang berdiri di bawah mistar gawang, tak mampu untuk menahan tendangan salto itu. Karena, bolanya membentur lantai lapangan futsal terlebih dahulu sebelum mengarah kepada dirinya dan akhirnya bola menjebol jaring gawangnya.


Jual beli serangan gencar dilakukan, tetapi skor masih tetap 2-1 untuk kemenangan tim lawan. Karena penampilan Syauqi yang sangat luar biasa sekali menjaga gawangnya, dalam pertandingan itu.


Pertandingan kedua, antara tim Ilham melawan tim Abi. Berjalan dengan sangat alot dan saling jual beli serangan dari menit awal. Kedua tim bermain dengan pressing yang sangat ketat dan permainan yang menguras fisik.


Skor imbang kacamata hingga peluit akhir berbunyi, kemudian terjadi diskusi sejenak. Semua jajaran tim kepelatihan memutuskan, sangat setuju untuk melanjutkan langsung ke babak adu penalty, guna menguji mental mereka dan sejauh mana kesiapan anak-anak itu dalam mengambil kesempatan menendang penalty.

__ADS_1


Dalam permainan futsal, setiap tim mendapatkan masing-masing tiga kesempatan untuk mengambil kesempatan menendang.


Tendangan pertama dari tim lawan, berhasil ditebak arahnya oleh Abi. Kemudian, Putra mengambil kesempatan untuk menendang, ia mengambil posisi menendang menunduk melihat lantai. Dengan mudah, bola masuk ke jaring kiri gawang , sedangkan Ilham yang menjaga telah bergerak kearah berlawanan.


Tendangan kedua juga berhasil ditebak oleh Abi, dengan teknik split. Sehingga bola yang menyusur kearah pojok gawangnya, mampu dibelokkan arahnya dengan ujung sol sepatunya.


Kemudian, giliran Fajar yang mengambil kesempatan menendang. Tanpa ada halangan sedikitpun, bola dengan mulus meluncur kearah atas pojok gawang Ilham. Dan skor berakhir dengan kedudukan 2-0 yang dimenangkan oleh tim Abi, melalui proses adu penalty.


Semua berkumpul ke tengah lapangan untuk pendinginan otot-otot badan yang telah digenjot dengan latihan cukup keras pada sore hari ini. Memutari lapangan futsal dengan lari santai dan sedikit bercanda ria.


Duduk berkumpul di tengah lapangan, Abi melepas elbowpad, kneepad dan sepatu futsalnya. Menaruhnya di antara sela-sela kakinya yang ia selonjorkan saat sedang duduk.


Dengan keringat yang mengucur lumayan deras, membuat baju anak-anak peserta trainning camp menjadi basah. Melihat kearah para pelatih yang sedang berdiri tegap tepat di depan posisi duduknya.


"Sore anak-anak," ujar Pak Taufik.


"Sore juga, Pak," jawab semua anak.


"Latihan sore ini kita sudahi dulu ya, karena sudah hampir pukul enam petang. Mungkin, nanti ada yang mau langsung mandi untuk sholat maghrib atau lain sebagainya," terang Pak Taufik.


"Kami mau sedikit nambahin, Pak." Indra menepuk bahu Pak Taufik.


"Oh, ya sudah. Silahkan," kata Pak Taufik.


"Makasih banget untuk latihan perdananya, kalian luar biasa. Seru sekali latihan dengan kalian, gak sabar buat latihan besok. Semangat," kata Indra.


"Menyenangkan sekali suasana latihan sore ini, kalian semua orangnya asik-asik. Aku suka latihan bareng kalian," ujar Rizal.


"Sudah? tidak ada yang mau nambahin lagi?" tanya Pak Taufik.


"Sudah, Pak. Mungkin itu saja lah," kata Indra.


"Ya sudah, kalau tidak ada tambahan. Kalian semua boleh kembali ke kamar penginapan masing-masing," kata Pak Taufik.

__ADS_1


Semua berjalan keluar arena lapangan futsal, malewati lorong GOR yang terhubung langsung ke kamar penginapan mereka. Tergambar raut yang sangat lesu di wajah anak-anak peserta trainning camp itu.


Putra membuka tas selempangnya untuk mengambil kunci pintu kamar. Terbuka sudah pintu kamarnya, mereka langsung meletakan sepatu dan kaos kakinya yang sudah kotor di lantai kamar. Melangkahkan kaki kearah loker baju gantinya, setelah didapati baju ganti yang bersih, ia langsung berjalan ke kamar mandi untuk bersih-bersih badan, mengambil air wudhu dan kembali ke kamar untuk melaksanakan sholat maghrib.


__ADS_2