
Hari ini adalah hari sabtu, Panji, Agus, Putra dan Abi bersiap-siap berangkat menuju sekolahan. Jadwal akhir pekan hanya ada enam jam pelajaran, maka mereka semua akan pulang sekitar pukul sepuluh lebih sedikit, pagi ini mereka semua berangkat menaiki sepedanya seperti biasa.
"Gak kerasa ya, kita udah seminggu belajar di kelas yang baru," kata Panji sambil mengayuh sepedanya.
"Cepet banget deh rasanya," jawab Agus yang mengayuh sepeda di belakang Panji.
Beberapa saat kemudian, anak-anak ini telah sampai di parkiran sepeda, menghela nafas sebentar sambil beristirahat di sebuah bangku kecil panjang samping parkiran sepeda tersebut.
"Nanti, pulang aku mau futsal dulu ya," kata Putra.
"Abi, juga?" tanya Panji.
"Iyaa, aku juga futsal dulu," jawab Abi.
"Ya sudah, aku sama Agus. Nanti juga mau ke warnet dulu," ujar Panji.
Berbincang beberapa waktu, akhirnya bel pertanda persiapan pelajaran segera dimulai telah berbunyi, keempat anak itu langsung bergegas meninggalkan tempat parkir sepeda untuk masuk ke dalam kelas, mengikuti jam pelajaran yang sudah ada di jadwal jam mata pelajaran.
Jam pertama, kelas 9C akan diampu oleh Pak Maskur, karena palajaran pagi ini adalah bahasa Inggris hingga sampai bel istirahat datang.
Karena kelas ini akan diampu oleh Pak Maskur selama dua jam atau selama empat jam pelajaran, karena per jam pelajaran adalah sekitar tiga puluh menitan.
Pelajaran berjalan seperti pada umumnya, hanya materi-materi biasa yang diberikan hingga bel istirahat datang, belum ada tugas yang diberikan oleh Pak Maskur, karena ini adalah pertemuan keduanya dengan kelas 9C, pertemuan pertama pada hari selasa kemarin dihabiskan dengan pengenalan diri kepada para murid di dalam kelas ini.
"Pelajaran saya tutup ya, bentar lagi mau bell istirahat. Wassalamualaikum," salam Pak Maskur.
"Waalaikumusalaam," jawab para siswa.
Tak berselang lama, bel tanda istirahat telah berbunyi, pertanda siswa akan boleh beristirahat selama lima belas menit ke depan, beberapa siswa ada yang pergi ke kantin, ada pula yang pergi ke aula dekat lapangan basket outdoor untuk membeli jajan seperti soimay, batagor dan lain-lain.
Tetapi Abi dan teman laki-laki sekelasnya tidak keluar dari dalam ruangan kelas, mereka semua berkumpul di sebuah meja belakang ruang kelas untuk berdiskusi tentang member jam futsal yang telah di booking dari jauh-jauh hari, mereka semua telah setuju akan melaksanakan kegiatan futsal akhir pekan setiap sabtu pukul sebelas siang, seusai pulang dari sekolah.
"Nanti gimana?" tanya Taufik.
"Jadi toh," kata Irkham.
"Iya jadi, sudah saya booking member dari rabu kemarin. Kita dapet jam sebelas," imbuh Alfianda.
__ADS_1
"Nah itu ndak papa toh, pas pulang sekolah juga kan," kata Putra.
"Sipp," ujar Adi.
"Aku ndak punya sepatu ik," kata Misbakhul yang tiba-tiba muncul dari belakang.
"Ya sudah kalau begitu nanti main futsalnya tidak usah pakai sepatu semua," saran Alfianda.
"Boleh juga," jawab Irkham.
"Aku sih setuju saja," imbuh Abi.
"Oke sepakat ya, nanti gak pakai sepatu." Putra menyetujui saran dari Alfianda.
Setelah beberapa saat mereka berbincang-bincang santai, bel kembali berbunyi pertanda pelajaran akan dimulai lagi.
Mereka semua kembali ke tempat duduk masing-masing untuk menunggu jam mata pelajaran selanjutnya, jam berikutnya adalah mata pelajaran IPA yang akan diampu oleh bu Suci.
Sudah lama mereka menunggu kedatangan guru tersebut, namun tak kunjung datang juga.
Namun ketua kelas itu tak menemukan keberadaan bu Suci, akhirnya ia bertemu dengan Pak Slamet yang sedang tidak mengajar.
"Cari siapa, Nok?" tanya Pak Slamet.
"Mau cari bu Suci," kata Tika.
"Ohhh, bu Suci sedang ijin tidak masuk hari ini." Pak Slamet menghampiri Tika.
"Tadi juga nitip tugas di mejanya, coba bentar saya ambilkan ya," imbuh Pak Slamet.
Saat Pak Slamet mengambil tugas di meja guru, Tika menunggu di depan pintu ruang kantor bersama dengan Indah, teman sebangkunya.
"Ini tugasnya, nanti di tulis di papan tulis. Sepertinya suruh ngerjain lembar kegiatan siswa," kata Pak Slamet.
"Iya sudah, makasih ya, Pak. Aku mau kembali ke kelas dulu," kata Tika.
Kemudian kedua anak ini mencium tangan beliau, langsung berjalan kembali menuju ke ruang kelas 9C yang berada di dekat kantor atau ruang guru.
__ADS_1
Saat Tika masuk ke dalam kelas, semua teman-temannya mengarahkan pandangan matanya kearah gadis tersebut, kemudian Tika berjalan menuju ke arah Ani dan memberinya selembar catatan itu guna ditulis di papan tulis depan ruang kelas.
"Duh, kita disuruh ngerjain tugas di LKS, Put," kata Abi kepada Putra.
"Iya nih, aku udah ngerjain sedikit. Tapi masih beberapa nomor saja," ujar Putra.
"Ya sudah kalau begitu, ayo kerjain dulu lah, nanti tinggal santai-santai saja." Putra mengeluarkan buku lembar kegiatan siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dari dalam tas miliknya.
Abi dan Putra mengerjakan secara bersama-sama, sesekali Alfianda dan Irkham yang duduk tak jauh dari bangku kelas kedua temannya tersebut, meminta bantuan di kala kedua anak itu tak bisa mengerjakan soal sendiri.
"Bii, nomor dua tiga itu jawabannya apa?" tanya Alfianda.
"Itu kalau aku sih jawabnya C sama B, tapi kamu ngitung sendiri ya rumusnya," kata Abi saat menunjukkan jawaban kepada Alfianda.
Tak lama kemudian, Abi dan Putra telah menyelesaikan semua jawaban yang ada di lembar kegiatan siswa miliknya, Dina yang merasa kesusahan mencoba menengok ke belakang, melihat jawaban Putra.
"Wuuihh, kalian udah selesai semua?" tanya Dina.
"Iya nih, tapi belum tau bener atau tidak, menurut perasaanku sih sudah mengerjakan paling mendekati." Abi sedikit meringis di kala memberikan jawaban kepada Dina.
"Aku boleh pinjem ya?" kata Dina berusaha untuk menyamakan jawabannya.
"Silahkan saja," kata Abi sambil membiarkan gadis itu mengambil buku lembar kegiatan siswa milik Putra Pamungkas.
Kemudian Abi dan Putra berjalan menghampiri Irkham yang sedikit kebingungan dalam mengerjakan soal tersebut, kedua anak ini berusaha sedikit membantunya.
"Kenapa?" tanya Abi.
"Buntu, lagi ndak bisa mikir." Irkham mengusap-usap kepalanya.
"Santai saja, jangan terlalu difikirkan. Aku sudah selesai, mungkin aku bisa bantu sedikit-sedikit walaupun belum tentu benar." Putra sambil tertawa saat mengucap kata-kata itu.
"Ya sudah bantu sebisa mungkin lah," kata Irkham.
Kebetulan soal yang diberikan kepada anak-anak 9C oleh bu Suci adalah soal pilihan ganda, jadi lumayan mudah untuk mengerjakannya, hanya tinggal menyilang saja.
Soal essay hanya ada lima nomor saja, Abi dan Putra sudah selesai mengerjakannya di sebuah lembar buku kosong yang di tempelkannya ke dalam buku lembar kegiatan siswa tersebut menggunakan sebuah double tip kecil.
__ADS_1