Syahrian Abimanyu

Syahrian Abimanyu
SMP - Warnet


__ADS_3

Mungkin beberapa pembaca mengetahui salah satu permainan media sosial tersebut, dulu pernah ngetren sebelum ada game mobile seperti PUBG, Mobile Legends dan Arena of Valor.


Game media sosial favorit Abi dan Putra adalah 8 Ball Pool, sebuah permainan bola sodok (billiard) online menggunakan akun media sosial Facebook, kedua anak itu biasanya bertanding saat bersama berada di warnet.


"Pernah ke warnet?" tanya Irkham.


"Aku pernah, jarang buanget tapi. Dulu terakhir kelas delapan," jawab Putra.


"Iya terakhir kelas delapan bareng aku dulu," imbuh Abi.


"Nanti ke warnet?" tanya Alfianda.


"Tapi aku belum cukup uang," kata Putra.


"Lha nanti apa ndak booking tempat futsal?" tanya Abi.


"Itu nanti biar aku sama Alfianda saja kalau sudah sepakat," kata Irkham.


"Ya sudah kalau begitu nanti main Playstation saja, di warnet itu ada kok." Alfianda membujuk Putra dan Abi agar mau untuk bermain Ps dengan mereka berdua.


"Boleh lah, nanti bisa di atur." Putra mengiyakan ajakan dari Alfianda.


Saat keempat ini asik berbincang, Irkham keluar kelas berjalan menghampiri satu per satu teman laki-lakinya.


Abi, Putra, Alfianda dan Harnoto masih duduk terdiam di tempatnya mengobrol waktu ini, hari ini tak tau lagi mau ngapain, tidak ada jadwal pelajaran yang harus mereka ikuti.


Bu Pri terlihat berjalan dari kantor, ternyata beliau sedang menuju ke kelas ini, dengan membawa selembar kertas yang ada di tangan kanannya.


"Ayo masuk dulu," kata Bu Pri kepada beberapa siswa kelas 9C yang masih duduk santai di depan kelas.


Semua anak sudah masuk ke dalam kelas, Bu Pri hanya memberikan itu kepada Ani sebagai sekretaris baru, selembar kertas itu isinya adalah sebuah jadwal pelajaran untuk kelas 9C.


"Ini nanti dicatat dulu, sewaktu-waktu jadwalnya masih bisa berubah ya. Soalnya ini masih sementara," jelas Bu Pri.


"Iya, Buk." Beberapa anak menjawab perkataan Bu Pri.

__ADS_1


Ani mencatat jadwal pelajaran itu di papan tulis yang ada di bagian depan ruang kelas, sedangkan Bu Pri kembali berjalan menuju kantor.


Selang setengah jam mereka semua mencatat jadwal itu, sekarang jam di dinding menunjukan sekitar pukul sembilan pagi.


"Teettttt... ," tanda bel panjang satu kali berbunyi, itu adalah isyarat kalau memang para siswa diperbolehkan untuk pulang.


Abi dan Putra sedikit kebingungan, takutnya kalau petugas tata usaha sedang salah mengisyaratkan, ternyata tanda bel itu benar adanya, beberapa siswa dari kelas lain sudah mulai keluar dari ruang kelas dengan membawa tas mereka masing-masing meninggalkan kelasnya.


"Gimana, jadi main Ps apa ndak?" tanya Irkham yang duduk di sebelah depan kanan bangku Abi dan Putra.


"Ayo boleh saja lah," kata Putra.


"Aku ndak ikut dulu ya, soalnya aku disuruh bantuin jemur jagung." Harnoto meminta ijin.


"Wahh panen nih," canda Abi.


"Hehe, ya ndak papa kok, Har." Irkham sambil meringis.


Irkham dan Alfianda tidak membawa sepeda, mereka memilih untuk naik bus saat berangkat sekolah, karena rumah mereka dekat dengan jalan raya, kedua anak itu langsung pergi dahulu ke tempat warnet untuk berjanjian bertemu di sana dengan Abi dan Putra.


"Aku sama Putra mau ke warnet dulu ya, Gus." Abi berjalan mendekati kedua anak itu.


"Iya, aku mau ke warnet dulu. Main Ps," ujar Putra.


"Oh ya sudah kalau begitu aku juga mau ke warnet sekalian lah," jawab Agus.


"Iya, udah lama nih gak ke warnet, Gus." Panji mengiyakan ajakan Agus.


"Ayo lah ikut saja," kata Agus.


"Ya sudah kalau begitu ayo ke sana sekarang," ujar Putra.


Keempat anak ini menaiki sepedanya menuju warnet yang ada di seberang jalan dari SMP Negeri 1 Noveltoon, jaraknya tidak tepat di seberang jalan, namun sedikit lebih ke arah barat daripada gerbang sekolahan yang menghadap ke utara.


Mereka berempat mengayuh sepeda sampai di warnet itu, menyebrang jalan secara hati-hati mengikuti petunjuk satpam yang sedang bertugas mengatur lalu lintas di jalan raya depan gerbang sekolahan itu.

__ADS_1


Irkham dan Alfianda sedang duduk santai di depan teras warnet yang berukuran lima kali lima meter itu, tidak terlalu besar namun tempat itu mempunyai dua lantai, bawah untuk warnet (tempat komputer), sedangkan yang atas untuk tempat bermain Ps.


Saat sampai di tempat itu, Panji dan Agus langsung memilih bilik warnet yang masih kosong, mereka bermain komputer sendiri-sendiri, kedua anak itu sudah lama tak bermain game di komputer.


Sedangkan Abi, Putra, Irkham dan Alfianda menaiki tangga menuju lantai atas, ke salah satu Playstation yang sudah dibooking oleh kedua temannya itu sebelumnya.


"Mau main berapa jam?" tanya Alfianda.


"Dua jam saja lah," kata Abi.


"Gak sekalian lima jam?" tanya Alfianda lagi.


"Walahh! Gilaa, mau main Ps atau tidur, lama banget." Putra tertawa.


"Ya sudah dua jam saja," kata Irkham.


"Oke lah," jawab Alfianda.


Penjaga warnet ini datang menuju kearah keempat anak yang sedang bermain Ps, sambil bertanya, "mau main berapa jam, Dek?"


"Main dua jam saja, Mas." Alfianda memberikan uang lima ribu rupiah, karena ia akan mentraktir teman-temannya.


Oh iya, kali ini yang mereka mainkan adalah Ps 2, jadi harga sewa per jamnya masih sangat murah, yaitu dua ribu lima ratus rupiah per jam.


Setelah penjaga rental Ps dan warnet itu menyalakan tv, kemudian layar itu di timer selama 120 menit.


Agus dan Panji juga bermain komputer dengan paket hemat lima ribu rupiah per jam, sebetulnya kalau bermain warnet harga normal per jam adalah tiga ribu rupiah, tetapi kalau bermain paket dua jam, mereka hanya akan membayar lima ribu rupiah saja.


Kedua teman Abi yang ada di bawah, menatap layar komputer untuk menyalakan sebuah lagu dan mendengarkannya dengan sebuah earphone yang disediakan di setiap komputer yang disewakan.


Agus dan Panji akan bertanding 8 Ball Pool secara online via Facebook, kedua anak itu akan saling bermusuhan untuk mencari nilai kemenangan.


Dengan mendengarkan musik dari internet, kedua anak itu saling berbalas chat melalui fitur yang tersedia di dalam game itu, untuk saling berbincang, bahkan tak jarang mereka berdua juga saling ejek melalui fitur chat dalam game itu.


Terlihat sangat asik sekali, sesekali salah satu di antara mereka mengeluarkan senyuman sinis, bahkan tertawa tanpa sebab yang di ketahui oleh orang sekitar.

__ADS_1


Situasi warnet lumayan ramai, namun tidak terlalu penuh, masih sangat wajar. Hanya Putra, Abi, Irkham dan Alfianda saja yang sedang bermain Ps di lantai atas, orang-orang lebih suka bermain komputer daripada Ps.


__ADS_2