Syahrian Abimanyu

Syahrian Abimanyu
SMP - Mencoba Peruntungan di Futsal


__ADS_3

Hari pertama berangkat ekstrakurikuler futsal, Abi dan Putra berangkat bersama-sama dengan mengayuh sepedanya.


Mereka berdua dari rumah pukul delapan pagi, karena ekstra futsal akan dimulai pukul sembilan pagi. Kedua anak itu harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk menuju gedung lapangan futsal yang letaknya berada di kecamatan sebelah.


Butuh tiga puluh menit untuk sampai di tempat latihan, setelah beberapa saat ia mengayuh sepedanya. Sampailah di tempat latihan, mereka berdua langsung membuka tas untuk memakai perlengkapan futsalnya.


Abi sedikit agak lama dalam persiapan, ia harus memakai finger tape. Karena kiper futsal tidak memakai sarung tangan, tetapi menggunakan tape pelindung jari.


Setelah semua siap, ia berdua mulai berjalan menuju kerumunan teman-teman satu sekolahnya.


Ada yang lari-lari kecil, memulai pemanasan kecil sendiri dan ada juga yang masih ngobrol-ngobrol santai di kursi panjang samping lapangan futsal tersebut.


"Pagi anak-anak!" Pak Taufik datang sedikit keringetan.


"Pagi juga, Pak," Jawab anak - anak walau tidak serentak.


"Kok siang banget tumben, Pak?" tanya Fajar, ketua ekstra futsal.


"Anu, tadii macet banget, Jar," jawab Pak Taufik.


Oh iya, Pak Taufik itu adalah salah satu guru olahraga di sekolah. Ya, kebetulan beliau juga mendapat tugas sebagai pembimbing ekstrakurikuler sekolah dalam bidang futsal.


"Oh iya, banyak yang baru ni kayaknya, Jar," ujar Pak Taufik sambil melepas jaketnya.


"Iya nih, Pak. Malahan kita bisa punya banyak pilihan untuk memenuhi kuota pemain yang dibawa ke Liga Pelajar Kabupaten, cabang bola futsal, Pak." Fajar tersenyum.


"Mantab ini, Jar. Wuihhh kita punya kiper baru lagi ya. Siapa namanya, Dek?" tanya Pak Taufik kepada Abi yang kebetulan duduk di samping Fajar.

__ADS_1


"Hehe iya, Pak. aku Syahrian Abimanyu." Abi masih malu-malu.


"Ini Abi kelas 8C, Pak. Masa sih, Bapak gak tau?" cetus Fajar sambil sedikit ketawa.


"Ya tau mukanya gak asing, tapi Bapak gak tau namanya, Jar." Pak Taufik mengambil peluit di tasnya.


Berjalan menuju dalam lapangan dan meniup peluitnya, pertanda latihan akan segera dimulai.


Semua berjalan masuk kedalam lapangan, sangat banyak sekali anggota ekstra futsal. ada sekitar tiga puluh orang, kali ini akan dibagi menjadi tiga tim untuk mencari pemain yang layak masuk dalam skuat menuju Liga Pelajar Kabupaten.


Abi tidak berada tim dengan Putra, ia duduk di bangku cadangan. Karena, saat ini ada empat kiper yang berangkat latihan. Sedangkan ia kiper ke empat, lagi pula ia baru berangkat pertama kali. Jadi, ia harus rela memulai dari bangku cadangan.


Sedangkan Putra langsung menjadi pemain utama, permainan pertama putra memang mengesankan. Ia mencetak empat goal dalam lima belas menit saat melawan teman-temannya sendiri.


Membuat Pak Taufik mencatat namanya dalam incaran seleksi tahap selanjutnya. Kali ini ada tiga tim, jadi sitsem yang dipakai untuk seleksi pemain adalah Sistem Trofeo. Ketiga tim akan bertanding satu sama lain secara bergantian, setiap game hanya diberi waktu tiga puluh menit.


Ya karena permainan futsal dalam setiap line up tim hanya ada lima orang dan kali ini ada pemain dalam satu tim, maka setiap pemain hanya dapat waktu lima belas menit untuk bermain setiap gamenya.


Abi berpenampilan cukup apik, menggagalkan beberapa peluang dari Putra dan kawan-kawan. Bahkan, ia juga dapat menggagalkan dua penalty yang didapat oleh tim Putra.


Abi hanya kebobolan satu goal dalam game itu, yang menjebol gawangnya adalah Putra. Tidak lain adalah temannya bermain bola sejak kecil. Situasi saat tendangan bebas, semua musuh berlari kearah bola hingga Abi tak tau siapa yang akan menendang. Ternyata, Putra yang mengambil kesempatan itu, pada saat Abi bergerak menuju arah bola.


Bola itu malah membentur rekan satu timnya yang berusaha ingin menyelamatkan pertahanannya. Berbelok arah membuat Abi mati langkah, bola masuk kedalam jaring gawang dengan leluasa.


Ya walau saat itu kalah 1-0 dari timnya Putra, tetapi penampilan Abi sedikit menarik perhatian Pak Taufik. Sehingga coach Taufik memasukan namanya dalam daftar seleksi tahap berikutnya.


Kesempatan bermain telah usai, sekarang semua duduk dilantai lapangan futsal untuk mendengarkan hasil daftar nama lima belas orang yang akan dibawa menuju Liga Pelajar Kabupaten.

__ADS_1


Nama-nama yang disebut akan mendapat cuti spesial selama satu minggu dari sekolah, terhitung mulai Senin keesokan harinya. Untuk menjalani pemusatan latihan di salah satu Gedung Olahraga terkemuka di Kota sebelah.


Pak Taufik membacakan nama-nama yang akan ia bawa menuju Liga Pelajar Kabupaten. Dalam hasil pengumunan itu, ternyata Abi dan Putra masuk dalam skuat yang akan dibawa trainning camp ke kota sebelah.


Abi masuk dalam daftar nama tim dengan dua penjaga gawang lain, sebenarnya ada empat penjaga gawang yang ikut dalam seleksi. Tetapi, hanya ada tiga kuota saja untuk posisi penjaga gawang, maka dari itu penjaga gawang tim Putra tidak dipanggil untuk ikut trainning camp.


Abi sudah merasa minder, sangat yakin akan menjadi pemanis di bangku cadangan. Karena ia anak baru, kedua penjaga gawang yang lain juga posturnya lebih ideal dan sangat bagus dalam permainannya.


Sedangkan, Putra akan menjadi pemain utama. Karena, memang dia pandai dalam mencari posisi dan memanfaatkan peluang untuk menjadi goal.


Bahkan, sesulit apapun situasinya pasti akan menjadi ancaman bagi musuh yang berhadapan dengannya, licin sekali seperti belut pergerakannya.


Kenapa kok Abi dan Putra baru pertama latihan langsung masuk skuat tim yang berangkat ke Liga Pelajar Kabupaten?


Ya karena mereka itu sebenarnya sudah sering bermain futsal, walaupun bukan resmi dari sekolahan. Tapi memang banyak yang mengakui kalau mereka berdua ini lumayan jago dalam bermain futsal.


Dari sejak acara Clasmeeting , lomba antar kelas yang memainkan pertandingan futsal di lapangan basket sekolahan. Pak Taufik juga sudah melirik bakat kedua anak ini, sejak mereka masih kelas tujuh SMP.


Tetapi, saat ditunggu untuk gabung ektrakurikuler futsal, mereka tak kunjung muncul batang hidungnya. Pak Taufik juga tidak berani memaksa dia ikut futsal, takutnya memang ia tak punya waktu atau mungkin memang mereka tak minat dengan ekstrakurikuler futsal.


Alangkah senangnya, sekarang Pak Taufik bisa mendapatkan kedua bibit muda itu tanpa ada yang berkurang sedikitpun kemampuannya. Malah Pak Taufik merasa mereka semakin dewasa dalam penampilannya, semakin tenang dalam penguasaan bola.


Ektrakrurikuler telah selesai waktunya, semua bubar dan pulang kerumah masing-masing. Terkecuali dengan 15 nama yang telah disebutkan tadi, mereka akan mendapat sedikit arahan dari Pak Taufik.


Karena mulai besok, mereka akan berlatih futsal secara sungguh -sungguh. Mendapat ilmu langsung dari para pelatih futsal yang memang sudah ahli dan bergelut dalam bidangnya sejak lama.


Pak Taufik hanya akan mengawasi perkembangan para anak-anak dan menjaga keadaan agar tetap maksimal berlatihnya.

__ADS_1


"Mulai besok, Kiper akan berlatih dengan pelatih kiper. Sedangkan Pivot, Flenght dan Anchor juga akan berlatih dengan ahlinya yang sudah profesional. Harap semuanya latihan dengan sungguh-sungguh. Jangan sia-siakan kesempatan dalam waktu seminggu kedepan ya," ujar Pak Taufik.


Pembekalan telah usai, semua bergegas ke rumah. Dan berkumpul lagi keesokan harinya pukul enam pagi untuk berangkat menuju GOR yang akan menjadi temlat berlatih mereka.


__ADS_2