Syahrian Abimanyu

Syahrian Abimanyu
SMP - Pertandingan Pembuka Liga Pelajar


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang, semua anak bangun pagi-pagi untuk menjalankan ibadah sholat subuh. Abi dan Putra bergegas menuju mushola seperti kemarin untuk ikut melaksanakan sholat berjamaah.


Sepulang dari melaksanakan ibadah di mushola, mereka berdua langsung mengambil perlengkapan futsal di kamarnya untuk ikut pemanasan pagi, di sekitar parkiran GOR yang sudah mulai agak ramai dipadati oleh panitia pertandingan.


"Duh, nanti kira-kira kita bagus bisa menang apa ndak ya?" Ferdian merasa ragu.


"Jadi orang harus optimis dong," kata Fajar.


"Iya, kita harus optimis. Kita bisaa!" Putra semangat semali.


Jam tangan Ferdian menunjukan pukul setengah enam pagi, merasa badan sudah cukup berkeringat. Mereka semua kembali ke kamar untuk membersihkan badan dan menunggu sarapan datang.


Putra dan Abi telah kembali ke kamar dengan keadaan bersih setelah dari kamar mandi, tak berselang lama Fajar dan Ferdian datang ke kamar mereka berdua untuk memberi sebungkus sarapan dan dua setel seragam bertanding.


"Apa ini, Jar?" Putra bertanya isi yang ada dalam kantong plastik itu.


"Itu seragam buat tanding nanti," kata Fajar.


"Dapet dua setel pakaian ini?" tanya Putra sambil membuka isi yang ada di dalamnya.


"Iya, itu nanti buat ganti-ganti. Soalnya hari ini kita mainnya tiga kali," ujar Ferdian.


Putra mendapat nomor punggung sembilan, sedangkan Abi mendapat nomor punggung tiga. Seorang penjaga gawang futsal yang ditujukan khusus untuk keperluan penalty, biasanya akan mendapat nomor punggung tiga.


"Aku malah dapet tiga setel kaos, Tra," kata Ferdian.


"Lha kok bisa, Fer?" tanya Abi.

__ADS_1


"Iya lah, aku kan nanti akan jadi kiper terbang kalau ada situasi skema powerplay, Bi." Ferdian menghela nafas.


"Oh, pantesan kemarin yang lain latihan skema tendangan bebas. Kok kamu di samping lapangan hanya ngobrol sama Mas Indra," tutur Abi.


"Iya, makanya itu. Aku diberi arahan untuk posisi saat jadi kiper powerplay itu," jelas Ferdian.


Powerplay itu adalah situasi dimana suatu tim futsal bertanding tidak memakai kiper sepenuhnya, mereka akan menggunakan skema full pemain depan tanpa ada penjaga gawang murni.


Biasanya situasi ini akan digunakan saat tim sedang tertinggal dan menyisakan waktu yang sangat sedikit, maka skema itu mau tidak mau harus dilakukan untuk bisa mengejar ketertinggalan skor.


Mungkin opsi itu adalah pilihan terburuk pelatih apabila mendapati jalan buntu dalam membongkar pertahanan musuh yang terlalu susah untuk dilewati.


"Pokoknya sukses buat semua lah, gak mampir buat sarapan di sini sekalian?" Putra membuka pintunya lebar-lebar.


"Makasih, nanti aja lah. Aku mau bagiin seragam juga buat yang lain, soalnya ini belum selesai." Fajar menunjukan barang bawaannya.


"Ya sudah, hati-hati ya. Nanti kalau ada waktu boleh sarapan di sini, aku selalu buka pintu kok." Putra tertawa.


Semua kebagian seragam bertanding, karena lima belas pemain yang dibawa kali ini kualitasnya memang bagus-bagus. Jadi, Pak Taufik tidak terlalu bingung dalam memilih starting line up. Bahkan, bisa saja beliau bergonta-ganti starting five yang akan ia turunkan di setiap pertandingannya.


Bisa menjadi strategi juga untuk menghalau konsentrasi lawan dalam hal membaca permainan, karena Pak Taufik memiliki tiga paket tim sekaligus.


Ada empat grup dalam turnamen kali ini. Dua grup memainkan pertandingannya di GOR Krida Kresna termasuk tim dari SMP Negeri Noveltoon, sedangkan dua grup lainnya melaksanakan pertandingan penyisihan grupnya di GOR Dirgantara yang letaknya tidak jauh dari GOR utama turnamen kali ini.


Setiap peringkat pertama di masing-masing grup akan langsung saling berhadapan di babak semifinal keesokan harinya, karena yang akan lolos hanya peringkat pertama saja.


Maka, dua juara grup yang ada di GOR Krisa Kresna akan bertemu dengan masing-masing juara grup dari GOR Dirgantara.

__ADS_1


Pukul setengah delapan pagi, semua pemain dari SMP Negeri Noveltoon mulai berjalan menuju lapangan futsal yang ada di dalam GOR tersebut. Melakukan pemanasan sejenak untuk membuat badan menjadi siap bertanding, pertandingan pertama kali ini akan berhadapan dengan SMP Negeri 8 Mangatoon.


Starting five dari kedua tim sudah mulai memasuki lapangan pertandingan, sudah berada dalam posisi masing-masing. Wasit meniupkan peluit tanda dimulainya pertandingan.


"Upp!!!" teriak pemain SMP Negeri Noveltoon.


Awal-awal merasa sangat kewalahan dalam meladeni permainan SMP Negeri 8 Mangatoon, namun beberapa kali Abu Sauqy berhasil mematahkannya dengan penampilan yang cukup gemilang.


"Aaaaaaa ...," suara Fajar dijatuhkan di dekat lingkar penalty.


Wasit meniup peluit tanda pelanggaran terjadi, Putra langsung mendekat dan memegang bola untuk bersiap mengambil kesempatan dalam situasi itu.


Ia berancang-ancang dan bersiap untuk menendang, Putra berlari melewati bola dan menutup menggunakan badannya di samping pagar betis lawan. Ternyata yang mengambil adalah Ferdian, berlari dari arah belakang, saat Ferdian menendang bola kearah Putra, seketika ia menghindari dengan cara berjongkok. Bola meluncur keras kearah gawang yang membuat kiper lawan bingung untuk mengantisipasinya.


SMP Negeri Noveltoon mempimpin 1-0 atas SMP Negeri 8 Mangatoon, tak berselang lama Joko menjatuhkan pemain musuh tepat di lingkar penalty. Karena situasi terjadi penalty, Abi masuk menggantikan Sauqy.


Dengan sangat tenang, Abi menunggu penendang itu hingga bolanya bergerak. Saat bola ditendang, ternyata mengarah tepat ke tengah. Membuat Abi dengan mudah menangkap bola yang meluncur keras tetapi mengarah tepat kepadanya.


Bola langsung diumpan kepada Putra dengan menyusur ke lantai, ternyata temannya itu sudah berdiri di dekat lingkat penalty lawan. Mendengar langkah kaki penjaga gawang lawan berlari dari arah belakangnya, Putra yang masih menghadap ke pertahanannya tidak membalikan badan sedikitpun. Ia hanya mencongkel bola yang meluncur kearahnya dengan ujung kaki, sehingga bola itu melewati atas posisi penjaga gawang yang berlari kearahnya. Membuat penjaga gawang mati langkah dan menyaksikan bola yang masuk ke dalam jaring gawangnya.


Abi kembali keluar lapangan digantikan oleh Sauqy kembali. Joko menciptakan dua goal dari situasi tendangan open play, dari hampir setengah lapangan. Memang Joko ini memiliki tendangan yang sangat keras sekali, apalagi dia seorang anak yang mempunyai kekuatan kaki kidal (kiri). Membuat semua penjaga gawang susah sekali dalam menebak datangnya arah bola.


"Priittt ... Prittt ... Pritt ...," suara peluit Wasit.


Putra berseleberasi dengan membuka tangannya lebar-lebar dan berdiam di posisinya. Berjalan ke tengah lapangan untuk berjabat tangan dengan sang pengadil lapangan dan musuhnya.


Semua nampak tersenyum bahagia, tidak ada rasa sedih sedikitpun dari raut wajah sang lawan yang telah dikalahkannya.

__ADS_1


SMP Negeri Noveltoon menang empat goal tanpa balas atas musuhnya yaitu SMP Negeri 8 Mangatoon.


Setelah pertandingan ini, mereka akan kembali bermain pada pukul sebelas siang melawan SMP Sindoro Noveltoon. Apakah mereka akan menang dengan mudah lagi?


__ADS_2