Syahrian Abimanyu

Syahrian Abimanyu
SMP - Ketua Kelas Baru


__ADS_3

Setelah memperkenalkan dirinya, Bu Pri memutuskan untuk segera memilih kandidat ketua yang baru, ada tiga calon sebenarnya, yaitu Tika, Irkham dan Muslim.


Setelah beberapa saat para siswa di dalam kelas mem-voting ketiga pilihan itu, akhirnya terpilihlah Tika sebagai ketua kelas dan Irkham sebagai wakilnya, selisih pendapatan voting suara mereka hanyalah empat orang (pemilih) saja.


Tika diperkenalkan sebagai ketua kelas yang baru, ia adalah teman Abi waktu masih kelas tujuh, sedangkan Irkham sang wakil ketua adalah benar-benar teman baru dari Abi, karena mereka belum pernah satu kelas dan belum pernah ketemu juga.


Setelah Tika dan Irkham terpilih sebagai petinggi organisasi kelas, mereka berhak memilih anggota yang akan membantunya mengurus kelas ini.


Saat memilih sekretaris, mereka menyebut dua nama yaitu Indah dan Ani, sedangkan saat memilih bendahara, mereka menunjuk Dina dan Devi. Nama-nama itu yang mengisi daftar nama struktur organisasi paling atas, yang lain hanya membantu kelancaran jalannya organisasi kelas ini.


Putra dan Abi pada tahun ini tidak memiliki tanggung jawab sebagai petinggi kelas, karena mereka tak memiliki jabatan apapun di kelas, kedua anak ini hanya memikul tanggung jawab sebagai siswa yang mantaati peraturan kelas agar tercipta suasana yang kondusif dengan teman-teman lainnya.


Semua daftar nama yang mengisi struktur organisasi sudah penuh, Tika dan Irkham kembali ke tempat duduk.


"Ya itulah ketua dan wakil ketua kelas kita yang baru," kata Bu Pri.


Tika masih nampak malu-malu ketika mendapat jabatan sebagai pemimpin kelas ini, mungkin karena ia merasa kalau sebenarnya dirinya hanya seorang perempuan yang pendiam dan belum pernah ikut organisasi, dalam materi pelajaran formal, anak itu memang sangat pandai dan cerdas karena ia mengikuti sebuah bimbingan belajar swasta selesai jam sekolah.


"Semua sudah sepakat ya, kalau sudah sepakat nanti Bu Pri akan tanda tangan di sini." Bu Pri menunjuk kearah tulisan tanda tangan wali kelas, yang ada di pojok bawah papan struktur organisasi itu.


"Iyaa sepakat, Bu." Taufik berbicara paling lantang di antara anak-anak yang lain.


"Lhah masa aku," Dina bergumam pelan.


Abi dan Putra mendengarnya, karena Dina duduk tepat di depan bangku mereka berdua. Dengan rasa hati yang masih sedikit ragu, namun Dina berusaha untuk meyakinkan hatinya kalau itu adalah amanah dari teman-temannya, ia tak boleh menolak amanah dan kesempatan itu.


Bu Pri menanda tangani papan tersebut, kemudian Tika juga kembali berjalan ke depan untuk bertanda tangan pula di papan struktur organisasi tersebut dengan spidol permanen.


"Ya sudah, kita sudah sepakati, ini semua daftar nama pengurus kelas. Ada yang ditanyakan?" tanya Bu Pri.

__ADS_1


"Tidak ada, Bu." Maratus berbicara sambil melambai-lambaikan tangannya, tanda tidak ada pertanyaan.


"Kalau tidak ada pertanyaan, Bu Pri mau kembali ke kantor untuk rapat dengan guru yang lain masalah jadwal pelajaran." Bu Pri membereskan buku dan sebuah tas kecil yang dibawanya ke meja guru ruang kelas 9C ini.


"Ndak ada, Bu." Alfianda berusaha meyakinkan wali kelasnya itu.


"Ya sudah, apabila ada yang keberatan, nanti boleh bertemu dengan saya. Wassalamualaikum," kata Bu Pri sambil beranjak melangkahkan kaki meninggalkan meja guru yang ada di dalam ruang kelas itu.


"Waalaikumusalaam!" Seluruh siswa menjawab salam dari wali kelas itu secara serentak.


Setelah Bu Pri sudah keluar meninggalkan kelas ini untuk berkumpul di ruang guru, guna melaksanakan rapat dengan para guru yang lain, membahas jadwal baru yang akan di susul ulang untuk pelajaran selama setahun ini.


Sekarang para murid yang ada di dalam kelas berkumpul membentuk gerombolan sendiri-sendiri, ada yang memilih untuk pergi ke kantin, ada pula yang duduk-duduk di depan teras kelas, karena hari ini belum ada jadwal pelajaran satu pun yang akan mereka jalani.


Abi, Putra, Harnoto, Alfianda dan Irkham membentuk gerombolan kecil di sebuah meja yang kosong, berbincang santai sambil bercanda.


"Bro," Alfianda bersama Irkham yang baru datang, menjabat tangan Harnoto, Abi dan Putra.


"Oke, sini gabung lah, pak wakil ketua." Abi meringis.


"Haha biasa aja kali," kata Irkham membalas candaan Abi dengan tawa santai.


Ternyata, Alfianda dan Irkham itu adalah teman satu desa, sama seperti Abi dan Putra, namun mereka berdua menempati rumah yang lumayan dekat dengan SMP Negeri 1 Noveltoon.


"Wahhh, aku gak punya temen sendiri nih," canda Harnoto.


"Haha kita semua teman lah," jawab Putra.


"Ya kalian berdua ada temen satu desa, lha aku sendirian." Harnoto bercanda dengan menepuk jidatnya.

__ADS_1


Kelima anak ini terlihat mulai sangat akrab sekali, ketua kelas yang baru itu berbincang dengan Indah yang kebetulan satu bangku dengannya, berposisi saling berhadap-hadapan, sesekali ketua kelas itu mencuri-curi pandang kearah lima anak cowok yang sedang berbincang sambil tertawa-tawa berada di bangku belakang kelas.


"Nanti main futsal saja gimana?" tanya Irkham.


"Lhah main futsal dimana?" tanya Abi balik.


"Itu lapangan di dekat situ," kata Irkham menunjuk kearah mata angin timur.


"Yang biasanya dibuat latihan SMP Negeri 1 Noveltoon?" tanya Putra memastikan tempat itu.


"Nah itu tahu," kata Alfianda membalas pertanyaan Putra.


"Biasanya kalau main di situ, per jam, harganya berapa?" tanya Abi.


"Kalau siang 20 ribu, malam 25 ribu, weekend 30 ribu, tapi kalau weekend member bayar 25 ribu per jam. Ada tapinya lagi, kalau sudah member kok jamnya tidak buat main, kita kena denda 10 ribu." Alfianda menjelaskan kepada ketiga temannya yang masih penasaran, sedangkan Irkham sudah sangat paham, karena desa mereka juga sudah member di tempat itu setiap hari selasa malam.


"Tapi nanti kalau kita member di situ ada yang main emangnya?" tanya Abi.


"Harusnya sih ada lah, kan kita punya anak cowok banyak banget, di kelas ini aja ada sekitar tujuh belas anak cowok, kita bisa buat tiga tim, minimal kita bisa buat dua tim untuk satu jam main." Irkham sangat yakin.


"Ya sudah kalau begitu tanya ke teman yang lain juga," jawab Harnoto.


"Kamu tu, Kham. Kan, kamu wakil ketua baru," canda Putra.


"Haha yaya, nanti aku akan umumin ke temen-temen," kata Irkham.


Mereka berlima mengalihkan ke obrolan lain, setelah sedari tadi membicarakan tentang futsal, kini beralih ke warnet (warung internet).


Abi dan Putra jarang sekali ke warnet, mereka berdua pernah ke warnet waktu mengerjakan tugas kelas delapan tahun lalu, mengerjakan sebuah tugas makalah karya ilmiah, sambil bermain game Facebook seeprti Perjuangan Semut, Ninja Saga dan 8 (Ball) Pool.

__ADS_1


__ADS_2