
"Alhamdulillah kita bisa menang," kata Fajar ketika keluar lapangan.
Semua staff dan pemain kembali ke kamar asrama dengan perasaan gembira. Walaupun sedikit kecewa dengan keputusan sang pengadil lapangan, tetapi mereka berhasil mempertahankan skor kemenangan sampai menit akhir pertandingan.
Semua pemain berjalan melewati lorong GOR Krida Kresna dan kembali ke kamar untuk beristirahat. Sebenarnya, setelah itu ada pertandingan semifinal lainnya. Tetapi mereka memilih untuk istirahat di kamar saja.
Pak Taufik sudah memutuskan meminta semua anak asuhnya untuk berlatih ringan nanti sore, memantabkan beberapa strategi guna mempersiapkan pertandingan final yang akan dilaksanakan besok pagi.
"Ceklak," suara kunci pintu kamar terbuka.
Putra dan Abi masuk ke dalam kamar, melihat jam di dinding. Ternyata, masih sekitar pukul setengah dua belas siang.
Permainan futsal hanya dilaksanakan dua kali dua puluh menit, saat bola keluar lapanganpun waktu akan berhenti. Jadi, tidak seperti pertandingan sepakbola yang membutuhkan waktu 45 menit. Waktu permainan di futsal lebih singkat.
Mereka berdua bersantai sejenak untuk menghilangkan keringat dan sekalian menunggu adzan dzuhur. Putra melepas bajunya, sekarang ia hanya mengenakan singlet biasa.
"Alhamdulillah kita bisa menang, Put." Abi mengipas-ngipas badannya menggunakan potongan kardus.
"Aku sebel wasitnya gak masuk akal," ujar Putra.
"Iya sih, terlihat jelas tadi beberapa kali pelanggaran tapi tidak ada tiupan peluit sama sekali." Abi mengibaskan tangannya.
Lima belas menit mereka berdua mengobrol, terdengar kumandang adzan dzuhur. Abi bergegas mengambil pakaian ganti dan langsung berjalan keluar kamar menuju kamar mandi.
"Aku mandi duluan ya, Put." Abi berjalan.
Melewati lorong asrama yang nampak sepi sekali karena saat ini semua anak sedang berada di dalam kamar. Sesekali ia melihat beberapa temannya yang keluar masuk kamar, sepertinya sedang bungkus bekas makanan ringan.
Beberapa saat setelah mandi dan sekalian mengambil air wudhu, ia kembali ke kamar untuk melaksanakan sholat dzuhur.
"Sudah selesai?" tanya Putra yang masih duduk disamping ranjang tidurnya.
"Sudah selesai, Put." Abi masih mengusap-ngusap rambut kepalanya dengan handuk.
__ADS_1
"Gantian aku yang mandi," Putra berjalan keluar kamar.
Abi langsung melaksanakan sholat dzuhur, sedangkan Putra langsung mandi. Selang beberapa saat, Fajar dan Ferdian datang ke kamar untuk memberi makan siang.
"Ini makan siangnya, Bi." Ferdian memberi dua bungkus nasi.
"Udah datang makan siangku," kata Abi sambil tertawa.
"Aku udah nunggu daritadi sebenarnya, tapi aku lihat kamu sedang sholat. Makanya aku tunggu sebentar di depan situ tadi," jelas Fajar.
"Lha Putra kemana, Bi?" tanya Ferdian.
"Dia barusan keluar mandi," kata Abi.
"Kirain keluar nyari jajan," jawab Fajar.
"Ya sudah, kami cabut dulu ya." Ferdian melambaikan tangannya.
"Gak mampir dulu nih?" tanya Abi.
Abi melipat sarung dan sajadahnya, menyalakan televisi berusaha mencari saluran yang enak untuk ditonton.
"Fajar sama Ferdian habis dari sini toh, Bi?" tanya Putra yang sudah berdiri di depan pintu.
"Iya barusan," kata Abi.
"Tumben gak mampir dulu anak itu, biasanya di sini terus kalau makan." Putra membereskan pakaian kotor.
Ia langsung melaksanakan sholat dzuhur, Abi berusaha mengecilkan volume tv-nya. Mengambil sebungkus plastik kacang oven yang ada di dalam tasnya, keluar kamar untuk mencari udara segar. Duduk di teras sambil memperhatikan keadaan sekitar asrama, meninggalkan Putra yang sedang beribadah di dalam ruang kamar.
"Bii," panggil Putra dari dalam kamar.
Abi berjalan kembali masuk ke dalam ruang kamar, untuk menemui Putra yang baru saja selesai melaksanakan ibadah sholat dzuhur.
__ADS_1
"Malah ngemil kacang, ini makan siangmu belum kamu makan." Putra menyodorkan sebungkus nasi.
"Iya aku sekalian mau nungguin kamu habis sholat dzuhur tadi," jawab Abi.
Mereka berdua menyantap lahap makan siangnya, setelah semua habis. Masih pukul satu siang, jadwal lahitan baru akan dilaksanakan pukul tiga sore. Mereka berdua berusaha untuk tidur sejenak.
********
Pukul tiga sore semua anak berjalan menuju lapangan untuk melakukan latihan ringan, memperkuat strategi yang akan mereka tampilkan pada pertandingan final besok.
"Besok kita akan melakukan laga final, apa kalian siap?" kata Pak Taufik.
"Siap!" teriak semua anak.
"Kalau siap, sore ini kita harus latihan sungguh-sungguh agar besok bisa tampil maksimal." Pak Taufik menyemangati anak asuhnya.
Setiap posisi menempati posisi masing-masing, berlatih strategi yang biasa diarahkan oleh empat asisten Pak Taufik. Semua terlihat berlatih sungguh-sungguh, tak memperdulikan keringat yang mengucur deras di sekujur tubuhnya.
Latihan ditutup dengan fun match, berjalan seperti biasa. Tidak terlalu membuang tenaga, karena besok pertandingan lebih penting. Selesai latihan sore ini, para pemain SMP Negeri 1 Noveltoon kembali ke kamar asrama masing-masing. Mandi, sholat, makan malam dan mereka semua langsung tidur setelah sholat isya. Mengumpulkan tenaga untuk mempersiapkan pertandingan besok agar bisa tampil semaksimal mungkin.
Kumandang adzan subuh, pergi ke mushola untuk melaksanakan sholat subuh. Setelah itu semua anak melakukan pemanasan mandiri di parkiran, kembali ke kamar untuk menunggu sarapan.
Pukul sepuluh pagi para pemain menuju lapangan pertandingan untuk mempersiapkan laga final, pengecekan data ulang dan pemanasan. Pada pertandingan perebutan peringkat ketiga yang selesai baru saja, dimenangkan oleh tim yang kemarin dikalahkan oleh SMP Negeri 1 Noveltoon. Memenangkan pertandingan tadi dengan sedikit gol penalty kontroversial.
Sekarang saatnya kelima pemain dari SMP Negeri 1 Noveltoon melawan SMP Negeri 7 Webtoon, pertandingan ini akan menjadi ajang adu harga diri kedua nama tim sekolahan. Dari awal peluit dibunyikan, kedua tim sudah saling jual beli serangan.
SMP Negeri 1 Noveltoon berhasil membuka keunggulan di sepuluh menit awal, melalui tandukan kepala Putra yang memanfaatkan bola muntah hasil tepisan dari penjaga gawang lawan yang mengarah tepat kepadanya. Semua pemain berteriak gembira hingga yang duduk dibangku cadangan, gemuruh penonton menyambut gol tersebut. Skor itu bertahan hingga babak pertama berakhir, gempuran tim lawan berhasil selalu dimentahkan oleh Abu Sauqy.
Babak kedua berjalan seperti babak pertama, jual belu serangan. Penampilan Sauqy sangat luar biasa, berhasil beberapa kali menepis serangan yang datang bertubi-tubi kearah gawangnya.
Kurang lima menit, tim lawan melakukan strategi powerplay. Di dua menit akhir, gawang yang dikawal Sauqy terbobol oleh tendangan jarak jauh lawan. Sampai wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor sama kuat 1-1. Maka, pertandingan akan langsung dilanjutkan ke babak adu penalty.
Tendangan pertama yang dilakukan oleh Putra, melenceng dari sasaran. Tetapi, Abi berhasil menebus dengan menge-block tendangan musuh. kemudian tendangan Fajar juga membentuk tiang gawang, pada kesempatan kali ini Abi gagal menebak arah bola sehingga bola masuk ke dalam gawangnya. Pada kesempatan ketiga sekaligus kesempatan terakhir, Ferdian juga gagal mengeksekusi penalty sehingga wasit langsung meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
__ADS_1
Skor 1-0 untuk kemenangan SMP Negeri 7 Webtoon, melalui adu penalty.
Dalam permainan futsal hanya ada tiga kesempatan penendang ketika babak adu penalty.