
Di pertandingan kedua, mereka hanya meraih hasil imbang 1-1 saat melawan SMP Sindoro Noveltoon. Goal SMP Negeri Noveltoon dicetak oleh Joko melalui tendangan jarak jauh, sedangkan musuh berhasil membalas satu goal tersebut.
Memanfaatkan kelengahan di lini pertahanan SMP Negeri Noveltoon. Saat Fajar berusaha memberi umpan ke Sofyan, ternyata musuh berhasil menyerobot umpan yang terlalu lemah diarahkan kepada Sofyan. Musuh berhadapan langsung dengan Sauqy yang berdiri dibawah mistar gawang, pemain lawan dengan mudahnya menceploskan bola ke dalam gawang.
Sebenarnya SMP Sindoro Noveltoon tidak terlalu bagus dalam melakukan serangan, akan tetapi mereka sangat bagus dalam menjaga pertahanan sendiri, sangat kuat dan susah untuk ditembus. Mereka mendapat satu goal dengan mudah karena kesalahan dati tim SMP Negeri Noveltoon.
"Aduh ... hasilnya imbang nih." Fajar mengusap kepalanya.
"Gak papa lah, masih ada kesempatan untuk lolos, Jar." Sauqy menasehatinya.
Kelima pemain yang ada didalam lapangan berjalan keluar area permainan menuju teman-temannya yang sudah berkumpul dihadapan Pak Taufik dan keempat asistennya.
Sebelum kembali ke kamar asrama, mereka mendapat sedikit araham dari Pak Taufik langsung di lapangan tersebut.
"Ndak papa hasil kali ini kita imbang, masih ada kesempatan di pertandingan ketiga nanti." Pak Taufik memberi semangat kepada anak asuhnya.
Semua tertunduk lesu karena kelelahan dan menyesalkan kemenangan yang sudah di depan mata malah buyar begitu saja. Karena, mereka semua sedikit ceroboh dalam bermain-main di daerah pertahanan sendiri.
"Tidak ada yang perlu disesali, tidak ada yang salah. Lain kali berhati-hati dalam bermain dan tunjukkan di pertandingan ketiga. Kita harus menang di pertandingan ketiga agar bisa langsung lolos secara otomatis, kalau kita sampai imbang atau kalah. Kesempatan lolos kita sangatlah kecil sekali," jelas Pak Taufik.
"Yohh, semangat-semangat!" teriak Fajar dari tengah kerumunan pemain.
Semua bertepuk tangan dengan keras, tanda semangat mereka telah terbakar kembali.
"Kembali ke kamar dulu, soalnya nanti kita akan main pukul tiga sore." Pak Taufik melihat jam di tangannya.
Mereka kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat sejenak, mengumpulkan tenaga guna persiapan pertandingan nanti sore.
Abi dan Putra membuka kunci pintu kamarnya. Kemudian, melepaskan sepatu yang masih mereka kenakan, meninggalkannya di depan kamar. Mencari sudut yang masih bercahaya untuk meletakkan sepatunya agar tidak berbau.
Melihat jam didalam dinding kamar yang sudah menunjukan pukul dua belas siang lebih, mereka berdua mengganti pakaian bertandingnya dengan baju santai biasa.
Putra dan Abi menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu, segera melaksanakan sholat dzuhur.
Beberapa saat setelah sholat dzuhur, mereka berdua menyantai ditemani oleh tv yang sedang menyala. Tak berselang lama, sekitar pukul setengah satu siang. Fajar dan Ferdian mengantar jatah makan siang.
__ADS_1
"Tok ... tok ... tok," suara pintu diketuk.
Abi dan Putra melihat kearah pintu yang sedang bersuara, melihat ada kedua temannya yang sedang berdiri di depan pintu tersebut.
"Ada apa, Fer?" tanya Abi.
"Ini untuk makan siang," ujar Ferdian.
Putra berjalan menuju kedua temannya berdiri, lalu menerima bungkusan makan yang dibawa oleh Fajar dan Ferdian.
"Gak mampir dulu?" tanya Putra.
"Ganggu apa ndak nih?" tanya Fajar.
"Ya gak lah, kan kami berdua cuma nyantai saja." Putra menunjuk Abi.
"Masuk aja ndakpapa, makan di sini sekalian," kata Abi.
"Ya sudah, makan di sini sekalian aja lah, Fer." Fajar mengajak temannya itu.
Kemudian, duduk di lantai yang terbuat dari keramik. Mereka membuka makanan itu sambil berbincang-bincang santai.
"Kira-kira, nanti bisa menang apa ndak ya?" tanya Abi.
"Harus menang lah, kita nanti harus mati-matian buat ngalahin tim itu." Putra sambil makan.
"Nanti kita lawannya darimana sih?" tanya Ferdian.
"Aku tadi lihat di jadwal, sepertinya kita akan melawan SMP Negeri 5 Noveltoon." Fajar memberitahu teman-temannya.
Mereka berempat melanjutkan makan siangnya. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul satu siang, mereka telah selesai makan siang dan membereskan sisa-sisa kotoran yang mereka tinggalkan.
"Ya sudah, kita balik ke kamar dulu ya?" kata Fajar.
"Iya silahkan, Hati-hati." Abi dan Putra mengantar temannya sampai pintu depan kamar.
__ADS_1
Fajar dan Ferdian berjalan keluar ruangan, menuju ke kamar mereka masing-masing untuk melakukan istirahat sebentar. Siang ini tidak ada waktu untuk tidur siang, karena mereka harus siap setiap saat apabila Pak Taufik mengajak segera bergegas ke lapangan pertandingan.
Beberapa anak ada yang menonton pertandingan grup sebelah di lapangan tersebut setelah makan siang, Namun Abi dan Putra memilih untuk di kamar saja menonton televisi.
Kedua anak ini di kamar menonton acara Laptop Si Unyil. Acara tv yang sering mereka tonton kala berada di rumah sepulang sekolah.
########
Pukul setengah tiga sore, mereka bersiap-siap menuju lapangan pertandingan. Karena, sebentar lagi jadwal mereka bertanding.
Melakukan pemanasan-pemanasan kecil disamping lapangan, sambil menunggu waktu bermain tiba.
"Prittt ...," tanda pertandingan dimulai.
Tim lawan menekan sejak menit awal, membuat para pemain SMP Negeri 1 Noveltoon yang ada di bangku menjadi deg-degan melihat serangan-serangan tersebut.
Namun, Sauqy berhasil mematahkan semua tendangan yang mengarah ke gawangnya. Sesekali SMP Negeri 1 Noveltoon juga membalas serangan tersebut, tapi sayang peluang yang didapatkan Putra dan kawan-kawan masih belum ada yang menemui sasaran.
Babak kedua dimulai, SMP Negeri 1 Noveltoon langsung diganjar penalty. Karena, tangan Joko mengenai bola yang ditendang kearah gawang Sauqy.
Abi bersiap-siap untuk masuk kedalam lapangan, semua berharap-harap cemas kepada Abi.
Saat bola ditendang, Abi menebak kearah kanan sambil membuka tangan dan kakinya secara lebar-lebar guna menutup ruang yang ada di gawang. Bola mengarah tepat kepadanya, membentur bahunya sehingga bola tidak masuk ke gawang.
Fajar membuang bola muntah hasil tepisan dari Abi, keempat pemain yang ada di lapangan mengahmpiri Abi untuk memberi pelukan dan tos kepadanya.
Sauqy mulai masuk kembali ke lapangan saat open play. Abi duduk di bangku cadangan, mendapat senyuman dan ucapan selamat dari teman-temannya.
Putra mencetak gol di tujuh menit sebelum berakhirnya pertandingan, semua berteriak gembira melihat temannya mencetak gol, membuat peluang lolos semakin besar.
Setelah gol tersebut, di sisa lima menit akhir. Tim lawan menggunakan strategi powerplay untuk mengejar ketertinggalannya. Bermain tanpa menggunakan penjaga gawang murni, bertubi-tubi gawang Sauqy di bombardir oleh musuh.
Pada suatu kesempatan, bola yang di tendang musuh kearah gawang SMP Negeri 1 Noveltoon. Berhasil ditangkap dengan mudah oleh Sauqy, ia langsung meletakkan bola dan menendangnya langsung kearah gawang musuh yang sudah kosong tanpa penjagaan. Bola berhasil masuk dengan mulus kearah gawang, Sauqy mendapat teriakan gembira yang sangat keras dari teman-temannya di sisi lapangan.
Semua pemain yang ada di bangku cadangan sedikit tertawa, karena seorang penjaga gawang bisa ikut menyetak skor. Sampai pertandingan berakhir, kedudukan masih tetap 2-0 untuk keunggulan SMP Negeri 1 Noveltoon atas musuhnya yaitu SMP Negeri 5 Noveltoon.
__ADS_1