Syahrian Abimanyu

Syahrian Abimanyu
SMP - Ilmu Deutsches Rotes Kreuz dan Palang Merah yang Tertinggal di Sekolahku.


__ADS_3

Seusai acara, semua berteriak gembira dan berpelukan satu sama lain. Para kamera-man dari Palang Merah Indonesia dan Palang Merah Jerman mulai melepas kamera dari penyangganya dan berjalan menuju ruang yang disediakan untuk mereka beristirahat.


Semua tersenyum bahagia, acara hari itu berjalan dengan sangat luar biasa. Yang menjadi lebih bangga, ternyata para siswa sudah memahami skenario dengan baik.


Tidak ada yang kebingungan harus ngapain, ngapain dan ngapain. Tidak ada siswa yang membolos ke kamar mandi atau ke kantin, seluruhnya sadar dengan sendirinya untuk mengikuti kegiatan syuting pada hari itu.


Para siswa kembali ke kelas masing-masing untuk mendapat sedikit pembekalan dan sharing bersama wali kelas. Sedangkan anggota Palang Merah Remaja, diminta untuk berkumpul di aula sekolahan.


Sebelum berkumpul, ada beberapa anak yang sedang membersihkan make-up dan ada pula yang masih mengembalikan rompi tugas PMR ke ruang UKS.


Semua anak berjalan menuju aula sekolah, ternyata Pak Besari sudah berada di sana dengan beberapa anak PMR lainnya.


Serasa seluruh anak-anak sudah berkumpul. Pak Besari sepertinya ingin menyampaikan rasa hati yang sangat bahagia, karena terlihat daritadi beliau senyum-senyum terus, saat melihat semua anak PMR yang berkumpul di aula sekolah.


"Assalamualaikum, selamat siang anak-anak," kata pembuka dari Pak Besari.


"Waalaikumusalaam, selamat siang," jawab semua anak didiknya sedikit tidak kompak.


"Begini, jujur aku saat ini bahagia sekali." Pak Besari berkata sambil senyum-senyum sendiri.


"Hahahaha," ejek semua siswa.


"Gak. Begini, saya mau berterima kasih kepada semua anak-anakku. Karena acara hari ini berjalan sangat luar biasa sekali dan tidak ada kejadian yang harus diulang," ujar Pak Besari yang sangat bahagia.


"Ciee! Pak Besari mukanya merah," canda yang keluar dari mulut Fernanda.


"HAHAHAHAA." tertawa semua anak.


"Iya Nih. Tidak tau, saya bingung mau bicara apa. Bangga sekali rasanya punya kalian semua," kembali kata pujian keluar.


"Nanti, akan ada sedikit pembekalan materi dari Palang Merah Indonesia dan Palang Merah Jerman. Jadi, diharap jaga sopan santun kalian ya. Harus hati-hati dalam bersikap," pesan dari Pak Besari.

__ADS_1


"Iya siaap, Pak." semua anggota menjawab.


"Saya berharap, Panji bisa mengkoordinasi teman-temannya ya, Nji. Jadikan organisasi kita yang terbaik dihadapan mereka," pesan sekali lagi dari Pak Besari.


Setelah dirasanya cukup, Pak Besari bergegas meninggalkan anank-anak Palang Merah Remaja. Karena saat itu, ia juga harus menuju 7G untuk memberikan pembinaan.


Beberapa saat para utusan Palang Merah Remaja dan Palang Merah Jerman mulai datang satu per satu ke aula sekolah. Mulai dibuka pembicaraan dari Palang Merah Indonesia. Pada intinya mereka berterima kasih sekali, senang semua siswa bisa diajak kerja sama untuk membuat film pendek itu.


Nantinya film itu akan diedit di Jerman, akan ditayangkan di media sosial Palang Merah Jerman. Dan nantinya, mereka juga punya rencana untuk meminta bantuan pemerintah Jerman menyosialisasikan video itu.


Palang Merah Jerman dan Palang Merah Indonesia memberikan sedikit materi yang bermanfaat bagi para juniornya, dalam menangani bencana yang benar. Prosedur dalam menggunakan tandu, mengangkat korban ke atas tandu dan lainnya.


Sekarang, anggota Palang Merah Remaja diajak berjalan menuju lapangan depan sekolah untuk melihat cara mendirikan tenda darurat bencana.


Semuanya juga diajarkan cara menurunkan korban dari tandu atau menaikkan korban menuju mobil ambulance supaya bisa selamat dan tidak mengganggu korban yang sedang kesakitan.


Setelah semua selesai mempraktikan sedikit ilmu yang diberikan Palang Merah Indonesia dan Palang Merah Jerman. Sekarang, anak-anak Palang Merah Remaja diajak untuk menyopot tenda dan melipatnya dengan benar.


Kembali lagi berjalan menuju aula untuk penutupan sesi kali ini dengan menyanyikan lagu Mars PMI. Semuanya bernyanyi dengan penuh penghayatan, dilanjutkan berjabat tangan memutar kepada semua utusan Palang Merah Remaja dan Palang Merah Jerman.


Ditutup dengan tepuk tangan yang sangat meriah dari semua orang yang berada di aula sekolah. Siswa kembali ke kelas masing-masin, terkecuali dengan Abi, Agus , Endah, Fernanda , Putra dan Panji. Karena mereka berenam mendampingi utusan Palang Merah Indonesia dan Palang Merah Jerman untuk menuju ruang kepala sekolah.


Orang-orang hebat itu ingin berpamitan untuk pulang ke kantor tugas mereka. Sesampainya di ruang kepala sekolah, mereka disambut dengan hangat oleh Pak Saerozi. Berbincang sebentar, mereka langsung berjabat tangan untuk kembali ke markas PMI Kabupaten . Sekalian menyiapkan barang-barang yang akan mereka bawa, karena dini hari nanti para utusan Palang Merah Jerman akan segera pulang menuju negara mereka.


Pak Saerozi dan keenam anak PMR mengantarkan tamu spesial itu menuju mobil mereka yang telah terparkir di lapangan basket depan aula, tempat upacara setiap hari senin.


Bunyi klakson dari mobil PMI dibalas dengan lambaian tangan dari perwakilan SMP Negeri Noveltoon yang mengiringi kepulangan tamu spesial hari itu. Pak Saerozi tersenyum bangga, saat berjalan kembali ke ruangannya sambil merangkul Panji di sepanjang jalan. Sedangkan anak-anak Palang Merah Remaja berjalan menuju ruang UKS untuk berbincang santai dan beristirahat sejenak.


"Pegel nih. Pijitin dong, Bii. Nanti gantian deh." Panji duduk dibawah kursi Abi sambil menunjuk pundaknya.


"Iyaa pak ketuaa." Abi sambil tertawa.

__ADS_1


"Alhamdulillah semua berjalan sangat lancar, beban di pundak rasanya sudah hilang semua," ujar Agus.


"iya nih, aku juga lega banget. Jujur masih serasa kayak mimpi, masa sih iya? kita ketemu utusan PMI pusat bareng Palang Merah Jerman, lagi." Putra sedikit tak percaya.


"Betull, mana ketemunya malah diajak kolaborasi, " tambah Endah.


"Campur aduk rasanya, gak tau lagi mau ngomong apaan," kata Putra.


"Tapi, ini semua apa cuma kebetulan saja ya?" Abi sedikit bengong.


"Mungkin, ada faktor keberuntungan yang sangat kuat berada di diri kita semua. Akan tetapi, kita juga berusaha kan? semua seimbang sepertinya." Agus berpendapat.


"Bisa diajak kolaborasi membuat video, diberi materi dengan alatnya langsung. Dan bertemu dengan orang-orang hebat." Panji bangga sekali.


"Pengen bisa ketemu mereka lagi, tapi kapan? ngapain? dimana? cuma menghayal level berikutnya." Putra ngelantur.


"Aku sudah gak sabar, pengen lihat videonya. Nanti, jadinya seperti apa ya?" tanya Endah.


"Nanti, katanya kalau sudah jadi videonya , mau diunguh di sosial media milik Deutsches Rotes Kreuz. Dan nanti SMP Negeri Noveltoon akan dikirimi file atau bentuk dvd gitu, sejumlah anggota Palang Merah Remaja dan Semua guru yang aktif mengajar disekolah ini," jelas Panji.


"Kamu kata siapa? kalau dapet DVD, Nji." Abi pengen tahu sekali.


"Kemarin, aku diberi tahu sama Pak Saerozi. Begitu pas ketemu dengan beliau, katanya isi di dalam suratnya begitu," tutur Panji.


"Oh, ya sudah. Kalau begitu malah kita enak, nanti bisa putar din rumah." Abi sedikit meringis.


"Tapi, nanti juga ada di akun Facebook resmi mereka kan videonya?" tanya Agus.


"Ya, pastinya ada lah. Mereka ka juga sosialisasi ke warga di sana," sela Endah.


"Tapi akunnya media sosialnya? Namanya apa? ada yang tahu?" Putra bingung.

__ADS_1


"Di surat itu kan juga ada, dibawa Pak Saerozi," jawab Panji.


__ADS_2