
Kegiatan Persami berjalan seperti acara pramuka pada umumnya. Mulai dari sore hari, berkeliling memutari beberapa desa di sekitar sekolahan. Setelah itu, mandi sore dan istirahat sebentar .
Dan waktu maghrib telah lewat, sekarang dimulai kegiatan malam. Diawali dengan upacara api unggun, kegiatan jerit malam dan lain sebagainya. Ditutup dengan tidur malam.
Pagi hari, sebelum matahari terbit. Semua siswa diajak senam sehat yang dipandu langsung oleh kakak senior. Semua kegiatan telah usai, ditutup dengan upacara atau apel penutup.
Abi, Putra dan Boban berkumpul di parkiran sekolah dan bersiap untuk mengayuh sepeda menuju rumah.
Hari itu masih sejuk sekali, sekitar pukul tujuh pagi. Jalanan masih sangat sepi sekali, ketiga anak itu hingga bisa bersepeda di atas aspal.
Beberapa saat kemudian, Boban berpisah rombongan. Karena, arah rumahnya berbeda jalur dengan Putra dan Abi.
Sambil berbincang santai, tibalah Putra dan Abi di rumah masing-masing. Abi langsung bergegas mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam tasnya. Setelah sudah beres membersihkan isi dalam tas, ia langsung bergegas mandi.
Ia merasa badannya sudah bersih, tetapi anehnnya badan sangat berat sekali untuk bergerak dan beraktivitas. Kemudian, ia memutuskan untuk tidur saja.
Waktu terus berjalan, tibalah saat hari pertama sekolah formal mulai masuk.
Hari itu, Abi berangkat bersama dengan Agus, Panji dan Putra. Bersepeda menuju sekolahan, dengan berbekal uang jajan yang pas-pasan.
Sesampainya di sekolahan, mereka menuju kelas masing-masing. Keempat orang ini tidak ada yang satu kelas.
Ternyata di hari sekolah pertamanya itu, hanya ada pembekalan dari wali kelas, pembagian jadwal pelajaran dan pengecekan seragam baru.
Kebetulan di SMPN Noveltoon, para siswa baru dibagikan kain tiga setelan. Yaitu seragam Pramuka, Osis dan Batik. Sehingga, para siswa harus membawa ke penjahit untuk membuat seragam seperti gambar yang sudah diberikan oleh sekolahan.
Satu per satu siswa maju ke depan ruang kelas. Saat tiba giliran Abi, ia maju dengan perasaan tenang dan santai.
Setelah semua diperiksa oleh wali kelas. Ternyata, saku celana Abi itu modelnya salah. Seharusnya hanya ada satu saku kantung di dalam celana. Tetapi, celana yang dikenakan Abi malah dua kantung dan semuanya itu berada di luar kain celana.
Sepulang sekolah, Abi langsung berbicara kepada ibunya. Bahwa celana yang ia gunakan itu adalah salah model. Segeralah celana itu diantar ibunya, pergi ke tukang jahit yang ia suruh mengerjakan seragam itu.
Dibenarkan tukang jahit itu, ia merasa sudah sesuai dan tidak ada masalah lagi, lega sekali perasaannya. Karena ia akan bisa merasakan sekolah dengan perasaan tenang setiap harinya. Tidak takut akan melanggar peraturan sekolah lagi.
__ADS_1
Hari-hari sekolah berjalan seperti biasanya. Abi, Putra, Agus dan Panji memilih ektrakurikuler Palang Merah Remaja.
Banyak sekali yang ikut Palang Merah Remaja. Waktu itu menjadi ekstra paling digemari urutan kedua setelah sepakbola di SMP Noveltoon.
Kala itu, keempat orang ini menjadi kumpulan anggota Palang Merah Remaja yang cukup solit dan paling menonjol di organisasi.
Pemilihan ketua dan struktur anggota baru organisasi. Kebetulan Panji menjadi ketua, Agus menempati kepala bidang kedisiplinan, Putra sebagai wakil ketua dan Abi menjadi sekretaris.
Oh iya, mungkin kalau ada pembaca yang sedikit belum tau tentang PMR itu apa? PMR itu adalah singkatan dari Palang Merah Remaja, semacam anak organisasi dari Palang Merah Indonesia. PMR itu organisasi bidang kesehatan lingkup kalangan para pelajar.
Keempat anak itu membuat organisasi PMR semakin populer di sekolahannya. Dengan membuat inovasi-inovasi dan gebrakan baru.
Suatu ketika keempat orang ini pernah mengikuti lomba Palang Merah Remaja tingkat kabupaten. Dalam rangka memperingari Hari Ozon Internasional.
Pembina Palang Merah Remaja adalah Pak Besari, bukan lain adalah Wali kelas dari Abi sendiri.
SMP Negeri Noveltoon mendapat kuota enam orang untuk berangkat mewakili nama sekolah, dan Pak Besari sudah mempunyai empat nama yang sudah terkantongi yaitu Abi, Putra ,Panji dan Agus. Masih kurang dua lagi dong, lalu setelah mereka berdiskusi. Munculah beberapa nama yang akan menjadi kandidat kuat, selangkah lagi mendapat tempat.
Mereka sepakat memilih Fernanda dan Endah. Fernanda itu orangnya kecil tapi ulet. Sedangkan, Endah itu orangnya sangat pintar sekali, ramah dan sedikit pemalu. dan ia akan menjadi satu-satunya wanita dalam kelompok ini.
"Ini semua nanti akan saya daftarkan sebagai peserta lomba PMR se-kabupaten, mewakili nama sekolah. Jadi, harap jaga nama baik sekolah. Kalau bisa buat prestasi sekalian," kata Pak Besari.
"Iya siap, Pak," jawab Agus.
"Nanti, ketua kelompok akan saya serahkan kepada Panji saja. Sekarang mengenai tema, kita mau berbuat apa nanti disana? yang berhubungan dengan Ozon?" tanya Pak Besari.
"Bagaimana, kalau kita menerangkan bahwa ozon itu begini-begini pak?" saran Panji.
"Ahh itu sudah biasa lah Nji," tepis Putra.
"Ya terus gimana dong?" Panji kembali bertanya.
"Putra kan pinter gambar, Fernanda kan pinter ngrakit-ngrakit sesuatu. Gimana, kalau kita main visualisasi pemanasan global saja?" suara Endah.
__ADS_1
"Eh! bagus juga idemu, Ndah," puji dari Pak Besari.
"Tapi aku masih bingung nih, Ndah. Kedengarannya bagus juga, mungkin akan menarik penonton." Panji masih penasaran.
"Gini aja, nanti Putra gambar di kertas. Biar Abi , Agus, sama Panji bikin sesuatu dari barang bekas. Misalnya, nanti bikin orang-orangan dari botol bekas yang dicat. Kemudia, bikin bumi dari bola bekas. pokoknya, kita bikin semua dari barang-barang bekas. Nanti, kita rakit di sana, sambil aku bicara pakai mic. Begini terjadinya pemanasan global, bla bla bla bla. Secara bersamaan Putra menggambar dan yang lain merakit itu semua. Setelah selesai, nanti kita pamerkan bareng-bareng. Begitu," jelas Endah sambil tangannya tidak bisa diam.
"Genius juga kamu, Ndah," pujian dari Pak Besari.
"Perfect ni cewek, hahaha," goda Panji.
Semua ikut tertawa.
#####
Waktunya lomba, telah tiba. Dan semua barang bekas sudah siap.
Berangkat menuju tempat lomba dari sekolahan menaiki mobil minibus.
Sampai ditempat, semua bersiap-siap mengeluarkan barang-barang yang akan dibawa menuju panggung. Sambil menunggu giliran tampil.
Setelah beberapa saat menunggu semua tampil. Sekarang, giliran SMP Negeri Noveltoon tampil. Semua berdoa agar penampilannya diberi kelancaran.
Selesai berdoa, mereka berjalan dengan berurutan di pimpin oleh Panji sang ketua kelompok. Mereka mulai presentasi di atas panggung, sesuai rencana yang telah ia susun jauh-jauh hari.
Putra menggambar di atas kertas karton yang sangat besar. Disisi lain Abi, Panji dan Agus membantu Fernanda untuk merakit urut-urutan benda yang akan menjadi sebuah karya unik, menggunakan barang-barang bekas.
Sedangkan di belakangnya, Endah membacakan narasi yang menerangkan sesuatu, tentang Pemanasan Global berfungsi untuk mengisi kekosongan suasana agar tidak menjadi hening.
Setelah semua terangkai dan gambar Putra juga sudah selesai. Semuanyavterasa sangat luar biasa, penonton bertepuk tangan dengan sangat gemuruh sekali.
Abi dan kawan-kawan, merasa mendapat apresiasi yang sangat luar baisa.
Selesai tampil, mereka beristirahat sejenak. Dan sekarang pengumuman hasil penilaian dimulai. Serasa tegang sekali, hati Pak Besari pun ikut menjadi tak karuan. Selesai juri mengumumkan hasil yang mendapat juara harapan , lalu pengumuman juara tiga besar.
__ADS_1
Dan ternyata, mereka berenam mendengar yang disebut adalah SMP Negeri Noveltoon. Tanpa pikir panjang, mereka langsung bersorak gembira dan melompat-lompat. Walaupun, mereka sudah tampil semaksimal mungkin. Akan tetapi, pada saat itu yang lain juga berpenampilan sangat bagus. Jadi, mendapat posisi tiga besar itu sudah cukup diluar dugaan mereka.
SMP Negeri Noveltoon akan berangkat mewakili kabupaten, untuk berangkat lomba PMR tingkat Provinsi. Karena juara tiga besar, akan berangkat mewakili Kabupaten masing-masing.