Syahrian Abimanyu

Syahrian Abimanyu
SMP - MOS dan Persami


__ADS_3

Seluruh siswa berbondong-bondong menuju SMPN Noveltoon. Karena, hari itu adalah waktunya MOS peserta didik baru.


Masih mengenakan seragam merah putih, perkumpulan siswa dari berbagai desa, kecamatan dan luar kota. Semua masih nampak lugu sekali, merasa masih malu-malu.


Hari pertama MOS adalah mencari ruang kelas, Abi dan Putra mencari ruang kelas. Berjalan menyusuri mulai dari ruang B, akhirnya Putra terlebih dulu menemukan namanya terpampang di ruang 7F, sedangkan Abi menemukan namanya ada di ruang 7G.


Ruang kelas 7F dan 7G kalau difikir secara logika pasti yang muncul dikepala, kelasnya itu bersebelahan. Tetapi kenyataannya tidak, ada sekat kamar mandi putri diantara kedua kelas itu. Jadi, menyebabkan kedua kelas itu seperti beda pulau.


Saat itu ternyata di kelas yang sama, ada Boban juga. Perasaan Abi cukup senang dan tenang, karena ia memiliki teman yang bisa diajak bicara dan bisa diajak duduk satu bangku.


Sedangkan Putra di kelas sebelah bersama beberapa teman yang sebelumnya satu sekolah dasar dengannya.


Wali kelas datang, kelas Abi dibimbing oleh Pak Besari. Pertama kali melihat wali kelas itu, menurut Abi sepertinya Pak Besari adalah orang yang sangat baik.


Satu per satu siswa memperkenalkan dirinya maju ke depan kelas. Seusai semua memperkenalkan diri, sekarang pembagian struktur organisasi kelas dengan cara voting.


Muncul beberapa nama, menjadi kandidat kuat untuk mengisi jabatan di kelas. Terpilihlah, Aji sebagai ketua kelas. Sedangkan wakilnya adalah Handayani, seorang cewek tomboi yang terlihat paling mencolok di antara teman cewek yang lain, dari awal masuk kelas itu.


Nama Syahrian Abimanyu mengisi bagian struktur organisasi. Ia akan menjalani peran baru di kelas, sebagai wakil sekretaris kelas. Merasa cukup beruntung, karena ia akan membantu Vera yang menjalani peran sebagai sekretaris di kelas.


Sehari itu, semua guru yang mengajar datang untuk memperkenalkan diri saja. Kemudian, datang kakak OSIS dengan ramahnya mengajak satu kelas untuk berjalan keliling sekolahan. Menjelaskan taman, kantin dan ruang-ruang yang ada di sekolahan.


Kegiatan seminggu pertama di SMP sebagai siswa baru, aktivitasnya berjalan seperti MOS pada umumnya seperti di sekolah-sekolah lain.


Melihat teman-teman dari daerah lain, tentu selain mencari teman laki-laki. Pasti wajar dong, kalau seorang anak yang baru masa puber melirik-lirik wanita cantik.


Sangat banyak sekali wanita cantik, membuat Abi sering curi-curi pandang kepada beberapa siswa yang ia rasa cukup membuat fikiran buyar.


Namun, ada satu wanita yang dapat membuat Abi tak bosan untuk memandangnya. Namanya Eka, rupanya dia adalah siswa dari kelas 7E. Lumayan jauh juga dari kelas Abi, sedangkan Abi juga terkadang masih sering curi-curi pandang kepada Ningsih teman satu kelasnya.


Suatu ketika Abi melihat Ningsih sedang dekat dengan laki-laki lain, membuat Abi malah semakin yakin dan semakin mengagumi seorang wanita yang bernama Eka dari kelas 7E.

__ADS_1


Perasaan itu hanya bisa dipendam dalam hati saja, seorang pemalu yang jatuh cinta waktu yang pertama kalinya pasti tak tau cara mengungkapkannya.


Oh iya, di kelas 7E itu ada teman Abi satu desa yang bernama Panji. Salah satu teman Abi yang diterima disekolah itu.


Masa MOS telah sampai dihari Jum'at dan keesokan harinya adalah waktunya Perkemahan Sabtu Minggu (Persami). Setelah lima hari bersama kakak OSIS, dua hari berikutnya giliran bersama kakak-kakak dari Pramuka. Pastinya akan lebih banyak lagi kegiatan dalam dua hari itu.


Kegiatan di hari Jum'at sudah selesai, sekarang saatnya pulang untuk istirahat dan menyiapkan bekal yang harus dibawa saat Perkemahan Sabtu Minggu keesokan harinya.


***********


Sabtu pagi masih kegiatan seperti biasa di sekolah, tetapi sedikit agak longgar. Tidak terlalu ada jadwal yang harus diikuti hari itu. Semua siswa berangkat ke sekolah untuk saling bercanda dan saling mengenal satu sama lain.


Menyiapkan kelompok untuk kegiatan Persami, satu kelompok terdiri atas tujuh orang. Kala itu Abi, Boban, Heri, Imam dan beberapa teman lain menjadi satu kelompok.


Mereka semua sepakat memberi nama kelompok dengan sebutan Sampah. Mungkin nama itu sedikit aneh, tetapi mereka percaya kelompok itu akan sangat mudah dikenali.


Pembagian barang-barang yang diperlukan saat kegiatan Persami. Heri membawa tikar untuk alas tidur, Imam membawa magic com untuk memasak di hari minggu paginya, Boban hanya membawa cemilan dan kebetulan kan dia juga punya rumah makan, pasti ada dong cemilan.


Setelah semua sepakat dengan hasil pembagian tugas tadi, semua anak bergegas pulang ke rumah masing-masing. Guna menyiapkan, persiapan yang akan ia bawa untuk kegiatan sore itu.


Segala hal sudah siap, Abi melihat masih pukul setengah dua belas siang. Lalu ia mandi, sekalian melaksanakan sholat dzuhur. Terasa waktu masih cukup lama, Abi mencoba untuk tidur sebentar karena kegiatan masih pukul tiga sore.


Dua jam sudah ia tertidur, sekarang saatnya bersiap-siap dan bergegas untuk berangkat kegiatan.


Abi menghampiri Putra untuk mengajaknya berangkat bersama. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Putra muncul dan bersepedalah mereka berdua menuju sekolah.


Sesampainya di jalan raya, mereka sangat berhati-hati saat mengayuh sepeda. Karena kala itu hari Sabtu, terasa sekali jalanan sangat ramai dipadati oleh kendaraan pribadi.


Weekend, banyak para pekerja yang libur dan buruh pabrik hanya bekerja setengah hari, membuat jalan semakin tak karuan. Abi dan Putra juga melihat beberapa teman satu sekolah mereka, yang bersepeda jauh di depan pandangannya.


Setengah jam mereka bersepeda, sampailah di sekolahan. Mencari tempat parkir yang kosong, mereka berdua datang di waktu yang bisa dibilang agak awal. Karena, masih banyak ruang parkir untuk menaruh sepeda mereka berdua.

__ADS_1


Berjalan menuju jalan yang berbeda, Abi dan Putra ke ruang kelas masing-masing untuk bertemu dengan kelompoknya. Saat masuk ruang kelas, Abi melihat baru ada beberapa teman di situ. Kelas masih terasa kosong, hanya terlihat ada Heri, teman satu kelompoknya itu.


"Akhirnya temanku datangg." Heri sambil tertawa .


"Yang lain belum datang Her?" tanya Abi.


"Tadi sih, ada Misbah. Tapi katanya dia mau ke kantin, makan dulu," ujar Heri.


"Oh ya sudah, kalau begitu. Aku juga mau istirahat dulu, capek naik sepeda dari rumah." Abi berjalan mengambil tikar yang dibawa Heri.


Menuju pojok ruang kelas, menyingkirkan beberapa bangku. Abi membuka tikar itu untuk tiduran sejenak.


Heri masih rebahan di atas kursi kelas, tiba-tiba Boban datang menuju Heri yang sedang telentang. Heri itu orangnya super gemuk. Jadinya, Boban iseng memegang perut Heri, sambil menggoyang-goyangkannya.


"Perutnya digoyanggg." Boban sambil tertawa.


"Dasarr." Heri langsung bangun.


"Yang lain mana Her?" Boban sambil bingung.


"Dibelakang Abi lagi tiduran." Heri menunjuk ke pojok ruang kelas.


"Gangguin ahh," ucap Boban sambil berjalan.


"Kamu gak lihat yang lain Ban?" tanya Heri.


"Tadi aku ketemu Imam di pintu gerbang, tapi dia balik lagi," Jelas Boban, sambil menuju Abi yang sedang tiduran.


"Lha kenapa kok balik?" tanya Heri masih bingung.


"Tadi, dia bilang seragam olahraganya ketinggalan," kata Boban dengan lumayan keras.

__ADS_1


__ADS_2