
Abi melihat tiga temannya masih asik ngobrol di depan kamarnya. Ia memudian berjalan menghampiri ketiga temannya itu.
"Boleh gabung, kan?" tanya Abi.
"Boleh dong, kirain langsung tidur tadi, Bi," kata Arman.
"Putra kemana? Tidur?" tanya Joko.
"Dia masih sholat tahajud, nanti palingan juga nyusul kesini," jawab Abi.
"Kalian belum pada tidur? Nanti pagi latihan pada ngantuk?" tanya Abi.
"Ndak, Bi. Kami jarang tidur, kami tidur sejam atau dua jam sudah cukup." Arman meringis.
"Kalau aku pasti udah merem melek pagi harinya, hahaa." Abi tertawa.
Tak lama kemudian, terlihat Putra sedang berjalan dari arah kamar tidur asramanya. Wajahnya nampak cerah sekali, masih terbasahi oleh sisa bilasan air wudhu.
"Eh, Traa. Masih pakai sarung aja," canda Arman.
"Iya, nih. Biar disangka orang pondok pesantren." Putra sambil tertawa.
"Mukanya gak pantes jadi anak pesantren," ejek Sofyan.
Semua tertawa lepas, hingga tak menyadari bahwa waktu sudah larut malam. Bahkan, hampir masuk waktu subuh.
Abi dan Putra tak merasa ngantuk karena mencuci mukanya, mereka berlima berbincang santai sambil sesekali mengunyah biskuit yang diambil dari kamar Abi tadi.
"Ceklak ... ceklak ...," suara kunci pintu kamar yang dibuka.
Semua terdiam mendengar suara itu, matanya melihat kesana kemari sambil mencari-cari darimana asal suara tersebut.
Ternyata, tak berselang lama. Ilham dan Ferdian keluar dari kamarnya, menengok lorong asrama kearah kanan dan kiri dari pintu kamarnya. Melihat ada lima anak yang sedang duduk santai di teras lorong asrama, mereka berdua berjalan menghampiri kelima anak itu.
Melewati lorong asrama yang sangat sepi, hanya berteman dengan beberapa lampu putih yang terpasang tepat diatas lorong jalan kamar asrama.
"Belum tidur, Fer?" tanya Abi.
"Kebangun nih, tadi ada suara orang ketawa. Aku kirain siapa," ujar Ferdian.
"Maaf, kalau ganggu kalian tidur." Arman tertawa kecil.
"Aku tadi udah takut, aku kirain ada apa. Terus aku bangunin Ilham buat ngecek kalau takutnya ada apa-apa. Eh, taunya kalian." Ferdian tertawa.
__ADS_1
Ferdian beranjak pergi menuju kembali kearah jalan yang tadi ia lewati, belum sempat melangkahkan kaki untuk ketiga kalinya. Arman langsung merespon kepergiannya.
"Mau kemana, Fer?" tanya Arman.
"Mau ke kamar mandi dulu, pengen pipis sekalian cuci muka." Ferdian menoleh kearah orang berkumpul.
"Ya sudah, kirain mau tidur lagi," kata Arman.
"Aku mau pipis, siapa mau nitip?"
Pertanyaan Ferdian membuat semua orang yang sedang berkumpul malah tertawa dengan suara yang lantang.
"Bgst!," ujar Sofyan.
"Hahaha," suara Abi dan Putra.
"Ya sudah sono buruan pergi lah, blokk." Arman berbicara sambil tertawa.
"Aku ikut, Fer. Aku juga mau cuci muka sekalian," kata Ilham.
Ferdian dan Ilham terlihat menyusuri lorong asrama yang keadaanya sangat sunyi sekali, hanya ada suara angin malam dan sesekali suara kendaraan yang melintas tepat di jalan raya depan asrama GOR Krida Kresna.
Sedangkan di teras depan kamar asrama tempat kelima anak tadi berkumpul sudah mulai membubarkan diri dari posisi duduknya masing-masing.
"Ya sudah, aku juga mau tidur lah," kata Sofyan.
Semua berdiri dan berjalan meninggalkan tempat yang ia duduki sedari tadi. Abi dan Putra langsung masuk ke dalam kamar asrama.
"Ceklak ... ceklak," suara pintu terkunci.
Abi menaiki tangga kecil untuk bisa menempati tempat tidurnya, sedangkan Putra langsung menempatkan posisi tidurnya di ranhang bawah. Mereka mulai terlelap, lumayan bisa memejamkan mata selama satu sampai dua jam. Sebelum ia bangun untuk menjalankan sholat subuh dan sarapan pagi.
Ferdian dan Ilham yang sudah keluar dari kamar mandi, melihat kearah posisi duduk teman-temannya yang sekarang ternyata sudah tidak ada orang. Mereka berdua melihat semua pintu sudah tertutup, kemudian kedua anak ini memutuskan untuk kembali ke kamarnya lagi.
Rasanya baru memejamkan mata sesaat, sudah terdengar kumandang adzan subuh dari mushola yang bersebelahan dengan kompleks GOR Krida Kresna.
Putra yang mendengar kumandang adzan subuh seketika langsung terduduk diatas ranjang tidurnya.
"Bii, bangun." Putra memukul-mukul bagian bawah ranjang tidur Abi yang berada diatasnya.
"Hmmm ... udah adzan subuh toh, Tra?" tanya Abi.
"Iyaa, udah adzan. Bangun gih, sholat subuh dulu, Bi." Putra beranjak dari ranjang tidurnya.
__ADS_1
Putra berhajalan menuju loker kecilnya, mengambil sarung dan pecinya. Abi menuruni tangga ranjangnya, berjalan mengikuti Putra. Mereka berdua sudah mengenakan sarung dan pecinya, kemudian Putra membuka kunci pintu kamarnya.
Melihat sekeliling lorong teras kamar asrama, hanya ada beberapa orang yang sedang lalu lalang melintasi jalan yang tertutup tembok semen dan beralaskan keramik. Abi dan Putra keluar kamarnya, mengunci pintu kamar tersebut untuk pergi ke mushola samping GOR Krida Kresna.
"Bi, mau ke mushola ya?" tanya Mas Rizal pelatih penjaga gawang.
"Oh iya ini, Mas. Ayo bareng sekalian," kata Abi.
"Nanti lah aku nyusul, aku masih belum bawa sarung." Mas Rizal menunjuk kakinya.
"Lha habis darimana tadi, Mas?" tanya Putra.
"Ini tadi aku habis jalan-jalan keluar sambil olahraga pagi," jawab Mas Rizal.
"Ya sudah, kita duluan ya, Mas." Abi berjalan menuju pintu keluar kompleks asrama.
"Iya, aku nanti nyusul." Mas Rizal kembali berjalan menuju kamarnya.
Abi dan Putra sudah keluar area kompleks GOR Krida Kresna, menuju mushola yang berada di sebelah area kompleks ini.
Mereka berdua melewati trotoar sisi jalan raya yang berhiaskan lampu kuning remang-remang, dengan sesekali ditemani oleh bus dan truk antar kota yang melewati jalan dengan sangat kencang. Membuat hembusan angin yang sesekali mengarah kepadanya.
Sesampainya di mushola, mereka menuju tempat wudhu untuk menyucikan diri dan dilanjutkan dengan menunaikan sholat subuh.
**************
Selesai sholat subuh, Abi dan Putra kembali ke kamar asramanya dengan lari kecil (jongging). Mereka berdua melepas sarung yang sedang dikenakan, dan menyampirkan di pundak mereka.
Saat sampai di pintu gerbang area kompleks GOR Krida Kresna, mereka berdua melihat beberapa temannya yang sedang melakukan olahraga kecil dan lari-lari mondar-mandir di sekitaran parkiran yang beralaskan aspal.
"Woi, Bii! Abis dari mushola sarungnya ndak dipakai, malah sambil lari-lari. Kayak abis ngejar maling aja kalian." Fajar berbicara keras sambil tertawa.
"Bgst emang kamu ya, Jar." Abi tertawa bersama Putra.
Melihat kumpulan teman-temannya sedang berolahraga di area parkir tersebut, ternyata ada Sofyan, Arman dan Joko yang sudah ikut berolahraga. Dalam hatinya, busyet itu anak tidur cuman sebentar doang, sekarang udah ikut olahraga aja. Kemudian, mereka berdua memutuskan untuk mengambil sepatu di kamarnya karena ingin ikut menggerakan badan bersama teman-temannya.
"Mau kemana, Bi?" tanya Sofyan.
"Aku mau ambil sepatu dulu ya, Sof." Abi berjalan menuju lorong kamar asrama.
"Ya sudah, nanti kalau udah siap. Kesini lagi ya, Bi." Arman sambil pemanasan.
"Siap, Man," ujar Putra.
__ADS_1
Kedua anak itu berlari-lari kecil melewati lorong asrama untuk kembali ke kamarnya.