
Tak terasa setahun sudah, waktu itu berjalan dengan sangat cepat sekali. Mereka sekarang sudah memasuki masa akhir kelas delapan, masih berada dalam satu organisasi ektrakurikuler sekolah yaitu Palang Merah Remaja.
Dalam setahun ini, tidak ada event yang istimewa dari Palang Merah Indonesia. Makanya kegiatan anak-anak Palang Merah Remaja hanya mendapat ilmu sukarela dari utusan PMI kabupaten dan berkutik di sekitar lingkungan sekolah saja.
Tak ada yang mengetahui hubungan spesial antara Abi dan Eka, mereka berdua juga tertutup tentang hubungan yang sedang ia jalani selama ini.
Sesekali memang ada yang curiga tentang kedekatan mereka berdua, tetapi entah apa yang kedua anak ini lakukan. Sehingga rahasia hubungan mereka bisa tertutup dengan sangat rapih sekali.
Pada awalnya, mereka menjalin hubungan dengan memikirkan suka, suka ,dan suka. Tetapi saat akhir-akhir ini Abi mulai sedikit cemburu dan tersinggung, kalau ternyata banyak sekali teman cowok yang berusaha mendekati Eka.
Abi mulai cemburu, sesekali mengirimkan pesan singkat kalimat tanya yang sedikit sensitif kepada Eka.
"Kamu setia sama aku kan? Gak ada yang spesial dengan teman-teman cowokmu yang lain?" tanya Abi kepada pacarnya memalui pesan singkat sms.
"Gak ada apa-apa kok, kenapa kok tanya begitu? kamu cemburu ya, Sayang?" balasan pesan Eka yang berbalik tanya.
"Ya cemburu lah, laki-laki mana yang gak cemburu kalau melihat orang yang disayang deket sama cowok lain," balas Abi.
"Aku gak ada apa-apa kok, sama cowok yang itu semua aku juga biasa aja. Gak ada rasa yang lebih sama mereka," sanggah Eka.
"Ya sudah kalau memang tidak ada apa-apa, aku minta maaf ya, Sayang. Karena udah cemburu berlebihan kepadamu," untaian kalimat permintaan maaf yang Abi ketik kepada sang kekasih.
"Iya ndakpapa, Mas. Jngan mikir yang tidak-tidak kepadaku. Selalu percaya sama aku," kalimat Eka menenangkan perasaan Abi.
"Ya sudah, belajar dulu yuk." Abi membujuk Eka belajar melalui sms.
"Aku tadi udah belajar kok, Mas. Aku mau tidur dulu ya. Aku udah ngantuk soalnya. Selamat malam, belajar yang rajin biar pinter ya, Sayang." Eka berpamitan untuk tidur terlebih dahulu.
__ADS_1
"Ya sudah, tidur yang nyenyak ya, Dek. Mimpi yang baik, jangan lupa baca doa," balas Abi kepada pesan terakhir Eka malam itu.
Abi belajar di ranjang tempat tidurnya, sambil mengerjakan tugas dari atas ranjang. Tanpa terasa ia telah dan tak kuasa menahan kantuk yang ia tahan sedari tadi. Abi tertidur dengan kondisi buku yang masih berserakan, belum dibereskan.
Sekitar pukul sebelas malam, ia terbangun karena terganggu suara berisik dari dalam rumahnya. Waktu ia berjalan keluar kamar, ia melihat di ruang tamu rumahnya sudah banyak sekali tetangga yang berkumpul. Perempuan dan laki-laki sedang berada di rumahnya, ada yang keluar masuk dari dalam kamar ayah dan ibunya.
Abi semakin tak karuan, takut terjadi apa - apa terhadap bapak ataupun ibunya. Lalu, kemudian ia berjalan menuju kamar itu melihat bapaknya sedang tertidur dan terdiam.
Dalam hati sudah merasa mempunyai firasat kemana-mana, tetapi setelah melihat dada bapaknya masih naik turun, ia yakin bapaknya masih hidup.
Malam itu bapaknya sedang mengalami sesak nafas dan nyeri pada ulu hati. Saat itu semua warga menyarankan untuk dibawa kerumah sakit, tetapi bapaknya tidak mau.
Segala obat tradisional dicoba selama tiga jam, dibantu oleh tetangga sekitar. Langsung saja Siti Fadilah membujuk Rohmat untuk berangkat ke rumah sakit saja. Sedikit terjadi perdebatan yang singkat, akhirnya Rohmat mau untuk diajak ke rumah sakit. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul kurang lebih satu pagi, menyiapkan bekal yang akan dibawa ke rumah sakit.
Siti Fadilah dan Rohmat berangkat diantar tetangga secara sukarela. Waktu itu Abi harus merelakan bapaknya yang harus dirawat inap beberapa hari di rumah sakit. Karena kondisinya lumayan cukup parah, sedangkan Abi dirumah sendirian, lalu kemana Fellani sang kakak?
Abi harus menyiapkan sarapan sendiri saat hendak berangkat sekolah, sebenarnya ia disuruh neneknya untuk makan di sana. Tetapi ia lebih suka masak sendiri dirumah.
Setelah pulang sekolah juga mendapat pekerjaan lebih, karena sang ibu tidak di rumah. Jadi, sekarang ia merangkap tugas rumah yang biasa dilakukan oleh ibunya.
Dua hari Abi ditinggal sendirian di rumah. Setelah dua hari itu keadaan bapaknya mulai membaik dan diperbolehkan untuk pulang ke rumah lagi. Tak ada yang mengetahui kalau bapaknya sedang berada di rumah sakit, ia bersikap biasa saja di sekolahan. Eka pun tak tau kalau bapak dari sang kekasih masuk kerumah sakit.
Yang mengetahui hal itu hanyalah Agus, Putra dan Panji. Tetapi, Abi sudah berpesan kepada temannya itu untuk tidak memberi tahu siapa-siapa kalau bapaknya berada di rumah sakit.
Waktu berjalan seperti biasanya, tidak ada hal yang aneh nampak dari tingkah Abi. Tetapi, beberapa hari setelah kepulangan bapaknya dari rumah sakit.
Ia sedikit dikagetkan dengan pesan yang dikirimkan oleh sang kekasih.
__ADS_1
"Sayang, aku mau bicara sesuatu nih." Sms yang dikirim Eka.
"Mau bicara apa, Dek?" balas Abi.
"Begini, Mas. Ibuku udah tau kalau aku pacaran sama kamu dan sms-an tiap malem. Takutnya ganggu belajar, Mas. Lagian kan kita udah kelas delapan, bentar lagi kelas sembilan habis itu terus ujian," ujar Eka melalui sms.
"Iya terus kenapa, Sayang?" Abi masih penasaran dengan maksud dari Eka.
"Ya, maaf. Mulai saat ini, kamu jangan panggil aku sayang lagi ya, Mas? Sebenarnya aku juga berat buat bilang ini." untaian kalimat sms dari Eka.
"Maksudnya kita putuss, Dekk?" tanya Abi.
"Iya begitu, Mas. Maaf, ibuk gak mau waktu belajarku terganggu," alasan dari Eka.
"Ya sudah deh. Mungkin, berat hatiku untuk nerima kenyataan ini semua. Pasti aku juga butuh waktu lama untuk ngelupain ini kamu." Abi menitihkan air mata.
"Maaf ya, Sayang. Mungkin, ini akan jadi kata sayang terakhirku, Mas. Love you, aku sayang kamu." Di sisi lain Eka mengetik sms itu dengan banjir air mata.
Momen-momen indah membuat mereka berdua saling mengingat dan sulit sekali untuk menerima kenyataan akan berpisah. Abi sangat sayang sekali kepada Eka. Karena itu merupakan hal pertama kalinya dalam tema cinta, mendapat respon langsung dari orang yang ia kagumi.
Tak mudah melupakan sesosok wanita yang pintar, cerdas, baik, dan cantik akan jauh dari kehidupannya.
Hal yang biasa mereka lakukan, berbalas pesan setiap malam. Selalu bercanda, bisa saling ketawa walaupun hanya lewat tulisan yang terkirim melalui sms lugunya.
Ia sedikit tak bisa membayangkan, jadi seperti apa rasanya kalau setiap malam tak menerima sms kabar dan perhatian dari Eka.
walaupun isi pesan yang dikirim dari kekasihnya itu terkesan lugu, tetapi Abi suka sekali dengan keluguan itu.
__ADS_1
Hal itulah yang ia rasa sulit untuk lupakan, kalau memang benar hubungan mereka akan kandas sampai di sini. Itu adalah pacar, sekaligus cinta pertamanya dan sebentar lagi akan menjadi mantan pertamanya. Menjadi patah hati pertamanya juga.