
"Besok, diharap kalian semua tampil dengan sungguh-sungguh dan sekuat tenaga. Walau kita belum cukup waktu untuk berlatih, tetapi bakat kalian sudah cukup mumpuni untuk bertanding dengan musuh," ujar Pak Taufik.
"Siap, Pak," jawab semua anak.
"Nanti sore pukul tiga, kita berlatih lagi di tempat ini. Langsung untuk memantabkan skema yang bakal kita terapkan besok," kata Pak Taufik.
"Tanpa harus pakai materi-materi lagi, kita nanti sore langsung fun match dan melatih skema bermain. Paham semua ya?" tambah Pak Taufik.
"Paham, Pak." semua anak telah selesai melepas sepatunya.
"Ya sudah, sekarang kalian boleh kembali ke kamar masing-masing." tangan Pak Taufik menunjuk kearah asrama trainning camp.
Semua anak berdiri dan berjalan kembali ke kamar mereka masing-masing.
Oh iya, sekedar informasi. Pertandingan futsalnya akan dilaksanakan di GOR Krida Kresna. Jadi keuntungan juga untuk SMP Negeri Noveltoon, karena sudah bisa menjajal lapangan sebelum bertanding.
Abi, Putra, Sofyan, Fajar, Ferdian dan Joko berjalan bareng menuju kamar asrama. Menyusuri lorong jalan yang lumayan terang karena terbias oleh cahaya matahari pagi.
"Huah, capek banget pagi ini," ucap Fajar.
"Iya, gila capek banget," jawab Sofyan.
"Mantab, latihan hari ini dapet ilmu banyak banget ya," ujar Putra
"Aku puas banget, gak sabar pengen latihan lagi nanti sore." Abi mengusap keringatnya.
"Eh, tadi kamu diberi materi apa, Bi. Persiapan penalty yah?" tanya Fajar.
"Iya, Jar. Tadi aku disuruh buat persiapan nanti kalau ada adu penalty. Entah babak adu penalty atau amit-amit kalau tim kita nanti kena set play penalty saat pertandingan berlangsung," jelas Abi.
"Ya semua harus ada persiapan sih, Bi." Sofyan merangkul pundak Abi.
"Kalau babak adu penalty aku sih ndakpapa, ya kalau set play penalty kalau bisa jangan sampe kena lah. Hehe," ujar Abi.
"Pokoknya sekarang kalau kita kena penalty, percayain aja sama Abi." Putra tertawa.
"Ya kalau gitu, setiap tendangan bebas sama penalty kalau ada kesempatan juga harus jadi goal lho." Abi membalas tertawa mereka.
"Gini aja, kalau semisal ada adu penalty. Abi bisa gagalin semua tendangan itu, kita traktir dia susu kedelai yang ada di depan gerbang GOR." Ferdian menunjuk kearah depan.
"Gila semua ni anak," ujar Abi.
__ADS_1
Mereka semua tertawa dengan sangat lantang sekali. Sepanjang jalan mereka mengobrol dengan asiknya, hingga tak sadar mereka sudah berada tepat di kamar asrama.
"Aku duluan ya kawan-kawan, mampir dulu semuanya." Abi dan Putra berbelok kearah pintu kamar asramanya.
Ferdian, Sofyan, Fajar dan Joko melanjutkan jalan kakinya menuju kamar masing-masing, memutuska tidak mampir dulu ke kamar Abi dan Putra karena dengan kondisi badan mereka yang masih terbasahi oleh keringat kotor.
Putra mendorong pintu kamarnya yang telah terbuka kuncinya, mereka meninggalkan sepatu dan meletakan kaos kakinya di tepian lorong yang tersinari oleh matahari.
Kemudian kedua anak itu mengambil pakaian ganti dan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.
########
Kembali ke kamar dengan keadaan yang sudah bersih dan segar, Abi melihat jam di dinding kamar asramanya yang menunjukan pukul setengah sebelas siang.
Rasanya badan sedikit kaku karena efek setelah tadi, Abi menaiki ranjang yang berada diatas. Merebahkan tubuhnya di kasur tidurnya, bermaksud untuk mengistirahatkan tubuh sejenak.
Putra yang masuk kamar melihat Abi telah tertidur pulas, ia langsung meletakan pakaian kotornya diatas loker. Lalu, menutup pintu kamar dan berjalan menuju ranjang untuk tidur sejenak.
Mata terpejam hingga tak terasa sudah pukul dua satu siang, terdengar suara ketuk pintu yang ternyata adalah Fajar. Dengan keadaan masih menahan kantuk, Putra membuka pintu kamarnya.
"Nih, Traa. Makan siang berdua sama Abi ya." Fajar memberi dua bungkus makan kepada Putra.
"Jangan lupa, nanti jam tiga latihan ya," ucap Fajar.
"Siaap, kamu ndak mampir dulu?" tanya Putra.
"Nanti malam aja lah, Tra." Fajar beranjak meninggalkan Putra.
Putra kembali ke dalam kamar, meletakan dua bungkus makan tersebut diatas loker kecilnya. Kemudian berjalan kearah Abi yang masih tertidur di ranjang atas.
"Bii, bangun. Sudah jam satu siang ini lho, sholat dzuhur dulu." Putra menepuk-nepuk bagian pinggir ranjang tidur temannya itu.
"Iya, Tra. Aku sudah bangun kok," jawab Abi.
"Ya sudah, aku mau ke kamar mandi dulu ya," kata Putra.
Lalu, Putra meninggalkan temannya yang masih rebahan di ranjang tidurnya. Keluar kamar dan menuju kamar mandi untuk cuci muka, kemudian berwudhu.
Abi menuruni anak tangga yang ada di pinggiran ranjangnya, berjalan keluar kamarnya. Menutup pintu kamar, kemudian berjalan menuju kamar mandi dengan melewati lorong asrama.
Badan sudah terasa segar karena terbilas oleh air wudhu, ia kembali ke kamar untuk melaksanakan sholat dzuhur.
__ADS_1
Setelah selesai melaksanakan sholat dzuhur, dirinya bersama dengan Putra melanjutkan aktivitas makan siang.
"Lauknya apa, Tra?" Abi bertanya.
"Ini tempe sama tahu bacem," jawab Putra.
"Lumayan lah, buat makan siang," balas Abi.
Mereka berdua menyantap makan siang itu dengan lahap, hingga tak tersisa. Kemudian beristirahat sejenak dengan bersantai sambil menyaksikan acara televisi.
Pukul tiga kurang seperempat, ternyata telah terdengar kumandang adzan ashar. Mereka bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat ashar.
Setelah itu, mereke berdua langsung keluar kamar dan mengunci pintunya. Mengambil perlengkapan latihan futsalnya yang sedari tadi pagi masih berada di depan kamar asramanya, menentengnya menuju lapangan futsal di area penginapan tersebut.
Sampai di lapangan futsal, mereka langsung mengenakan perlengkapannya dan bersiap untuk latihan sore hari ini. Menu latihan hanya memperdalam materi yang di praktikan saat latihan tadi pagi.
Abi masih belajar cara menebak dan menangkis tendangan penalty. Sedangkan, Putra dan kawan-kawan masih berkutik dengan memperbanyak cara mengambil kesempatan dalam situasi tendangan bebas.
Pukul lima sore, keringat sudah mengucur deras dan terdengar suara peluit Pak Taufik yang mengakhiri sesi latihan sore ini. Semua berjalan berkumpul ke tengah lapangan dan duduk tepat di depan posisi Pak Taufik berdiri.
"Sore, anak-anak." Pak Taufik menepukkan tangannya.
"Sore juga, Pak," jawab peserta trainning camp.
"Besok sudah waktunya kita untuk unjuk kebolehan, mohon tampil semaksimal mungkin ya," kata Pak Taufik.
"Siapp," jawab serentak semua anak.
"Ilmu yang diberikan oleh pelatih-pelatih senior ini, mohon diterapkan secara betul-betul ya." Pak Taufik tangannya menunjuk empat pelatih yang mendampinginya.
Semua anak hanya terdiam dan ada pula yang menunduk kecapekan karena latihan.
"Ya sudah, mungkin kalian semua juga sudah capek. Begitu juga dengan saya," ujar Pak Taufik.
"Mungkin, ada tambahan dari mas-mas ini?" Pak Taufik bertanya kepada empat orang yang ada di sampingnya.
"Ya intinya, goodluck buat besok. Semoga kalian berhasil, gak harus jadi juara. Yang penting tunjukan kemampuan kalian," kata Mas Indra.
"Kalau sudah, semangat buat kalian. Boleh kembali ke kamar untuk istirahat mempersiapkan tenaga buat pertandingan besok," akhir kata Pak Taufik.
Semua anak kembali ke kamar masing-masing untuk mandi, sholat maghrib bagi yang menjalankan dan makan malam. Ditutup dengan tidur malam guna mempersiapkan tenaga untuk keesokan harinya. Karena, mereka di jadwalkan akan bertanding pada pukul delapan pagi.
__ADS_1