Syahrian Abimanyu

Syahrian Abimanyu
SMP - Selembar Kertas, Isinya Apa?


__ADS_3

"Iya nanti, kalau sudah keluar videonya pasti ada pemberitahuan dari sekolahan," ujar Agus.


"Ya sudah, kembali ke kelas lagi yuk. Udah hampir jam pulang ini. Kan, gak ada pelajaran. Pasti pulang seperti jam biasanya." Endah bangkit dari tempat duduknya.


"Ya sudah, ayo cabuttt." Panji berjalan menuju luar ruang Usaha Kesehatan Sekolah.


Semuanya juga ikut berjalan menuju kelas masing-masing, Putra keluar ruangan paling akhir. Jadi, ia yang harus nutup pintu dan mengunci ruangan tersebut.


Beberapa saat kemudian. Benar ternyata, bel tanda pulang sekolah langsung berbunyi. Dan itu adalah hari terakhir sekolah, karena esok harinya telah tiba libur sekolah selama dua minggu ke depan.


Panji , Agus , Putra dan Abi bertemu di parkiran sepeda sekolahan. Yang sampai terlebih dahulu saat itu adalah Agus, disusul Putra, kemudian yang paling akhir adalah Panji dan Abi.


Tapi sebelum sampai di parkiran, terjadi sedikit perbincangan antara Panji dan Abi.


"Bii, tak kasih kabar gembira mau ndak?" tutur Panji.


"Apa emangnya, Nji? sok-sokan punya kabar gembira aja." Abi sambil meringis.


"Aku mau tanya dulu nih, kamu kalau sama Eka sebenarnya ada rasa apa tidak?" tanya Panji.


"Iihhh ... apaan sih, nanya-nanya seperti itu," jawab Abi malu - malu.


"Aku nanya beneran, Bii." Panji sepertinya serius.


"Ya ada sih, Nji. Aku suka sama itu orang dari dulu, sejak awal Masa Orientasi. Aku juga udah sering curi-curi pandang, Nji," jujur Abi kepada Panji.


"Nahhh, kan. Ngakuu juga akhirnya kamu." Panji tertawa lepas.


"Apa toh, Nji. Jangan gitu lah, aku udah jujur ini lho." Abi masih merasa malu - malu.


"Bukan begitu. Soalnya, aku ngrasa si Eka juga diem-diem sepertinya suka sama kamu," goda Panji kepada Abi.


"Hehehe. Jangan ngarang lah, Nji." Abi masih tak percaya.


"Iyaa, aku beneran. Soalnya, dia itu sering nanya-nanya tentang kamu, sumpah deh, Bii." Panji masih berusaha membuat Abi percaya.


"Nanya apa? tapi kan, kalau nanya belum tentu suka lah, Nji." Abi masih tak percaya.


"Ya terkadang, nanya Abi itu orangnya bagaimana? Di rumah seperti apa? gitu kurang lebih, Bi," tutur Panji.


"Kalau aku orangnya begini lah! masa iya di rumah jadi Ultraman? Powerrangers? Si unyil?" Abi sambil meringis.


"Ya, namanya juga orang suka. Pasti nanya-nanya sesuatu yang kadang menurut orang itu gak penting." Panji masih menggoda Abi.


"Ahh, menghayal kau ini, Nji." Abi menghiraukan candaan Panji.


"Aku ndak menghayal, Bi. Soalnya, Eka titip sesuatu buat kamu," jelas Panji.


"Emang nitip Apaan, Nji?" Abi penasaran.


"Aaaaaa, tuu kan. Penasaran ya?" Panji tertawa lagi.


"Halaahh, lagii. Mesti begituu." Abi menggerutu.

__ADS_1


"Ndakk, tadi tu Eka nitip aku ini. Suruh ngasih ke kamu, Bii." Panji menunjukan selembar kertas.


"Apaan itu, Nji?" tanya Abi.


"Ya aku gak tau lah, Nji. Amanah orang lain, mana berani aku buka-buka." Panji memberikan kertas itu kepada Abi.


"Nant, kalau aku diguna-guna? Gimana, Nji? Kamu tanggung jawab lhoo." Abi tertawa.


"Ciee, bahagia nihhh. Buka lah, Bi. Apa isinya." Panji juga penasaran.


"Ndak lah, aku buka di rumah aja." Abi memasukan kertas itu kedalam tasnya.


Itulah perbincangan yang terjadi antara mereka berdua sebelum sampai di parkiran sepeda. Mereka berempat kini bergegas pulang menuju rumah.


**************


Sampai di rumah, Abi menuju kamar mandi untuk bersih-bersih badan. Kemudian, memutuskan untuk tidur, karena sudah ngantuk sekali. Kegiatan sore itu berjalan seperti hari-hari biasanya.


Malam hari, sepulang dari tempat mengaji. Abi berjalan menuju meja makan untuk mengambil makan malam.


Setelah ia berjalan menuju ruang tamu untuk menonton tv. Abi memutuskan untuk mengambil Handphone-nya yang sedang dicharge di kamarnya terlebih dahulu.


Melihat tas yang tergeletak di atas lemari kecilnya, ia baru sadar. Ternyata, tadi siang dirinya mendapat sebuah kertas yang tak tau apa isi di dalamnya.


Dengan rasa hati yang sangat penasaran, Abi membuka tas dan mencari kertas itu. Ditemukannya sudah, kertas itu nampak kusut, karena tertindih buku-buku yang ada di dalam tas.


Dibuka secara perlahan, dan isinya adalah sebuah kata-kata.


Itulah isi surat yang dititipkan kepada Panji, serta di bawah halamannya tertulis nomor telepon dan tanda tangan dari Eka.


Abi bingung harus ngapain, dalam otak ingin sekali menghubungi nomor tersebut. Tetapi, beberapa kali melintas juga di benaknya, kalau ia takut dan bingung untuk memulai darimana.


Kemudian, ia memutuskan untuk menyimpan nomor dan mengirim pesan singkat (SMS).


Kalimat pembuka Abi adalah, "Assalamualaikum, selamat malam."


Sambil menunggu balasan, Abi berjalan menuju ruang tamu untuk menonton t**elevisi. Tetapi, ia meninggalkan Handphone-nya di kamar.


Beberapa jam setelah menonton acara di t**elevisi, sampai bosan sekali rasanya. Mencari-cari acara yang menurutnya masih bagus, tapi sudah tidak menemukan. Akhirnya, ia kembali ke kamar memutuskan tidur saja.


Dengan posisi rebahan, Abi mengambil h**andphone yang berada di meja sebelah tempat tidurnya.


Melihat notifikasi, ternyata ada pesan dari Eka. Rasa kantuknya mulai hilang lagi, lalu membuka pesan itu dan ternyata isinya.


"Waalaikumusalaam."


Pesan kedua isinya


"Ini siapa ya?"


Kemudian, Abi membalas sehingga terjadi balas-balasan pesan antara mereka berdua.


"Ini aku Abi, lagi ngapain, Ka?" Abi.

__ADS_1


"Ini lagi nonton tv aja, Bi. Lha kamu ngapain?" Eka.


"Aku tadi habis nonton tv, sekarang di kamar tiduran aja." Abi


"Udah ngantuk ya?" Eka.


"Tadi sih, udah. Tapi sekarang ndak jadi." Abi.


"Lho, kok ndak jadi kenapa emangnya?" Eka.


"Pas lihat sms-mu masuk, terus ndak jadi ngantuk hehehe." Abi


"Halah bisa aja, gomball." Eka


"Lha kamu kok belum tidur? kenapa?" Abi.


"Nungguin Bapakku." Eka


"Lha emangnya, Bapak kemana?" Abi.


"Bapak kerja lembur." Eka.


"Kok kamu yang nungguin? Lha ibuk kemana?" Abi.


"Ibukku udah tidur, Dia tadi kerja. Capek mungkin." Eka.


"Lha, udah makan apa belum nih?" Abi.


"Tadi udah kok, lha kamu udah?" Eka.


"Aku udah dari tadi." Abi.


"Kamu gak tidur kenapa?" Eka .


"Aku mau nungguin kamu dulu, hehe." Abi.


"Gombal lagi, hadeuhhh." Eka.


"Kasian, sendirian ndak ada temen." Abi.


"Hehehe iya nih sendirian. Bapakku udah pulang itu, aku mau tidur dulu ya." Eka.


"Ya sudah, aku juga mau tidur deh." Abi.


"Selamat malam, moga mimpi indah ya, Biii." Eka.


"Malam juga, Kaa. Moga mimpi yang baik-baik juga, aku gak mau mimpi indah. Kalau bisa, pengennya mimpi kamu hehe." Abi.


"Halah, gombali terus. Tidur sono gih." Eka.


Itulah perbincangan dalam pesan singkat (s**ms) yang terjadi antara mereka berdua.


Sedikit agak kaku dan malu-malu, terlihat pada kalimat pesan yang saling mereka kirimkan.

__ADS_1


__ADS_2