
Pukul tiga sore, Putra terbangun karena mendengar kumandang adzan ashar dan suara gaduh rekan-rekan satu timnya dari kamar sebelah.
Putra turun dari ranjang dan melihat sekeliling luar kamarnya. Ternyata, beberapa anak sudah berlalu lalang berjalan dari dan menuju kamar mandi.
Kamar mandinya berada diluar kamar tidur, tetapi jumlahnya cukup banyak. Sehingga, membuat anak tidak terlalu banyak yang antre untuk bergantian kamar mandi.
Putra berjalan kembali kedalam kamar, berusaha membangunkan abi yang masih tertidur pulas.
"Bii, bangun yuk," kata Putra.
"Hmmmm ...," gumam Abi.
"Ayok, Bii. Bangun, semuanya udah siap untuk latihan itu lho." Putra berjalan mengambil baju ganti.
Abi terbangun, duduk dengan masih yang masih terlihat kosong.
"Aku mau ke kamar mandi dulu ya, Bii." Putra berjalan keluar meninggalkan kamar.
Abi turun dari ranjangnya yang berada diatas, membuka loker untuk mencari baju ganti dan menyiapkan sepatu yang akan dibawanya saat latihan nanti.
Beberapa menit setelah Putra kembali dari kamar mandi. Abi langsung berdiri, bersiap untuk menuju kamar mandi.
"Sana gantian, mumpung kamar mandi lagi sepi," ujar Putra.
"Ya sudah, kamu ganti yang jaga kamar ya. Aku mau mandi bentar, mumpung belum ada setengah empat nih." Abi berjalan ke kamar mandi.
Putra membereskan baju kotornya, melipat dan merapikannya ditempat sebelah loker baju bersihnya. Setelah sudah tertata rapi, ia langsung melanjutkan sholat ashar didalam kamarnya.
Ditempat lain, setelah keluar dari kamar mandi. Abi bertemu dengan Fajar yang hendak mandi.
"Lho Abii." Fajar berjalan menuju kamar mandi.
"Hehe ada apa Jar?" tanya Abi.
"Ndakpapa kok, Bii. Lha kok sendirian? Putra kemana?" tanya Fajar.
"Putra udah mandi duluan tadi, aku ditinggal. Soalnya, aku bangunnya kelamaan," ujar Abi.
"Oh ya sudah, aku mau mandi dulu ya. Udah hampir jam setengah empat nih. Aku juga belum sholat ashar lagi," pungkas Fajar.
"Iya, aku juga mau kembali ke kamar dulu Jar." Abi berjalan meninggalkan Fajar.
"Hati-hati ya, Bi." Fajar masuk kedalam kamar mandi.
Abi berjalan melewati lorong asrama dan kamar-kamar temannya. Beberapa kali menyapa orang-orang yang sedang duduk santai didepan kamar mereka masing-masing.
Sampai di kamarnya, Abi langsung disambut Putra yang baru saja selesai melaksanakan sholat ashar.
__ADS_1
"Baru balik, Bii." Putra merapikan alas sholatnya.
"Iya, tadi ketemu Fajar. Diajak ngobrol sebentar," kata Abi.
"Gilaaa, Kapten jam segini baru mandi," ujar Putra.
"Katanya Dia juga lagi bangun barusan," jawab Abi.
"Jam segini baru bangun, si Reski apa gak bangunin Dia?" tanya Putra.
"Aku aja tadi ketemu mereka berdua, Reski juga baru bangun." Abi berjalan menaruh pakaian kotornya, bersiap-siap untuk sholat.
"Bawa sini sajadahnya, Tra," ujar Abi.
"Waduhh ... aku lupa, Bii." Putra memberikan sajadah yang baru saja ia kenakan tadi kepada Abi.
Sementara Abi sedang sholat, Putra menyiapkan segalan persiapan yang dibutuhkan saat latihan. Mulai dari set sepatu lengkap dengan kaos kakinya, handuk kecil dan mengisi botol dengan air yang berada dalam dispenser.
"Sudah siap semua, Tra?" tanya Abi telah selesai sholat.
"Sudah kok, ini sudah semua," jawab Putra.
"Ya sudah, aku juga mau siap-siap dulu." Abi berjalan membuka loker dan tasnya.
Mengambil sepatu, kneepad, elbowpad dan fingertape. Perlengkapan kiper futsal memang sedikit lumayan ribet, dibandingkan dengan pemain futsal diposisi lain.
"Siaapp, kamu duluan saja, Ham," jawab Putra.
"Ya sudah, aku duluan ya." Ilham berjalan menuju lapangan latihan.
Abi dan Putra mengecek semua perlengkapannya kembali. Merasa semua sudah siap, sekarang saatnya berangkat ke tempat latihan.
Mereka berdua berjalan meninggalkan kamar, Putra mengunci pintu kamar. Sudah banyak sekali lalu lalang para pemain yang mengikuti trainning camp.
"Hayoo berangkat," kata Slamet.
"Iyaa kita nyusul deh," jawab Abi.
Selesai mengunci pintu, Putra memasukan kunci kamarnya kedalam tas selempang yang ia bawa menuju tempat latihan.
"Nanti gimana lapangannya ya, Bii." Putra menutup tasnya.
"Ya aku rasa bagus sih, itu kan GOR ternama," ujar Abi.
"Aku gak sabar buat latihan," kata Putra.
"Kita lihat saja penampilannya, haha." Abi menepuk pundak Putra.
__ADS_1
Ternyata saat sampai di lapangan, belum berkumpul sepenuhnya anak-anak yang ikut trainning camp. Beberapa anak, sudah ada yang masuk kedalam lapangan untuk pemanasan ringan sendiri, lari-lari kecil dan passing bola mencoba lapangan.
"Gilaa, kalau ini lapangannya megah sekali, Bii." Putra kagum melihat sekeliling isi GOR.
"Sedap sekali, bisa main dilapangan sebesar ini," ujar Abi.
GOR Krida Kresna memiliki kapasitas sekitar 5.000 jumlah penonton. Jauh dalam benak Abi dan Putra apabila GOR ini terisi penuh, pasti akan sangat luar biasa bisingnya.
Melihat ada empat orang dengan penampilan setelan olahraga yang terlihat rapi sekali. Mereka berdua yakin, kalau itu adalah pelatih profesional yang sudah dibicarakan oleh pak Taufik sedari kemarin.
Tanpa disadari setelah beberapa saat pikiran mereka memikirkan hal lain. Ternyata, sudah ramai sekali kondisi lapangan.
Mereka berdua langsung bergegas mengenakan perlengkapan futsalnya. Putra telah selesai memakai sepatunya, sedangkan Abi sedikit lumayan lama. Karena ia harus memakai Kneepad, elbowpad dan fingertape.
Abi selesai mengenakan perlengkapannya, memeriksa dari atas sampai bawah menggunakan kedua tangannya dan melompat-lompat kecil.
"Priiittttt," bunyi peluit Pak Taufik.
Semua peserta trainning camp berkumpul dan berbaris sangat rapi. Dihadapannya sudah ada lima orang yang sudah melihat-lihat kearah anak-anak sedari tadi.
"Assalamualaikum selamat sore anak-anak," salam pembuka Pak Taufik.
"Waalaikumusalaam selamat sore, Pak," jawab anak-anak futsal.
"Sekarang disamping saya ini adalah para pelatih yang akan memandu kalian secara detail, tentang pemahaman posisi kalian masing-masing," ujar Pak Taufik.
"Kenalin dong Pak," cetus Andre.
"Masa ya harus dikenalin? nanti kenalan sendiri per posisi masing-masing," jawab Pak Taufik.
"Kalau kenalan per posisi, nanti kita gak bisa tahu nama pelatih-pelatih diposisi lain, Pak." Misbahul mulutnya meringis.
"Iya, nanti kita gak bisa kenal semuanya," tambah Edgar.
"Ya sudah, kalau begitu akan saya kenalkan satu per satu," jawab Pak Taufik.
"Mas Indra ini adalah pelatih profesional posisi flenght." Tangan Pak Taufik menunjuk Indra.
"Ini Mas Triyono, pelatih posisi anchor." Pak Taufik menunjuk kearah Triyono.
"Kalau ini namanya Farhan, akan melatih para pivot." Menunjuk kearah Farhan.
"Dan yang terakhir namanya Rizal, yang akan melatih penjaga gawang," pungkas Pak Taufik.
"Sudah kenal dengan keempat orang ini, sekarang membentuk lingkaran untuk pemanasan. Dipimpin langsung sama Fajar," kata Pak Taufik.
Peserta trainning camp yang berjumlah lima belas anak, langsung berjalan melingkar dan ditengahnya ada Fajar. Lalu, pemanasan dimulai dari atas kepala hingga kaki bawah.
__ADS_1
Satu per satu bagian badan digerakkan. Setelah semua anggota badan sudah terabsensi, dilanjutkan dengan berlari kecil (jogging) memutari lapangan futsal di dalam GOR.