
Happy Reading...
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Dua bulan sudah berlalu, dan tugas berat ku kini sudah usai untuk jadi gojek pribadi Kanjeng Ratu Melany Novita Anggaraini, bukan karna cuti melahirkan yang dia ambil, melainkan karna memang sudah waktunya libur panjang juga, dan habis libur panjang ini Novi baru mengambil cuti melahirkanya.
Seperti biasa kegiatan liburan ku isi dengan mendengarkan ceramah Ibu Suri di pagi hari, setelah itu menjadi gojek pribadinya
ke pasar dan tentu saja itu di sertai dengan berbagai lagu pengantar, seperti Memori berkasih lah, Alamat palsu lah, juga tidak ketinggalan lagu lagu India juga.
Kurang lebih 25 menit berkendara dengan menahan hati, juga pikiran sekaligus keinginan ahirnya sampai juga di pasar induk, tempat Ibu Suri biasanya belanja. Eitss jangan di kira cuma orang puasa saja yang harus menahan diri dari segala hawa nafsu, menghadapi Ibu Suri ku juga harus menahan segalanya juga loh, kalau enggak mau malu di omelin di depan orang banyak...😅😅😅.
"Bu'e Syiffa mau ke kamar mandi bentar.." pinta ku ke Ibu Suri, saat sudah sampai di parkiran pasar.
"Jangan cari alasan buat menghindar, bilang saja kalau kamu enggak mau bantu Bu'e bawa belanjaan.." kata Ibu Suri dengan melotot..
"Ya Allah Bu'e memang tampang Syiffa ada kriminalnya apa.." kata ku ke Ibu Suri,. "Kalau gitu Bu'e tunggu Syiffa disini bentar,." ucapku dan langsung berlari menuju pusat perbelanjaan yang berada di depan pasar tersebut untuk mencari kamar mandi.
Langkah tergesa ku seusai dari kamar mandi harus terhenti karna tubuh ku tertabrak oleh orang yang tengah sedikit berlari ke arah berlawan dari ku, dan karna itu pula aku harus menubruk orang yang sedang berjalan di depan ku karna terdorong oleh orang yang tak bertanggung jawab..
"Maaf.." kata ku, dengan segera kembali menyeimbangkan tubuh ku..
"Iya, tidak apa apa..?" jawabnya dan mendengar suaranya sepertinya aku sangat familiar lalu dengan segera ku angkat kepalaku untuk menatap ke arah si pemilik suara..
"Pak Pan..!"
"Loh Bu Fafa..!" kata kami berbarengan, lalu kami sama sama diam kembali..
"Ma.."
"Ap..." kata kami berbarengan kembali, lalu kami sama sama diam kembali dan kemudian tertawa simpul, entah apa yang membuat kami sama sama tertawa tidak jelas seperti ini. "Silahkan anda duluan.." lajut Pak Panji saat kami sudah berhenti tertawa.
"Oh, tidak ada.." jawab ku, kemudian memandang ke arah kaki ku yang hanya menggunakan sandal jepit, sementara seseorang yang berdiri di depan ku mengunakan sepatu mengkilap yang mungkin gambarku saja akan tercetak disana saat aku bercermin disana..
__ADS_1
"Bu Fafa, ada keperluan apa disini..??" tanya Pak Panji sopan..
"Ohh, tidak ada Pak, saya sedang mengantar Ibu Suri saya di pasar tradisional depan sana.." tunjuk ku, namun rautnya menunjukan keheranan..
"Ibu Suri..? maksudnya..??" tanyanya, akupun sedikit tertawa dengan menutup mulut ku mengunakan tangan ku..
"Oh, Ibu saya Pak.." jawab ku.
"Ohh, lucu juga panggilanya.." katanya dengan ikut tersenyum kembali, kami diam sesaat dan kemudian lagi lagi saat ingin memulai pembicaraan, kami kembali berbarengan lagi..
"Ma.."
"Ap..." dan kami lagi langsung tertawa bersama sama.
"Silahkan anda duluan.." kataku.
"Tidak wanita lebih dulu.."
"Tidak apa apa Pak, silahkan.." ucapku..
"Duhh, sayang sekali Pak Panji saya sudah sarapan.." kataku membuat alasan, tapi sebenernya sih nagrep juga bisa makan di tempat yang wahh banget kayak gitu, lagi apa yang akan terjadi dengan Ibu Suri kalau sampai aku tidak kembali lagi kesana..🤭🤭.
"Oh, anda bisa pesen makanan ringan Bu.." katanya lagi, mencoba menggoyahkan pendirian ku.
"Maaf Pak, mungkin lain kali saja, nanti Ibu Suri saya marah marah, dan tau sendiri kalau Emak Emak sudah marah, tidak akan menyakiti fisik kita cuma menyakiti telinga saja.." ucapku dengan terampil sambil menyunggingkan senyum, dan sejenak aku lupa siapa yang sedang aku ajak bicara.
"Ibu Suri ya.." jawabnya dengan ikut tersenyum.. "Padahal banyak yang ingin saya tanyakan mengenai Uul sama Bu Fafa.." lanjutnya..
"Maaf, sekali saya minta maaf Pak, mungkin lain waktu, atau Pak Panji bisa chat saya nanti untuk tanya tanya mengenai Uul.." jawabku.."Maaf Pak saya harus segera pergi.." lanjutku meminta diri.
"Oh, iya Bu, maaf sudah menyita waktu anda.." jawabnya..
"Tidak apa apa, salam buat Uul, dan pasti saya akan kangen sekali sama dia, dia anak yang manis banget. Mari selamat pagi menjelang siang, Assalamu'alaikum.." ucap ku..
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam.." jawabnya, dan setelah itu aku berjalan menjauh ke arah pasar tanpa menoleh lagi kebelakang.
"Ya kali aja, makan di tempat kayak gitu pakai sandal jepit, dan baju jelek kayak gini, apa enggak di kira aku pembantunya..😅😅" gumamku sambil cekikikan dan terus berjalan menuju ke tempat terahir kali aku meninggalkan Ibu Suri ku.
Jangan sampai Ibu Suri sudah selesai belanja dan aku masih belum sampai disana, bisa bisa ada Live Streming di tempat parkir entar.
Beruntungnya nasib ku kali ini karna Ibu Suri belum keluar dari dalam pasar dan baru keluar setelah aku cukup lama berada disana.
Saat mataku melihat sosok Ibu Suri yang tengah sedikit kesusahan membawa belanjaan, aku segera berlari menghampirinya dan meraih tas Shosialitanya untuk ku bawakan.
"Kamu kok enggak masuk ke dalam..??" kata Ibu Suri saat kami sudah di parkiran..
"Lha kan Bu'e tidak menunggu Syifa, nanti kalau Syifa kesasar bagaimana..?, dan Syifa hilang, apa enggak repot buat Bu'e.." kataku menjawab Ibu suri sambil memasangkan Helm untuknya.
"Halah, yo ben ilang kesasar, yang ada orang yang nemu kamu bakal pusing ngurusin prawan setengah edan kayak kamu.."
"Yang bener Bu'e, nanti Bu'e bakal merasa kehilangan Syiffa loh, .." jawab ku..
"Sudah lah Fa cepetan, keburu panas.." jawab Ibu Suri..
"Buk, kalau Syiffa setengah edan, berarti Bu'e juga...😅😅😅😅" kataku dengan menarik pedal gas motorku, karna pada saat itu juga gigitan singa sudah mendarat di pingangku.. "Sakit Buk.." triak ku.
"Rasain, arek kok senengnya bikin Ibunya jengkel.." jawab Ibu Suri.
Lalu kamipun kembali kerumah dengan talkshow Ibu Suri yang membahas harga sembako yang tengah naik, dan kebutuhan kebutuhan lainya juga, di tambah dengan gaya elegantnya mengkritik pemerintah saat harga harga pada naik. Dan aku hanya kebagiaan menjadi pendengar setia saja serta notulen, jangan di kira cuma netizent yang maha bener, Emak Emak pun juga maha bener apa lagi kalau sudah menyangkut soal belanjaan..😅😅😅
Bersambung...
Bener enggak sih, kalau Emak Emak itu juga maha bener...
Love Love Love...
💖💖💖💖💖💖
__ADS_1
By: Ariz kopi
@maydina862