Syifa'Ul

Syifa'Ul
Part 09


__ADS_3

Happy Reading...


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Seperti biasa kegiatan rutin sepulang Sekolahku saat Novi mulai hamil adalah menjadi gojek pribadinya, dan kemungkinan itu akan terus berlanjut sampai dia mengambil cuti melahirkanya nanti.


Lelah memang, secara jalan yang kita lalui tidak searah, tapi karna Novi adalah teman baik ku dan sudah menjadi keluarga kedua bagiku, maka tidak masalah bagiku.


Dimana mana orang ngojek dapat bayar, tapi beda untuk ku, tukang ojek dapat palak ya baru aku saja. Alasan kehamilanya membuat Novi sering bermanja kepadaku dan meminta ini itu, dengan dalih ngidam. Mungkin juga benar kalau ngidam, soalnya ngeyelnya minta sesuatu tidak sesuai dengan sesudah mendapatkanya.


Kayak waktu kemarin minta Es Buto Ijo, cuma di cicipi sedikit saja, katanya rasanya tidak sesuai dengan hatinya, kesel enggak..?.Dan hari ini dia minta di belikan oleh ku Ceker Syetan. Dengan ceramah panjang lebar dia terus memintaku untuk membelikanya, dan setelah aku belikan cuma di makan satu biji saja sisanya suruh menghabsikan aku.


Dan inilah aku sekarang, mengemudikan motorku untuk pulang dengan bibir jontor. Dasar Novi sadis, dia yang tau aku tidak suka pedes sengaja tidak memberiku air habis makan Ceker Syetan di rumahnya, katanya babynya mau lihat bibir sexy ku kepedesan.


"Sumpah demi apa, besok kalau aku di takdirkan hamil, aku akan balas dendam. Ingat nya Vi, karma itu tidak semanis kurma.." gumam ku dengan bibir masih terasa panas.


Sesampainya di rumah, baru saja aku turun dari motor perut sudah melilit tidak karuan, dan dengan kecepatan super aku bergegas menuju ke kamar mandi untuk menuntaskan hajat ini.


Tidak ku pedulikan Ibu Suri yang tengah duduk manis di depan TV sembari memperhatikan aku yang tengah berlari dengan kencang menuju kamar mandi sambil melempar tas ku di sofa dekat Ibu Suri.


Setelah selesai dengan urusan kamar mandi aku keluar dengan wajah merah kepanasan, karna kurasakan perutku masih saja panas.


"Novi, besok kamu pulang jalan kaki saja.." omel ku sambil mengambil tas berada di sofa.


"Ada apa sih Fa, datang bukanya salam main lari saja..." ucap Ibu Suri dengan meraih remot TV di depanya.


"Ya Allah, Syiffa belum sungkem ya tadi sama Ibu Suri.." jawab ku dengan langsung meraih tangan Ibu Suri dan menciumnya berulang ulang.


"Sudah, Bu'e mau mindah chenel.." ucap


Ibu Suri agar melepaskan tanganya.


"Senitron lagi,.." ucap ku lalu berlalu meninggalkan Ibu Suri seorang diri di depan TV.


Sesampainya di kamar aku bergegas bersih bersih, menganti pakain ku sekligus mencucinya. Baru saja aku selesai dengan kegiatan ku dan hendak duduk manis dengan membuka beberapa chat di ponsel ku, ketukan ketukan kecil dari pintu kamar ku membuat ku mengurungkanya dan berjalan menuju ke arah pintu.


Ku buka pelan pintunya dan aku bersembunyi di balik pintu, menunggu tubuh kecil itu masuk kedalam dan berencana mengaggetkanya.


"Empa, Empa..!!" panggilnya berulang ulang, dan aku masih diam saja di persembunyian ku di balik pintu.


"Deerrr.." kataku sambil mengangkat tubuh kecil itu dalam gendongan ku


"Taget, taget atu..." katanya dengan logat cedalnya, dan aku terus mengusel ngusel perutnya dengan kepalaku yang membuatnya terus terusan tertawa terbahak bahak sambil bicara khas dia..


"teli, teli, teli, Empa, teli teli.." celotehnya dengan tubuh yang di guncang guncangnya..


"Geli, baiklah, bagaimana dengan ini, serangan sepuluh jari Syiffa, hukk ya.." kataku dengan menurunkan tubuh kecilnya dan dengan cepat dia berlari keluar kamarku, lalu seperti biasa terjadilah kejar kejaran antara aku dan Silvi.

__ADS_1


"Titi, Titi, Empa selang Empi, lolong.." kata Silvi menuju ke arah Ibu Suri, dapat ku pastikan apa yang akan terjadi habis ini jika kami yang suka berisik ini menganggu acara Ibu Suri menonton Senitron kesukanya..


"Fa, kami itu apa enggak puas dari pagi sudah sama anak kecil, masih saja sampai rumah menjahili ponakan kamu.." katanya dengan langsung mengangkat tubuh kecil Silvi dalam pangkuanya.


"Empi yang datang ke kamar Syiffa.." jawab ku lalu duduk di samping Ibu Suri.


"Titi, Empi num.." katanya ke Ibu Suri, ..


"Fa, ambilin Silvi minum.." titah Ibu Suri kepadaku.


"Kan yang di suruh Bu'e.." kataku.


"Kamu ini, di mintai tolong juga.." katanya tanpa matanya terlepas dari adegan di depanya. "Buruan ah.." kata Ibu Suri lagi..


Akupun ahirnya berjalan ke dapur, lalu kembali dengan segelas air berada di tanganku.


"Ini Empi,.." kataku sambil memberikanya kepada Silvi, lalu duduk di sofa sebelah Ibu Suri.


"Empi..suutss, cini.." panggilku ke Silvi dan dengan segera dia turun dari pangkuan Ibu Suri lalu naik ke pangkuan ku.


Seperti biasa aku akan meminta jatahku ku dulu darinya dengan mengerucutkan bibirku untuknya.


"Cup, cup cup cup, kecupan bertubi tubi aku dapatkan dari Silvi, selama jariku masih menunjuk dimana mendaratnya.


"Emak Empi dimana..?" tanya ku ke Silvi.


"Tuh tadi di bilang juga apa, kan di selingkuhin kan.." kata Ibu Suri dengan berapi api dan sempat membuat ku kaget.


"Apa sih Buk, bikin kaget saja." kata ku dan ikut melempar pandanganku ke arah TV.


"Itu, si Laki Laki sukurin, salah siapa nyia nyiain Istri pertamanya,.." kata Ibu Suri penuh antusias.


"Lha Istri pertamanya di apain...??" tanyaku.


"Udah jangan banyak tanya, lihat saja.." jawab Ibu Suri tanpa melihat ke arah ku sama sekali.


Dan untuk beberapa saat aku ikut fokus ke arah TV, lama lama kok pusing dengan ceritanya dan sedikit sedikit sountreck lagu dari Rossa, Hati Yang Tersakiti, selalu muncul di setiap scane sedihnya.


Aku yang bosan segera membisikan kepada Silvi untuk memindah chanelnya dengan kartun, dengan cepat reaksi Silvi langsung merespon ucapan ku dan bertindak secara langsung..


"Titi, Apin Ipin.." ucapnya.


"Ahh, lihat di Laptopnya Bude Empa.." jawab Ibi Suri..


"Empa, Apin Ipin, ayo, ayo.." rengeknya kepadaku, ini mah malah enggak jadi ngerecokin Ibu Suri malah ngerecokin aku jadinya entar..


"Enggak ada Upin Ipin di sana, adanya di TV.." jawab ku..

__ADS_1


"Titi..." rengek Silvi lagi..


"Ahh kalian berdua menganggu saja, pergi sana.." ucap Ibu Suri yang masih saja fokus ke layar TV.


"Masak sih Buk, enggak ngalah sama anak kecil.." ucap ku.


"Bentar lagi mau habis, tuh lihat udah kelihatan Laki Lakinya udah taubat.." kata Ibu Suri.."Semoga saja gusti Allah mengampuni dosa dosanya habis ini.." lanjut Ibu Suri, aku hanya bisa bengong mendengarkan penuturan Ibu Suri..


"Emang segitu gregetnya yah tuh Sinetron. Kok Bu'e tau kalau sudah mau tobat.." kataku..


"Kan biasanya juga gitu critanya.." jawab nya dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Ampun deh, kalau udah tau endingnya kenapa mesti di lihat.." jawab ku dan dengan segera Ibu Suri melemparku dengan tisu yang baru saja di gunakanya..


"Pergi sana Fa, bawa juga Silvi bersamamu,.." katanya..


"Pasti habis ini nyanyian lagi, Ku menangiss.. membayangkan.." kataku menirukan lagu, dan benar saja lagunya langsung bergema saat aku baru selesai menirukanya..


"Bukkk,.." Ibu Suri langsung melemparku dengan bantal yang berada di punggungnya.


"Sadis, besok biar tak suruh Sutradaranya bikinin judul, Anak dan Cucu jadi Korban Gara Gara Sinetron.." kataku sambil berlalu mengajak Silvi ikut serta dengan ku, namun tidak di respon sama sekali oleh Ibu Suri.


"Ku menangisssss.. membayangkan..." ucapku sebelum masuk kamar...


"Syiffa..." triak Ibu Suri, dan aku segera menutup pintu kamar ku sebelum remot TV terbang ke arahku, lalu aku membukanya kembali dan melongakan kepalaku sedikit di pintu..


"Tettt..tettt...tettt....tettt...."


"Brrukkk.." suara remot TV yang benar benar mengenai pintu kamar ku, aku cekikikan sendiri di dalam kamar sambil membuka Laptop ku untuk Silvi.


"Kita yang gede ya Empi, jadinya ngalah sama Uti.." kataku padanya, sambil tangan ku sibuk mencarikan apa yang di minta oleh Silvi, setelah Silvi sudah fokus ke kartunya, aku meraih posel ku dan melihat chat yang tadi belum sempat ku lihat.


"Benar kata anda Bu Fafa, sepertinya saya memang harus lebih fokus lagi sama Uul, Trimakasih.." aku langsung tertekun melihat chat yang berada di atas sendiri dan sepertinya baru saja bahkan saat aku membacanya disebrang sana masih Online..


Bersambung...


####


Spesial buat yang punya Ibu Suri..


Love Love Love...


💖💖💖💖💖💖


By: Ariz kopi


@maydina862

__ADS_1


__ADS_2