
Happy Reading...
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Lima Tahun lalu.
"Siapa kamu..??" triak Ibu Suri kepada seorang wanita yang tengah hamil besar kira kira 7 bulanan, di tengah tengah acara pertunangan yang sedang berlangsung..
"Saya Istrinya Bayu Bu..." jawabnya, "Ting.." cincin yang hendak ku sematkan di jari calon tunangan ku terjatuh begitu saja saat mendegar wanita itu mengatakan bahwa dia adalah Istri dari seseorang yang telah aku sukai sejak SMP dan resmi menjalin hubungan dengan ku 3 tahun belakangan ini.
Bayu Gede Samudra, nama yang sejak SMP dulu selalu membuatku mampu menunduk dalam saat melihatnya dari jauh, dia yang ngekost tidak jauh dari rumah ku membuatku sering melihatnya, meski aku tidak yakin dia melihatku saat itu, dan dia baru melirik ku saat tanpa sengaja kami berpapasan di gang masuk perumahan yang kami tinggali tepat saat anjing penjaga di pos depan nyalang mengonggong kepada kami berdua, waktu itu aku masih kelas dua SMA.
Tiga tahun menjalin hubungan dia meminta ku untuk menjadi bagian dari hidupnya dan tentu aku menjadi wanita yang paling bahagia mendengar kata katanya memintaku menjadi belahan jiwanya di saat suka maupun duka, meskipun itu semua atas sedikit pemaksaan dari Ibu Suri yang terus mendesak kami agar segera menikah.
Kegaduhan terjadi begitu cepat hingga acara yang semula khidmat berubah menjadi bisik bisik juga gumaman gumaman yang sangat jelas terdengar sampai di telingaku dan membuat Ibu Suri pingsan karna mendengar perdebatan antara Bayu dan wanita yang mengaku sebagai Istrinya itu. Hingga aku memutuskan untuk mengajak mereka bicara di dalam, Bayu terus menyangkal bahwa itu bukan Istrinya tapi wanita itu tetap pada pendapatnya bahwa Bayu adalah suaminya yang baru menikahinya selama 5 bulan.
"Katakanlah Bay.." ucap ku lirih..
"Sungguh Fa, dia bukan Istriku.." jawabnya..
"Kamu bohong Mas, ini aku bawa buktinya.." kata wanita hamil itu sambil menaruh buku Nikah di atas meja,. "Bukalah Mbak, dia benar suami ku.." lanjutnya setelah memberikan itu padaku,
"Itu fitnah Fa, percayalah padaku.." lirih Bayu dengan wajah memelas sekaligus tegang.
Ku buka perlahan buku Nikah bersampul biru tersebut dengan tangan bergetar dan dengan jelas disana tertulis nama Bayu juga sekaligus foto dari Bayu, seketika duniaku runtuh, pernikahan yang sudah tinggal seminggu jelas sudah menyiapkan segalanya dengan matang, bahkan undangan juga sudah tersebar, Bayu benar benar telah menoreh luka yang begitu dalam untuk hatiku juga keluargaku.
__ADS_1
"Pergilah.." kataku pelan sambil berdiri dari tempat duduk ku dan membuang pandangan ku darinya.
"Maafkan aku Fa, aku terpaksa karna dia terlanjur hamil, aku salah, maafkan aku,.. " ucapnya masih bersimpuh di belakang ku.
"Pergilah, aku memaafkanmu, jadilah Suami yang baik untuk Istrimu dan jadilah Ayah yang baik untuk anak anak mu nanti.." ucapku tanpa menoleh sedikitpun kepadanya.
"Tapi aku mencintaimu Fa.." katanya lirih..
"Kamu juga bilang seperti itu waktu kamu merayuku Mas.." kata wanita yang tengah hamil itu,
"Fa, katakanlah sesuatu, jangan menghakimiku dengan diam seperti itu.." katanya lagi..
"Apa yang harus aku katan Bay, apa aku harus mengatakan kalau kamu adalah seorang ******** dan apa ak..."
"Katakan kalau dia selain ******** juga seorang penipu.." triak Mas Salim dengan segera meraih kemejanya dengan kasar, tangan Mas Salim sudah mengepal hendak memukulnya namun dengan segera aku menghalanginya dengan meraih tangan Mas Salim.
"Fa, semudah itu kamu menyuruhnya pergi.." ucap Mas Salim dengan masih emosi yang berada di ubun ubunya..
"Lalu apa Syiffa harus membuatnya tetap tinggal.." jawab ku dan dengan segera Mas Salim mendorong tubuh Bayu keluar dari ruang tamu dan satu pukulan keras Mas Salim mendarat di pipi kananya tepat saat dia berada di depan pintu, sontak membuat semua orang yang berada di sana berteriak histeris.
"Pergi jauh jauh dari adek gua, dasar brengsek loe.. " maki Mas Salim sambil terus menyeret tubuh Bayu keluar dari rumah kami.
Setelah keributan berlalu dan tamu undangan di bubarkan oleh keluargaku, duduklah aku disini, seperti di kursi pesakitan yang tengah di hadapakan pada Hakim, dan Pa'e juga Bu'e lah yang menjadi hakim ku, dengan tatapan mata tajam mereka berdua yang menuntut penjelasan dari ku.
"Fa, sudah berapa lama kamu kenal Bayu bisa bisanya kamu tidak tahu kalau dia sudah punya Istri.." kata Ibu Suri.
__ADS_1
"Buk, jangan seperti itu.." kata Kanjeng Doro pelan, aku masih diam tanpa suara juga tanpa airmata seperti saat dia di seret oleh Mas Salim keluar dari rumah ku.
"Fa, anak Pa'e, sabar yo ndhok, semua sudah pasti ada hikmahnya nanti, syukur Alhamdulillah Allah menunjukan keburukan Bayu sekarang dan sebelum hubungan kalian semakin berlanjut.." kata Kanjeng Doro..
"Tapi apa para tetangga akan bisa memahami kita Pak, mereka pasti hanya akan terus memcemooh kita saja, semua sudah di siapkan, undangan sudah di sebar, hanya tinggal menunggu hari H nya saja, mau di taruh dimana muka kita.." kata Ibu Suri dengan nada histeris, "Coba saja kalian mendengarkan Bu'e untuk segera menikah jangan lama lama pacaranya pasti semua tidak aka..."
"Buk, kenapa tho sampean ini, memang dengan mengucapkan itu semua akan kembali seperti semula, dan akan merupah nasib yang sudah di suratkan buat kita, ingat Buk semua itu pasti ada campur tangan dari Gusti Allah, istighfar yang banyak.." kata Pa'e dengan nada tinggi dan baru kali ini aku melihat Pa'e membentak Bu'e. "Istirahatlah Ndhok.." lanjut Pa'e dengan mengulas senyum, aku tahu itu senyum yang sangat di paksakan buat ku, aku tahu Kanjeng Doro ku sedang juga sama merasakan perih yang tengah aku rasakan saat ini.
Berlahan aku masuk ke kamar ku dan menatap nanar baju pengantin yang terhanger di pintu lemari, kebaya warna putih dengan payet swarosky bertebaran itu baru datang pagi ini sebelum acara lamaran di gelar.
Setetes kristal bening keluar dari mataku dan itu terus saja mengalir tanpa suara, terus merambas dan merambas hingga membentuk aliran sungai di pipiku, hingga make up yang ku gunakan sudah tidak beraturan bentuknya dan aku masih terus seperti itu menangis tanpa suara.
Mungkin aku bisa menyuruh Bayu untuk segera pergi dari rumah ku dan pergi jauh dari hidup ku, namun apa akan semudah itu dia pergi dari hatiku, karna dialah saru satunya laki laki yang memenangkan hati ku, satu satunya laki laki yang membuatku menunduk malu dan merasan debaran debaran aneh saat bertemu, dan karna dia adalah cinta pertamku.
Flasback end..
Bersambung...
####
Bolehkan sedikit nyesek..🤭🤭🤭🤭
Love Love Love...
💖💖💖💖💖💖
__ADS_1
By: Ariz kopi
@maydina862