Takdir Cinta Kinan ( TAMAT)

Takdir Cinta Kinan ( TAMAT)
076 : Aku Mencintaimu


__ADS_3

Matanya fokus menatap foto yang masih dia simpan rapi di ponselnya.


Foto dia bersama dengan orang yang paling disayang. Dude adalah orang yang paling dicintai Selina.


Sampai detik ini Selina belum pernah mencintai laki-laki lain selain Dude.


Entah karena apa Selina masih belum bisa move on. Padahal Dude sudah terang-terangan menolaknya.


Baginya, Dude memiliki pasangan tidak masalah. Asalkan dia masih mencintai Dude dan Dude mau membuka hatinya. Selina percaya cinta laki-laki itu bisa dibagi.


Namun itu pemikirannya dulu, sebelum dia tahu siapa wanita yang menjadi pendamping hidup Dude.


Kinan. Wanita itu sangat anggun. Selina tersenyum menatap sebuah kain yang ada di tangannya. Kain itu pemberian seorang wanita yang tidak sengaja dia tolong saat perjalanan menuju villa di Kota Hujan.


Kain itu seperti selendang yang digunakan untuk menutup kepala. Kemudian Selina menatap pantulan dirinya di cermin. Dia mulai meletakkan kain itu di atas kepalanya.


Selina tercengang sembari merapihkan kain itu hingga menutupi rambutnya.


"Kain ini sangat cantik. Lucu sekali kalau aku mengenakan selendang ini. Tapi, kenapa aku mendadak tertarik."


Seumur hidup Selina belum pernah tertarik dengan pakaian tertutup yang dikenakan wanita seperti Kinan. Tapi saat bertemu Kinan semuanya berubah. Pandangan Selina berubah. Bukan karena wanita itu adalah pasangan Dude, mantan pacarnya dulu. Tapi lebih ke sosok Kinan yang sangat elegan menurutnya.


"Bisakah kita menjadi teman saja, Kinan."


...***...


...Menatap sinar rembulan bersamamu adalah mimpiku, dulu. Aku belum tahu siapa kamu yang aku tuju. Kini aku sudah tahu, siapa kamu. Dear pasanganku. Kuingin menua bersamamu ~ Kinan Adelia....


Dua gelas jus stroberi. Dua porsi beef tenderloin steak, dan beberapa makanan pendamping lainnya sudah tersaji di meja Kinan dan Dude malam itu.


Setelah yang mereka lalui beberapa hari belakangan. Berdua merasakan kebersamaan dan sedikit relaksasi agaknya memang diperlukan.


"Selamat makan sayang."


"Selamat makan."


Mereka pun menikmati makan malam berdua ditemani dengan cahaya temaram dari lilin-lilin di atas meja.


Terkadang semua yang dialami Kinan terasa seperti mimpi. Semua berjalan sangat cepat. Satu dua kali pertemuan, yang selalu mengetuk-ngetuk hati perempuan itu. Karena dia tidak tahu, jika laki-laki di hadapannya adalah masa depan dalam hidup Kinan.

__ADS_1


Kinan awalnya simpati, kagum pada sosok Dude yang ramah. Lantas sebuah senyum bagaikan sihir yang mengunci hati Kinan dari pertemuan pertama.


"Mas, aku mencintaimu."


Kinan mengatakannya dengan segenap hati. Setelah makan malam usai.


Mata bening Dude kini terfokus menatap sepasang mata indah di hadapannya. Tangan mereka saling menggenggam tepat di Roof Top hotel. Angin berembus cukup kencang membuat kerudung Kinan berkibar di iringi senyum menawan.


"Aku yang lebih mencintaimu."


Tidak ada ketulusan yang lebih dari saat itu. Bagi Dude bertemu Kinan seperti hadiah terindah yang diberikan Tuhan padanya.


Jarak mereka sangat dekat. Bahkan sekarang mereka tak lagi berjarak. Masih saling menatap.


"Mas jika aku tidak bisa memberi kebahagiaan untuk mu. Apakah kamu akan meninggalkan aku?" tanya Kinan.


"Kenapa kamu bertanya begitu? Kamu sendiri adalah bentuk kebahagiaan bagiku, tanpa perlu kamu melakukan apapun." Dude menjawabnya tanpa berpikir lama.


Kinan tersenyum menyentuh pipi suaminya. "Pernikahan kita, pasti akan datang yang namanya ujian dalam rumah tangga. Siap tidak siap, kita akan mendapatkannya. Bahkan suka tidak suka, kita baru saja melaluinya. Iya 'kan Mas?"


Hela napas Dude agak berat, dia lantas memeluk Kinan erat. "Ya, dan aku yakin kita bisa melaluinya asal terus bersama-sama."


Kinan kemudian meletakkan tangan suaminya ke atas kepalanya. "Maka jadilah imam yang memercayai makmum nya Mas. Aku pun sama, menjadi makmum yang mengikuti imamnya."


"Cinta pertama?" Dude sedikit tersentak dengan ucapan Kinan itu.


"Ayah adalah cinta pertama anak perempuan, Mas. Ayah Kinan adalah bentuk cinta pertama Kinan. Dia sudah tidak ada di dunia ini. Meski hidup Kinan baik-baik saja tanpa kenangan yang berarti. Kelembutan ayah berhasil melindungi Kinan dari fitnah duniawi. Doa Ibu yang membuat Kinan sampai berdiri di sini sebagai istrimu."


Kata-kata Kinan membuat sekelibat kenangan di masa lalunya seolah terputar kembali. Sekarang dia makin sadar wanita yang dinikahinya sangat tulus dan bersih. Sedangkan ia?


Dude menggenggam tangan Kinan.


"Aku belajar menjadi imam yang baik dan jujur padamu. Aku belajar menjadi bijak dengan masa lalu. Membangun masa depan yang jujur denganmu."


Kinan mengangguk. "Aku percaya kamu, Mas."


Mereka pun berpelukan di bawah cahaya bulan dan embusan angin yang makin terasa dingin.


"Kamu kedinginan."

__ADS_1


"Ah, sedikit."


"Hidung kamu berair." Dude menghapus air yang ada di hidung Kinan dengan tangannya.


Kinan menarik napas dalam, lalu menghembuskan nya. "Angin ini sejuk tapi tidak baik jika kita berlama-lama di sini."


"Kita kembali ke kamar saja, oke?" tawar Dude.


"Ya, Mas."


Malam itu menjadi penyatuan keduanya lagi. Tanpa segan dan ingin mengakhirinya buru-buru.


Ya Allah, semoga Engkau segerakan makhluk kecil bernyawa itu hadir di dalam rahimku.


...**...


Memenuhi sebuah kesepakatan dua keluarga. Hari ini Raihana dan Bastian akan mengikrarkan janji pernikahan. Memutuskan untuk menerima lamaran laki-laki itu bukan hal yang mudah bagi Raihana.


Perempuan cantik itu tampak anggun dengan balutan gaun simpel berwarna putih bersih dihiasi payet-payet sederhana. Kerudung panjang berwarna senada, lengkap dengan cadar menutupi wajah cantiknya.


Aku memutuskan untuk memperlihatkan wajahku hanya pada mereka yang berhak melihatnya.


Sebuah keputusan yang tidaklah mudah.


Suara merdu laki-laki yang sebentar lagi akan sah menjadikannya ratu itu terdengar. Bacaan surat Ar-Rahman yang diminta Hana dilantunkan dengan indah oleh Bastian.


Hatinya bergetar. Keinginan itu makin besar. Harapan indah membuatnya tak sabar. Berharap segera disatukan.


"Bismillahirrahmanirrahim. Saya terima nikah dan kawinnya Raihana Danuarta binti Danuarta Anderson dengan maskawin satu set perhiasan dan seperangkat alat shalat dibayar tunai!"


"Alhamdulillah, bagaimana saksi, sah?"


"Alhamdulillah sah!"


Raihana yang berada di balik tirai menunduk dengan air mata bercucuran. Betapa panjang perjalanan hidupnya, dan dilaluinya hanya sebagai seonggok daging tak berguna di masa lalu. Hana dengan banyaknya luka di hati. Hana yang merasa dirinya sangat kotor. Hana wanita yang tidak ada harganya. Hana wanita yang dibuang. Dia seolah tidak mempunyai hak meneguk kebahagiaan.


Namun ternyata Tuhan Maha Adil. Hana akhirnya bisa merasakan dicintai dengan tulus. Bahkan sekarang dirinya sah menjadi seorang istri.


__ADS_1


...Sorry klo ada typo meresahkan. nulisnya agak terburu-buru. hoho...


...Semoga Terhibur ~...


__ADS_2