Takdir Cinta Kinan ( TAMAT)

Takdir Cinta Kinan ( TAMAT)
Extra Part 03


__ADS_3

Selina menatap dirinya di cermin. Dia tidak menyangka, kalau dia akan memakai pakaian itu. Gaun pernikahan yang sangat cantik, dengan penutup kepala yang sempurna. Tanpa terasa, air mata luruh membasahi pipinya.



"Neng, udah ditunggu. Penghulunya sudah datang," kata perempuan yang tadi membantu Selina merias wajahnya.


"Baik, tunggu sebentar ya." Selina menghapus sedikit air mana yang menempel di pipi putihnya. Dia kemudian tersenyum, wajahnya kini berseri-seri. "Bismillah, semoga pilihanku tidak salah."


Detik itu juga, yang ada di dalam hati Selina bukan lagi Dude Danuarta.


Selina masuk ke dalam ruangan, di sana hanya dia yang duduk sendirian. Sementara pengantin laki-laki sudah ada di hadapan penghulu, dia siap untuk mengucapkan janji suci pernikahan.


"Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan engkau, dan kawinkan engkau, saudara Nathaniel Mahendra Anderson bin Louise Anderson dengan saudari Selina Angelin Wilson binti Christian George Wilson dengan maskawin seperangkat alat shalat dibayar tunai!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Selina Angelin Wilson binti Christian George Wilson dengan maskawin seperangkat alat shalat dibayar tunai!"


"Bagaimana saksi, sah?"


"Sah!"


"Sah!"


Selina tidak dapat menyembunyikan keharuan luar biasa, dia menengadahkan tangan berdoa setelah akad terucap dan dia sah sebagai istri Nathan, laki-laki yang belum lama dia kenal di Kota Hujan. Siapa sangka, Nathan berhasil membuatnya yakin, sehingga dia memutuskan untuk menikah.

__ADS_1


Yang terjadi sebelumnya. Tepat tiga bulan lalu.


"Jadi, kamu benar-benar tidak pernah menganggap aku spesial sama sekali, Sel? Apa kamu tidak pernah merasa berdebar-debar saat berada di dekatku?" tanya Nathan pada Selina.


Baru saja Selina menolak pernyataan cinta dari Nathan dengan alasan hanya menganggap Nathan sebagai teman biasa.


"Hm, maafkan aku, Nathan. Kamu baik, kamu bahkan sangat baik. Tapi, perasaanku saat ini hanya menganggap kamu sebagai teman, tidak lebih."


Nathan tersenyum. "Detik ini kan? Bisa jadi besok, lusa, atau minggu berikutnya, perasaan kamu berubah. Jadi, jangan ragu untuk mengubah jawaban mu, Sel. Aku akan menerima jawaban mu, jika kamu sudah benar-benar memikirkannya."


Sejak mendengar kata-kata itu dari Nathan, Selina terus tidak tenang.


Perasaan yang tulus diberikan Nathan, bahkan saat dia sedang merasakan luka karena patah hati.


Sampai akhir nya, sebuah mimpi membuat Selina berubah. Selina bermimpi Nathan mengajaknya ke sebuah taman yang sangat indah. Selina belum pernah melihat taman yang begitu cantik seperti yang ada di dalam mimpinya itu.


Mimpi itu yang mengubah jawaban Selina, hingga dia memutuskan menerima perasaan cinta Nathan.


Detik ini, tepat setelah akad diucapkan oleh Nathan, di depan saksi dan keluarganya yang sengaja datang dari Amerika demi menyaksikan pernikahannya. Selina resmi dan sah menjadi istri Nathan.


Selina di antar oleh ibu Nathan menuju ke altar tempat Nathan mengucapkan akad nikah. Dia gemetar, tidak berani menatap Nathan yang berdiri gagah di seberang sana sedang menunggunya.


"Sayang, jangan menunduk. Kamu sangat cantik, biarkan suamimu melihat wajah cantikmu," kata Ibu Nathan.

__ADS_1


Selina pun mengangkat wajahnya.


"Selina."


"Nathan."


Mereka lalu melempar senyum. Selina meraih jari-jari Nathan, melingkarkan cincin di jari manis suaminya. Begitu pun sebaliknya, Nathan juga melingkarkan cincin di jari manis istrinya.


Selina mengecup punggung tangan Nathan. Kemudian Nathan menetapkan telapak tangannya di puncak kepala istrinya. Nathan membacakan doa, lalu beralih memberikan kecupan di kening Selina dengan lembut.


Sekujur tubuh Selina merinding. Begitu indah, pertama kalinya dia merasakan sentuhan Nathan setelah dia halal menjadi pendamping hidupnya.


"Bantu aku menjadi lebih baik, dengan begitu aku pun berusaha sebaik mungkin menjadi imam untukmu."


Selina tersenyum. "Aku tidak yakin bisa membantumu, sementara aku pun masih belajar."


"Kita saling membantu. Kamu membantuku, aku membantumu, sepakat?"


Nathan mengangkat kelingkingnya, lalu Selina yang tersenyum mengaitkan kelingkingnya pada kelingking Nathan. "Iya, baiklah, insyaAllah."


..._____...


...Next extra part nya aku cicil ya 😅...

__ADS_1


__ADS_2