Takdir Cinta Kinan ( TAMAT)

Takdir Cinta Kinan ( TAMAT)
083 : Bahagia Dan Rasa Syukur


__ADS_3

...Sembilan bulan kemudian......


"Astaghfirullah, sakit banget, Mas." Kinan merintih sambil memegangi rambut suaminya.


"Sabar sayang. Kata dokter sebentar lagi pembukaan penuh." Dude tidak tega melihat Kinan kesakitan, ia menerima apapun yang dilakukan Kinan termasuk menjambaki rambutnya.


"Tapi sakit Mas!" Kinan memekik keras. "Ya Allah, apa Kinan udah nggak lama lagi ya." Kinan terisak.


"Kinan kamu nggak boleh ngomong gitu. Kamu akan baik-baik aja," kata Dude sambil mengusap-usap perut istrinya.


"Sabar ya, Ki. Kamu kan udah tahu orang melahirkan kayak gimana. Rileks oke. Coba kamu tarik napas, perlahan, buang." Diana teman Kinan yang membantu Kinan melahirkan.


"Huuuhh...haaaah..." Kinan melakukan seperti yang dikatakan Diana.


"Nah gitu ya. Tenang oke, rileks. Bentar lagi dokternya datang."


"Tapi, Di. Aku nggak kuat sakit banget!" Kinan masih merintih. Dude memijat keningnya bingung.


"Gimana ini suster? Kasian banget Kinan." Dude yang tidak tahu apa-apa hanya bisa panik saat melihat istrinya kesakitan.


"Tenang Pak. Kinan hanya sedang panik. Dia belum bisa mengendalikan kepanikannya sendiri. Bapak jangan ikut panik ya, biar Kinan juga bisa lebih tenang. Percaya deh, nanti rasa sakitnya berkurang," tutur Diana.


Dude mengangguk. Dia meletakkan satu telapak tangannya ke atas perut Kinan. Telapak tangan lainnya mengelus kepala Kinan. "Kamu yang tenang yah. InsyaAllah semuanya baik-baik aja. Sabar ya Sayang."


Kinan mengangguk dengan air mata yang bercucuran di barengi keringat yang sudah membasahi sekujur tubuhnya.


Tak lama dokter pun datang. Kinan yang merasakan mulas lebih intens langsung meringis sambil membuka dua kakinya tanpa aba-aba dari dokter. "Dok saya udah nggak tahan," Kinan ingin mengejan.

__ADS_1


"Sebentar ya, Bu. Oke, Ibu boleh mengejan ya. Tarik napas, keluarkan, tarik napas lagi, keluarkan. Oke. Bagus, mengejan Bu."


Kinan pun langsung mengejan dengan sekuat tenaga. Dude yang melihatnya merasa tegang dan tidak tega. Saat itu Dude bisa melihat istrinya mengeluarkan segenap tenaga yang dia miliki demi memperjuangkan anaknya agar segera lahir ke dunia.


Saat itu Dude baru merasakan betapa besarnya pengorbanan seorang Ibu. Saat ia melihat secara langsung prosesi melahirkan istrinya.


Setelah perjuangan panjang, rintihan, tangisan, serta segenap tenaga yang tercurah. Ruangan itu pun bergema dengan suara tangisan bayi yang baru saja menghirup udara di dunia. Putri pertama Dude dan Kinan akhirnya terlahir.


"Alhamdulillah, Ya Allah." Tak henti-hentinya Kinan dan Dude mengucap syukur. Rupanya seperti ini rasanya bahagia bercampur kelegaan yang luar biasa. Saat mendengar tangisan bayi yang baru saja lahir dari rahim Kinan. Dude tak kuasa menahan tangisnya yang akhirnya pecah.


"Alhamdulillah. Terima kasih, Sayang." Dude menciumi Kinan. Lalu ia gemetar saat suster Diana memberikan bayi merah yang masih menangis ke pelukannya.


"Alhamdulillah, selamat ya Kinan. Masya Allah bayinya sangat cantik."


Seketika bayi yang tadinya menangis itupun langsung berhenti menangis di pelukan Dude. Kinan terharu, rupanya bayinya sudah mengenal ayahnya. Wajar saja, sejak di dalam kandungan Dude rajin mengelusnya, membacakan ayat suci Alquran untuk bayinya itu. Sehingga ketika terlahir ke dunia, bayi itu seolah tahu siapa yang sedang menimangnya sekarang.


"Hidung kamu mancung, jadi dia mancung lah Mas," jawab Kinan bahagia.


"Iya, Ki. Matanya mirip kamu deh," ucap Dude memberikan bayinya ke pelukan Kinan.


Kinan gemetar seolah tak percaya bahwa yang ada di pelukannya itu adalah bayinya. Meski tubuhnya masih lemah, dan rasa nyeri begitu terasa di bagian intimnya. Tapi, Kinan merasakan nikmat yang luar biasa saat dapat mengecup lembut bayi mungilnya.


"Ini anak kita, Mas." Kinan menangis sambil menciumi bayinya. Dude memeluk Kinan sambil mengecup puncak kepala istrinya itu.


"Iya, Sayang. Ini anak kita."


Bayi perempuan yang sangat cantik. Memiliki mata yang bening dan hidung yang mancung. Dude menangis, dia tak kuasa menahan keharuan. Tanda cintanya untuk Kinan kini telah lahir ke dunia dengan selamat. Rasa syukur seolah tidak henti-hentinya ia haturkan pada Sang Maha Pencipta.

__ADS_1


"Terima kasih sayang. Terima kasih atas semua yang sudah kamu berikan, korbankan, perjuangkan."


Satu kecupan lembut dan menetap bertahan di kening Kinan. Seolah sekujur tubuhnya terasa lemas, rasa sakit itu masih ada, sisa melahirkan tadi. Belum lagi robekan yang cukup lebar membuatnya merasa perih. Tapi itu tidak ada artinya bagi Kinan, dibandingkan rasa bahagia yang dia terima saat ini. Di pelukannya, seorang bayi perempuan cantik, dia adalah putrinya.


Ada saatnya kamu memperjuangkan dan diperjuangkan oleh seseorang. Bersabarlah dan fokuslah untuk memantaskan dirimu. Yakinlah Allah akan hadirkan dan tunjukkan penyempurna agamamu di saat yang tepat.


Seperti hal nya pertemuan Kinan dan Dude. Pada awalnya Kinan memang sudah menaruh kagum terhadap ciptaan Allah yang begitu indah. Pria dengan senyuman lembut yang sanggup membuat jantung Kinan berdegup kencang pertanda naluriahnya sebagai perempuan normal memang bekerja selayaknya. Saat ia mengira bahwa takdir tidak berpihak ketika menemukan beberapa fakta tentang pria itu. Kinan merelakan perasaannya, mencoba ikhlas. Tapi begitulah takdir. Hanya Allah yang mengetahuinya.


Cintailah dia dari kejauhan agar terjaga kehormatan. Cintailah dia dalam kesederhanaan dan keikhlasan. Namun, jika belum mampu, maka cintailah dia dalam diam, cukup Allah saja yang tahu.


Cukup dalam diam, dalam sepi dan di setiap lantunan doa. Kinan memohon pada yang Maha memiliki Cinta, Maha memiliki hati dan perasaan. Kiranya memang keduanya bukan jodoh, maka jauhkan lah. Hilangkan perasaan itu dari hatinya. Ternyata bukan hilang, melainkan Kinan malah bertambah yakin bahwa dia telah jatuh cinta pada pria itu. Pria yang semula ia kira sudah memiliki pendamping hidup.


Mendoakan mu dalam diam telah melatihku untuk mencintai dengan tulus, ikhlas tanpa tapi


Pada akhirnya pria itu datang sendiri mendatangi ibunya. Melamar Kinan dengan segenap keyakinan dan keberanian. Meski Kinan menolaknya di awal, tapi rupanya Allah yang paling tahu cara terbaik menunjukkan bahwa mereka memang berjodoh.


Karena jika memang jodoh, Allah akan makin mendekatkan, bukan menjauhkan.


Dude adalah jodoh pilihan Allah untuk Kinan Adelia. Pria itu masih sendiri, merawat dan menyimpan cinta yang utuh hanya untuk wanita yang memang Allah takdir kan untuk melengkapi hidupnya.


Ketika engkau menjaga diri, di saat yang sama, di tempat lain jodohmu pun menjaga diri hingga nanti bertemu di saat dan cara yang paling berkah.


...________...


...Season 1 selesai ya. Masih ada beberapa extra part nanti aku up lagi....


...Aku ada rencana buat season 2 mau aku gabung di sini juga. Tapi gimana nanti ya. Soalnya lagi banyak banget yang harus aku kejar, target nulis di tempat lain dan juga ada novel aku yang lagi pre-order....

__ADS_1


...Terima kasih banyak untuk yang sudah mau baca sampai bab ini. ❤...


__ADS_2