Takdir Cinta Kinan ( TAMAT)

Takdir Cinta Kinan ( TAMAT)
082 : Kapan Aku Merasakan Hamil Kembali


__ADS_3

"Aku akan menikah."


"Menikah?"


Selina mengembuskan napas berat kalau mengingat lagi ucapan Nathan tadi.


"Ya Allah, apa yang harus aku lakukan?"


...**...


Nathan tersenyum kemudian tampaklah barisan gigi rapihnya mengurai ketegangan Selina.


"Aku akan menikah denganmu, jika kamu mau menerima perasaanku. Tidak untuk berpacaran, aku mengajakmu membangun rumah tangga bersamaku."


Deg.


Untuk sedetik lalu Selina mengira Nathan akan menikahi perempuan lain. Tapi apa ini? Nathan sedang mengajaknya menikah? Bukankah begitu?


Seperti kehilangan ide untuk menjawab ucapan Nathan yang serupa ajakan berumah tangga padanya. Selina memilih diam sambil menenangkan jantungnya yang berdegup kencang. Kenapa dia seperti baru saja dibawa naik rollercoaster.


"Kamu mengerjai ku." Selina mengerucutkan bibir.


"Kamu mengira aku akan menikahi wanita lain, ya?" Nathan menyengir dengan ringan. Sementara pipi putih Selina sudah semakin pucat.


"Ya, siapa yang tidak menduganya. Seperti baru saja mendengar sebuah pengakuan. lantas kamu bilang akan menikah, maksudnya apa?"


Nathan menatap Selina sambil terkekeh pelan. "Kamu marah karena aku mengerjai mu?"


"Tidak." Selina membantah itu. Buat apa dia marah, dia hanya terkejut dan tidak menyangka. Lalu sekarang apakah Nathan menunggu jawaban darinya?


"Hm, kalau kamu marah juga tidak apa-apa. Aku tahu kamu dari awal. udah menyangka aku akan mengutarakan perasaanku. Aku juga tahu kamu nggak memiliki perasaan yang sama denganku."


Selina menoleh lagi ke arah Nathan.


"Tapi aku tetap ingin mengungkapkan perasaan ini. Meski aku tahu aku akan ditolak."


Helaan napas Selina makin membuat Nathan yakin, gadis itu sedang tidak nyaman dan bingung.


"Aku tidak berharap kamu menjawab. Aku hanya ..."


"Kenapa?" tanya Selina membuat Nathan urung melanjutkan kata-katanya.


"Hm? Kenapa apanya?" tanya Nathan balik.

__ADS_1


"Kenapa kamu menyukai aku?"


Nathan mengelus dadanya, dia kira Selina akan marah karena dia mengungkapkan perasaannya.


"Karena aku menyukai kamu, tanpa alasan. Ada yang namanya sebuah rasa nyaman, tiba-tiba saja merasa kagum, walau tidak bisa dijelaskan hanya dengan kata-kata saja. intinya aku menyukai kamu, Selina."


...***...


Dude hari ini berjanji akan mengantar Kinan ke rumah sakit untuk check-up kandungan rutin. Kinan juga sudah siap untuk berangkat. Demi buah hatinya, Kinan rela meninggalkan profesinya sebagai perawat dan memilih fokus untuk menjaga kandungannya.


"Mas, tadi dokternya bilang hari ini ada perawat baru, karena perawat yang biasa nggak datang. Kita nanti menemui dia, ya."


"Oke. Udah siap semuanya?"


Kinan terkekeh. "Hanya ada aku, semuanya apa? Kayak kita sedang beramai-ramai aja."


Dude menggeleng. "Kamu jangan selalu melupakan bayi kita. Dia juga harus dilibatkan dong."


"Ups. Maaf sayang, maaf ya dedek." Kinan menyengir malu.


"Ayo, kita jalan." Dude membukakan pintu mobil untuk Kinan. Mereka tidak sabar untuk memeriksakan lagi keadaan buah hati mereka.


Momen itu adalah salah satu momen kehamilan yang paling dinanti Kinan. Terutama saat melakukan USG. Kinan merasa terharu dan selalu menangis. Kinan tidak percaya bahwa di dalam. rahimnya kini ada makhluk kecil yang bernapas.


"Mas kayaknya itu suster barunya. Aku coba temui dulu ya."


"Oke sayang."


Kinan berjalan menuju suster tersebut. "Permisi, assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam. Ada yang bi-sa ..."


Mereka sama-sama terkejut. Ketika suster itu berbalik, baru Kinan sadar ternyata suster itu adalah ...


"Diana? Masya Allah, Di!"


Kinan langsung memeluk temannya. Beberapa bulan ini Diana memang susah dihubungi. Nomor ponselnya juga tidak aktif. Kinan berpikir mungkin Diana sedang menyusun kembali hidupnya tanpa menerima panggilan telepon dulu. Tapi ternyata secara mengejutkan hari ini dia bertemu dengan Diana di rumah sakit. Diana mengenakan seragam perawat lengkap dengan jilbabnya.


"Kinan, ya Allah, ternyata kamu!"


Ada yang berbeda dari Diana, kali ini dia tidak menggunakan sebutan gue elu saat berbicara dengan Kinan.


Kinan pun menyesuaikan dengan gaya bicara Diana itu.

__ADS_1


"Iya, aku nggak nyangka kamu kerja lagi jadi perawat, Diana."


Diana tersenyum sembari menatap Kinan. "Alhamdulillah, aku ditawari kerja di sini, Kinan. Bersyukur masih ada yang mau mengajak aku bekerja. Ya, dari pada aku hanya di rumah saja," ujarnya.


"Alhamdulillah, Diana. Aku ikut senang ya."


Diana mengangguk, lalu dia beralih menatap perut Kinan. "Kamu hamil ya, Kinan?"


Kinan menutup mulutnya lalu mengiyakan pertanyaan Diana. "Ya, aku hamil, Diana. Aku mau periksa kandungan hari ini."


"Masya Allah, aku seneng banget. Akhirnya, berkah ya. Semoga kamu sehat selalu, ya."


"Aamiin."


Mendadak Diana jadi teringat dengan anaknya yang sudah keguguran. Wajahnya pun terlihat sendu. Kinan tahu pasti berat untuk Diana. Kinan sendiri tidak akan sanggup jika harus mendapatkan ujian seperti yang Diana alami.


"Diana, kamu jangan sedih ya."


"Ehm, nggak kok. Aku ikut bahagia, benar dari dalam hatiku. Kamu harus tetap jaga kesehatan ya. Yang terpenting harus banyak bahagia, oke."


"Iya, Diana. Terima kasih."


Kinan masuk ke dalam ruang pemeriksaan ditemani Dude. Suami Kinan itu juga kaget karena melihat Diana yang sudah kembali bekerja seperti dulu. Tapi Dude ikut senang karena Diana bisa bangkit dari keterpurukan. Baginya perempuan seperti Diana, Hana, adalah perempuan yang harus dibela dan di lindungi hak serta keadilannya.


"Ibu Kinan, bayinya sehat, detak jantung normal dan bagus. Semuanya sejauh ini normal ya. Keadaan Ibu Kinan juga stabil. Untuk jenis kelamin belum terlalu jelas, mungkin sekitar tiga atau empat minggu lagi baru terlihat jelas."


Penuturan dokter itu membuat Kinan terharu. Kinan tidak dapat menahan air matanya. Kinan selalu menangis jika berhubungan dengan janin yang ada di kandungannya.


Diana ikut senang dan lega melihat keadaan Kinan dan bayinya yang sehat. Perlahan dia mengelus perutnya sendiri.


Nak kamu lagi apa di sana? Bunda kangen sekali. Bunda selalu rindu, kapan kamu datang lagi ke mimpi Bunda.


Bayi kecil Diana yang telah gugur pernah satu kali datang ke mimpinya. Anak itu cantik dia berjenis kelamin perempuan. Anak itu membawa seikat bunga dan dia berikan pada Diana. Tanpa mengucapkan apa-apa, lalu anak itu memeluk Diana, kemudian menghilang begitu saja.


Diana menangis, tiba-tiba saja air matanya jatuh sambil menatap perut Kinan yang sedang di periksa oleh dokter kandungan.


Ya Allah, apa aku bisa merasakan itu lagi. Mengandung bayi lagi. Mungkinkah suatu saat nanti, atau aku akan seterusnya sendiri seperti sekarang ini.


...______...


...Kemarin dr tanggal 3 aku mulai update 3 bab sehari sampai hari ini tanggal 9. Karena aku ikut event crazy up. Mulai besok aku update agak slow ya. Soalnya aku masih ada project buku yang akan pre-order. Kalian jangan lupa follow IG ku @cherry.apink...


...see you ❤...

__ADS_1


__ADS_2