
..."Takdir apa lagi yang aku terima...
...sungguh tak bisa ku cerna...
...semuanya begitu cepat...
...hingga aku tak bisa sekedar menolak"...
...*Rahma qolayuby**...
..._________...
Apa aku sanggup menerima takdir ini yang tak pernah aku inginkan. "Astagfirullah ya robb ampunilah dosa Rahma yang belum ikhlas menerima takdir mu,apa ini jawaban dari mimpiku,atau Cuma sekedar kebetulan" batin Rahma.
Tak ada yang kebetulan di dunia ini itu semua nyata. Yang sudah di tetapkan oleh sang maha pencipta "apa Aku bisa mencintainya ? menggantikan posisi ka Fauzi yang sudah singgah di hati ini tapi Aku harus berusaha mencintainya, dosa jika Aku terus mencintai yang bukan suami ku " jerit batin Rahma "yah benar Aku sekarang sudah sah menjadi istri Muhamad Kherul Azam dimata agama dan hukum " gumam Rahma lagi dengan gemetar.
Sahabat Rahma yang sudah dia anggap seperti kaka nya sendiri walau umurnya tak beda jauh darinya setelah Azam menjabat tangan Abang pertama Rahma seharus nya sang ayah yang ada di posisi itu membut Rahma meneteskan air mata "hik..hik.."
Lagi-lagi air mata Rahma keluar sungguh miris jalan taldir ini.Apa Rahma kuat ?sungguh hati ini sesak. Semua yang terjadi begitu cepat sehingga Rahma tak bisa mencerna satu parsatu kejadian yang menimpanya.
Sungguh luar biasa rencana Allah mudah baginya untuk menjungkir balikan keadaan dalam hitungan tak sedetik pun.
"Saya nikahkan kamu Muhamad Khoerul Azam dengan adik saya Rahma Qolayuby binti Burhan Qolayuby dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar sepuluh dinar"ucap Zam-zam abang pertama Rahma.
"Saya terima nikahnya Rahma Qolayuby binti Burhan Qolayuby dengan maskawin tersebut tunay"
" Gimana para saksi"
"SAH…"
"Sah.."
Tidak ada keistimewahan resepsi di pernikahan itu karna itu kemauan Rahma. Semua keluarga pun memakluminya toh entar juga bisa nyusul.
Entah bahagia yang di rasakan Azam atau cuma kesedihan ketika dia bisa menghalal kan orang yang sudah lama ia cintai dan dambakan,apa Azam bisa meraih hati Rahma yang sudah di isi oleh Fauzi atau malah sebalik nya sulit untuk di gapay.
" Bisakah aku meraih hati nya dan menggeser orang yang ada di hatinya seperti syaidah aisyah yang berusaha menggeser syaidah siti khodijah di hati Rasulullah”batin Azam.
Tidak ada yang tidak mungkin kalau Allah sudah menghendakinya tinggal kita terus berusaha dan berdoa jangan mudah putus asa,karna itu perkara yang di benci Allah.
Di lain tempat seseorang meratapi nasib nya yang tak dia inginkah,dalam masalah cinta dia sudah gagal kesekian kalinya cinta terkadang membuat kita sakit atau senang,miris bukan. Gimana kita mengartikan nya membuat dia jadi benci akan kata cinta walau dia tak seegois melakukan segala cara untuk mendapatkan kata cinta .Mau marah pada siapa dengan keadaan begini karna itu semua sudah di garis takdirkan.”mungkinkah takdirku begini selalu terjatuh akan kata cinta”batin Dinda melihat orang yang dia cintai bersanding dengan sahabatnya sendiri miris bukan.
"itulah takdir illahi Cuma keikhlasan yang bisa Aku perbuat karna Dinda harus yakin rencana Allah jauh lebih indah" gumam Dinda menyemangati diri sendiri dengan senyuman kecut lalu melangkah pergi dari tempat dimana dua insan sedang duduk di depan penghulu.
"ma'af Din.... "batin rahma melihat kepergian Dinda dengan tatapan sedih dan merasa bersalah.
_______
Di dalam kamar dua insan yang baru menjadi suami istri duduk di sisi ranjang dengan kecanggungan yang melanda. menatap kosong kedepan entah apa yang ada di dalam pikiran masing-masing. dengan gugup Azam membuka percakapan.
"Mau kakak atau Rahma dulu!.."ucap Azam.
"Emmmz kaka duluan aja"jawab Rahma gugup.
__ADS_1
Azam tau bahwa istrinya canggung begitupun dengan dirinya, lalu Azam melangkah masuk ke kamar mandi.Rahma beranjak ke depan meja rias dengan lihay tangan nya membersihkan sisa-sisa mekupp yang masih menempel di area wajah nya dan buru-buru mengganti baju pengantinya takut-takut Azam tiba-tiba keluar dari kamar mandi. Benar sudah dugaan Rahma ternyata Azam sudah selesay dengan ritual mandinya.
"Ehemmmz …"suara bariton deheman Azam membuat Rahma kaget .
"Astagfirullah aw…" jerit Rahma alhasil tangan nya terluka karna tergores resleting,sedikit darah segar keluar dengan sepontan Azam berlari dan memasukan jari Rahma ke dalam mulut nya ada gelenjar aneh di tubuh Rahma oleh sentuhan tangan Azam mugkin karna Rahma baru pertama kali di pegang oleh orang lain. Biasanya kan ayah sama ke dua kakak nya,ter sadar dari lamunnan nya buru-buru Rahma menarik tangan nya ketika Azam mau memasukan lagi jari Rahma ke dalam mulutnya.
"Ah… ka "teriak Rahma menutup muka dengan ke dua tangan nya.membuat Azam mengerutkan keningnya bingung dengan tingkah Rahma.
"Kenapa Rah"cicit Azam polos .
"Kakak gak pake baju " yang masih istikomah menutup mukanya dengan sepontan Azam melihat kearah dirinya sendiri dan benar Azam belum pake baju cuma ada sehelay handuk yang melilit di pinggang nya replek Azam menyilangkan kedua tangan di depan dadanya.
"Emmmz ma...af" dengan gugup Azam berlalu pergi ke ruangan ganti dengan muka yang memanas bak tomat matang.
" brak.."
Azam menutup pintu sedikit kasar dia menyandarkan punggunya dengan tangan mengelus dada bidang yang dak dik dug "huh..huh.. "tingkah Azam seperti ABG labil.
Rahma merasa mendengar pintu di tutuppun menarik kembali ke dua tangannya. "huh…"membuang nafas pelan bibir Rahma di Tarik membentuk bulan sabit buru-buru berlari ke kamar mandi takut-takut Azam sudah beres memakay bajunya.
Setengah jam sudah Rahma dengan ritual mandinya,"Astagfirullah… aku lupa bawa handuk dan baju ganti "gumam Rahma sambil menjitak jidatnya sendiri dengan pelan-pelan Rahma membuka pintu takut-takut Azam sudah keluar Rahma celengak celinguk mengeluarkan kepalanya membuat air yang ada di muka menetes ke lantai .
"Tes..tes.. "
Baru mau melangkah tiba-tiba mendengar suara kenop pintu di putar buru-buru Rahma menutup pintu kamar mandi lagi.
Azam yang sudah rapih dengan baju kaus oblong dan celana di bawah lutut melirik keseluruh ruangan kamar tak ada tanda-tanda keberadaan Rahma, "apa dia belum selesay "gumam Azam sambil melangkah mendudukan bokong nya di sisi ranjang belum sampay duduk Azam mendengar suara yang memanggil namanya.
"Iya ada apa" jawab Azam sambil mendekat kearah pintu kamar mandi.
"Anu…ka.. "
"Iya kenapa?"Azam masih di depan pintu,jantung Rahma dak dik dug membuat Rahma sulit untuk berkata dengan susah payah Rahma menetralkan derup jantungnya.
"Anu maaf ka… bisa ambilin handuk dan baju ganti"cicit Rahma sepontan"ada di lemari sebelah kiri "lanjut Rahma lagi dengan suara lantang tampa jeda.
Azam hanya diam mematung mendengar permintaan Rahma," tunggu sebentar.."ucap Azam dengan ragu Azam bembuka lemari Rahma melihat baju yang terpangpang rapih dari halaman ke halaman lalu tangan Azam terulur mengambil handuk dan baju gamis polos tiba di saat tangan nya menuju pakayan dalam jantung Azam berdetak tak karuan lagi dengan ragu memegangnya.
"Ka.. udah belum "teriak Rahma membuat Azam sepontang mengambil dan berbalik berlari kecil menuju depan pintu kamar mandi dengan gugup.
"Rah..i..ni han..duk sama ba..ju..nya" ucap Azam gugup.
Rahmapun membuka pintu pelan-pelan mengeluarkan tangan nya saja.
"Kakak tutup matanya",sepontan Azam memejamkan matanya.
"Mana ka.. bajunya" ucap Rahma.
"Ini .."sambil mengulurkan ke dua tangan nya,Rahma meraba-raba di udara "hap…"Rahma memegang bajunya buru-buru Rahma menganbil dan menutup pintu agak keras.
"brakk… "
Membuat Azam menbuka mata kaget tak lama menarik ke dua bibirnya membentuk bulan sabit.
__ADS_1
Sepuluh menit sudah Rahma sudah rapih dengan pakayan nya dan kelua ,sebelum keluar Rahma menetralkan derup jantungnya "hup..hup… "
Ceklek.....
Mendengar pintu di buka Azam pun menoleh dengan ragu melihat Rahma melangkah Azam terus saja melihat cara berjalan Rahma.
"Ah…." Rahma menyandung kakinya sendiri hingga tersungkur.
Bruk .....
Tapi aneh Rahma tidak merasa sakit sama sekali dengan perlakan Rahma membuka matanya.
"Ah.." jerit Rahma dengan buru-buru Rahma beranjak dari atas tubuh Azam.
Ketika Rahma akan terjatuh Azam sepontan berlari menarik tubuh Rahma alhasil ya gitu Azam berada di bawah Rahma karna Azam menariknya terlalu kencang.
"Aw… "teriak Azam.
" Kenapa ka "cicit Rahma gugup dengan posisi Rahma sudah berdiri .
"Itu…"tunjuk Azam kearah tangan kanan nya, dengan sepontan Rahma mengikuti arah tangan Azam ternyata kakinya menginjak tangan Azam gengan gugup buru-buru Rahma mengankat kakinya.
"Ma'af ka "bukannya mendaratkan kakinya dengan benar Rahma malah menginjak kaki Azam saking gugup nya membuat Azam sepontan menarik lengan Rahma " ahh.. "
Bruk…
Rahma terjatuh lagi tepat di atas tubuh Azam. wajah mereka berhadapan beberapa inchi, saling memandang menelusuri ciptaan Allah yang sempurna.Mereka tidak sadar atas perbuatan nya teriakan Rahma yang terdengan ke lantai bawah di mana para keluarga sedang berkumpul membuat mereka kaget bingung.
Lalu sepontan mereka semua tersenyum sambil geleng-geleng kepala."dasar anak muda" ucap nenek Rahma.Keluarga besar ayah Rahma belum pulang kemungkinan besok mereka baru pulang ke daerah malang.
.
.
..."**Bolehkah aku egois dengan rasa ini,...
...atau aku harus ikhlas melepasnya...
...namun sulit"...
...*Dinda*...
.
_____
jangan lupa
like
komen
vote yah
__ADS_1