
..."Semoga ini adalah awal...
...bukan akhir dari kisah cintaku,...
...jangan rubah,...
...walau hanya sebatas panggilan! "...
...*Muhamad Khoerul Azam**...
...****************...
Prov Azam.
Angin malam begitu dingin membangunkan tidur ku tepat jam satu malam ,ku lirik ke kiri dimana istriku berbaring ,hembusan nafasnya yang begitu tenang membuat Aku tersenyum, ku tarik selimut untuk menutupi tubuhnya, Aku hanya takut dia kedinginan.
Malam yang sunyi menjadi saksi antara Aku dan robb ku.Aku duduk diatas sajah bertasbih, bertahlil dan terakhir beristigfar.Keluh kesah yang tersa sesak di dada ku,Aku keluarkan rasanya begitu sesak jika terus ku tahan.Tidak terasa air mataku menetes membasahi pipiku,dengan gemetar bibirku terucap"ya robb engkau sang pemilik hati jiwa raganya engkau yang berhak atas dirinya,tapi hamba hanya manusia biasa yang mengiginkan nya juga menjadi teman perjalanan ku menuju ridho mu".
Sudah puas ku keluarkan beban yang menyesakan dada rasanya sekarang terasa ringan, seperti Aku tak pernah merasakan sesak.Sesudah urusanku dengan robb ku ,Aku lanjutkan membuka leptop ingin menyelesaikan semua- pekerjaan ku, dan mengecek berkas-berkas penting.
Karna sekarang Aku memiliki tanggung jawab besar tidak mau harus menyusah kan kedua orang tua.Sebenarnya Aku sudah merintis usahaku sendiri, mamah dan ayah tak tau, dengan bisnis yang ku jalani apalagi dia istriku, belum saatnya Aku memberitau.
"Alhamdulillah sudah" gumamku.Ku lirik keatas pembaringan dia masih saja terlelap, buktinya posisinya masih sama padahal gerakanku cukup berisik apalagi membuka berkas-berkas.
Rasanya badan ku begitu terasa pegal dan gerah. Aku berjalan ke luar kamar ingin mencari angina sekalian menuju masjid rasanya Aku kangen berjamaah.Ku kumandankan adzan seperti biasa selang beberapa menit sholat subuh berjamaah pun di mulai "Allahu akbar…" ucap Imam. Kami sholat insyaallah dengan khusu semoga allah menerima sholat kami.
"Assalamualaikum warahatullah…Assalamualaikumwarahmatullah alhamdulillah"
Sholat berjamaah sudah selesai Aku bedzikir sambil memejamkan kedua mataku hingga suara yang begitu Aku sayangi memanggil ku sambil tangan nya menepuk punda ku,ku lirik dia sambil tersenyum.
"Nak..."
"Iya yah.."
__ADS_1
Dia adalah ayah ku orang yang sangat berharga di hidupku sekaligus guru pertama ku yang mengajariku banyak tentang kehidupan,kasih sayang, cinta,dan tanggung jawab, banyak orang berkata bahwa ikatan anak dan orang tua itu sangat kental seperti darah.Aku akui halnya pertanyaan ayahku seolah-olah dia tau apa yang Aku rasakan.
"Apa ada masalah yang membebani pikiran mu?" ucap Ayah.
"Emmmz yah"jawabku gugup, bingung harus menjawab apa. Kalau berbohong gak mungkin, itu dosa.
"Jangan bohong"
Dua kata yang sukses membuat ku menelan selavina tak bisa ku pungkiri sasaran ayah tepat sekali apa mungkin Aku harus menceritakannya supaya bebanku berkurang atau tidak.
"Apa ayah sangat mencintai mamah?"ucapku tampa pikir panjang. Pertanyaan ku sukses membuat ayah tersenyum sambil menyuruh ku duduk di kursi taman Aku hanya menurut ,ku lihat ayah menarik napas dalam.
"Hupppp ....."'membuat Aku semakin penasaran memdengar kisah ayah.
"Kamu tau nak dulu ayah tidak mencintai ibu mu"ucap ayah.
Perkataan ayah sukses membuatku terkejut dan berbalik menghadap nya, Aku tak meyangka ternyata ayah dulu tak mencintai mamah dan membuat Aku semakin terkejut lagi ternyata mereka nenikah karna perjodohan mebuat ku semakin penasaran apa kelanjuatan ceritanya.
"Terus bagai mana ayah bisa sangat mencintai mamah?"tanyaku.
Ku lihat ayah terdiam terpancar dari matanya kesedihan yang mendalam, mata yang menerawang sangat jauh tatapan itu kosong seperti kaset rusak, mungkin ayah bercerita sambil terbayang ke dunia masa lalaunya hingga ayah membalikan tubuh nya menelisir netraku sambil memegang ke dua pundak ku.
"Nak bersabarlah seperti mamah mu dalam menaklukan cinta, semuanya butuh perjuangan dan ingat jangan sekali-kali kamu membentak istrimu walau dia melakukan kesalahan sekecil apa pun"ucap ayah.
"Mulyakan dia seperti kamu memulyakan mamahmu dan yang lebih penting lagi kamu harus ingat, hati wanita itu sedikit sensitip, kamu sebagai kepala rumah tangga harus bisa menysuaikan diri dengan perasaan istrimu"ucapan ayah begitu hangat sekali, Aku seperti menemukan semangat baru.
Aku hanya mengangguk tanda mengiyakan dan mengerti apa yang harus Aku lakukan tak terasa hangatnya mentari tersenyum pada ku hingga Aku teringat bahwa hari ini mau kerumah mertuaku takut keburu kesiangan karna waktunya sebentar ,mungkin Aku tak menepati ucapan ku mengajak dia bermalam di rumah mertua ku ,karna ada banyak urusan yang harus Aku selasaikan semoga dia tak kecewa karna Aku belum memberi tahu nya dengan buru-buru Aku masuk.
"Assalamualaikum… "ku liahat mamah dan istriku sedang di dapur menyipkan sarapan untuk kami, rutinitas mereka terjeda karna ucapan salam ku mereka melirik menjawab salam ku
"Waalaikumsalam…"jawab mereka kompak.
"Sudah pulang nak dimana ayah mu…"tanya Mamah.
__ADS_1
"Ayah melihat kolam ikan sebentar di belakang mah"jawabku santai.
Aku lihat Rahma mencuci kedua tangannya di wastapel dan dia berjalan kearah ku ,membuat jantungku berdetak hebat dia mencium punggung tangan ku tapi sedikit ada yang berbeda entah apa, ku halu pikiran ku mungkin Aku terbawa suasana hingga Aku sedikit terkejut dengan perkataannya dan sukses membuatku mematung..
"Mau sarapan apa mandi dulu mas…."
"Mas…"ucapnya lagi, sambil memegang lenganku.
Membuatku tersadar, entah apa yang ada di hatiku seperti ada bunga-bunga yang bermekaran apa Aku gak salah dengar tadi Rahma bilang.. "ahh "rasanya Aku sudah gila hingga Aku berlari ke kamar tidak menghiraukan panggilan Rahma, Aku hanya ingin sekedar menenangkan jantungku yang berdisko ria.
"Mandi dulu……"terikku, yang terus berlari.
Kebahagiaan yang hampir menghilang rasanya tumbuh kembali walau itu hanya sebuah panggilan.
Fabiayyialairrobikumatukadziban"Nikmat tuhan mu yang mana yang engkau dustakan "sungguh rasanya hatiku bahagia, memdengar panggilannya yang berbeda, apa ini adalah awal untuk hubunganku dengannya, apa dia sudah membuka sedikir ruang untukku.
Sungguh enggkau luar biasa ya robb, menjungkir balikan perasaan hamba-hambamu, begitu banyak nikmatmu tapi hamba belum bisa mensyukurinya karna terlalu sibuk akan urusan dunia.
"Jangan cabut rasa ini ya robb"ucap batinku.
Sudah tenang dengan hatiku, Aku langsung bergegas masuk kekamar mandi guna membersihkan tubuhku rasanya segar sekali. Sudah beres ritual mandinya, Aku memakai baju yang entah sejak kapan sudah tersedia di atas tempat tidur lagi-lagi Aku menyunggingkan senyum lalu Aku memakai pakayan itu.
......................
gimana, sudah banyanya... etttts jangan lupa
like
komen
vote nya ok...
he... he... terimakasih...
__ADS_1
sampai jumpa di prat selanjutnya