Takdir Illahi

Takdir Illahi
#45


__ADS_3

Hembusan angin menerobos masuk membangunkan seseorang yang berada di bawah selimut.


Perlahan kedua matanya terbuka mengerjap-ngerjapkan kedua matanya bibir tipisnya tersenyum melihat siapa yang masih tertidur pulas memeluk tubuhnya seakan takut pergi.


Tangan besar itu membelai pipi mulus wanita yang berada di dadanya. Matanya tertuju pada mata yang sembab,bibir yang manis kini terlihat pucat tidak ada keceriaan di raut wajahnya. Perlahan cairan bening menetes mengenai kening wanita itu membuat si empu bergerak.


Bulu mata lentik itu mengerjap merasakan tubuh yang dia peluk bergetar membuat dia sukses membuka kedua matanya lalu mendongkak keatas melihat seseoarang menghapus air matanya.


"Mas kenapa menangis? " tanya Rahma serak khas orang bangun tidur. Azam hanya menggeleng dan mencium puncak kepala rahma lalu menenggelamkan kepala Rahma di dada bidangnya.


Rahma bisa merasakan debaran jantung Azam yang kencang membuat Rahma mendongkakkan kepala kembali dan bergerak menjadi duduk.Buru-buru Azam menghapus sisa air matanya dan tersenyum kepada sang Istri.


"Mas kenapa menangis? " tanya Rahma sendu.


"Siapa yang menangis Mas gak nangis ko.. "


"Mas bohong pasti ini semua gara-gara Ade.. maaf.. hik... "


Azam langsung bangun melihat istrinya menangis dan langsung memeluknya erat.


"Mas cuma bersyukur karna allah sudah mengembalikan Ade kepelukan Mas... "


"Hik... hik... maaf kan Ade... semuanya karna Ade... " Rahma mengeratkan pelukannya.


Lama mereka saling berpelukan memperikan kehangatan masing-masing mereka sudah berjanji tidak akan mengungkit kejadiaan yang menyakitkan itu.


Azam mengendorkan pelukannya mendorong pelan badan Rahma supaya Azam bisa leluasa melihat wajah sang istri.


" Kita bangun semuanya dari awal ...Ade percayakan sama Mas... " Rahma hanya mengangguk tanda setuju.


"Alhamdulilah... sekarang kita ambil air wudhu sholat berjama'ah.." Rahma hanya menggeleng tanda menolak membuat Azam menyerngit.


"Ade lagi halangan Mas... Mas aja yang sholat Ade keluar mau beres-beres dan bikin sarapan"


"yasudah kalu begitu"


Azampun turun dari ranjang menuju kamar mandi. Sedangkan Rahma langsung membereskan kasur tempat tidurnya,sudah beres Rahma langsung keluar menuju dapur.


Lama Rahma bergelut dengan alat-alat masak dan sekarang meja makan sudah penuh dengan menu sarapan pagi. Tapi ada yang aneh kenapa Rahma tidak mendapati bundanya.


"Apa Bunda masih di kamar " gumam Rahma" coba Aku lihat dulu takutnya Bunda ketiduran" gumam Rahma lagi sambil melangkah menuju kamar tamu.


cklek....


"Assalamualaikum Bunda.. "


Tidak ada sahutan dari sang Bunda. Rahma menerobos masuk. Kosong, kamar itu kosong tidak ada sesosok Bunda tercintanya.


membuat Rahma panik "Mas.... " teriak Rahma sambil berlari meninggalkan kamar tamu.


"Mas... " teriak Rahma lagi.

__ADS_1


"ada apa Dek.. "


Seru Azam keluar dari kamar utama menghampiri istrinya.


"Bunda gak ada dikamar... Mas tau dimana Bunda? "


Azam hanya tersenyum ternyata istrinya pikun sekali. Bukannya tadi malam Azam sudah mengatakan bahwa bunda Fatimah pulang kerumah kenapa istrinya malah mencarinya.


"ko Mas malah senyum sih... Ade kan tanya Bunda kemana di kamar tidak ada" ucap Rahma sedikit jengkel suaminya malah terus melebarkan senyumannya.


Azam meraih tangan istrinya dan membawanya kearah meja makan. Azam mendudukan sang istri di salah satu kursi.


"apa Ade lupa Mas kan malam sudah bilang kalau Bunda pulang kerumah bang Farhan katanya kangen sama Azka" ucap Azam lembut.


"emmmz.... maaf Ade lupa.. " cicit Rahma malu karna sudah teriak-riak.


Azam berjongkok sambil memegang tangan sang Istri membuat Rahma kaget.


"Mas kenapa berjongkong" ucap Rahma sambil berdiri tapi di cegah sama Azam membuat Rahma mendudukan bokongnya lagi.


Azam mengeluarkan kotak yang kenaren sempat Rahma buka. Azam bembuka kotak itu terlihatlah cincin berlian yang sangat cantik.


"Kita sedang sama-sama belajar memperbaiki diri maukah Ade terus di sisi Mas apapun yang terjadi" ucap Azam tulus.


Membuat Rahma menutup mulutnya. Air matanya menetes karna haru. Inikah sesosok suami yang sempat Rahma ragukan. Lera memberi maaf atas apa yang dia lakukan dan sekarang Suaminya sedang mengungkap perasaan. Bolehkah Rahma beruntung dan bahagia mendapatkan Azam.


Marahpun tidak pernah Azam tunjukan sungguh menyesal dengan apa yang Rahma lakukan.


Kini Rahma berjanji tidak akan melepaskan Azam apapun yang terjadi. Sudah cukup Rahma menyiksa dirinya sendiri.


"cup"


Azam mencium punggung tangan Rahma dengan sayang"Anna uhibuki" dengar artiaan 'AKU MENCINTAIMU' ucap Azam.


Dari tadi cairan bening tidak henti-hentinya keluar dari pelupuk mata Rahma.Tangan Rahma telurur menangkup kedua pipi Azam membuat Azam mendongkak menatap manik mata istrinya yang menangis.


"cup"


Rahma mencium puncak kepala Azam cukup lama hingga Rahma kembali menjauhkan bibirnya dan menarik ujung bibirnya membentuk senyuman.


"Syukran ya habibi Anna uhibuka" dalam artiaan 'TERIMA KASIH WAHAI KEKASIHKU AKU JUGA MENCINTAIMU.. ' balas Rahma membuat senyum Azam seketika mereka.


"bruk.. "


Azam memeluk pinggang istrinya karna posisi Azam yang masih berlutut.Rahma membalas pelukan Azam tidak kalah erat.


"cup"


Azam mengecup lama perut Rahma"semoga allah cepat menumbuhkan malaikat kecil lagi.. " ucap Azam penuh harap..


"Amin.... tapi...." ucap Rahma menjeda ucapannya.

__ADS_1


" Kenapa ? apa Ade mau menundanya" ucap Azam langsung di jawab gelengan oleh Rahma.


"Terus... "


"Bagai mana malaikat kecil mau hadir.. kan Ade belum suci" cicit Rahma pelan karna malu.


membuat Azam diam dan "oh iya... Mas lupa"sambil nrnepuk jidatnya sendiri.


ha... ha....


Dua inshan itu tertawa menertawakan tingkah mereka sendiri.


'Fabiayyiallairabikuma'tukadziban"nikmat tuhanmu yang mana yang engkau dustakan"


Merekapun langsung makan karna lapar. Azam tersenyum melihat istrinya makan dengan lahap karna setahu Azam istrinya jarang makan kalau makanpun cuma sedikit. Nah ini udah dua porsi Rahma habiskan.


Bagai mana Azam tau,yah tentu taunya dari sang Mertua yang tidak lain adalah bunda Fatimah tercinta.


Tidak tampa Rahma sadari dari tadi Azam mempidio makan sang istri dan mengirimnya pada seseorang.


ting....


suara pesan masuk membuat bunda Fatimah menghentikan kegiatan masaknya" Sindi teruskan masaknya Bunda mau lihat siapa yang mengirim pesan pagi-pagi begini.. " ucap bunda Fatimah pada menantunya tepatnya istri Farhan.


Kedua mata bunda Fatimah melotot ketika melihat pesan masuk lewat WA ternyata sebuah vidio tak lama bunda Fatimah langsung tersenyum sendiri merasa lucu melihatnya.


"Terimakasih ya robb engkau telah memberikan kebahagiaan lagi kepada putri Hamba" batin bunda Fatimah.


"Sehat selalu nak..doa Bunda selalu menyertai kalian.. " itulah balasan bunda Fatimah.


Membalas via WA Azam dan meletakan kembali ponselnya.Menghampiri Sindi sang menantu yang sedang memasak, bunda Fatimah berjalan sambil terus tersenyum mengingat vidio Rahma yang porsi makan seperti kelaparan.


"Amin.... "


"Amin kenapa Mas.. " ucap Rahma mendengar suaminya mengucap amin.


"Emmmz ehhhh.. tidak ..Mas tidak mengatakan amin ko.. " elak Azam dirinya sangat gugup .


"Oh... "


Rahma melanjutkan makannya lagi yang belum beres membuat Azam mengulum senyum,rasanya ingin tertawa terbahak-bahak tapi Azam tahan, baru juga baikan masa mau marahan lagi.


Sungguh lucu tingkah mereka,untung Rahma tidak menyadari kalau dia sadar mungkin mukanya sudah bak kepiting rebus.


"Alhamdulilah " ucap Rahma sudah selesai makan, begitupun Azam.


...


...


bersambung.....

__ADS_1


.


gimana suka gak ceritanya tolong dukung yah dengan cara like, komen, vote ok....


__ADS_2