Takdir Illahi

Takdir Illahi
#13


__ADS_3

"Aku bahagia bisa memiliki mu, walau belum seutuh nya,dan Aku tak akan memaksa jika engkau belum siap,melihat kau bersikap biasa saja itu lebih dari cukup untukku.Aku akan terus menunggu hingga kau siap memberikan hati mu untukku"batin Azam.


Azam duduk termenung dalam lamunan sambil memejam kan mata menikmati setiap hembusan angina menerpa kulit nya,membayangkan apa yang tadi subuh terjadi itu semuah terjadi begitu saja tampa dia sadari.


"Ah..... "


" Astagfirullah…" Azam terperanjat kaget oleh teriakan Rahma.


"Kamu gak papah..?" tanya Azam panik melihat Rahma sudah tergeletak.


"Gak papah ka" cicit Rahma.


"Ayo bangun kakak bantu" Rahma hanya mengangguk, Azam meraih lengan kanan Rahma membantunya untuk berdiri.


"Aw.. "ringis Rahma.


"Ini mah pasti kakimu terkilir" ucap Azam "emang Rahma mau ngapain bisa begini"ucap Azam lagi.


"Mau ambil tas yang ada di atas lemari "cicit Rahma pelan.


"Kenapa gak minta bantuin kakak" protes Azam Rahma hanya tersenyum kikuk membuat Azam gemas saja ingin sekali mencubit hidung nya.


"Sini kakak urut"


"Pelan-pelan ka"dengan hati-hati Azam mengurut pergelangan kaki Rahma.


"Kenapa melihat kaka seperti itu ?"tanya Azam datar,Azam tau dari tadi Rahma memerhatikan nya.Liihatlah ucapan Azam membuat Rahma salah tingkah sendiri apalagi pipi nya memerah bak tomat rasanya Azam ingin tertawa.


Trek....


"Ahhhh" jerit Rahma ketika Azam menekan kencang.


"Coba rahma gerakan pelan pelan sakitnya menghilang gak" ucap Azam.


Dengan ragu Rahma menggerakan kakinya dengan perlahan bibirnya sedikit meringis menahan sakit kemudiaan Rahma berusaha berdiri dan benar saja sakitnya agak berkurang.


"Alhamdulillah kaki... kaki Rahma gak terlalu sakit.Terimakasih ka.."


"Iya sama-sama"


Azam pun mengambil tas yang Rahma butuh kan dan meletakan tas itu di atas Kasur. Rahma begitu antusias langsung memasukan barang-barang yang dia perlukan untuk di bawa,apa memang kudrat perempuan itu ribet banyak sekali barang yang dia bawa membuat Azam pusing melihatnya.


Azam hanya mendudukan bokong nya di atas kursi sambil melihat benda pipih,dan mengutak ngatiknya.


"Alhamdulillah sudah selesai,yuk kita berangkat ka…"ucap Rahma antusiasi.


Azam hanya memandang Rahma dengan seksama,begitu sebahagiakah dia mau nginep sebentar saja kaya mau nginep setahun membuat Azam geleng-geleng kepala. Tingkah Rahma yang kaya anak kecil membuat suatu kebahagiaan bagi Azam tersendiri. Entahlah yang pasti Azam bahagia apalagi saat Rahma merajuk.


"Emmmz sini biar kaka yang bawa " ucap Azam langsung mengambil tas Rahma tapi Rahma malah mencegah nya.


"Tapi..ka…"


"Gak papah " dengan gugup Rahma menyodorkan tas nya pada Azan.Dengan senang hati Azam mengambil tas itu.


Di dalam perjalanan tidak ada percakapan sama sekali hanya ada keheningan. Dan suara derungan mobil yang Azam kendarai saja yang terdengar. Rahma tersenyum cerah melihat keluar jendela sesekali Azam melirik istri nya yang sungguh menggemaskan.


"Alhamdulillah sudah sampai" ucap Azam langsung memarkirkan mobil.


"Assalamualaikum Mah ,Yah " ucap Azam langsung masuk di ikuti Rahma.


"Waalaikum salam Nak, gimana kalian sehat?..


aduh mantu mamah makin cantik aja"ucap mamah Azam semangat langsung memeluk Rahma.

__ADS_1


"Alhamdulillah sehat mah ..oh ya mah Aku kekamar dulu"ucap Azam.


"Ayo…. "ajak Azam pada Rahma.Sedangkan Rahma hanya mengangguk dan berjalan di belakang Azam tapi panggilan mamah Azam membuat Azam berhenti dan berbalik.


"zam…."


"Iyah mah"


"Istri kamu kenapa?."


"Astagfirullah Azam lupa tadi Rahma keseleo" ucap Azam sambil menepuk jidatnya sendiri.


"Astagfirullah nak,udah di urut belum."Mamah Azam terlihat begitu kewatir,menghampiri menantunya.


"Gak papah ko Mah, Alhamdulillah tadi udah di urut sama ka Azam"


"Zam gendong istri mu kasian jika berusaha naik tangga sendiri" ujar Ayah Azam tiba-tiba datang menimpali.


Azan melirik Rahma terlihat raut diwajah Rahma yang menahan malu dan langsung menunduk.


" Ahh…ka.." jerit Rahma karna Azam tiba-tiba menggendong nya.Tangan Rahma memegang erat lengan Azam mungkin takut jatuh sesekali Rahma menengok kebawah.


"Yah sudah Azam ke kamar dulu Mah,Yah"


"Iya jangan lupa oleskan minyak pijat"


Azam menggendong Rahma perlahan walau sedikit berat tapi Azam tahan demi Rahma istri nya tersayang.


" Kak..turunin" ucap Rahma berbisik meminta Azam menurunkanya tapi Azam tidak menghiraukan bisikan Rahma malah Azam terus saja melangkah.


"Ka…"


"Alhamdulillah " ucap Azam langsung mendudukan Rahma di atas tempat tidur.


"Masih sakit ya" Rahma hanya mengangguk


"Sama-sama"


"Ma'af rahma merepotkan ka.."


"Suttt"


Azam mengangkat telunju nya memberi isarat agar Rahma berhenti bicara.Lama terdiam Azam menatap bola mata yang selalu menentramkan hati nya.Azam menelusuri ciptaan Allah yang maha sempurna.


"Huh.. " Azam menarik nafas sedikit kasar.


"Jangan minta maaf, Rahma gak merepotkan kaka,semuah yang kakak lakukan itu udah menjadi tanggung jawab kakak,menjaga,melindungi dan menc… yah sudah Rahma istirahat saja kakak akan kelur sebentar "ucap Azam langsung beranjak pergi meninggalkan Rahma.


"Astagfirullah ampir saja aku keceplosan sabar-sabar"jerit batin Azam sambil melangkah pergi.


"Aku hanya wanita lemah yang tak berdaya apa Aku bisa membuka hatiku untuk ka Azam Astagfirullah... maaf kan hamba ya robb yang belum bisa mencintainya"gumam Rahma sambil melihat nanar kepergiaan Azam.


Rahma selalu berusaha membiarkan Azam masuk kedalam hati nya."apa yang harus Aku lakukan ! apa Aku istri yang buruk? " gumam Rahma pada dirinya sendiri.


"Pasti setiap keluarga menginginkan Anak di dalam ya untuk menjadi pelegkap kebahagiaan"


Ucapan mamah Zenab membuat Rahma terenyuh apalagi sudah membahas masalah cucu .


"Apa ku bisa? Aku tak mau membuat mamah kecewa " gumam Rahma.


Pikiran Rahma melayang ke kejadian beberapa menit yang lalu ketika Rahma memaksa untuk turun kebawah kana memang kaki nya sudah baikan walalu Azam meminta Rahma untuk makan di kamar saja.Tapi Rahma memaksa turun kebawah walau masih sedikit tertatih.


Plasback.

__ADS_1


"Sudah gak sakit lagi nak ?"tanya mamah Zenab.


"Alhamdulillah sudah baikan mah" jawab Rahma dan langsung mendudukan bokong nya di atas kursi dekat Azam dan mulai makan.


"Bismillahirohmannirohim " ucap Rahma langsung makan.


"Bagai mana Nak apa ada berita gembira mamah sudah gak sabar mau gendong cucu iya kan Yah" ujar mamah Zenab.


"Uhuk..uhuk…"


"Rah kamu gak papah ?minum dulu nih" ucap Azam langsung menyodorkan air kepada Rahma.Rahma mengambil air yang di berikan Azam dan langsung meneguk nya tampa sisa.Ucapan mamah Azam membuat Rahma benar-benar terkejut.


"Makasih ka.."


"Bagai mana nak " ucap mamah Zenab lagi mengulang.


Membuat Rahma bingung harus menjawab apa, rasanya lidah Rahma kelu dia hanya menunduk sesekali melirik Azam.


"..Insyaallah dalam peroses doa kan saja Mah,Yah.."


"Iya mamah doa kan…."


.


.


Plasback Off.


"Ya allah sulit sekali rasanya membuka hati ini maafkan hamba ya robb"jerit batin Rahma.


Begitu banya kejadian yang Rahma lalui hingga dia berada di titik sekarang .


Terpenjara oleh keadaan yang memaksa nya untuk berlabuh di labuhan yang baru rasanya sulit sekali. Terasa baru kemarin Rahma tertawa bersama ayah dan merasa bahagia dengan kehadiran Fauzi tapi sekarang semuanya berubah terasa separuh hidup Rahma juga ikut menghilang.


Tapi Rahma harus bangkit demi orang yang selalu akan menjadi alasan dia tersenyum dan bahagia "berusaha Rahma, kamu pasti bisa "ucap Rahma menyemangati diri sendiri.


"Apa yang bisa ?" tanya Azam tiba-tiba yang baru masuk.


"Eh..anu.. ka.."


"Ya sudah gak papa gak perlu di jawab"


Jelp.....


Rahma hanya menelan ludah nya sendiri kenapa Azam selalu datang memdadak sih membuat Rahma jadi salah tingkah .


"Tapi gak papah Alhamdulillah ka Azam gak terlalau mendengar ocehan ku tadi,kalau ka Azam mendengar bisa malu Aku" batin Rahma.


"Anu ka… kapan kaka mulai bekerja? "


"Mungkin dua mingguan lagi ,emang kenapa?


"Gak papah semangat buat kaka"


Hanya itu yang bisa Rahma katakana, rasanya terasa canggung apa lagi Azam juga terasa sangat berbeda mungkin dia lelah.


"Iya terimakasih….."


Azam berjalan mendekati Kasur mungkin dia lelah dan membalikan posisi badan nya membelakangi Rahma tidak seperti biasanya dan hanya kata ma'af yang terakhir Azam ucapkan.


"Oh yah ma'af dengn kata-kata mamah jangan terlalu dipikirkan"


Setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara mereka.Rahma putuskan untuk tidur jujur mata nya sudah mengantuk.Rahma membaringkan tubuh nya di sisi Azam mereka saling membelakangi hanya guling yang jadi pemisah di antara Azam dan Rahma.

__ADS_1


Malam yang tersa sunyi memang sunyi atau hanya keadaan yang menghampiri.


"Ya robb engkau yang membulak balikan hati setiap hambumu ,hamba mohon hadirkan lah cinta di hati ku untuk menerima nya". batin Rahma dan langsung terlelap tidur.


__ADS_2