
Pasangan yang hampir retak kini telah utuh kembali, saling menyayangi,mencintai,menjaga dan yang terpenting saling percaya.
Keromantisan semakin terlihat dari dua manusia yang sudah saling memaafkan,mereka berdua sedang santai menikmati suasana sore hari di taman belakang rumah dengan pemandangan bunga yang baru bermekaran ditambah lagi langit sore begitu jingga menambahkan nilai plus keindahan alam sore hari.
Membangun rumah tangga memang tidak mudah semudah membalikan telapak tangan harus siap komitmen .Apapun yang ada di diri pasangan masing-masing kita harus saling melengkapi satu sama lain.
Jangan lihat pasangan kita dari kelebihannya karna suatu saat nanti kamu akan kecewa ketika menyadari kekurangannya.Lihatlah pasangan kita dari kekurangannya maka kita akan bangga ketika mengetahui kelebihannya dan mungkin tidak ada dalam diri kita.
Bangunlah rumah tangga seperti awal yang kita inginkan jangan menyerah jika di tengah jalan ada duri terus berjalan sampai terwujud apa yang kamu harapkan.
Karna allah tidak akan menyianyiakan orang yang terus berusaha.Jangan ada kata perpisahan walau itu kata yang allah ridhoi ingat! dibalik ridhonya allah ada murka yang terselip yang terkadang kita melupakannya.
"Mas..... " teriak Rahma yang sedang duduk di ayunan taman belakang,matanya melotot dengan apa yang Rahma lihat dari ponsel sang suami.
Azam yang mendengar teriakan sang istri langsung berlari membawa botol minuman dan cemilan, karna memang tadi mereka sedang bersantai di taman belakang. Karna sang istri haus dan ingin cemilan terpaksa Azam mengambil dulu, tapi ini Azam kaget mendengar teriakan sang istri takut istrinya terjadi apa-apa.
"Ada apa Dek,kenapa teriak..? " ucap Azam ngos-ngosan karna berlari sambil membawa cemilan dan botol air minelar.
"Apa ini... " ucap Rahma garang sambil memperlihatkan ponsel Azam.
Azam hanya menelan slavinanya sendiri "alama baru saja baikan masa mau marahan lagi... " batin Azam sambil menggaruk belakang tengkuknya yang tidak gatal.
"Maaf Dek.. " ucap Azam cengengesan memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"Ih... Mas jahat... vidioin Ade lagi makan... ini liat mana makan Ade kaya orang kelaparan lagi" jengkel Rahma kesal.
"Baru nyadar" Azam hanya bisa membatin.
"mana Mas kirim ke Bunda lagi...hua... hua... " Rahma malah menangis membuat Azam bingung sendiri.
"Aduh Dek jangan nangis dong... maaf Mas jail dikit.. "
"apa Mas bilang jail dikit.. hua... ini mah kelewatan.. hua... "
Tingkah Rahma membuat Azam bingun sendiri bagai mana nenanginnya, apalagi pakai acara nangis segala.
Azam menaroh cemilan dan air di meja lalu mendekat guna mau menenangkan sang istri.
"stoppppp" teriak Rahma membuat Azam seketika berhenti.
" Ade kesal pokonya Mas malam gak bakal Ade kasih jatah... "
jlep ....
__ADS_1
Azam menelan slavinanya, ancaman sang istri sangat berbahanya.
"dan satu lagi Mas tidur di kamar tamu.. " Rahma langsung pergi meninggalkan Azam.
Ancaman sang istri benar-benar membuat Azam dibuat melongo bagai mana mungkin sang istri memberi ancaman begitu, suami manapun kalau di ancam begitu jadi bergidik ngeri lebih baik di suruh kuras kolam dari pada pisah ranjang, alama....
"Dek... jangan gitu dong.. " teriak Azam menyusul sang istri.
Tadi siang memang Rahma sudah suci ,mereka pun sholat berjamaah,belum genap satu malam mereka baikan kini sang istri malah merajuk bagai mana tidak, tingkah Rahma benar-benar membuat Azam harus extra meraih maaf sang istri.
tok... tok
Azam mengetuk pintu kamar yang Rahma kunci"Dek...jangan gini dong, kan Mas sudah minta maaf"
hening...
Tidak ada jawaban dari dalam sang istri benar-benar merajuk membuat Azam menghela nafas pasrah.
Azam berjalan menuju kamar sebelah tepatnya kamar tamu " malam ini apa iya Aku tidur disini.. "ucap Azam pada dirinya sendiri.
Malampun sudah tiba dari magrib Azam uring-uringan karna Rahma tidak membukakan pintu sama sekali, menjawabpun tidak, sudah banyak kata maaf Azam lontarkan tapi tidak membuat Rahma membuka pintunya.
Entah apa yang dilakukan Rahma di dalam kamar, dia terus sibuk sendiri tidak menghiraukan ketukan dan kata-kata maaf sang suami.
tok....
tok...
Azam berusaha mengetuk pintu lagi semoga kini sang istri mau membukakan pintu,tapi lagi-lagi tidak dibuka,membuat Azam frustasi Rahma benar-benar merajuk padahal kan itu cuma vidio
t....
Belum sempat Azam mengetuk pintu lagi, suara putaran kunci terdengar membuat Azam menarik sudut bibirnya membentuk senyuman ternyata Rahma sudah memaafkannya ,terbukti pintu kamarnya dibuka walau Azam harus membukanya karna Rahma hanya membuka kuncinya saja.
cklek...
Azma membuka pintu kamarnya dan masuk begitu saja.Azam menyerngit bingung kemana sang istri kenapa tidak ada di ranjangnya.
"puk... "
Pundak Azam di tepuk membuat Azam seketika berbalik mungkin istrinya.
"A........... "
__ADS_1
Belum sempat Azam menyempurnakan panggilannya kedua matanya langsung melotot.
deg....
Membuat Azam menganga, dengan dusah payah Azam menelan slavinanya kasar, dilihatlah sosok yang ada dihadapannya yang sedang tersenyum manis kepadanya.
Mata Azam tidak berkedip sama sekali siapa bidadari yang ada dihadapannya itu.
Melihat keterkejutan Azam membuat Rahma semakin melebarkan senyumannya perlahan berjalan mendekati sang suami yang masih tak berkedip, Rahma menjijit kakinya karna tinggi tubuhnya hanya sebatas dada bidang Azam.
"cup.. "
Rahma menempelkan bibir mungilnya ke bibir tipis sang suami seketika membuat Azam membulatkan kedua bola matanya sambil mengerjap-ngerjapkan, apa ini Rahma sang istri yang betani menggoda Azam.
Tidak lama Rahma melepaskan kecupan yang sedikit lama itu "Mas... " ucap Rahma pelan sambil meniup telinga kanan Azam membuat Azam merinding.
Kedua telapak tangan Rahma menempel tepat di dada bidang Azam perlahan Rahma menggerakan tangannya sensual, membuat Azam mengeram, karna tidak tahan Azam langsung memegang tangan Rahma membuat gerakan itu berhenti.
"Dek... " ucap Azam pelan sambil melihat manik mata sang istri dengan mata sayunya membuat Rahma terus tersenyum melihat tingkah Azam seperti tersihir oleh penampilannya.
Rahma yang sengaja pura-pura marah hanya demi merubah penampilannya untuk menyenangkan hati sang suami dan terbukti Azam tidak berkedip sama sekali melihat penampilan seksinya.Walau sebenarnya Rahma juga begitu gugup apalagi ini baru pertama kali dia menggunakan dress mini yang seksi..,Tapi Rahma juga bangga karna hasilnya tidak sia-sia sang suami terpesona.
"iya Mas... " jawab Rahma sensual sambil mengedipkan sebelah matanya.
jlep....
Lagi-lagi Azam harus menelan slavinanya kasar, ternyata istri manjanya berubah jadi nakal.
Azam mendekatkan wajahnya kearah Rahma membuat Rahma sepontan menutup kedua matanya dengan tangan yang masih berada di dada bidang Azam yang dari tadi Azam pegang.
"Jangan salahkan Mas kalau Ade tidak bisa jalan besok pagi..." bisik Azam pelan sambil meniup pelan telinga Rahma.
Membuat Rahma membuka kedua matanya kembali sambil tersenyum manis membuat siapa saja yang melihat akan meleleh.
Rahma mengalungkan kedua lengannya ke leher sang Suami, kedua kakinya menjijit" Siapa takut.. " balas Rahma sambil mengecup rahang tegas Azam.
Dunia seperti milik mereka berdua.Dua inshan yang sedang memberikan kehangatan satu sama lain, menjalankan ibadah yang begitu nikmat terkadang membuat kita lupa akan waktu.Terus terhanyut dalam padu kasih sayang dan cinta.
Malam yang sunyi menjadi saksi ungkapan dua kekasih halal yang sedang bermanja di bawah selimut tebal. Tidak henti-hentinya Azam dan Rahma mengungkapkan kata cinta satu sama lain seperti tidak bosan untuk mendengarnya.
.
bersambung...
__ADS_1
..