
Perasaan tidak tenang menghantui pikiran Azam kedua matanya dia pejamkan erat sambil dalam hati terus melapalkan doa,berusaha turun dari ranjang rumah sakit ketika mendengar penjelasan fandi hatinya sesak sekali bagai ribuan panah menanjab tepat di uluh hatinya.
Rencana apa ini ? yang tuhan kirim! apa dibalik rahasia takdir yang sudah terssusun rapih dengan mudahnya tuhan menjungkir balikan perasaan hamba-hambanya.
Azam berusaha tegar menghandapi ujian yang allah berikan padanya walau kedua matanya tidak mengeluarkan air tapi Fandi yakin hati Azam sangat terluka ,seluka lukanya tapi Azam berusaha menutupinya dari orang lain.
Sunguh indah derajat seseorang yang hatinya penuh keikhlasan dan kesabaran menghadapi semua cobaan yang tuhan berikan .
Halnya nabi Ayub yang mendapat derajat tinggi di sisi allah dengan semua cobaan yang menimpanya tapi dia tetap tersenyum menerimanya sungguh indah tuhan menciptakan hambanya yang mempunyai hati lapang.
Ingat karna tidak ada satu daunpun yang jatuh kecuali semua itu sudah kehendak allah seperti sekarang yang Azam lakukan dia berusaha tegar menerima kabar bahwa istrinya keguguran.Lama Azam memejamkan matanya mengingat raut wajah istrinya yang tidak rela akan kepergian Azam kini sudah terjawab sudah.
Azam keluar dari rumah sakit setelah pamit sama kakak iparnya tepatnya Dokter Zam-zam tapi Zam-zam tak bisa ikut karna banyak pasien yang membutuhkannya hanya doa yang bisa Zam-zam semayamkan untuk kebaikan adik tercintanya.
"Zam sebentar saya angkat telepon dulu"ucap Fandi Azam hanya mengangguk sebagai jawaban.
Azam menunggu di area parkiran sambil menyandarkan tubuhnya di senderan mobil sebenarnya perut Azam masih sakit tapi demi sang istri dia harus menahannya"maha suci bagimu ya robb ikhlaskan hati hambamu ini dan kuatkan istri hamba untuk menerima ujianmu ya robb"jerit batun Azam.
"Bruk..."
"Astagfirullah"ucap Azam melihat seorang wanita terjatuh di depannya sepontan Azam langsung menghampirinya.
"maaf bak gak papah"ucap Azam sambil mengambil buku panduan ibu hamil yang berserakan.
Wanita itu tersenyum dan berusaha berdiri tapi tidak kuat alhasil Azam terpaksa membantunya apalagi posisi wanita itu sedang hamil besar Azampun membantu wanita itu duduk.
"terimakasih Mas"ucap wanita cantik itu.
"sama-sama bak.. lain kali hati-hati apalagi bak lagi hamil besar"wanita itu hanya tersenyum Azam membalasan senyuman wanita itu dan mengembalikan buku yang pasti punya wanita yang Azam tolong.
Interaksi Azam dan wanita hamil itu tak lepas dari pandangan seseorang yang memerhatikan dari tadi tak lama orang itu menyunggingkan senyum misterius berlalu pergi"tunggulah kehancuranmu"batin orang itu sambil terus berjalan meninggalkan area parkiran.
"Sayang"ucap seseorang di belakang Azam sepontan Azam berbalik sama dengan wanita yang Azam tolong.
"Bang"panggil wanita itu.
"Kenapa duduk di sini dan siapa laki-laki in... "belum sempat orang itu menyelesaikan ucapannya langsung melebarkan matanya tak percaya.
"Azam"
"Andi"ucap azam mereka langsung berpelukan.
"jadi ini istri kamu an"tunjuk Azam pasa wanita yang tadi Azam tolong.
"iya Zam namanya Sera dan sekarang dia lagi hamil tujuh bulan"
"ya ampun sebentar lagi kamu bakalan jadi ayah"ucap Azam antusias lama mereka berbincang Fandi datang.
__ADS_1
"Zam maaf saya lama ayo kita berangkat "ucap Fandi di belakang Azam.
Azam langsung menoleh dan menganggukan "Saya pergi dulu assalamualaikum "
"waalaikumsalam"jawab Andi
Azam langsung pergi dengan Fandi.Andi adalah teman Azam waktu kuliah cuma andi sama Fandi tidak terlalau mengenal mungkin karna Fandi kaka tingkatnya .
Andi hanya menatap nanar kepergian Azam"maafkan aku Zam aku terpaksa"batin Andi.
Azam memejamkan matanya mungkin karna epek obat yang dia makan sebelum berangkat Fandi terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karna tidak mau terjadi apa-apa dijalan.
Sesekali fandi melirik Azam dan pokus menyetir lagi.
Sedangkan dikediaman Qolayuby bunda Fatimah hatinya begitu gelisah menunggu anak bungsunya tak kunjung datang.
dret.... dret....
Suara ponsel berbunyi bunda Fatimah langsung menganbil ponselnya melihat siapa yang meneleponnya ternyata Zam-zam anak sulungnya.
"Assalamualaikum Nak"jawab bunda Fatimah.
"waalaikumsalam Bun"
"iya ada apa nak kedengarannya berbeda? "
"astagfirullah"
"bunda segera kesana yah abang akan kirim sms lokasinya"
"tunggu dari mana Abang tau kalau adek dirumah sakit? "
"ntar abang ceritain sekarang bunda kesana ade butuh seseorang azam juga sedang perjalanan pulang"
"yasudah kalau begitu bunda berangkat sekarang"
"hati-hati bun assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Bunda Fatimah yang mendengar anak bungsunya di rumah sakit begitu terkejut bukan main.
Bunda Fatimah langsung pergi setelah pembicaraannya dengan Zam-zam hatinya was-was takut terjadi apa-apa sama anak dan calon cucunya.
Zam-zam sengaja tak memberi tau langsung keadaan Rahma sebenarnya karna takut bundanya akan kalang kabut sebelum sampai rumah sakit biarlah bunda yang mengetahui dengan sendirinya.
Di dalam perjalanan bunda Fatimah tetus beristigfar dan berdzikir supaya tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
Tidak lama bunda fatimah sampai di rumah sakit tempat dimana putri tercintanya berada bunda fatimah langsung bergegas masuk berjalan kearah repsesionis.
"maaf bak pasien atas nama Rahma qolayuby dimana yah?"tanya bunda Fatimah.
"maaf kalau boleh tau ibu ini siapa?"
"saya ibunya"
"oh iya sebentar bu saya cek dulu"sang Repsesionis langsung mengecek data yang bunda fatimah tanyakan.
"maaf bu nama yang ibu sebutkan tidak ada disini"ucapan sang repsesionis sukses membuat bunda Fatimah terkejut.
"coba cek lagi sus"kekeh bunda Fatimah dan diangguki sang repsesionis.
"benar bu mana itu tidak ada disini mungkin ibu salah rumah sakit"lama bunda Fatimah terdiam apa yang harus di lakukannya.
tiba-tiba bunda Fatimah teringat akan ucapan zam-zam kalau adeknya di antar oleh supir taxi kemungkinan besar supir taxi itu tidak mendaftarkan atas nama anaknya.
"maaf Bak emmmz.. apa ada pasien seorang gadis yang pendarahan di bawa oleh supir taxi kesini dia sedang hamil"ucap bunda Fatimah hati-hati semoga anaknya memang ada disini.
tak lama sang repsesionis mengingat-ngingat "oh gadis malang itu... saya ingat buk"
"dimana dia sekarang bak"potong bunda Fatimah semoga emang benar dia anaknya.
"gadis itu ada di ruang inap no 110 buk ibu lurus aja kesitu dan belok kanan ibu akan langsung menemukannya"ucap sang repsesionis ramah sambil menunjukan arah kepada bunda fatimah sesekali bunda Fatimah mengangguk.
"terimakasih bak semoga allah membalas kebaikan bak.... kalau begitu saya pemisi assalamualaikum"
Sang repsesionis tertegun baru kali ini ada ibu yang mendoakan dia ketika membantu seseoarang sudah tiga tahun dia bekerja tapi belum mendengar penuturan seperti yang bunda fatimah tuturkan biasanya orang akan langsung pergi tampa sepatah katapun dengan alasan pasti panik ada juga cuma terucap terimakasih doang.
Tak lama sang repsesionis itu tersenyum sambil melihat punggung bunda fatimah yang hilang dibalik jalan berbelok"semoga anak ibu baik-baik saja"batin sang repsesionis.
________
**gimana perasaan kalian saat baca?
jangan lupa untuk
komen
like
vote nya
ok....
dan terimakasih**....
__ADS_1