Takdir Illahi

Takdir Illahi
#37


__ADS_3

Dengan lemas Azam masuk kedalam ruangan mamah nya wajahnya yang seperti zombie karna banyak lembab di wajahnya membuat yang ada diruangan begitu terkejut tapi mereka berusaha menutupinya "Assalamualaikum "ucap Azam.


"Waalaikumsalam ..."jawab ayah Azam dan mamah Azam yang sudah siuman,Azam langsung mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


"Bagai mana keadaan mamah?"tanya Azam yang sudah duduk di sebelah kiri mamahnya.


"Alhamdulilah sudah enakan hanya kaki mamah yang sedikit susah di gerakan"jawab mamah Azam lembut.


Ingin rasanya mamah Azam langsung memberikan pertanyaan tapi mamah Azam urungkan karna begitu terenyuh dengan keadaan anaknya yang sangat sedih dan pucat apa lagi banyak lembab diwajah anaknya.


Azam langsung menarik tangan mamah nya dan memeluknya erat sambil menyandarkan kepalanya di pangkuaan mamah nya, Azam terdiam sesekali terdengar nafasnya yang berat.


Tidak lama tubuh Azam bergetar hancur sudah pertahanannya yang sendari tadi ia tahan agar tak terlihat cengeng dimata kedua orang tuanya tapi kini dia menangis dengan diam.


Sosok yang kalem, pendiam, cuek dan dewasa diluar siapa sangka dia akan menjelma seperti anak kecil dihadapan kedua orang tuanya.


Mamah Azam mengusap-usap rambut Azam dengan sebelah tangannya yang tak dipegang Azam ,hatinya begitu pilu mendengar isakan anak semata wayangnya sedangkan ayah Azam hanya melihat anak nya yang terisak dengan tatapan berbeda entah apa hanya dia dan tuhan yang tau.


" Mah.... Mamah percaya kan"ucap Azam pelan di sela isakannya yang mulai reda.


"..Coba ceritakaan apa yang sebenarnya terjadi... " walau mamah Azam sudah tau permasalahan anak dan menantunya dari sang suami rasanya mamah Azam tak percaya pada berita yang memberitakan berita miring tentang anaknya jika bukan anaknya sendiri yang berbicara.


" Dinda memfitnah Azam bahwa Azam berselingkuh... karna sebuah kesakitan Dinda tak terima Azam nikah sama Rahma karna Dinda mencintai Azam dan bahkan Dinda juga mendendam kepada Rahma karna Dinda pikir Rahma menghianati cinta Fauzi yang tak lain adalah Paman Dinda sendiri sekarang Dinda sedang sakit yang harus membutuhkan dokter Psiolog karna teragedi kematiaan kedua orang tuanya yang mana Pamannya sendiri yang membunuh nya karna masalah warisan kejadiaan itu benar-benar membuat Dinda frustasi hingga menganggap semua orang berkhianat tak ada yang pernah tulus sayang padanya hingga Dinda berada di titik sekarang itu juga salah satu alasan Azam kenapa tak mau melaporkan Dinda ke polisi masalah ini Azam merahasiahkan nya dari Fandi karna tak mau membuat Fandi tambah membenci dan Azam juga hanya ingin menjaga perasaan Rahma Azam gak sanggup jika melihat Rahma merasa bersalah bersamaan sakit hati karna perbuataan Dinda" Azam sungguh gak kuat lagi menceritakannya membuat azam teringat akan penolakan sang istri membuat Azam semakin mengeratkan pegangannya dengan posisi sama masih menunduk di pangkuan mamahnya.


"Apa yang membuat Rahma keguguran juga adalah perbuatan Dinda"Azam mengangguk.


"Yang menyebarkan berita hoax apa itu juga sama perbuatannya"lagi-lagi Azam hanya mengangguk membuat mamah Azam menutup mulutnya karna terkejut"Allahu...sabarkanlah hati anak hambamu ini atas segala ujian yang kau berikan"batin mamah Azam meneteskan air mata sungguh besar ujian anaknya.


Kini mamah Azam paham berada di posisi Azam sangat sulit berusaha menjaga dua hati supaya tidak saling membenci dan menghancurkan antara persahabantan yang dibangun cukup lama dan kini Azam menanggungnya sendiri lera menjadi pusat kemarahan keluarga istrinya dan pasti sangat sulit untuk menjelaskannya apalagi Rahma dirinya masih dikuasai oleh amarah.


" Sejak kapan kamu mempunyai perusahaan sendiri? " tanya mamah Azam lagi.

__ADS_1


"mMmah percayakan sama Azam" ucap Azam berusaha mengalihkan pembicaraan sambil mendongkak menatap mamah nya penuh harap dengan linangan air mata.


"Mamah percaya pada anak mamah.... jadi jangan mengalihkan pembicaraan jawab pertanyaan mamah tadi"ucap mamah Azam tegas tak ada kelembutaan lagi membuat Azam bingung takut akan ada kemarahaan yang lebih besar lagi.


Azam melirik sang ayah yang dari tadi diam mematung.


Deg....


Begitu sakit melihat tatapan ayahnya yang menggambarkan penuh kekecewaan apa yang harus Azam perbuat semuanya menjadi serba salah.


"Emmmz mah... "ucap Azam waswas.


"Jawab Azam"bentak sang ayah yang sangat geram pada anaknya yang sudah membohonginya inilah yang Azam takutkan kemarahan sang ayah yang tak bisa di kontrol.


"Baik Azam akan jawab... tapi Azam mohon satu permintaan pada ayah"ucap Azam berusaha tenang.


"Az... "


"Mas... "potong mamah Azam karna tau suaminya ketika emosi akan berbahanya mendengar istrinya yang memotong ucapannya membuat ayah Azam menarik nafas dalam dan mengeluarkannya dengan kasar"huhhhfff"


"Ayah harus janji atas nama mamah apapun yang terjadi tidak boleh marah" ucap Azam sambil melirik kearah mamahnya membuat ayah Azam terdiam.


Suasana ruangan jadi hening tapi tak meninggalkan aura kemarahan dan kekecewaan dari sang ayah,ayah Azam menatap anaknya yang sedang serius bisa di perkirakan ini adalah masalah yang sangat besar lalu ayah Azam melirik sang istri yang memasang wajah memohon membuat hati batunya lunak seketika karna ayah Azam sudah berjanji dia tidak akan membuat istrinya bersedih karna sikaf buruknya di masalalu.


"Baiklah ayah berjanji"ucap ayah Azam pasrah masih tetap melihat kearah istrinya yang tersenyum mendengar jawabannya.


"...Sebelumnya Azam mita maaf sama ayah dan mamah membuat kalian kecewa karna selalu menolak untuk meneruskan perusahaan kakek...karna Azam tidak mau ada permusuhan antara saudara hanya karna berebutan kekayaan..." Azam menjeda ucapannya dan melirik sang ayah.


"Jelaskan jangan bertele-tele.. "tegas sang ayah.


" Ini... yang Azam takutkan jika ayah memaksakan kehendak.."lagi-lagi Azam menjeda karna terlalu sesak dan melihat mamah nya dengan tatapan sayang tidak mau terjadi apa-apa pada sang mamah.

__ADS_1


" Maksudnya apa Azam.. jang.. "


"Stop Mas... biarkan dulu Azam menyelesaikan ucapan nya.. "sentak mamah Azam ketika suaminya mulai tersulut emosi.


" Azam tidak mau membuat mamah celaka karna sebuah kekuasaan... mamah begini karna perbuatan om Bayu.... om Bayu marah... karna dia tau kemaren Ayah mau menobatkan Aku sebagai penerus perusahaan kakek... hingga membuat om Bayu nekad mencelakakan mamah supaya ayah tidak jadi meneruskan acara kemaren siang karna Azam keburu memberitau kondisi mamah itu.. dan ayah tau waktu Azam kejakarta dan hampir saja kecelakaan itu juga karna ulahnya... om Bayu selalu mengancam Azam jika Azam tetap menerima perintah ayah om Bayu akan melakukan yang lebih dari ini.... karna alasan itulah Azam selalu menentang ayah perihal penerus perusahaan membuat Azam harus bekerja keras membangun perusahaan sendiri hanya ingin membuktikan pada om Bayu bahwa Azam tak pernah menginginkan jabatan itu...apa Azam salah Yah... Azam hanya ingin melindungi keluarga Azam sendiri,apa Azam salah Yah... hanya ingin membuat keluarga besar kita utuh yang tidak ada permusuhan.. dan itu juga kenapa alasan Azam belum memberi tahu Ayah, Mamah dan Rahma karna Azam hanya ingin hidup sederhana yang tak ada musuh di dalamnya dan ingin membuat om Bayu mengerti bahwa Azam benar-benar tak menginginkan jabatan itu..."ucap Azam semakin lemah kepalanya mulai pusing.


Deg....


Sedih, marah, kecewa semua menjadi satu penjelasan Azam membuat ayah Azam sukses mengepalkan tangan kuat,kedua matanya memerah, urat rahang menonjol terkumpul sudah kemarahannya.


"Bedebah..ba.. "


"Maaf kan Azam Yah"ucap Azam di sela menahan rasa sakit di kepalanya.


"Bruk... "


Azam pingsan tepat dihadapan Ayahnya yang membuat sang ayah yang tadinya mengeluarkan aura marah menjadi hilang seketika.


"Azam.. " teriak mamah dan ayah Azam serentak.


bersambung dulu yah....


...****************...


wk.. wk.. wk....


gimana ceritanya tegang gak.....


jangan lupa like


komen

__ADS_1


votenya yah


terimakasih.....


__ADS_2