
**jangan lupa kalau sudah baca
like
komen
vote
follow yah
ok terimakasih he... he**....
...*********...
Prov Rahma.
Aku terbangun karna gerakan seseorang yang berlari, perlahan kedua mataku menetralkan cahaya . Aku melirik jam sudah menunjukan jam setengah lima subuh.
"Huek... huek... "
Aku mendengar suara yang muntah-muntah dengan panik Aku berlari kearah kamar mandi.
"Astagfirullah Mas kenapa? "ucapku panik paslanya suamiku terus muntah-muntah perlahan Aku menepuk-nepuk pundaknya pelan supaya muntahnya cepat keluar.
Ku ambil tisu untuk membantunya mengelap mulut suamiku yang basah dengan hati-hati Aku menduduk suami ku di atas baktub.
"Mas"ucapku lembut memegang tangannya bukannya menjawab dia malah menarik pinggangku dan memelukku erat.
"Biarkan begini sebentar Dek"tuturnya lembut membuat Aku tersenyum bercampur kasian juga.
Tak lama adzan subuh terdengar di gendang telingaku"Mas sudah adzan ayo wudhu"ucapku sambil mengusap-usap kepalanya dia menurut dan langsung mengambil air wudhu dan gini giliranku.
Suamiku berjalan pelan dan mengimamiku sungguh romantis bukan dalam keadaan apapun dia tetap melaksanakan kewajibannya.
"Mas hari ini istirahat saja gak usah bekerja"dia hanya mengangguk perlahan Aku membantunya berbaring di tempat tidur dan menyelimutinya.
Dengan berdebar Aku membawa benda kecil ke arah kamar mandi "Bismilah"batinku. Aku memejamkan mata perlahan membuka mataku melirik benda kecil yang ada di tanganku kulihat dua garis merah tandanya?.
Aku langsung keluar dari kamar mandi dan melihat suamiku sedang memejamkan matanya tak terasa cairan bening lolos begitu saja tampa Aku sadari.
"Fabiayiallairabikumatukadiban(Nikmat tuhanmu yang mana yang telah kau dustakan) "
"Terimakasih ya robb kau telah menghadirkan malaikat kecil di dalam perut hamba"gumamku sambil mengelus-elus perutku.
Perlahan Aku berjalan dan duduk di sisi ranjang melihat suamiku yang sudah terlelap lagi mataku menelisik setiap pahatan wajahnya yang damai namun sedikit pucat.
"Cup.... "
Kecupan singkat Aku berikan pada bibirnya Aku tersenyum suamiku tak bergeming sama sekali.
Aku kelur kamar membersihkan rumah dan memasak tak lupa menyiapkan hadiah kecil untuk suamiku sudah lama Aku bergelut dengan alat-alat dapur Aku tersenyum melihat maha karyaku yang sudah cantik memenuhi meja makan.
Aku kembali lagi ke kamar kulihat suamiku masih tertidur lagi-lagi terbesit senyuman di bibirku Aku putuskan ke kamar mandi kalau lama-lama melihat suamiku rasanya Aku takut hilap.
Rasanya badanku segar sekali kupakai baju gamis pink polos dan kerudung pasmina kurasa sudah selesai Aku berjalan menghampiri suamiku.
"Mas bangun "ucapku lembut sambil mengelus pipinya.
__ADS_1
"Emmmmz"dia bergumam pelan tak lama kedua matanya terbuka Aku tersenyum kepadanya.
"Apa mual dan pusingnya sudah baikan? "tanyaku dia hanya mengangguk.
"Alhamdulilah kalau gitu Mas mandi dan kita harus sarapan"
"Jam berapa sekarang Dek?"tanya suamiku.
"Jam sepuluh siang Mas"
"Astagfirullah Mas kesiangan hari ini Mas ada miting"ucapnya panik langsung bangun ketika dia mau turun Aku menahan dadanya.
"Mas hari ini harus istirahat"ucapku tegas.
"Jangan kewatir Adek sudah ijinin Mas kalau hari ini Mas gak masuk dan maaf tadi Ade meninjam ponsel Mas untuk mengabari teman Mas kalau Mas sedang butuh istirahat"sergahku lagi tampa jeda Aku mengulum senyum melihat dia menurut.
"Sekarang ayo mandi"ucapku lagi menarik tangannya.
"Mandikan"ucapnya manja membuat Aku terdiam tak lama mengangguk sambil tersenyum ternyata baby beras ku manja.
"Ah... Mas jangan nakal"perotesku
"Gak papah sama istri sendiri"
"Ah.. Mas sudah"
"Biarin"
"Tuhkan baju Ade jadi basah"ucapku kesal dia malah tersenyum dan terus menyiramku dengan air shower.
"Tinggal mandi lagi dek"ucapnya polos membuat Aku benar-benar jengah sudah cape-cape Aku ber-rias diri dari tadi untuk dirinya malah dia yang merusaknya sungguh mengjengkelkan.
Kulihat suamiku sudah memakai baju santainya dan duduk bersender di sandaran ranjang matanya terpejam sesekali menautkan kedua alisnya seperti menahan sakit melihat itu yang tadinya kesal berubah sendu tak tega melihat suamiku kesakitan.
Buru-buru Aku memakai baju dan menghampirinya.
"Mas"ucapku dia langsung membuka matanya.
"Iya Dek"
"Ayo sekarang sarapan dulu"suamiku hanya mengangguk turun dari ranjang dengan telaten Aku mengambilakan nasi dan lauk pauknya.
Kulihat dia makan sambil menahan sesuatu tapi dia tetap memaksakan untuk menelannya.
"Kalau Mas masih mual jangan dipaksa untuk menelannya"ucapku bukannya menjawab dia malah berlari kearah wastafel yang ada di dapur.
"Huek... huek... "
Dengan panik Aku menyusulnya dan menepuk-nepuk pundaknya membuat Aku benar-benar tak tega.
"Maafkan Adek Mas"ucapku menahan tangis.
"Kenapa Ade menyalahkan diri Adek sendiri. Mas gak papah mungkin karna masuk angin"
Ingin rasanya Aku memberitau kalau suamiku sedang menggantikan Aku ngidam.
Kalau menurut Dokter itu gejala Kehamilan Simpatik atau disebut juga "Sindrom Cuovade" terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri. Umumnya faktor pemicunya adalah stres dan rasa empati suami kepada istri yang sedang mengandung.
__ADS_1
Itu yang dijelaskan ka Zam-zam Abang pertamaku Aku bertanya padanya kebetulan Abang ku yang satu ini dia juga seorang dokter.
Tapi Aku menahannya sampai malam karna Aku ingin memberi kejutan dihari ulang tahunnya.
Dan malam yang Aku tunggu-tunggu sudah tiba Aku tersenyum melihat suamiku yang sedang duduk di sisi ranjang sambil mengutak-ngatik ponselnya.
Perlahan Aku mendekat "Cup"kecupan singkat Aku berikan di atas keningnya membuat dia terdiam Aku langsung menutup kedua matanya dengan kain.
"Apa yang Ade lakukan"perotesnya karna Aku sudah berhasil menutup matanya.
"Jangan dibuka Mas"ucapku mencegah tangannya yang ingin membuka kain penutup matanya.
"Ade akan menuntun Mas jalan ada sesuatu yang akan Ade tunjukan pada Mas"
"Tapi gak usah di tutup mata Mas nya"
"Issttth nama juga kejutan"suamiku terdiam dan tak perotes lagi membuat Aku tersenyum senang.
Dengan hati-hati Aku memapahnya ketaman belakang dekat kolam.
"Masih lama gak Dek"
"Bentar lagi Mas ..kalau Ade bilang boleh maka Mas boleh buka"
Suamiku hanya mengangguk Aku terus memapahnya dan berhenti"boleh Mas"ucapku berbisik di telinganya perlahan suamiku membuka tutup matanya.
"Happy birthday"
Teriak kedua mertua,bunda dan keluarga bang Farhan hanya bang Zam-zam yang gak bisa datang.
Kulihat suamiku hanya mematung walau dapat selamat dan pelukan dari semua orang mungkin sangat terkejut dia melirikku kubalas dengan senyuman.
Aku mendekat"Happy birthday Mas "bisikku di telinganya dan berjalan meninggalkannya menuju kue yang sudah Aku persiapkan.
"Azam sini nak potong kuenya"teriak mamah mertuaku suamiku berjalan mendekat.
Acara potong kue pun sudah selesai dan kami bercanda tawa karna sudah berhasil membuat suamiku bertingkah seperti orang bodoh semua orang sudah memberikan kadonya masing-masing sekalarang giliranku.
"Semoga Mas suka sama kadonya"ucapku sambil menyodorkan kotak berukuran sedang suamiku menerimanya dengan senyuman.
"Boleh Mas buka?"tanyanya Aku hanya mengangguk perlahan suamiku membukanya kulihat dia mematung sambil mengambil benda kecil,suamiku melirikku . Aku hanya tersenyum dan dia mengalihkan pandangannya lagi ke dalam kotak dan mengambil kertas dia membukanya.
"Happy birthday dady Aku tak sabar terlahir kedunia dan melihat dady"
Suamiku membacanya begitu gemetar matanya sudah berkaca-kaca.
"Apa ini nyata Dek"ucapnya air matan ya sudah lolos dari tadi, Aku mengangguk.
"Alhamdulilah ...Allahu akbar.... ya robb"suamiku langsung sujud sukur dan memelukku erat Aku membalas pelukannya nya tah kalah erat.
"Terimakasih sayang... terimakasih... ini adalah kado terindah buat Mas.. cup.. cup.. cup"suamiku terus mengecup semua wajah ku membuat Aku geli bunda dan kedua orang tuaku hanya tersenyum melihat tingkah suamiku.
"Selamat yah sayang semoga kamu dan baby sehat selalu"ucap Bunda sambil memeluku sesudah saumiku melepas pelukannya.
"Selamat Nak mamah bahagia.. semoga keluarga kalain selalu dalam lindungan Allah"
Ucapan selamat bertubi-tubi terdengar sungguh indah di telingaku "Fabiayiallairabikumatukadziban(Nikmat tuhanmu yang mana yang enkau dustakan) "
__ADS_1
Sungguh kebahagiaan yang tak bisa kujabarkan apalagi melihat suamiku yang begitu bahagia ucapan sukur dan hamdalah terus dia lantunkan.