
Dengan lesu Azam pulang dari kantor banyak rahasia yang Ayahnya sembunyikan dan Azam baru mengetahuinya ketika mendesak sang ayah.
Sungguh perjalanan hidup sang ayah begitu rumit ternyata benar ayahnya dulu orang yang berdarah dingin dia bisa berubah karna pengaruh dari sang istri .
Dan itulah sebabnya Ilham bersikekeh ingin Azam meminpin Perusahaan karna om Bayu anak tiri kakeknya ternyata anak dari musuh kakeknya dulu, sengaja mengirim om Bayu untuk menghancurkan A.K Gruf tapi karna sistimnya kuat membuat om Bayu susah untuk menembus apalagi Ilham yang langsung turun tangan.
Ayah yang bijaksana dan baik ternyata mantan seorang mafia di masa remajanya. Ilham meninggalkan pekerjaan itu karna bertemu dengan Zenab sang istri wanita yang mempunyai hati bak malaikat.
Kini Azam baru sadar akan cerita yang sempat Ayahnya katakan waktu awal menikah dengan Rahma. Bahwa ayahnya dulu adalah orang yang kasar dan dingin.
Ternyata kisah orang tua Azam sangat rumit dari pada Azam, dan sekarang Azam hanya pasrah dengan apa yang Ayahnya lakukan.
"Assalamualaikum " ucap Azam membuka pintu rumah.
"Waalaikumsalam " jawab Rahma menyambut kepulangan Azam.
Walau Rahma sedikit kewatir karna sang suami pulang malam .
Suasana hati yang campur aduk menjadi damai ketika melihat bidadari sedang tersenyum menyambut kedatangan sang pujaan. Membuat hati Azam damai. Segala pikiran yang tadi membuatnya pusing seketika hilang begitu saja hanya dengan melihat senyum manis sang istri.
Apalagi tingkah Rahma yang akhir-akhir ini suka manja dan nakal pada Azam dengan penampilan yang berbeda.
Rahma membuka jas yang dipakai Azam dan mengambil tas yang tergantung di pundak kanan Azam.
"Mandi dulu Mas air hangatnya sudah Ade siapkan. Kalau udah mandi langsung makan "ucap Rahma lembut sambil menggandeng tangan sang suami menuju kamar.
Azam hanya pasrah saja mengikuti intruksi sang istri, dia langsung pergi ke kamar mandi guna membersihkan tubuhnya karna jujur badannya lemas semua.
Tidak lama Azam sudah selesai dengan ritual mandinya dan langsung keluar kamar. Azam tersenyum melihat baju sudah disiapkan di atas kasur tapi Azam tidak melihat sang istri.
Buru-buru Azam memakai baju sudah selesai Azam langsung keluar guna mencari Rahma.
Lagi-lagi Azam tersenyum ternyata istrinya sedang menata makanan di meja makan.Azam berjalan pelan ke arah Rahma.
Gret....
"Astagfirullah Mas" pekik Rahma kaget karna Azam memeluknya dari belakang.Tidak lama rasa kaget itu hilang menghirup aroma Azam yang wangi habis mandi.
"Ih... Mas geli" ucap Rahma karna Azam mengelus-eluskan hidungnya di pundak Rahma.
"Mas lepasih.. kita kan mau makan" ujar Rahma lagi.
Azampun langsung melepaskan pelukannya dan duduk di kursi yang sudah istrinya siapkan. Rahma tersenyum suaminya akhirnya nurut juga.Rahma langsung mengambilkan nasi dan lauk pauknya untyk Azam.
Tidak ada sepiring berdua dan duduk di pangkuaan, tapi tidak membuat mereka hilang kemesraan nya. Bagai mana tidak setiap suap yang Azam masukan kemulutnya pasti Azam berkata "Sayang enak banget"
Deg....
Membuat jantung Rahma tidak karuaan, setiap kata sayang yang Azam lontarkan sukses membuat pipi Rahma memanas dan tersenyum sendiri.
"Dek kenapa pipinya merah" celoteh Azam menggoda sang istri.
"Uhuk.. uhuk... " Rahma langsung berbatuk suaminya suka sekali membuat Rahma salah tingkah.
"Nih minum" ucap Azam terkejut sendiri niatnya menggoda malah menbuat istrinya tersendak makanan tapi Azam semakin gemas saja,apalagi pipi Rahma semakin gemul dengan warna merah delima.
"Habisnya Mas godaiin Ade mulu" ucap Rahma mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
Cup...
Azam malah mengecup bibir mungil yang manyun itu membuat Rahma semakin memanas "Gemas" celoteh Azam.
"Mas cepat duduk kembali, dan habisin makanannya" tegas Rahma menahan gejolak di dadanya. Sungguh Azam selalu saja membuat Rahma jantungan tapi Rahma suka.
Sudah selesai makan seperti biasa Rahma langsung mencuci piringnya kembali sedangkan Azam pergi keruang Tv gunan menonton. Rasanya Azam sudah lama tidak nonton apalagi nonton sepak bola karna sibuk dengan pekerjaannya.
Sudah selesai cuci piring Rahma menghampiri sang suami yang sedang berada di ruang Tv, tapi belum juga sampai Rahma berbalik lagi menjadi kearah kamar sambil menyunggingkan senyum.Tidak lama Rahma keluar lagi menuju ruang Tv.
Rahma langsung mendudukan bokongnya di dekat Azam tapi Azam sama sekali tidak menghiraukan karna pokus nonto sepak bola antara Persib Bandung vs Persija.
"Mas mau bawain cemilan tidak" tanya Rahma.
"Boleh Dek" ucap Azam tampa menoleh masih pokus pada layar Tv karna pertandingan semakin seru.
Rahma langsung pergi kedapur guna mengambil cemilan dan tidak lupa dengan jus Alpukado kesukaan Azam.
Rahma beruntung sekali mempunyai suami seperti Azam.Laki-laki yang tidak meroko dan minum kopi. Bukan Rahma tidak suka sama laki-laki pecinta kopi dan rokok hanya saja Rahma tidak suka bau dari kedua jenis itu karna suka membuat Rahma mual jika indra penciumannya menghirup aroma kedua jenis itu.
Rahma meletakan cemilan dan jus Alpukado di depan Azam. Melihat Azam sangat pokus menonton membuat Rahma menghela nafas tapi Rahma juga tidak mau mengganggu sang suami.
Rahma menyimpan kepalanya di atas paha Azam dan menyelimuti dirinya sendiri.
"Dek.. kalau mau tidur di kamar" ucap Azam sekilas melirik Rahma yang tidur di pahanya.
" Gak Ade mau temenin Mas nonton"
Tidak ada jawaban tapi Rahma hanya diam saja, sesekali Azam memakan cemilan dan meminum jus yang Rahma bawakan.
Perlahan Rahma memejamkan kedua matanya karna sangat ngantuk banget, walaupun sedikit agak bising karna suara Tv tapi Rahma tidak mau perotes. Tidak biasanya Rahma melihat Azam menonton mungkin suaminya hanya butuh kesenangan sendiri.
Bruk....
"Awww..."
Jerit Rahma badannya terguling ke lantai membuat Rahma sukses membuka kedua matanya dan menatap kesal kearah Azam.
Azam terkejut melihat istrinya terguling karna ulah dirinya sendiri terlalu antusias melihat pemain Persib membobol gawang lawan.
"Dek.. "
Pletak...
Rahma menepis tangan Azam yang akan membantunya bangun. Membuat Azam salah tingkah.
"Maaf Mas gak sengaja Dek" rengek Azam.
" Pokus aja sana sama Tv lagi" ucap Rahma ketus Dan beranjak meninggalkan Azam.
Melihat istrinya ngambek Azam langsung mematikan Tv dan berlari mengejar Rahma yang berjalan menuju kamar utama.
" Dek tunggu ma'afin Mas" ucap Azam sedikit berteriak merasa bersalah.
Tapi Rahma tidak menghiraukan teriakan Azam karna sangat kesal.
"Dek" ucap Azam berhasil menghalangi jalan Rahma, membuat Rahma berhenti dengan badan masih bergulung selimut hanya kepalanya saja yang tidak.
__ADS_1
"Mas minta ma'af Mas.. "
"Minggir "potong Rahma membuat Azam menelan slavinanya kasar. Istrinya benar-benar marah.
"Tidak. sebelum Ade memaafkan Mas" kekeh Azam. Dengan jengkel Rahma menerobos Badan Azam membuat Azam mundur kebelakang tapi sayang kaki Azam malah menabrak kaki satunya lagi hingga.
"Ahhhh..."
Bruk...
Azam terjatuh dengan Rahma diatasnya karna Azam menarik selimut yang Rahma kenakan. Bibir mungil Rahma hampir saja bertemu dengan bibir tipis Azam. Jarak mereka hanya beberapa inchi saja.
Rahma berusaha bangun tapi dengan cepat Azam menahannya dengan membelitkan lengan kekar Azam di pinggang Rahma.
" Lepas Mas" ketus Rahma.
" Gak"
"Lepas"
"Gak"
"Lepas"
"gak"
"L... hik..hik.. " Rahma malah menangis membuat Azam kaget sendiri dan langsung bangun bersamaan dengan tubuh Rahma ikut kebawa bangun.
" Aduh Dek.. Ma'afin Mas" ucap Azam Panik sambil memeluk Rahma.
" Hik.. lepas Mas" ucap Rahma mendorong Azam tapi Azam tidak melepaskan nya justru malah mempererat.
" Lepas Mas. Mas jahat.. lepas" betontak Rahma.
"Tidak sebelum Ade memaafkan Mas"
"Udah Ade maafin, Sekarang lepas" ucap Rahma.
" Beneran" ucap Azam memastikan.
" Hua... hik.. Ade beneran sudah mema'afkan Mas sekarang lepas" sentak Rahma menangis lagi.
"Tuh kan Ade nangis lagi berarti Ade belum memaafkan Mas "
" Ih... Ade nangis karna nahan Pipis Mas, cepat lepas Ade gak kuat.. "
Jder...
Azam langsung mematung mendengar penuturan sang istri sepontan membuat Azam melepaskan pelukannya ,membuat Rahma menyunggingkan senyum di balik senyumannya. Rahma langsung berlari masuk kedalam kamar.
Brak..
Rahma menutup pintu sedikit kencang dan langsung menguncinya. Membuat Azam kaget.
"Mas malam ini tidur sama Tv" teriak Rahma di dalam kamar.
Jlep..
__ADS_1
" Matilah Aku" gumam Azam istrinya benar-benar marah.
Ancaman seperti itu selalu saja membuat suami jadi lemas,entak kenapa??